fbpx

Trump ‘Haramkan’ AS Investasi di 31 Perusahaan China



Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden AS Donald Trump melarang investor dan perusahaan Amerika berinvestasi di 31 perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan oleh militer China.

Larangan tersebut tertuang dalam perintah eksekutif dan telah ditandatangani oleh Trump, seperti dilansir CNN Business, Kamis (12/11).

Trump mengungkapkan investasi di 31 perusahaan yang dimaksud memungkinkan pengembangan dan modernisasi militer China, dan secara langsung ‘mengancam’ keamanan AS.







Tak cuma itu, Trump juga melarang investor AS memiliki atau memperdagangkan saham sekuritas apapun yang berasal atau diekspos ke perusahaan-perusahaan China yang masuk daftar hitam.

Dalam perintahnya, Trump memberikan waktu kepada investor memiliki hingga November 2021 mendatang untuk melakukan divestasi saham dari perusahaan ‘terlarang’ China.

Kebijakan Trump ini mulai berlaku pada 11 Januari 2021 nanti, persis menandai tahun ketiga berlangsungnya perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu.

Produsen ponsel pintar Huawei dan pemasok pengawasan video terbesar di dunia Hikivision adalah beberapa contoh yang masuk dalam daftar hitam Trump.

Kemudian, adapula China Telecom dan China Mobile yang melantasi di papan bursa saham New York.

[Gambas:Video CNN]

(bir)






Source link

Perkembangan Vaksin Covid-19 Pfizer Lanjutkan Penguatan Rupiah Hari Ini


TEMPO.CO, Jakarta – Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan ada sejumlah sentimen yang membawa rupiah ditutup menguat tipis pada perdagangan pada hari ini. Salah satu sentimen tersebut adalah perkembangan vaksin Pfizer.

“Berita bahwa vaksin Covid-19 dapat tersedia dalam waktu dekat dan dapat meningkatkan optimisme atas pemulihan ekonomi global,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Selasa, 10 November 2020.

Baca Juga: Ditopang Data Ekonomi Dalam Negeri, Rupiah Diprediksi Menguat Lagi Hari Ini

Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup menguat tipis 7 poin. Pada sesi pagi, rupiah sempat menguat 65 poin dan kemudian sesi siang menipis ke 15 poin. Rupiah ditutup di level 14.057 dari penutupan sebelumnya di level 14.064.

Pembuat obat Pfizer Inc pada Senin, 9 November 2020 mengatakan bahwa kandidat vaksinnya, yang sedang dikembangkan dalam kemitraan dengan BioNTech Jerman, lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah Covid-19. Klaim tersebut didasarkan pada data dari 94 orang pertama yang terinfeksi virus dalam uji klinis skala besar Pfizer. “Berita tersebut meningkatkan harapan bahwa obat Covid-19 akan segera tersedia,” kata Ibrahim.

Sentimen lainnya yang membayangi rupiah, tutur Ibrahim, adalah proses peralihan dari Presiden Donald Trump kepada calon penggantinya Joe Biden yang dinilai tidak terlalu mulus, karena sang inkumben belum mengakui kemenangan rivalnya.





Source link

Biden Jadi Presiden AS, Emas Diburu! Harga Bakal ke US$ 2.000



Jakarta, CNBC Indonesia  – Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) diprediksi bakal mempengaruhi tren harga emas dunia. Pilpres AS dimenangkan oleh calon presiden dari Partai Demokrat yaitu Joe Biden-Kamala Harris melawan petahana Donald Trump-Mike Pence.

Dikki Soetopo, Direktur PT Solid Gold Berjangka (SGB), mengatakan pasar saham, termasuk perdagangan emas dunia mengalami lonjakan yang cukup tajam dengan sentimen pilpres AS ini.

Menurut Dikki, para investor banyak menaruh harapan kepada Joe Biden sebagai orang nomor 1 di Amerika Serikat, karena stimulus lanjutan untuk Covid-19 yang digelontorkan akan jauh lebih besar.


