fbpx
Respons Garuda Soal Awak Kabin Alami Pelecehan Seksual Oleh Penumpang

Respons Garuda Soal Awak Kabin Alami Pelecehan Seksual Oleh Penumpang


JawaPos.com – Maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen memberikan perhatian serius dan dukungan penuh bagi awak kabin yang mengalami tindakan pelecehan ketika menjalankan tugas. Hal tersebut merespons peristiwa pelecehan awak kabin oleh salah satu oknum penumpang pada rute penerbangan Biak-Jayapura, hari ini, Jumat (28/8).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, sebagai perusahaan yang mengedepankan etika kesantunan dan pelayanan bermartabat dalam seluruh lini operasionalnya, pihaknya berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan penuh terhadap karyawannya yang mengalami tindakan tidak menyenangkan ketika sedang bertugas.

“Kami sangat menyesalkan dan menaruh perhatian sangat serius terhadap peristiwa tersebut,” ujarnya dalam pesan singkatnya, Jumat (28/8).

Menurutnya, hal itu sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memastikan hak karyawan untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan selama bekerja dapat terpenuhi dengan baik.

Adapun peristiwa pelecehan tersebut terjadi pada penerbangan GA 650 rute Biak – Jayapura. Atas peristiwa itu, Pilot in Command (PIC) pada penerbangan tersebut kemudian melaporkan peristiwa yang terjadi kepada pihak berwajib di Bandara Sentani, Jayapura dalam hal ini Kepolisian Kesatuan Pelaksana Pengawasan Pelabuhan Udara (KP3U) dan Aviation Security (Avsec).

Lebih lanjut, penumpang yang melakukan tindakan tersebut kemudian dijemput di dalam pesawat oleh pihak aviation security dan KP3U ketika pesawat mendarat di Bandara Sentani untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

“Kedepannya tentunya kami harapkan hal ini dapat menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh pihak untuk terus membangun kesadaran atas pentingnya mengedepankan etika kesantunan dalam menggunakan moda transportasi publik, di mana hal ini tentunya menjadi tanggung jawab bersama tanpa memandang status sosial, pangkat maupun jabatan,” tutupnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Romys Binekasri





Source link