fbpx

Harga Emas Antam Stabil Rp 985 Ribu per Gram


TEMPO.CO, JakartaHarga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam stabil pada perdagangan Minggu, 15 November 2020.

“Harga emas batangan satu gram Rp 985.000,” seperti ditulis dalam situs resmi logam mulia pada Minggu. Harga ini sama dengan Sabtu, 14 November 2020.

Berdasarkan situs tersebut, harga emas batangan Antam di butik Pulogadung, Jakarta hari ini, yaitu:

1 gram Rp 985.000
2 gram Rp 1.910.000
3 gram Rp 2.840.000
5 gram Rp 4.700.000
10 gram Rp 9.345.000
25 gram Rp 23.237.000

50 gram Rp 46.395.000
100 gram Rp 92.712.000
250 gram Rp 232.515.000

Sedangkan, harga emas berukuran 500 gram, yaitu Rp 462,8 juta. Dan harga emas batangan 1.000 gram yaitu Rp 925,6 juta. Harga emas pada 13 November sebesar Rp 978 ribu per gram.

Adapun harga emas hari ini jauh lebih tinggi dibanding awal tahun yang sebesar Rp 771 ribu. Harga tersebut merupakan yang terendah tahun ini.

Emas batangan ANTAM LM terjamin keaslian dan kemurniannya dengan sertifikat London Bullion Market Association.

Dalam situs itu, tertulis sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). “Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22,” tulis situs tersebut.

 





Source link

Ingin Investasi Emas Digital? Simak Tips dari Praktisi Hukum


TEMPO.CO, Jakarta – Investasi emas fisik via digital sekarang telah menjadi tren. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada, karena kondisi seperti ini sering dimanfaatkan lembaga investasi tidak berizin alias bodong.

Emas menjadi instrumen investasi yang sangat menarik saat ini, karena harganya meningkat. Seiring dengan itu, pesatnya perkembangan teknologi turut mendorong hadirnya investasi emas secara digital.

Praktisi Hukum Bisnis Andy R. Wijaya mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam berinvestasi. Dia memberikan tips apa saja yang harus diperhatikan sebelum memutuskan berinvestasi. 

“Pertama, masyarakat selaku investor kalau mau berinvestasi harus di lembaga investasi yang mendapat izin dari OJK,” kata Andy seperti dikutip, Sabtu 14 November 2020.

Menurutnya sebagus apapun lembaga investasi atau setinggi apapun keuntungannya kalau tidak ada izin dari OJK, maka ada potensi penipuan.

Kedua, jangan tergiur dengan profit yang tinggi. Masyarakat mesti tahu bahwa profit tinggi selalu diiringi risiko yang juga tinggi.





Source link

Mohon Bersabar! Harga Emas Belum Balik ke Level US$ 1.900/oz



Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas mengalami penguatan pada perdagangan pagi, Jumat (13/11/2020). Kenaikan harga emas dalam dua hari terakhir pasca melorot signifikan terjadi seiring dengan anjloknya dolar AS. 

Pada 09.15 WIB harga emas dunia di arena pasar spot menguat 0,17% dari posisi penutupan kemarin. Harga logam kuning itu kini dibanderol di US$ 1.878,8/troy ons. Setelah anjlok di awal pekan harga emas belum balik ke level psikologis US$ 1.900/troy ons.

Harga emas kurang punya katalis kuat di tengah sentimen yang campur aduk, sehingga pergerakan harganya cenderung terbatas.



Beberapa analis memiliki pandangan berbeda soal emas ke depannya. Ada yang melihat potensi kenaikan signifikan emas, ada juga yang melihat harga emas bakal runtuh.

Masih akan adanya stimulus masif dari pemerintah dan bank sentral ke depan bakal membuat dolar AS anjlok, imbal hasil riil aset safe haven lain seperti obligasi pemerintah jatuh ke teritori negatif dan angka inflasi yang tinggi di masa depan jadi alasan mengapa analis melihat emas masih punya ruang menguat. 