Selain itu, perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok diharapkan akan usai jika Joe Biden terpilih sehingga sentimen positif terhadap pasar global kembali naik.

Selain emas, produk pasar berjangka lain yang saat ini di untungkan termasuk Indeks Hang Seng (HKK), di mana telah mencetak kenaikan sebesar 3,62% di perdagangan Jumat malam (6/11), sementara emas menguat 2,62%, termasuk bursa saham Wall Street AS.

Sebaliknya, indeks dollar malah sebaliknya, mengalami penurunan yang cukup tajam hingga -0.81%.

“Kami memprediksi bahwa selama pemilu AS berlangung maka harga emas akan berada di kisaran US$ 1.953/ troy ons sampai dengan US$ 1.964 troy ons. Sementara untuk HKK akan berada di level 26.500 – 26.100,” terang Dikki, dalam pernyataan yang diterima CNBC Indonesia, Minggu (8/11/2020).

Dia mengatakan, rekomendasi kepada para investor, sebelum ditetapkan siapa yg menjadi presiden AS, pasar global akan bergerak dengan volatilitas tinggi.

Oleh karena itu para investor diharapkan lebih berhati-hati meski tren harga emas dan HKK mengalami kenaikan, arah bisa saja berubah.

“Meskipun demikian, produk berjangka yang direkomendasikan saat momen pemilu AS saat ini adalah emas dan HKK. Selain itu dua produk ini juga akan mengalami tren positif saat perayaan Diwali di India, dan Window Dressing menjelang akhir tahun 2020 serta Imlek di awal tahun 2021,” jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, harga emas memang diramal berpotensi balik ke level tertingginya sepanjang sejarah yakni di US$ 2.000/troy ons.

Menurut COO sekaligus Co-Founder Digix sebuah platform trading emas digital Shaun Djie mengatakan bahwa emas bakal kembali ke level psikologis tertingginya setelah pemilu AS selesai dan pemenangnya diketahui.

Katalis pemicu harga emas bakal kembali ke level tersebut adalah adanya kenaikan kasus infeksi Covid-19 mengglobal. Gelombang kedua Covid-19 membuat prospek pemulihan ekonomi menjadi suram.

Namun, tahun depan sentimen yang bakal menggerakkan harga emas adalah distribusi vaksin Covid-19. Apabila vaksin tersedia dan distribusinya sesuai harapan Djie memperkirakan harga emas bakal melorot ke US$ 1.600/troy ons sebagaimana ia katakan dalam wawancara dengan Kitco News.

Namun jika yang terjadi sebaliknya, harga emas justru akan bersiap untuk melesat lebih tinggi.

Range Harga Emas Selama Pemilu AS, Data SGB

Support 1 : US$1.914/troy ons

Support 2 : US$ 1.900/troy ons

Resistance 1 : US$1.953/troy ons

Resistance 2 : US$1.964/troy ons

Range HKK Selama Pemilu AS, data SGB

Resistance 2 : 26.500

Resistance 1 : 26.100

Support 1 : 25.200

Support 2 : 25.024

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)




Source link

Ekonom Nilai Joe Biden Bisa Lahirkan Kebijakan Terprediksi



Jakarta, CNN Indonesia —

Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal menilai calon presiden AS Joe Biden lebih memiliki kebijakan yang bisa diprediksi. Dengan demikian, hal tersebut lebih menguntungkan bagi sejumlah negara termasuk Indonesia.

“Terpilihnya Joe Biden tentunya akan mempunyai kebijakan yang lebih predictable (bisa diprediksi) lebih bisa ditebak arahnya, dan ini membuat apa yang kita rencanakan itu mudah dijalankan,” ujarnya dalam diskusi New Normal dalam Perdagangan Internasional, Jumat (6/11).

