fbpx
Pemerintah Akan Tambah Penempatan Dana di Bank

Pemerintah Akan Tambah Penempatan Dana di Bank


Jakarta, CNN Indonesia —

Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah mengkaji untuk menambah penempatan dana di bank. Saat ini, total penempatan dana pemerintah sebesar Rp41,5 triliun.

Detailnya, total dana yang dititipkan pemerintah di bank Himpunan Bank-bank Negara (Himbara) sebesar Rp30 triliun dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp11,5 triliun.

“Kami harapkan akan ada tambahan lagi dana ini ke bank, sehingga bisa digunakan untuk menyalurkan kredit kepada UMKM di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan pers virtual melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (16/9).







Meski tidak menyebutkan secara langsung, namun berdasarkan bahan paparan Budi dituliskan jika pagu penempatan dana pemerintah di bank sebesar Rp79 triliun. Dengan demikian, baru 52,3 persen atau Rp41,14 triliun anggaran penempatan dana di bank yang terealisasi.

Budi melanjutkan dari jumlah penempatan Rp41,15 triliun, bank Himbara dan BPD telah menyalurkan dalam bentuk kredit sebesar Rp120 triliun per 27 Agustus lalu. Targetnya, bank bisa menyalurkan kredit dari dana tersebut hingga tiga kali lipat yakni Rp219 triliun.

“Dari Rp41 triliun dana yang ditempatkan di bank, sudah disalurkan kredit Rp120 triliun. Memang target pemerintah dari Rp1 triliun yang ditaruh diminta Rp3 triliun penyaluran kreditnya,” ucapnya.

Untuk Himbara, pemerintah sudah menempatkan dana sebesar Rp10 triliun di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Rp10 triliun di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Selanjutnya, sebesar Rp5 triliun di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan Rp5 triliun di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

[Gambas:Video CNN]

Selanjutnya, alokasi kepada BPD meliputi BPD Jawa Barat sebesar Rp2,5 triliun, BPD Jawa Tengah Rp2 triliun, BPD Jawa Timur Rp2 triliun, dan BPD Sulawesi Utara dan Gorontalo Rp1 triliun. Selain keempat bank tersebut, pemerintah juga akan menempatkan dana di BPD DKI Jakarta senilai Rp2 triliun.

Lalu, pemerintah juga tengah mengkaji dan mengevaluasi dua BPD lainnya, yakni BPD Bali dan BPD Yogyakarta dengan alokasi dana masing-masing Rp1 triliun.

(ulf/agt)





Source link

Transaksi pembayaran kebutuhan jadi fitur paling diminati pengguna DANA

Transaksi pembayaran kebutuhan jadi fitur paling diminati pengguna DANA


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Transaksi teknologi digital di masyarakat luas khususnya saat pandemi Covid-19 ini meningat. Hal tersebut juga dialami PT Espay Debit Indonesia Koe sebagai operator uang elektronik DANA yang mengalami melihat tren transaksi pengguna.

Buktinya, selama masa pandemi, penggunaan dompet digital DANA untuk mendukung transaksi online tercatat lebih dominan dibandingkan dengan penggunaan untuk transaksi offline. Dari total transaksi yang dilakukan dengan menggunakan dompet digital DANA, 98% di antaranya merupakan transaksi online. Adapun 2% lainnya merupakan transaksi offline dengan menggunakan QR Code.

Dari keseluruhan tren peningkatan bertransaksi nontunai dengan menggunakan dompet digital DANA, transaksi pembayaran kebutuhan rumah tangga dan transfer uang menjadi dua aktivitas dengan peningkatan signifikan.

Ini tampak dari signifikansi peningkatan pemanfaatan fitur Bill Payment dan Kirim Uang yang masing-masing meningkat lebih dari 40% dibandingkan dengan masa sebelum pandemi.

Baca Juga: Fitur kirim uang dan bayar tagihan menjadi fitur favorit DANA selama pandemi

“Peningkatan pemanfaatan kedua fitur tersebut menunjukkan makin menguatnya kepercayaan masyarakat terhadap jaminan keamanan bertransaksi dengan dompet digital DANA. Tren tersebut juga menjadi konfirmasi makin menguatnya pengakuan masyarakat terhadap keandalan teknologi digital dalam mengakselerasi berbagai kebutuhan transaksinya secara efisien,” ujar Vince Iswara, CEO dan Co-Founder DANA dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Minggu (13/9).

Saat ini, dengan fitur Bill Payment pengguna DANA dapat melakukan pembayaran berbagai kebutuhan, seperti membayar tagihan internet, TV Kabel, listrik, gas, PAM, hingga BPJS. 

Pengguna dapat memilih sumber dana yang beragam untuk melakukan pembayaran, bisa dari saldo DANA, ataupun dari dana yang ada di kartu kredit dan kartu debit yang telah tersimpan dan terotorisasi di DANA melalui teknologi Binding Card.

Begitu pula dengan aktivitas pengiriman uang melalui fitur Kirim Uang, pengguna DANA dapat dengan mudah dan aman melakukan transfer ke sesama pengguna DANA melalui akun virtual, ke rekening bank, serta dapat digunakan untuk mengirimkan uang lewat aplikasi pesan WhatsApp serta LINE.  

Pengguna dapat memanfaatkan dana yang tersedia di Saldo DANA, atau dari kartu debit yang tersimpan dan terotorisasi di dalam dompet digital DANA berkat teknologi Binding Card. Keunggulan lain dari pengiriman uang dengan DANA adalah proses onboarding realtime-nya yang mudah untuk konsumen berkat dukungan teknologi Face Recognition yang terhubung dengan database pemerintah.

Baca Juga: Dorong transaksi non tunai, Visa teken kerjasama dengan ALTO

“Teknologi pengiriman uang di DANA juga memungkinkan penggunanya mendapatkan pengalaman seru berkat tersedianya fitur Split Bill dan DANA Kaget. Split Bill akan memudahkan para penggunanya yang ingin patungan membayar, sementara DANA Kaget bisa dimanfaatkan untuk berbagi rezeki atau uang dengan nominal yang diacak atau telah ditentukan secara seru dan berkesan. Kedua fitur untuk Kirim Uang ini sangat unik karena menghadirkan nilai-nilai sosial yang sangat relevan di era digital,” pungkas Vince. 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link