fbpx
Resesi Ekonomi, Volume Produksi Industri Elektronika Akan Jeblok Hingga 2 Digit

Resesi Ekonomi, Volume Produksi Industri Elektronika Akan Jeblok Hingga 2 Digit




Pengunjung saat berada disalah satu store yang ada di Pekan Raya Jakarta 2017, Kemayoran, Jakarta Pusat, 8 Juni 2017. PRJ akan memamerkan produk dari berbagai sektor industri, seperti otomotif mobil dan sepeda motor, teknologi informasi, komputer, alat olah raga, fashion and garment, peralatan rumah tangga, furniture, barang-barang elektronik, kuliner, industri kreatif, kerajinan tangan, herbal & medicine, perbankan, produk jasa, kosmetik, dan lain-lain. Tempo/Rizki Putra

Pengunjung saat berada disalah satu store yang ada di Pekan Raya Jakarta 2017, Kemayoran, Jakarta Pusat, 8 Juni 2017. PRJ akan memamerkan produk dari berbagai sektor industri, seperti otomotif mobil dan sepeda motor, teknologi informasi, komputer, alat olah raga, fashion and garment, peralatan rumah tangga, furniture, barang-barang elektronik, kuliner, industri kreatif, kerajinan tangan, herbal & medicine, perbankan, produk jasa, kosmetik, dan lain-lain. Tempo/Rizki Putra


TEMPO.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Elektronika (Gabel), Daniel Suhardiman, memperkirakan volume produksi industri elektronika hingga akhir tahun 2020 ini bakal jeblok hingga dua digit. Hal ini merupakan imbas dari Tanah Air yang memasuki masa resesi ekonomi.

Penurunan volume produksi itu merupakan yang terendah setidaknya selama satu dekade terakhir. Data Gabel menunjukkan volume produksi produk elektronika hingga akhir kuartal III tahun 2020 baru mencapai sekitar 60-70 persen dari realisasi periode yang sama tahun lalu.

Gabel yakin kinerja tersebut bakal bertahan hingga akhir 2020. “Total satu tahun hampir bisa dipastikan (pertumbuhan volume produksi) negatif. Memang besar (penurunannya). Tahun ini sebagian besar [pabrikan] akan mengalami kerugian,” kata Daniel, Kamis, 8 Oktober 2020.

Data Gabel juga menunjukkan utilisasi industri elektronika pada kuartal II pada tahun 2020 melorot sebesar 30-60 persen dari posisi kuartal I tahun 2020 karena rendahnya permintaan pasar. 

Selama bulan Mei-Juni 2020, produksi barang elektronika utama seperti pendingin ruangan, lemari es, dan mesin cuci turun 60-70 persen. Sementara itu, utilitas pabrikan peralatan elektronika kecil akan merosot 50-70 persen secara tahunan.

Meski begitu, Daniel tetap optimistis perbaikan industri elektronika terjadi pada tahun depan. Pabrikan elektronika nasional berorientasi ekspor dapat mulai kembali ke posisi pra-pandemi pada kuartal III tahun 2021 atau kuartal IV tahun 2021.

Adapun perbaikan untuk pabrikan berorientasi lokal akan mulai kembali ke posisi awal 2020 sekitar awal kuartal II tahun 2021. artinya, perbaikan permintaan elektronika di dalam negeri akan jauh lebih cepat dibandingkan pasar global.

BISNIS

Baca: Bagaimana Memahami Resesi Ekonomi? Simak Penjelasan Pemerintah Hingga Ekonom





Source link