Saat ini, penghitungan hasil Pilpres AS 2020 masih berlangsung dengan ketat. Hingga Jumat (6/11) dini hari waktu Indonesia, Biden masih unggul dengan perolehan suara elektoral 253, sedangkan Donald Trump mengantongi 213. Butuh setidaknya 270 surat suara elektoral bagi kandidat untuk memenangkan Pilpres AS.







Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo menuturkan Indonesia bersikap netral atas hasil Pilpres AS tersebut.

“Terkait dengan election di AS, saya pikir Indonesia perlu netral siapa pun yang memerintah yang terpilih nanti,” ucapnya.

Menurutnya, yang lebih utama adalah kerja sama perdagangan dengan AS ke depannya. Terlebih, Indonesia sendiri sudah mengantongi perpanjangan pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) dari AS.

Keputusan perpanjangan SGP diberikan oleh United States Trade Representative (USTR) pada Sabtu (30/10) lalu, setelah USTR melakukan kajian pada fasilitas GSP Indonesia sejak 2018 lalu. Harapannya, Indonesia bisa memaksimalkan fasilitas bebas bea masuk dari AS tersebut.

“Kita perlu melakukan adjustment (penyesuaian), intinya perlu merangkul semua negara tidak hanya AS, untuk menjadi mitra dagang dan investasi yang sifatnya win win (saling menguntungkan),” ucapnya.

Sebelumnya, kalangan pengusaha juga menyampaikan aspirasi serupa. Wakil Ketua Umum Apindo Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani menilai kebijakan Biden diramal lebih terstruktur, tidak meledak-ledak, dan lebih ramah kepada China. Namun, kondisi ini tidak serta merta mempengaruhi nilai perdagangan dengan Indonesia.

“Karena Indonesia bukanlah partner dagang yang cukup signifikan bagi AS, tapi memiliki potensi yg besar kemungkinan siapapun presiden AS, mereka akan punya kebijakan yang akan disesuaikan dengan agenda besar perdagangan dari residennya. Kemungkinan besar relasi dagang Indonesia-AS akan relatif stabil,” katanya.

Namun, Shinta mengatakan Biden diperkirakan tetap akan melanjutkan perang dagang dengan China seperti Trump. Karenanya, jika Biden terpilih dunia usaha juga harus tetap mengantisipasi kelanjutan perang dagang AS-China.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/age)






Source link

Trump Bakal Kalah! Saham-saham Kelas Kakap Ini Diborong Asing



Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 3,04% di level 5.260,33 pada perdagangan Kamis sore ini (5/11/2020) di tengah sentimen pengumuman RI masuk resesi dan pemilihan presiden Amerika Serikat (Pilpres AS).

Untuk pertama kalinya pekan ini, asing akhirnya mencatatkan net buy atau beli bersih sebesar Rp 929,31 miliar di pasar reguler, sementara di pasar nego dan tunai terjadi jual bersih (net sell) Rp 241,50 miliar.

Data BEI menunjukkan, nilai transaksi mencapai Rp 9,64 triliun dengan 320 saham menguat, 140 saham melorot, dan sisanya 150 saham stagnan.


Berdasarkan data BEI, ada sejumlah saham yang mencatatkan penguatan dan jumlah net buy asing cukup besar, sebagian besar berasal dari emiten-emiten perbankan dengan kapitalisasi besar.

Top Foreign Buy 5 November 2020

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), net buy Rp 492,8 miliar, saham naik 5,67% di Rp 30.750

2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Rp 257,4 miliar, saham naik 6,08% Rp 3.490

3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Rp 46,9 miliar, saham naik 1,28% Rp 7.900

4. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Rp 45,6 miliar, saham naik 4,30% Rp 1.940

5. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), Rp 27,3 miliar, saham melesat 9,04% Rp 9.950

Adapun kapitalisasi pasar BBCA dan BBRI yang mencatatkan net buy terbesar hari ini yakni masing-masing Rp 751,14 triliun dan Rp 430,48 triliun. BCA masih menjadi emiten dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di BEI.