Namun adanya vaksin Covid-19 yang bakal membuat roda perekonomian berputar lebih kencang juga jadi faktor yang dipertimbangkan oleh banyak pihak. Keberadaan vaksin Covid-19 jadi kunci penggerak harga logam kuning itu.

Seperti terlihat saat Pfizer dan BioNTech mengumumkan kandidat vaksin buatannya diklaim memiliki tingkat keampuhan lebih dari 90% ketika melihat analisa awal hasil uji klinis tahap akhir. 

Lantas bagaimana pandangan bank sentral terhadap emas? Masihkah ada prospek ke depannya?

Sepanjang kuartal ketiga tahun ini, bank sentral menjadi entitas yang menjadi penjual bersih aset emas. Namun, menurut laporan dari Invesco sebagaimana diwartakan Kitco News, bank sentral diharapkan dapat mempertahankan cadangan emasnya dengan kuat.

Perusahaan investasi internasional tersebut melakukan survei bank sentral antara Agustus dan September ketika harga emas terdorong ke level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 2.000 per ons.

Berdasarkan hasil survei, partisipan memperkirakan cadangan emas bank sentral akan terus meningkat selama 12 bulan ke depan.

Pada saat yang sama, survei tersebut mencatat bahwa pandemi Covid-19 tidak memengaruhi pandangan bank sentral tentang emas. Sekitar 25% responden mengatakan mereka melihat emas sebagai aset yang lebih menarik.

“Keinginan untuk melakukan diversifikasi diperkirakan akan terus mendorong minat terhadap emas serta alternatif mata uang fiat lainnya terhadap dolar dan obligasi pemerintah AS, termasuk China dan Zona Euro,” kata laporan itu.

Faktor lain yang menambah daya pikat emas di antara bank sentral termasuk meningkatnya risiko keuangan dan suku bunga rendah.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)




Source link

Antam Buka Suara soal Harga Emas Anjlok Rp34 Ribu per Gram



Jakarta, CNN Indonesia —

Harga jual emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp34 ribu per gram menjadi Rp972 ribu pada Selasa (10/11) ini. SVP Corporate Secretary Antam Kunto Hendrapawoko mengatakan penurunan itu merupakan dampak atas pergerakan perekonomian global, termasuk koreksi harga emas dunia.

Meski demikian, Antam melihat kesempatan ini menjadi momentum yang baik bagi masyarakat untuk melakukan investasi. Pasalnya harga emas ANTAM tengah mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Antam melihat prospek bisnis emas yang sangat baik di masa yang akan datang, mengingat konsumen melihat komoditas emas sebagai instrumen investasi sekaligus alat lindung nilai atau safe haven,” ujar Kunto dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (10/11).







Khusus untuk pasar domestik, lanjut Kunto, Antam melihat tingginya kesempatan pertumbuhan penjualan emas di masa mendatang.

Terbukti dengan pencatatan penjualan emas di kuartal III 2020 tumbuh signifikan sebesar 147 persen dibandingkan capaian pada triwulan kedua 2020.

Pada kuartal III tahun ini, Antam juga mencatatkan penjualan emas sebesar 6,9 ton, naik dibandingkan capaian pada kuartal II yang mencapai 2,8 ton. Secara akumulatif, capaian kinerja unaudited penjualan emas Antam pada sembilan bulan pertama 2020 tercatat sebesar 14,8 ton.

Melihat minat tinggi masyarakat terhadap investasi emas saat ini, Kunto optimistis Antam dapat memaksimalkan produksi dan penjualan emas pada 2020 ini.

[Gambas:Video CNN]

“Begitupun kami berharap pada tahun depan tren positif ini akan terus berlanjut. Antam juga senantiasa memperkuat bisnis logam mulia melalui inovasi produk dan perluasan pasar,” tandasnya.

