fbpx

Emas Dunia Loyo, Sedangkan Antam Naik Rp 10.000 Per Gram


JawaPos.com – Harga emas dunia melemah. Hal ini dikarenakan para investor mengamati detik-detik terakhir penutupan pemilihan presiden Amerika.

Mengutip laman Reuters, Rabu (4/11), harga emas di pasar spot turun 0,30 persen menjadi USD 1.903,43 per ounce pada pukul 08.45 WIB. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat menyusut 0,44 persen menjadi USD 1.900,20 per ounce.

Berdasarkan sentimen geopolitik, jajak pendapat nasional menunjukkan kandidat Partai Demokrat, Joe Biden, memimpin kontestasi. Sementara suara Presiden Donald Trump di beberapa negara bagian battleground terlihat mempertahankan kursi kepresidenan.

Kemudian, pesanan baru untuk barang-barang buatan AS meningkat pada September 2020. Tetapi kenaikan bisa tertahan di tengah perlambatan belanja konsumen karena anggaran pemerintah untuk bisnis dan pekerja yang terkena dampak pandemi Covid-19 sudah habis.

Komite Pasar Terbuka Federal memulai pertemuan dengan pembuat kebijakan, yang menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung ekonomi karena terpukul pandemi dan mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Adapun logam lainnya, seperti perak turun 0,1 persen menjadi USD 24,14 per ounce. Platinum melemah 0,4 persen menjadi USD 863,25 per ounce dan paladium naik 0,2 persen menjadi USD 2.286,36 per ounce.

Sedangkan, mengutip emas batangan milik Antam kembali ke level Rp 1 juta per gram. Naik Rp 10.000 per gram dan dijual Rp 1.004.000 per gram. Sementara harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari ini naik lebih tinggi, Rp 11.000 ke level Rp 896.000 per gram.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Romys Binekasri





Source link