Bank Central Asia sudah melaporkan perolehan laba pada kuartal III-2020 atau 9 bulan tahun ini yang turun 4,2% menjadi Rp 20,04 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu BCA membukukan laba bersih Rp 20,9 triliun.

Sementara itu, kapitalisasi pasar UNVR mencapai Rp 301,39 triliun, lalu MDKA Rp 42,48 triliun, dan SMGR Rp 59,02 triliun.

Penguatan IHSG sudah tampak pada penutupan sesi I ketika indeks acuan utama pasar saham RI ini juga menguat tajam 1,85% ke 5.199,691. Sebelumnya, IHSG bahkan menyentuh level 5.217,19 atau melesat 2,19%.

Hasil sementara pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan keunggulan calon Partai Demokrat, Joseph ‘Joe’ Biden dari lawannya petahana Partai Republik, Donald Trump, memberikan tenaga bagi IHSG untuk menguat.

Berdasarkan data dari NBC News, hingga siang ini, Biden memperoleh 253 electoral vote, artinya masih butuh 17 electoral vote lagi untuk memenangi pilpres. Sementara itu Trump sampai saat ini memenangi 214 electoral vote. Untuk memenangi pilpres diperlukan 270 electoral vote.

Tim Riset CNBC Indonesia menilai, kemenangan Joe Biden akan berdampak positif bagi negara-negara emerging market, sebab perang dagang AS-dengan China kemungkinan akan berakhir.

Selain itu Biden juga berencana menaikkan pajak korporasi serta stimulus fiskal yang lebih besar, sehingga ada potensi capital inflow ke negara emerging market seperti Indonesia.

Sementara itu dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III-2020 mengalami kontraksi atau tumbuh negatif 3,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Ini menjadi kontraksi kedua setelah kuartal sebelumnya output ekonomi tumbuh negatif 5,32% YoY. Republik Indonesia (RI) sah masuk jurang resesi untuk kali pertama sejak 1999.

Realisasi ini lebih dalam dibandingkan estimasi pasar. Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekonomi tumbuh -3,13% YoY sementara konsensus Reuters berada di -3% YoY.

“Perekonomian di berbagai negara pada triwulan III lebih baik dibandingkan dengan triwulan II. Namun masih ada kendala karena tingginya kasus Covid-19. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam triwulan-triwulan mendatang. Perekonomian beberapa negara mitra dagang Indonesia pada triwulan III masih terkontraksi, tetapi tidak sedalam triwulan II,” papar Suhariyanto, Kepala BPS.

Secara kuartalan (quarter-to-quarter/QtQ), BPS melaporkan PDB Indonesia mampu tumbuh positif 5,05% pada kuartal III-2020. Namun pertumbuhan ekonomi secara kumulatif Januari-September 2020 (cummulative-to-cummulative/CtC) adalah -2,03%.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)




Source link

Biden Unggul Komandan, ke Mana Gerak Emas Global & Antam?


Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dunia turun pada perdagangan Rabu tadi malam (4/11/2020) setelah membukukan penguatan 3 hari beruntun.

Harga emas dunia berada di level US$ 1.905/troy ons mengacu data Kitco tadi malam pukul 21.33 WIB. Namun beberapa menit kemudian, harga emas turun 0,31% di level US$ 1.899/troy ons.


Pantauan Kitco di tengah update hasil Pemilu Presiden AS juga membuat harga emas bergejolak dan belum signifikan menguat.

Bahkan harga emas sempat di bawah US$ 1.900, tapi kemudian sentimen keunggulan sementara Joe Biden atas petahana Presiden AS Donald Trump membuat emas bergerak di atas US$ 1.900/troy ons.

Harga emas berjangka (futures) untuk pengiriman Desember menguat di level US$ 1.911/troy ons.

Di awal perdagangan Rabu kemarin harga emas memang sempat menguat, tetapi kemudian berbalik merosot setelah Pilpres AS kemungkinan menunjukkan hasil yang berbeda dari survei.


