fbpx

ISEF 2020 catat transaksi Rp 5,03 triliun


ILUSTRASI. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng. KONTAN/Muradi/2019/06/17

Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-7 yang dihelat pada tahun 2020 mencatat transaksi senilai Rp 5,03 triliun.

Bank Indonesia (BI) mengatakan, transaksi tersebut terdiri dari kesepakatan pembiayaan, komitmen transaksi business to business, transaksi ritel business to consumer, dan komitmen wakaf produktif.

Deputi Gubernur BI Sugeng mengatakan, meski ISEF pada tahun ini diselenggarakan dengan konsep yang berbeda alias secara virtual akibat pandemi Covid-19, ini tidak menyurutkan semnagat dalam menyelenggarakan kegiatan tahunan tersebut.

“Ini justru memberikan hidayah dan optimisme penciptaan peradaban baru, yaitu peradaban digital,” kata Sugeng dalam closing ceremony ISEF 2020, Sabtu (31/10).

Senada dengan Presiden RI Joko Widodo, Sugeng menegaskan kalau ISEF 2020 diharapkan mampu mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber baru pertumbuhan nasional, untuk mendukung Indonesia maju dan menjadi salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Ke depan pun, bank sentral mengaku akan terus berkomitmen untuk mengimplementasikan tiga pilar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, untuk mendukung akselerasi ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Hal yang akan dilakukan adalah dengan pertama, pemberdayaan ekonomi syariah diarahkan untku membangun mata rantai ekonomi halal, dengan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, fashion, wisata ramah muslim, dan energi terbarukan.

Kedua, memperkuat keuangan syariah dengan memperluas produk dan akses keuangan baik komersial, yaitu perbankan, pasar keuangan, dan lembaga keuangan lainnya, maupun keuangan sosial, seperti zakat, infak, dan wakaf.

Ketiga, tak lupa bank sentral akan terus mendorong edukasi dan sosialisasi terkait dengan ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat Indonesia.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Jokowi Siapkan Indonesia Jadi Pusat Rujukan Ekonomi Syariah Dunia


TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap Indonesia sebagai center of exellent menjadi hub atau pusat ekonomi syariah di tingkat global. Salah satunya hal itu didukung dengan populasi penduduk Islam di Indonesia yang menjadi terbesar di dunia. 

“Akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional merupakan bagian dari transformasi menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan ekonomi syariah global menuju Indonesia maju,” kata Jokowi dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival secara virtual, Rabu, 28 Oktober 2020.

Ekonomi dan keuangan syariah, menurutnya, memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Dia mengatakan pemerintah akan terus berupaya untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah secara terintegrasi dan komprehensif baik dari pembentukan ekosistem industri halal, penyederhanaan regulasi, serta mempersiapkan SDM yang berkualitas.

Penyelenggaraan ISEF, dia harap dapat dijadikan momentum untuk membuat peta jalan yang jelas dan konkrit dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan komitmen Bank Indonesia dalam implementasi tiga pilar guna mendukung akselerasi ekonomi dan keuangan syariah nasional.





Source link

Sri Mulyani Jelaskan Pentingnya Ekonomi Syariah bagi Perekonomian Global

Sri Mulyani Jelaskan Pentingnya Ekonomi Syariah bagi Perekonomian Global


TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pentingnya konsep ekonomi syariah bagi pertumbuhan perekonomian secara global. Ia mengatakan ekonomi syariah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi per tahun mencapai 5,2 persen.

“Saat ini jumlah penduduk muslim di dunia yang mencapai lebih dari 1,8 miliar memberikan kontribusi pada total belanja sekitar US$ 2,2 triliun dengan tingkat pertumbuhan per tahun yang cukup pesat, yaitu 5,2 persen,” ujar Sri Mulyani melalui akun Instagram pribadinya, @smindrawati, Selasa, 22 September 2020.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) Tahun 2020 yang digelar pada Senin, 21 September. Sri Mulyani menyatakan, sebagai negara dengan mayoritas pendudukan beragama Islam, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekonomi syariah.

Bahkan, menurut Sri Mulyani, Indonesia bisa menjadi hub ekonomi dan keuangan syariah dunia serta pelaku utama dalam lini ini. Menilik potensi tersebut, Sri Mulyani memastikan Indonesia telah menyusun masterplan ekonomi syariah 2019-2024.

Untuk mencapai target, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan negara perlu bekerja keras membangun ekosistem ekonomi syariah. Misalnya dengan menyusun kebijakan, regulasi, instrumen, hingga langkah-langkah yang dapat mengakomodasi kebutuhan secara inklusif.





Source link