Sementara itu Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) mengatakan penurunan harga emas juga terjadi pada emas yang dijual perseroannya.

Hal tersebut tak lepas dari penurunan harga emas global yang dipicu oleh uji coba Vaksin Pfzifer. Meski demikian menurutnya penjualan emas masih terbilang cukup tinggi untuk saat ini.

“Kalau saya lihat trennya antara beli dan jual, beli masih ada kenaikan biasanya 40 jual 60 beli. Sekarang masih 50-50,” tuturnya.

Ia pun memastikan turunnya harga emas juga diikuti dengan penurunan nilai gadai. Ia menjelaskan harga emas Antam di pegadaian ditaksir lebih rendah yakni 95 persen dari harga jual.

Sementara nilai gadainya adalah 90 persen dari harga taksiran tersebut.

“Kalau kemarin harga di luar kan Rp1 juta, nah taksiran 95 persennya dari itu. Tapi uang pinjamannya dikali 90 persen lagi,” tandasnya.

(hrf/agt)






Source link

Emas Dunia Sudah Melesat 4% Lebih Pekan Ini, Berani Beli?



Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (6/11/2020), merespon hasil sementara pemilihan umum di Amerika Serikat (AS), yang menunjukkan keunggulan calon presiden dari Partai Demokrat, Joseph ‘Joe’ Biden, melawan petahana dari Partai Republik, Donald Trump. 

Melansir data Refinitiv, pada pukul 18:33 WIB, emas diperdagangkan di level US$ 1.995,76/troy ons, menguat 0,37% di pasar spot. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 18 September lalu. Kemarin logam mulia ini menguat 2,38%, sementara sepanjang pekan ini melesat 4,14%. Persentase tersebut bisa saja bertambah mengingat perdagangan masih berlangsung hingga Sabtu dini hari besok.



Hingga saat ini, belum ada penambahan jumlah electoral vote untuk Biden maupun Trump. Perhitungan suara masih berlangsung di beberapa negara battleground, Biden masih unggul dengan 253 electoral vote, sementara Trump 214 electoral vote, berdasarkan data NBC News. Untuk memenangi pilpres AS diperlukan minimal 270 electoral vote.

Banyak analis memprediksi kemenangan Biden yang berasal dari Partai Demokrat, akan lebih menguntungkan bagi harga emas. Sebab, nilai stimulus fiskal yang akan digelontorkan lebih besar ketimbang Trump dan Partai Republik.

Nancy Pelosi, Ketua House of Representative (DPR) dari Partai Demokrat sebelumnya mengajukan stimulus fiskal dengan nilai US$ 2,2 triliun, yang tidak disepakati oleh Pemerintahan Trump, dan ditolak oleh Partai Republik.

Semakin besar stimulus artinya semakin banyak uang yang beredar di perekonomian, secara teori dolar AS akan melemah. Selain itu, inflasi juga berpotensi meningkat.

Emas akan diuntungkan dari dua sisi.

Pertama, saat dolar AS melemah harga emas akan menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaan berpotensi meningkat, harganya pun naik.
Kedua, secara tradisional emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, sehingga ketika inflasi naik emas akan diburu investor.

Emas semakin bertenaga setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mengumumkan kebijakan moneter dini hari tadi. Tidak ada perubahan kebijakan, suku bunga tetap quantitative easing/QE) tetap berlanjut.

Namun, sang ketua Jerome Powell menegaskan The Fed masih punya banyak amunisi yang diperlukan untuk membantu pemulihan ekonomi AS.

“Apakah kebijakan moneter kehabisan amunisi? Jawabannya adalah tidak, saya pikir tidak demikian. Saya pikir kami berkomitmen kuat menggunakan kebijakan moneter yang powerful yang kita miliki untuk membantu perekonomian selama masa sulit seperti ini dan selama dibutuhkan, tidak ada orang yang seharusnya meragukan hal tersebut,” kata Powell, sebagaimana dilansir CNBC International. 