Harga emas dunia, Rabu 3 November 2020/Putu AgusFoto: Harga emas dunia, Rabu 3 November 2020/Putu Agus
Harga emas dunia, Rabu 3 November 2020/Putu Agus

Melansir data Refinitiv, harga emas Rabu pagi kemarin sempat menguat 0,4% kemudian berbalik merosot 1,34% ke US$ 1.882,79/troy ons, sebelum diperdagangkan di level 1.892,21/troy ons, melemah 0,83% pada pukul 16:23 WIB.

Rabu pagi waktu Indonesia, hasil sementara pilpres di AS menunjukkan calon presiden dari Partai Demokrat, Joseph ‘Joe’ Biden, unggul jauh dari lawannya petahana dari Partai Republik Donald Trump. Namun, hingga siang kemarin Trump berhasil mengejar.

“Menurut saya berita besar bagi pasar saat ini yang setidaknya masih terlihat dini adalah kemungkinan tak bakal ada bendera biru [kemenangan Biden], yang secara umum mendukung bagi pasar,” tutur Mike Lewis, Direktur Pelaksana Barclays, kepada CNBC International.

Pelaku pasar mengkhawatirkan kemungkinan hasil pilpres yang berujung pada gugatan, karena bakal membuat pengambilan kebijakan penting dalam perekonomian menjadi tertunda, seperti misalnya stimulus tahap kedua.

Sebelumnya, kandidat presiden petahana Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya bersiap-siap pesta besar, karena memenangkan semuanya, tetapi kemudian dibatalkan.

“Kami akan ke Mahkamah Agung, kami meminta semua penghitungan suara dihentikan,” katanya dilansir CNBC.

Kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden gagal meraup suara di North Carolina, tetapi unggul di Arizona. Negara bagian dengan suara yang mengambang seperti Michigan, Wisconsin dan Pennsylvania masih belum pasti dan perlu berhari-hari untuk menghitungnya.

Trump diproyeksikan memenangi Florida, Indiana, Kentucky, South Dakota, Arkansas, Alabama, North Dakota dan Ohio, menurut NBC News. Sementara itu, Biden diperkirakan memenangi Vermont, Delaware, Maryland Massachusetts, Colorado, New York, dan Virginia.

Tim Riset CNBC Indonesia menilai kemenangan Joe Biden akan menguntungkan bagi emas, sebab stimulus fiskal, bahan bakar untuk emas menguat, nilainya akan lebih besar.

Nancy Pelosi, Ketua House of Representative (DPR) dari Partai Demokrat sebelumnya mengajukan stimulus fiskal dengan nilai US$ 2,2 triliun, yang tidak disepakati oleh Pemerintahan Trump, dan ditolak oleh Partai Republik.

Semakin besar stimulus artinya semakin banyak uang yang beredar di perekonomian, secara teori dolar AS akan melemah. Selain itu, inflasi juga berpotensi meningkat.

Emas akan diuntungkan dari dua sisi.

Pertama, saat dolar AS melemah harga emas akan menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaan berpotensi meningkat, harganya pun naik.

Kedua, secara tradisional emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, sehingga ketika inflasi naik emas akan diburu investor.

Volatilitas tinggi atau pergerakan naik turun dengan signifikan dalam waktu singkat yang dialami emas akibat pilpres AS sudah diprediksi sebelumnya.

“Kami memperkirakan volatlitas di pasar akan meningkat dalam 72 jam, ke depan. Jadi, para investor akan memburu emas dan perak sebagai safe haven,” kata Philip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago, sebagaimana dilansir CNBC International, Senin (2/11/2020).

Streible memperkirakan jika hasil pilpres tidak jelas, maka emas dunia akan kembali menyentuh level US$ 1.940/troy ons.

