fbpx

Pemprov DKI Percepat Izin Investasi dan Relaksasi Pajak



Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah harus segera mengambil langkah cepat agar dampak dari kontraksi ekonomi di kuartal ketiga dapat berkurang. Selain penguatan UMKM, perlu juga meningkatkan investasi.

Berbagai regulasi yang selama ini menyulitkan dalam investasi harus diringkas menjadi lebih mudah.

Kepala Biro Perekonomian Provinsi DKI Jakarta Mochamad Abbas mengatakan dengan percepatan proses perizinan diharapkan bisa menarik investor di Jakarta.







“Pada masa pandemi Covid-19, Jakarta tetap menjadi primadona investasi PMA dan PMD di Indonesia. Pada periode Januari-September 2020, total realisasi PMDN dan PMA sebesar Rp 72,5 tirliun, terbesar nomor 2 se-Indonesia,” ujar Abbas berdasarkan keterangan resmi, Senin (23/11).

Selain itu, untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, Pemprov DKI Jakarta juga menerapkan kebijakan relaksasi pajak. Melalui Peraturan Gubernur Nomor 30 Tahun 2020 tentang Ketetapan Pajak Terhutang, PBB tahun 2020 diberikan pengurangan, sehingga sama dengan ketetapan pajak tahun 2019.

“Pemprov DKI juga memberikan keringanan retribusi dan penghapusan sanksi administrasi terhadap jenis retribusi yang paling terdampak Covid-19. Dilaksanakan by system atau tanpa permohonan dari wajib retribusi,” terangnya.

Tak hanya itu, Abbas menambahkan, Pemprov DKI Jakarta juga menghapus sanksi administrasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Tahun Pajak 2020.

“Adapula pemberian insentif pajak daerah berupa pengurangan pokok pajak kepada pelaku usaha, sehubungan dengan pelaksanaan PSBB dalam penanganan dan pengendalian Covid-19 di DKI Jakarta,” imbuhnya.

Pendapatan Daerah

Selain memberikan kebijakan relaksasi terhadap pajak dan retribusi, lanjut Abbas, Pemprov DKI Jakarta juga berupaya tetap menjaga pendapatan daerah dengan menerapkan sejumlah strategi.

Di antaranya, penagihan aktif dan pasif terhadap piutang Pajak Daerah bekerja sama dengan KPK-RI/Kejaksaan/Korsupgah, pemeriksaan atau perbaikan setoran Pajak Daerah, serta melakukan razia gabungan dan door to door bersama pihak Kepolisian terhadap kendaraan bermotor yang belum melakukan perpanjangan STNK.

“Selain itu, kami juga melakukan implementasi online system dan pengembangan kanal pembayaran pajak daerah melalui e-payment,” katanya.

Abbas menambahkan, Pemprov DKI Jakarta melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga melakukan penagihan terhadap piutang retribusi.

“Kami juga mendorong agar semua sistem pemungutan retribusi yang dimiliki oleh SKPD pemungut dapat terintegrasi dengan sistem E-Retribusi, sehingga proses pemungutan sampai dengan pembayaran dapat termonitor dengan baik,” pungkasnya.

(fef)

[Gambas:Video CNN]






Source link

Pak Anies, Laba Pabrik Bir Punya DKI Ambles 68% Jadi Rp 71 M



Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten produsen bir merek Anker, Anker Stout, Carlsberg, dan San Miguel, yakni PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) mencatatkan penurunan kinerja secara signifikan sepanjang 9 bulan tahun ini atau per September 2020 di tengah pandemi Covid-19 dan implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota.

Berdasarkan laporan keuangan per kuartal III-2020, laba bersih entitas induk DLTA ambles 68% menjadi Rp 70,68 miliar per September 2020 dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai laba bersih Rp 220,92 miliar.

Koreksi laba bersih ini terjadi lantaran pendapatan perusahaan juga anjlok 42,35% menjadi Rp 349,07 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 605,58 miliar.


Beban pokok penjualan turun menjadi Rp 113,36 miliar dari sebelumnya Rp 172,81 miliar, sementara beban penjualan juga turun menjadi Rp 111,96 miliar dari sebelumnya Rp 134,95 miliar.

Secara rinci, penjualan domestik setelah dikurangi cukai dan pajak penjualan turun menjadi Rp 371,69 miliar dari sebelumnya Rp 682,74 miliar, ekspor juga ambles jadi hanya Rp 887,26 juta dari sebelumnya Rp 1,18 miliar.

“Penjualan kepada PT Jangkar Sejati dan PT Lim Siang Huat Ripindo masing-masing mencapai 21% dan 17% dari total penjualan pada tahun 2020,” tulis lapkeu DLTA.

Alan De Vera Fernandez, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan DLTA, mengatakan pandemi Covid-19 berdampak pada pembatasan operasional perusahaan dengan periode dampak diprediksi sekitar 3 bulan lebih.

“Ada penghentian dan/pembatasan terhadap lini penjualan, distribusi, dan produksi,” katanya dalam keterbukaan informasi di BEI, 11 Agustus 2020.

Sebab itu perseroan memprediksi bakal terjadi penurunan total pendapatan sebesar 25%-50% dan penurunan laba bersih 51%-75%.

“Kami melakukan efisiensi biaya-biaya operasional, menunda pengeluaran untuk pembelanjaan barang modal, dan melakukan alternatif penjualan,” jelasnya.

Sesuai dengan laporan keuangan, ruang lingkup bisnis DLTA terutama untuk memproduksi dan menjual bir pilsener dan bir hitam dengan merek Anker, Anker Stout, Anker Lychee, Carlsberg, San Miguel, San Mig Light, San Miguel Cerveza Negra, Kuda Putih, dan Batavia.

Perusahaan mulai beroperasi sejak tahun 1933. Perusahaan dan entitas anak memiliki 356 dan 352 karyawan di luar direksi. DLTA juga merupakan salah satu anggota dari San Miguel Corporation (SMC), Filipina.

Induk utama perusahaan adalah Top Frontier Investment Holdings, Inc, berada di Filipina.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2020, pemegang saham DLTA yakni San Miguel Malaysia Private Limited sebanyak 58,33% (467.061.150 saham), Pemerintah DKI Jakarta 26,25% (210.200.700), dan publik 15,42% (123.397.200).

Dengan porsi saham dan besaran dividen sebesar Rp 390/saham atas laba tahun 2019, maka Pemprov DKI yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan, memperoleh nilai dividen dari laba bersih DLTA sebesar Rp 81,98 miliar, sementara San Miguel mendapatkan dividen terbesar yakni Rp 182,15 miliar, sisanya jatah publik Rp 48,12 miliar.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)




Source link