fbpx

Kepercayaan Konsumen Meningkat, Oktober Akan Inflasi



Jakarta, CNBC Indonesia- Senada dengan konsensus pasar CNBC Indonesia yang memproyeksi IHK bulan Oktober 2020 akan mengalami inflasi, Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal memproyeksi Indonesia akan masuk ke teritori Inflasi di kisaran 0,05% – 0,07% (mtm). Dimana kondisi ini ditopang peningkatan kepercayaan konsumen, hasil kinerja SKDU hingga jumlah uang beredar.

Seperti apa ekonom melihat kinerja IHK pada Oktober 2020? Selengkapnya saksikan Erwin Surya Brata dengan Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal dalam Squawk Box,CNBCIndonesia (Senin, 02/11/2020)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Resesi, BI Prediksi Kontraksi Ekonomi di Kuartal Ketiga Tak Sedalam Sebelumnya

Resesi, BI Prediksi Kontraksi Ekonomi di Kuartal Ketiga Tak Sedalam Sebelumnya


TEMPO.CO, Jakarta – Bank Indonesia atau BI memperkirakan kontraksi ekonomi di kuartal ketiga tahun ini tak sedalam kuartal sebelumnya. Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menyebutkan, pandemi Covid-19 memang tidak bisa dipungkiri telah berdampak pada mobilitas manusia, yang akhirnya juga berdampak pada berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan di seluruh dunia.

Walau otoritas di banyak negara telah menggelontorkan berbagai stimulus, baik fiskal dan moneter, resesi tetap tidak bisa dihindari. “Sesuai dengan statement pemerintah, ekonomi akan tetap kontraksi di kuartal III/2020 ini, namun dengan kontraksi yang lebih baik dari kuartal II/2020, seiring dengan arah perbaikan ekonomi global,” kata Dody dalam video conference, Senin, 5 Oktober 2020.

Lebih jauh, Dody menjelaskan, perekonomian global pada paruh kedua tahun ini telah membaik seiring dengan pembukaan kembali aktivitas ekonomi di banyak negara. Ia berharap perubahan serupa terjadi di Tanah Air pada semester kedua tahun ini. .

Perbaikan perekonomian nasional ini diharapkan terdorong oleh kenaikan permintaan domestik, sejalan dengan stimulus dari sisi fiskal dan moneter, termasuk kemajuan restrukturisasi dunia usaha. “Masih banyak hal yang harus dilakukan, tantangan yang tidak mudah, yang penting sinergi yang kuat antarinstitusi dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi,” kata Dody.

Pemerintah sebelumnya memproyeksikan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2020 akan terkontraksi pada kisaran -2,9 persen hingga -1 persen. Sementara, untuk keseluruhan tahun 2020, ekonomi diprediksi akan terkontraksi -1,7 persen hingga -0,6 persen.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Raden Pardede menyebutkan daya beli masyarakat saat ini melemah karena pendapatannya menurun. Hal tersebut di antaranya karena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak pandemi Covid-19.





Source link

Daya Beli Turun, Tren Deflasi Diprediksi Berlanjut Hingga Akhir Tahun

Daya Beli Turun, Tren Deflasi Diprediksi Berlanjut Hingga Akhir Tahun


TEMPO.CO, Jakarta – Deflasi terjadi dalam dua bulan berturut-turut. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen pada Agustus 2020 mengalami deflasi sebesar 0,05 persen secara bulanan. Bulan sebelumnya deflasi mencapai 0,10 persen. Tren ini diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan deflasi kali ini disebabkan oleh penurunan harga pada beberapa indeks kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami penurunan paling besar yaitu -0,86 persen. Sektor transportasi berada di urutan kedua dengan penurunan -0,14 persen.

Suhariyanto menyatakan penurunan harga tersebut menunjukkan daya beli masyarakat yang belum pulih setelah pandemi merebak. “Perkembangan inflasi berbagai negara memang menunjukkan perlambatan, bahkan mengarah deflasi karena pandemi Covid-19 menghantam dari sisi demand maupun supply,” katanya, Selasa 1 September 2020.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia, Mohammad Faisal, menyatakan kondisi tersebut dipicu daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah yang turun. Sejumlah stimulus dari pemerintah termasuk relaksasi pembatasan sosial belum terasa pengaruhnya. Sementara itu kelas atas yang memiliki daya beli cenderung menahan belanja. Selain ada kekhawatiran terhadap pandemi, transaksi dan mobilitas mereka masih terbatas karena restriksi kegiatan untuk mencegah penyebaran virus.

Faisal memperkirakan deflasi masih akan berlangsung hingga awal kuartal IV. Hari Raya Natal dan Tahun Baru diharapkan dapat mendongkrak belanja meski tak akan terlalu besar. Dia memperkirakan inflasi secara tahunan tak mampu melampaui 1,5 persen. “Kumulatif inflasi sampai Agustus saja masih di bawah satu persen,” kata dia. BPS mencatat inflasi Januari-Agustus sebesar 0,93 persen.





Source link

Deflasi Dua Bulan Berturut-turut Pertanda Daya Beli Lemah

Deflasi Dua Bulan Berturut-turut Pertanda Daya Beli Lemah


Jakarta, CNN Indonesia —

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau deflasi selama dua bulan berturut-turut tahun ini. Detailnya, deflasi pada Juli 2020 sebesar minus 0,10 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), lanjut deflasi pada Agustus, yakni 0,05 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan deflasi dua kali ini mengindikasikan terjadi pelemahan daya beli masyarakat akibat pandemi covid-19.

“Di sisi lain, daya beli nampaknya masih butuh waktu untuk kembali ke posisi normal,” ujarnya dalam paparan virtual Selasa (1/9).


Namun, ia menyatakan jika deflasi disebabkan kondisi suplai komoditas Indonesia lumayan bagus. Imbasnya, suplai yang tidak diimbangi dengan permintaan itu menekan sejumlah harga komoditas.

BPS mencatat sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menyumbang deflasi meliputi daging ayam ras dengan andil kepada deflasi minus 0,09 persen dan bawang merah dengan andil minus 0,07 persen.

Kemudian, tomat dengan andil pada deflasi minus 0,02 persen, dan telur ayam ras serta beberapa jenis buah seperti jeruk, dan pisang masing-masing andilnya minus 0,01 persen kepada deflasi.

Secara umum, komponen bahan makanan bergejolak (volatile food) mengalami deflasi minus 1,29 persen, dengan andil minus 0,23  persen kepada deflasi.

“Karena suplai bagus karena itulah harga yang masuk volatile price itu mengalami banyak penurunan,” imbuhnya.

Suhariyanto menegaskan kondisi ini tidak hanya dialami oleh Indonesia. Sebagai dampak pandemi, daya beli melemah sehingga inflasi terjadi hampir di semua negara yang mengalami perlambatan. Bahkan, trennya menuju deflasi.

“Tapi kita tentunya berharap ke depan akan cepat kembali karena pemerintah sudah membuat berbagai kebijakan yang tertuang di program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” jelasnya.

Sementara itu, secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) terjadi inflasi sebesar 0,93 persen. Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy) inflasi mencapai 1,32 persen pada Agustus ini. Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan ini terendah sejak Mei 2000 lalu.

“Inflasi (tahunan) ini terendah sejak Mei 2000, pada Mei 2000 inflasi sebesar 1,2 persen,” katanya. 

[Gambas:Video CNN]

(ulf/bir)





Source link