“Jika hasil pilpres tidak jelas siapa pemenangnya, kita akan melihat emas kembali ke US$ 1.940/troy ons. Namun, siapapun pemenangnya, stimulus fiskal akan tetap dilanjutkan, bank sentral akan menambah pembelian aset, suku bunga masih akan rendah dalam waktu yang cukup lama,” tambahnya.

Artinya, siapapun pemenangnya, stimulus fiskal dan moneter akan tetap ada guna membangkitkan perekonomian. Hal itu membuat para analis melihat emas akan tetap menguat meski Trump melanjutkan periode kedua pemerintahannya, atau ada pemerintahan baru di bawah Joe Biden.

Sebelumnya pialang komoditas senior RJO Futures yang berbasis di Chicago, Bob Haberkorn juga memprediksi emas akan menguat setelah pilpres AS usai.

Ada juga Andy Hecht partner di bubbatrading.com yang mengatakan siapa pun pemenang pilpres emas akan tetap menguat.

Tetapi jika Biden yang memenangi pilpres akan lebih menguntungkan bagi emas, sebab menurut Hetch nilai stimulus yang akan digelontorkan lebih besar.

Hal senada juga diungkapkan Mike McGlone ahli strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence. Ia mengatakan emas saat ini sedang memulai tren penguatan 20 tahun lalu, atau yang disebut supercycle.

“Saya melihat emas saat ini memiliki kesamaan dengan tahun 2001 ketika memulai tren kenaikan. Emas saat ini memulai lagi tren bullish yang dimulai 20 tahun lalu,” kata McGlone sebagaimana dilansir Kitco.

McGlone mengatakan selama periode pemerintahan Trump emas sudah melesat 50%, dan siapa pun yang memerintah di AS selanjutnya ia melihat emas akan kembali mencetak kenaikan 50%.

Sama dengan Hetch, McGlone juga menilai emas akan lebih diuntungkan Joe Biden dan Partai Demokrat memenangi pemilihan umum kali ini.

Tetapi, pilpres sepertinya akan panjang selesainya, apalagi jika ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi dari salah satu pihak. Jika itu terjadi, emas kemungkinan kembali bergerak naik-turun.


Harga emas Antam, Rabu 3 November 2020/Putu AgusFoto: Harga emas Antam, Rabu 3 November 2020/Putu Agus
Harga emas Antam, Rabu 3 November 2020/Putu Agus

Antam

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. (ANTM) stagnan pada perdagangan Rabu kemarin (4/11/2020).

Harga emas dunia yang bergerak dengan volatilitas tinggi merespons Pilpres AS, saat rupiah sedang perkasa membuat harga emas Antam stagnan.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas satuan 1 gram dibanderol Rp 1.004.000/batang, tidak berubah dibandingkan harga Selasa kemarin.

Sementara itu satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan juga stagnan di Rp 94.612.000/batang atau Rp 946.120/gram.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)




Source link

Faisal Basri Nilai Kemenangan Trump akan Untungkan Ekonomi RI



Jakarta, CNN Indonesia —

Ekonom Senior Faisal Basri menilai Indonesia akan lebih diuntungkan oleh kemenangan kandidat petahana Donald Trump dibandingkan Joe Biden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) tahun ini.

Pasalnya, ia menyebut Partai Demokrat pengusung Joe Biden, cenderung lebih ‘ribet’ dalam persyaratan bisnis bilateral. Hal itu berbeda dengan Partai Republik, partai pengusung Trump, yang lebih menekankan keuntungan bisnis.

“Saya enggak suka jawabannya, kalau Trump (menang) lebih menguntungkan untuk Indonesia, ini dari pengalaman. Partai Republik kerjanya stimulus, cetak uang sehingga dolar AS merosot dan rupiah menguat tanpa usaha” katanya pada Diskusi Online bertajuk Resesi dan Percepatan Pemulihan Ekonomi, Rabu (4/11).







Partai Republik, sambung Faisal, memiliki kecenderungan menggelontorkan dana stimulus raksasa demi memastikan bisnis-bisnis besar dapat bertahan.

