fbpx

80 Kapal Pencuri Ikan Diringkus hingga November, Terbanyak dari Vietnam


TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP meringkus 80 kapal pencuri ikan atau illegal fishing dalam satu tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, 59 di antaranya merupakan kapal ikan asing dan 19 sisanya kapal asli Indonesia.

Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP mencatat kapal asing yang telah diamankan petugas paling banyak berasal dari Vietnam, yakni mencapai 27 unit. Selanjutnya, 16 kapal berasal dari Filipina, 17 kapal dari Malaysia, dan satu kapal berasal dari Taiwan.

Menteri KKP Edhy Prabowo telah menugaskan jajarannya menyiagakan pengawasan di perairan Nusantara selama 24 jam. Dia juga meminta sinergitas dengan lembaga lain seperti Badan Keamanan Laut (Bakamla), TNI AL, serta Polisi Air diperkuat.

Teranyar, KKP meringkus dua kapal ikan ilegal asal Malaysia di perairan Selat Malaka. Kapal ditangkap dalam operasi Kapal Patroli Hiu 01 milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Tentu ini kabar yang membanggakan, para petugas kita meneladani sifat-sifat pahlawan dengan semangat tak kenal lelah menjaga wilayah perairan kita dari pencurian ikan oleh kapal asing,” kata Dirjen PSDKP Tb Haeru Rahayu dalam keterangannya, Rabu petang, 11 November 2020.

Penangkapan dua kapal dilakukan pada 10 November 2020 pukul 07.10 WIB dan pukul 08.40 WIB. Kedua kapal berbendera Malaysia tersebut ialah KM SLFA 5223 dan KM PKFB 1786. KM SLFA 5223 diawaki oleh tiga ABK dan KM PKFB 1786 diawaki oleh empat ABK.





Source link

Selama Menjabat, Edhy Prabowo Klaim Telah Tangkap 71 Kapal Pencuri Ikan

Selama Menjabat, Edhy Prabowo Klaim Telah Tangkap 71 Kapal Pencuri Ikan


TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengklaim, telah menangkap 71 kapal pencuri ikan selama menjabat sebagai pembantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada jilid II.

“Kita tidak lengah mengawal laut besar kita, dan mudah-mudahan ini menjadi sikap tegas bahwa mereka semakin gentar dan khawatir kalau masuk ke wilayah kita,” kata Edhy saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2020.

Adapun rinciannya, 27 unit kapal milik Vietnam, lalu 14 unit milik Filipina, 12 unit milik Malaysia, 1 unit milik Taiwan, dan 17 kapal milik Warga Negara Indonesia (WNI).

Yang terbaru, pada 20 Agustus 2020, sebanyak 2 Kapal Ikan Asing (KIA) Ilegal berbendera Vietnam yang melakukan pencurian ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 711 Laut Natuna Utara tak berkutik saat disergap oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 03.

Edhy mengatakan, awak kapal pengawas KP. Hiu 03 yang dinakhodai oleh Ardiansyah Pamuji berhasil melumpuhkan kapal yang diduga melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan alat tangkap pair trawl tersebut.





Source link