fbpx

Kata Tokopedia Soal Pajak 10 Persen untuk Produk Digital Luar Negeri


TEMPO.CO, JakartaTokopedia menyoroti masuknya perusahaan tersebut dalam daftar 10 perusahaan pemungut pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen atas produk digital.

Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah, Tokopedia, Astri Wahyuni mengatakan perusahaan akan mematuhi dan mengikuti regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. “Tokopedia sebagai perusahaan teknologi buatan Indonesia tentu mendukung setiap inisiatif pemerintah yang mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia, termasuk dalam hal pemungutan pajak,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa, 17 November 2020.

Dia mengatakan pemungutan PPN tersebut tidak akan mempengaruhi harga jual dari produk-produk lokal.

Dia menegaskan bahwa pajak yang dimaksud dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 48/PMK.03/2020 tentang Tata Cara Penunjukan Pemungut, Pemungutan, Dan Penyetoran, Serta Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai Atas Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud Dan/Atau Jasa Kena Pajak Dari Luar Daerah Pabean Di Dalam Daerah Pabean Melalui Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, hanya akan dikenakan untuk produk digital luar negeri tertentu.

“Produk lain yang dijual melalui platform Tokopedia, termasuk produk-produk buatan UMKM Indonesia, tetap dipasarkan dengan harga terbaik dan transparan. Bagi para penjual UMKM Indonesia di Tokopedia, pajak tetap diproses dan dibayarkan langsung oleh para mitra UMKM,” katanya.

Menurut catatan Bisnis.com, konsumen barang atau jasa digital asal luar negeri yang membeli dari Bukalapak, Lazada, Zalora dan Tokopedia akan dikenakan PPN 10 persen mulai 1 Desember 2020.





Source link

Bandara Soekarno-Hatta Siapkan 5 Fasilitas untuk Pekerja Migran, Apa Saja?

Bandara Soekarno-Hatta Siapkan 5 Fasilitas untuk Pekerja Migran, Apa Saja?


TEMPO.CO, Jakarta – PT Angkasa Pura II (Persero) dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyiapkan fasilitas khusus di bandara bagi seluruh pekerja migran WNI. Pada tahap awal, fasilitas tersebut baru tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, sebagai titik terbesar keberangkatan dan kepulangan pekerja migran Indonesia. 

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, layanan kepada pekerja migran Indonesia akan semakin baik dengan adanya berbagai fasilitas khusus di Bandara Soekarno-Hatta. 

“Terdapat 5 fasilitas khusus bagi pekerja migran Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta dan kemudian menyusul di bandara-bandara lainnya. Kami berharap dengan fasilitas ini maka pelayanan di bandara bagi pekerja imigran yang merupakan pahlawan devisa bagi Indonesia akan jauh lebih baik,” kata Awaluddin dalam keterangan tertulis, Ahad, 6 September 2020. 

Dari lima fasilitas khusus tersebut, tiga di antaranya sudah dapat digunakan yaitu help desk, media digital untuk sosialisasi, dan area untuk memasarkan produk UMKM dari pekerja migran Indonesia. “Dua fasilitas segera menyusul yaitu special lane di akhir September 2020 dan lounge di akhir Oktober 2020. Setelah seluruh fasilitas tersedia di Soekarno-Hatta, maka tidak menutup kemungkinan fasilitas serupa juga hadir di bandara lainnya,” kata Awaluddin. 

Berikut ini adalah 5 fasilitas khusus yang bagi pekerja migran Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta:

1. Jalur khusus (special lane)





Source link