Sementara, Demokrat cenderung menahan defisit fiskal dan menaikkan pajak orang kaya yang akan berdampak positif bagi perekonomian Negeri Paman Sam.

Tak hanya itu, Republik juga dinilainya rajin mencetak uang untuk pembiayaan fiskal. Hal ini, menjadikan dolar AS melemah dibandingkan dengan mata uang dunia lainnya, termasuk rupiah.

Ujung-ujungnya, pemerintah RI tak perlu kerja keras dalam upayanya menjaga nilai tukar mata uang garuda.

[Gambas:Video CNN]

Jika Biden menang, Faisal khawatir faktor-faktor eksternal yang selama ini menguntungkan RI kala Trump menjabat terancam lenyap.

Seperti diketahui, AS telah mengadakan pemungutan suara pada Pilpres yang diselenggarakan pada 3 November waktu setempat.

Meski belum diketahui pasti kapan hasil pemilu akan diumumkan, diperkirakan perhitungan akan memakan waktu hingga akhir pekan. Pelantikan dijadwalkan pada 20 Januari 2021 mendatang.

(wel/sfr)






Source link

Trump vs Biden, Mau Serok Saham Apa? Cek Dulu Rekomendasinya



Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, (3/11/2020) kemarin ditutup menguat 0,86% ke level 5.159,45 poin di tengah sentimen pemilihan presiden di Amerika Serikat (AS).

Data perdagangan mencatat, nilai transaksi mencapai Rp 7,54 triliun dengan volume 11,53 miliar unit saham. Namun, pelaku pasar asing masih mencatatkan aksi jual bersih Rp 279,76 miliar.

Beberapa saham yang banyak ditransaksikan antara lain, PT MNC Investama Tbk (BHIT), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).


Sebelum memulai perdagangan Rabu (4/11/2020), simak rekomendasi saham pilihan dari sejumlah broker yang dirangkum CNBC Indonesia:

MNC Sekuritas – IHSG Lanjutkan Penguatan

Pada perdagangan kemarin (3/11), IHSG bergerak menguat 0,9% dan ditutup di level 5,159 dan menembus MA200. Dengan tertembusnya level 5,150, MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG selanjutnya akan melanjutkan penguatannya untuk menguji resistance (batas atas) berikutnya di 5.182 terlebih dahulu. Skenario ini berlaku selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 5.063.

Saham pilihan:

BBCA

CPIN

TKIM

ASRI

Reliance Sekuritas – Menguatnya Bursa AS

Bursa saham AS menutup reli dua hari terbesar sejak September. Penguatan ini dipimpin oleh lonjakan saham bank karena imbal hasil treasury (obligasi AS) melonjak di tengah spekulasi bahwa Kongres AS akan memberikan tagihan pengeluaran setelah pemilihan diputuskan.

Indeks S&P 500 naik 1,8%, saham perusahaan di sektor keuangan menguat 2,2%, terbesar sejak September. Dalam jajak pendapat terakhir, calon presiden AS dari Demokrat Joe Biden unggul atas petahana Donald Trump.

Saham pilihan:

ADRO

ANTM

ASII

CTRA

Profindo Sekuritas – Tren Bullish IHSG

Pada perdagangan hari ini IHSG diperkirakan masih dalam tren bullish pada rentang 5.110 – 5.182. Secara teknikal, indikator Stochastic menunjukkan pola uptrend. Sedangkan, MACD mengonfirmasi histogram positif dan pola uptrend.

Saham pilihan:

IMAS

AALI

HRUM

BBCA

BNI Sekuritas – Uji Level 5.232

IHSG menunjukkan momentum bullish, didukung Stochastic bullish, candle Bullish Opening Marubozu, MACD bullish, Fase akumulasi dan trend bullish, selama di atas 5.057, tren volume meningkat, penutupan di atas 5.131 (5 Day MA). Jika ditutup di bawah 5.057 target IHSG berada di rentang 4.962/4.880. Sedangkan, jika kembali ditutup di atas 5.057, maka IHSG berpeluang menuju 5.181/5.232.

