fbpx

Hadeeehhh… Rupiah Kayaknya Mau Melemah Nih



Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya akan melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Tanda-tanda depresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF).

Berikut kurs dolar AS di pasar NDF beberapa saat jelang penutupan perdagangan pasar spotkemarin dibandingkan hari ini, Jumat (20/11/2020), mengutip data Refinitiv:











Periode

Kurs 19November (14:54 WIB)

Kurs 20 November (07:20 WIB)

1 Pekan

Rp14.163,5

Rp 14.197,5

1 Bulan

Rp14.200

Rp 14.235

2 Bulan

Rp14.227,5

Rp 14.262,5

3 Bulan

Rp14.267,5

Rp 14.302,5

6 Bulan

Rp14.367,3

Rp 14.417,5

9 Bulan

Rp 14.489,4

Rp 14.550,5

1 Tahun

Rp 14.664,5

Rp 14.680

2 Tahun

Rp 15.410

Rp 15.424

 

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang kali terakhir diperbarui pada 19 November pukul 14:23 WIB:




Periode

Kurs

1 Bulan

Rp 14.188

3 Bulan

Rp 14.283

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.

Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Rupiah di pasar spot tidak perlu selalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(aji/aji)




Source link

Ada Pertanda Rupiah Mau Menguat Nih…



Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya akan menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF).

Berikut kurs dolar AS di pasar NDF beberapa saat jelang penutupan perdagangan pasar spotakhir pekan lalu dibandingkan hari ini, Jumat (16/11/2020), mengutip data Refinitiv:











Periode

Kurs 13November (14:54 WIB)

Kurs 16 November (07:16 WIB)

1 Pekan

Rp14.212,5

Rp 14.183,1

1 Bulan

Rp14.244,8

Rp 14.224

2 Bulan

Rp14.275,5

Rp 14.252,85

3 Bulan

Rp14.312,5

Rp 14.292,35

6 Bulan

Rp14.439,5

Rp 14.442,25

9 Bulan

Rp 14.571,3

Rp 14.576,56

1 Tahun

Rp 14.730,3

Rp 14.729

2 Tahun

Rp 15.479

Rp 15.475

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang kali terakhir diperbarui pada 13 November pukul 14:47 WIB:




Periode

Kurs

1 Bulan

Rp 14.190

3 Bulan

Rp 14.290

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.

Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Rupiah di pasar spot tidak perlu selalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(aji/aji)




Source link

Rupiah Lesu ke Rp14.085 per Dolar AS pada Rabu Ini



Jakarta, CNN Indonesia —

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.085 per dolar AS pada Rabu (11/11) sore. Posisi ini melemah 28 poin atau 0,2 persen dari Rp14.058 persen pada Selasa (10/11).

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.076 per dolar AS atau melemah dari Rp14.015 per dolar AS pada akhir pekan lalu.

Rupiah melemah bersama beberapa mata uang lain di Asia. Ringgit Malaysia melemah 0,26 persen, yen Jepang minus 0,21 persen, dan rupee India minus 0,18 persen. 







Sedangkan won Korea Selatan menguat 0,46 persen, baht Thailand 0,15 persen, dolar Singapura 0,02 persen, peso Filipina 0,02 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen.

Mata uang utama negara maju bervariasi. Rubel Rusia menguat 0,41 persen, poundsterling Inggris 0,05 persen, dan dolar Australia 0,03 persen.

Namun, euro Eropa melemah 0,24 persen, franc Swiss minus 0,17 persen, dan dolar Kanada minus 0,08 persen. 

[Gambas:Video CNN]

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah berbalik melemah karena sentimen pengetatan wilayah di beberapa negara. Hal ini untuk merespons penyebaran virus corona atau covid-19 yang kembali meningkat.

“Ini memudarkan (sentimen) pengumuman Pfizer tentang vaksin covid-19 mereka. Investor menyadari masih ada cara untuk melakukan profit taking sebelum vaksin memenuhi semua persyaratan,” ujar Ibrahim, Rabu (11/11).

Ia memperkirakan besok rupiah melemah sebesar 15-100 poin ke level Rp14.050-Rp14.120 per dolar AS.

(uli/agt)






Source link

Rupiah Sudah Lari Sangat Kencang, Istirahat Dulu Lah…



Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya akan melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Tanda-tanda depresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF).

Berikut kurs dolar AS di pasar NDF beberapa saat usai penutupan perdagangan pasar spot kemarin dibandingkan hari ini, Rabu (11/11/2020), mengutip data Refinitiv:











Periode

Kurs 10 November (15:09 WIB)

Kurs 11 November (07:00 WIB)

1 Pekan

Rp14.075

Rp 14.126

1 Bulan

Rp14.114,8

Rp 14.150,55

2 Bulan

Rp14.136

Rp 14.187

3 Bulan

Rp14.185

Rp 14.217

6 Bulan

Rp14.300,8

Rp 14.350

9 Bulan

Rp 14.438,2

Rp 14.496

1 Tahun

Rp 14.603,2

Rp 14.646

2 Tahun

Rp 15.330

Rp 15.400

 

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang kali terakhir diperbarui pada 10 November pukul 14:53 WIB:




Periode

Kurs

1 Bulan

Rp 14.020

3 Bulan

Rp 14.100

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.

Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Rupiah di pasar spot tidak perlu selalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(aji/aji)




Source link

Joe Biden Menang Pemilu AS, Bagaimana Nasib Rupiah terhadap Dolar Amerika?


TEMPO.CO, Jakarta – Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah bisa menguat hingga ke Rp 13.800 per dolar Amerika Serikat pada pekan depan. Ia menyebut penguatan tersebut sangat mungkin terjadi mengingat pada akhir perdagangan pekan ini atau pada waktu sebelum Joe Biden menang Pemilu AS, rupiah sudah menginjak level Rp 14.210 per dolar AS.

“Ada kemungkinan besar bahwa pekan depan, di hari Kamis atau Jumat, rupiah akan menembus Rp 13.800,” ujar Ibrahim kepada Tempo, Ahad, 8 November 2020. Ia mengatakan penguatan tersebut bakal didorong sejumlah sentimen, salah satunya hasil pemilihan umum Amerika Serikat.

Menurut Ibrahim, hasil perhitungan suara yang membuat Joe Biden menang Pemilu AS atas inkumben Donald Trump membuat harapan masyarakat menjadi kenyataan. Meskipun Trump mengatakan masih akan menggugat hasil pemilu tersebut, ia menyakini kondisi tidak akan berubah. Kemenangan Joe Biden dinilai menjadi sentimen positif bagi pasar.

Ibrahim berujar peluang Joe Biden membekukan perang dagang antara AS dengan Cina dan Uni Eropa menjadi harapan tersendiri bagi pelaku pasar. Sebab, menurut dia, perang dagang tak hanya merugikan dua negara, melainkan seluruh dunia.

“Peluang ini lah yang direspon positif oleh pasar, sehingga akan banyak dana asing ke Indonesia. Masuknya dana asing ke Indonesia akan menguatkan rupiah,” tutur Ibrahim.

Kondisi itu juga akan diperkuat oleh kuatnya fundamental ekonomi Indonesia. Meskipun Badan Pusat Statistik telah mengumumkan terjadinya kontraksi ekonomi 3,49 persen pada kuartal III yang menandakan Indonesia masuk ke resesi, pelaku pasar dan pemerintah dinilai sudah mengantisipasinya. Sehingga, pengumuman tersebut tak lagi berdampak signifikan.

“Lalu trade balance dan investasi mulai terlihat menggeliat, sehingga bisa saja Q4 infrastruktur sudah berjalan kembali, sehingga konsumsi berjalan kembali,” ujar Ibrahim. Nantinya, kalau konsumsi masyarakat dan investasi berjalan baik, maka perekonomian pun akan bergerak positif.

Faktor lainnya, menurut Ibrahim, adalah adanya peluang Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang. Penurunan suku bunga acuan diperkirakan akan menyokong penguatan rupiah.

“Jadi jangan heran kalau di pekan depan rupiah bisa di Rp 13.800 (terhadap dolar) dan di pekan ketiga Rp 13.500,” ujar Ibrahim.

Senada dengan Ibrahim, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan kemenangan Joe Biden membawa potensi perang dagang AS dan Cina tidak menjadi lebih buruk. Bahkan, ada harapan perang dagang itu berhenti.

Dengan demikian, risiko pasar pun dinilai akan turun. Sejurus dengan itu, gejolak di pasar juga mereda. “Hal ini cenderung membuat mata uang dunia menguat terhadap USD termasuk Yuan, Euro, dan lainnya. Rupiah tidak tertinggal dan dalam beberapa hari mengalami penguatan signifikan. Ini juga mendorong dana masuk ke aset berisiko di emerging market,” kata Hans.





Source link

Sangar Nih, Rupiah Kayaknya Mau Menguat Lagi!



Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya akan menguat di perdagangan pasar spot hari ini, dan apresiasinya bakal lumayan tajam. Tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF).

Berikut kurs dolar AS di pasar NDF beberapa saat usai penutupan perdagangan pasar spotkemarin dibandingkan hari ini, Jumat (6/11/2020), mengutip data Refinitiv:











Periode

Kurs 5November (15:16 WIB)

Kurs 6 November (07:00 WIB)

1 Pekan

Rp14.347,5

Rp 14.270

1 Bulan

Rp14.361

Rp 14.260

2 Bulan

Rp14.399,5

Rp 14.292

3 Bulan

Rp14.442,5

Rp 14.329

6 Bulan

Rp14.577,5

Rp 14.458

9 Bulan

Rp 14.730

Rp 14.607

1 Tahun

Rp 14.865

Rp 14.765

2 Tahun

Rp 15.650

Rp 15.535

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang kali terakhir diperbarui pada 5 November pukul 14:57 WIB:




Periode

Kurs

1 Bulan

Rp 14.400

3 Bulan

Rp 14.485

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.

Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Rupiah di pasar spot tidak perlu selalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(aji/aji)




Source link

Asyik, Rupiah Kayaknya Mau Menguat Hari Ini!



Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS)tampaknya akan menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF).

Berikut kurs dolar AS di pasar NDF beberapa saat usai penutupan perdagangan pasar spotkemarin dibandingkan hari ini, Selasa (3/11/2020), mengutip data Refinitiv:











Periode

Kurs 2November (15:01 WIB)

Kurs 3 November (07:11 WIB)

1 Pekan

Rp14.684,7

Rp 14.664,65

1 Bulan

Rp14.737

Rp 14.668

2 Bulan

Rp14.768,6

Rp 14.716

3 Bulan

Rp14.795,5

Rp 14.768

6 Bulan

Rp14.979,5

Rp 14.952,8

9 Bulan

Rp 15.141,7

Rp 15.114

1 Tahun

Rp 15.309,2

Rp 15.286

2 Tahun

Rp 16.041

Rp 15.986

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang kali terakhir diperbarui pada 2 November pukul 13:51 WIB:




Periode

Kurs

1 Bulan

Rp 14.630

3 Bulan

Rp 14.790

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.

Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Rupiah di pasar spot tidak perlu selalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(aji/aji)




Source link

The Everything Crash is Coming!



Jakarta, CNBC Indonesia – Robert Toru Kiyosaki pebisnis AS yang juga merupakan penulis mengungkapkan prediksinya soal kehancuran ekonomi. Ekonomi yang terkena paparan Covid-19 menyebabkan bubble atau gelembung di seluruh sektor.

“The Everything Crash is coming,” cuit Kiyosaki di akun Twitter resminya @therealkiyosaki dikutip CNBC Indonesia, Minggu (1/11/2020).

Ia menambahkan, sejak 1987 gelembung ekonomi di semua sektor terjadi dan ini waktunya untuk pecah atau crash.

Menurutnya, harga emas, perak, hingga bitcoin pun akan jatuh. Dolar akan bangkit. “Bersabarlah,” tuturnya.

“Pencetakan uang besar-besaran akan datang yang akan menghancurkan dolar. Saatnya membeli emas, perak, hingga Bitcoin,” terangnya.

Harga emas dunia pada perdagangan Oktober 2020 melemah 0,40% ke level US$ 1.877,95/troy ons dan kembali diperdagangkan di bawah level psikologisnya US$ 1.900/troy ons.

Pelemahan harga emas bulan ini tidak lepas dari beberapa sentimen negatif yang datang selama Oktober 2020, diantaranya Tarik-ulur stimulus fiskal untuk penanggulangan corona di Amerika Serikat (AS), pilpres AS, resesi AS dan tentunya lonjakan kasus virus corona yang kembali terjadi.

Analis komoditas memprediksi harga emas di pasar global bakal turun lagi ke level tahanan bawah atau support US$ 1.820/troy ons, kemudian ke US$ 1.781/troy ons seiring dengan kekhawatiran serangan gelombang dua pandemi Covid-19


[Gambas:Video CNBC]

(dru)






Source link

Ada Feeling Rupiah Kok Mau Menguat…

Ada Feeling Rupiah Kok Mau Menguat…



Jakarta, CNBC Indonesia –Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya akan menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF).

Berikut kurs dolar AS di pasar NDF beberapa saat usai penutupan perdagangan spot kemarin dibandingkan hari ini, Kamis (15/10/2020), mengutip data Refinitiv:











Periode

Kurs 14 Oktober (15:01 WIB)

Kurs 15 Oktober (07:10 WIB)

1 Pekan

Rp 14.744,3

Rp 14.683,45

1 Bulan

Rp 14.745,1

Rp 14.766

2 Bulan

Rp 14.809,5

Rp 14.814

3 Bulan

Rp 14.873,5

Rp 14.816,6

6 Bulan

Rp 15.041,5

Rp 14.966,35

9 Bulan

Rp 15.197,7

Rp 15.148,3

1 Tahun

Rp 15.389

Rp 15.334,5

2 Tahun

Rp 16.146

Rp 16.146

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang kali terakhir diperbarui pada 14 Oktober pukul 14:56 WIB:




Periode

Kurs

1 Bulan

Rp 14.720

3 Bulan

Rp 14.830

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.

Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Rupiah di pasar spot tidak perlu selalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(aji/aji)




Source link