Saham pilihan:

BBRI

HMSP

INKP

ITMG

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)




Source link

Sentimen Pilpres AS Diperkirakan Berdampak Positif bagi Pergerakan Rupiah


TEMPO.CO, Jakarta – Sentimen Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) diperkirakan berdampak positif bagi pergerakan rupiah di pasar spot. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuabi mengatakan siapa pun presiden terpilih bakal meneken stimulus lanjutan untuk Covid-19 di Negeri Abang Sam sehingga fluktuasi nilai tukar sedikit teredam.

“Pemilu dan Kongres AS akan menentukan arah negara ke depan. Entah Donald Trump (petahana) atau Joe Biden (penantang petahana) yang terpilih, mereka akan tetap menggelontorkan stlimulus pandemi,” kata Ibrahim saat dihubungi pada Selasa, 3 November 2020.

Di samping itu, Ibrahim menyebut Pilpres AS sedikit memberi napas segar karena diperkirakan bakal berlangsung secara tertib. “Apalagi kita tahu AS adalah negara demokratis,” tuturnya, mengimbuhkan.

Adapun Pilpres AS akan berlangsung pada hari ini, Selasa, 3 November. Kandidat yang akan bertarung dalam kontestasi kali ini ialah petahana Donald Trump dan pasangannya, Mike Pence, serta penantangnya, Joe Biden dan Kamala Harris.

Meski ditengarai akan berpengaruh positif terhadap mata uang garuda, Ibrahim mengatakan pergerakan rupiah di pasar spot pada penutupan perdagangan sore hari nanti masih akan melemah tipis. Ia memperkirakan pelemahan rupiah berkisar 10-25 poin dari hari sebelumnya yang ditutup di level Rp 14.640 per dolar Amerika Serikat.

Pelemahan rupiah didorong oleh faktor eksternal lain, yakni ekonomi negara Eropa yang gonjang-ganjing lantaran adanya gelombang lanjutan penyebaran virus corona. Akibatnya, sejumlah negara mengumumkan bahwa pemerintah kembali melakukan pembatasan skala besar.

“Di luar AS, negara-negara di Eropa melakukan lockdown,” tutur Ibrahim.

Pembatasan skala besar di negara Eropa pun berlangsung lama, yakni mencapai sebulan, dan mengakibatkan fluktuasi pasar uang pada hari ini masih akan terjadi. Ibrahim memperkirakan rupiah baru akan bergerak menguat pada perdagangan Rabu, 4 November, atau Kamis, 5 November mendatang.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA





Source link

Pendapatan Global TikTok Anjlok 14 Persen

Pendapatan Global TikTok Anjlok 14 Persen


TEMPO.CO, Jakarta – Berdasarkan data statistik terbaru dari Sensor Tower, pendapatan global TikTok pada Agustus 2020 telah anjlok 14 persen dibanding Juli. Diduga, anjloknya pendapatan ini terjadi karena pelarangan penggunaan aplikasi TikTok oleh Donald Trump di Amerika Serikat. 

Meski begitu, menurut laporan tersebut, dikutip dari laman Gizchina, Sabtu 5 September 2020, TikTok masih menjadi aplikasi non-game tertinggi di dunia.

Pada Agustus, total pendapatan TikTok di Apple Store dan Google Store sebesar US$ 88,1 juta. Jumlah ini turun 14 persen dibanding bulan sebelumnya yang menyentuh angka US$102 juta. Sementara itu, angka untuk aplikasi dari April hingga Juni tahun ini yaitu US$78 juta, US$95,7 juta dan US$90,7 juta.

Sekitar 85 persen pendapatan TikTok pada bulan Agustus berasal dari Cina. Adapun pasar Amerika Serikat hanya menyumbang 7,8 persen dari total.





Source link