Pernyataan tersebut mengindikasikan The Fed masih membuka peluang menggelontorkan stimulus moneter dengan menambah nilai QE jika diperlukan. Stimulus moneter dan fiskal merupakan bahan bakar emas untuk terus menanjak.



Source link

Turun Rp 4.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 1 Juta


TEMPO.CO, Jakarta – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada perdagangan Kamis, 5 November 2020, stabil dibandingkan kemarin.

Harga emas batangan satu gram Rp 1.000.000,” seperti ditulis dalam situs resmi logammulia.com pada Kamis.

Berdasarkan situs logammulia.com, harga emas batangan Antam di butik Pulogadung, Jakarta hari ini, yaitu:

1 gram Rp 1.000.000
2 gram Rp 1.940.000
3 gram Rp 2.885.000
5 gram Rp 4.775.000
10 gram Rp 9.495.000
25 gram Rp 23.612.000
50 gram Rp 47.145.000
100 gram Rp 94.212.000
250 gram Rp 235.265.000

Sedangkan, harga emas berukuran 500 gram, yaitu Rp 470,3 juta. Dan harga emas batangan 1.000 gram yaitu Rp 940,6 juta. Harga emas pada 4 November sebesar Rp 1.004.000 per gram.

Adapun harga emas hari ini jauh lebih tinggi dibanding awal tahun yang sebesar Rp 771 ribu. Harga tersebut merupakan yang terendah tahun ini.





Source link

Biden Unggul Komandan, ke Mana Gerak Emas Global & Antam?


Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dunia turun pada perdagangan Rabu tadi malam (4/11/2020) setelah membukukan penguatan 3 hari beruntun.

Harga emas dunia berada di level US$ 1.905/troy ons mengacu data Kitco tadi malam pukul 21.33 WIB. Namun beberapa menit kemudian, harga emas turun 0,31% di level US$ 1.899/troy ons.


Pantauan Kitco di tengah update hasil Pemilu Presiden AS juga membuat harga emas bergejolak dan belum signifikan menguat.

Bahkan harga emas sempat di bawah US$ 1.900, tapi kemudian sentimen keunggulan sementara Joe Biden atas petahana Presiden AS Donald Trump membuat emas bergerak di atas US$ 1.900/troy ons.

Harga emas berjangka (futures) untuk pengiriman Desember menguat di level US$ 1.911/troy ons.

Di awal perdagangan Rabu kemarin harga emas memang sempat menguat, tetapi kemudian berbalik merosot setelah Pilpres AS kemungkinan menunjukkan hasil yang berbeda dari survei.


Harga emas dunia, Rabu 3 November 2020/Putu AgusFoto: Harga emas dunia, Rabu 3 November 2020/Putu Agus
Harga emas dunia, Rabu 3 November 2020/Putu Agus

Melansir data Refinitiv, harga emas Rabu pagi kemarin sempat menguat 0,4% kemudian berbalik merosot 1,34% ke US$ 1.882,79/troy ons, sebelum diperdagangkan di level 1.892,21/troy ons, melemah 0,83% pada pukul 16:23 WIB.

Rabu pagi waktu Indonesia, hasil sementara pilpres di AS menunjukkan calon presiden dari Partai Demokrat, Joseph ‘Joe’ Biden, unggul jauh dari lawannya petahana dari Partai Republik Donald Trump. Namun, hingga siang kemarin Trump berhasil mengejar.

“Menurut saya berita besar bagi pasar saat ini yang setidaknya masih terlihat dini adalah kemungkinan tak bakal ada bendera biru [kemenangan Biden], yang secara umum mendukung bagi pasar,” tutur Mike Lewis, Direktur Pelaksana Barclays, kepada CNBC International.

Pelaku pasar mengkhawatirkan kemungkinan hasil pilpres yang berujung pada gugatan, karena bakal membuat pengambilan kebijakan penting dalam perekonomian menjadi tertunda, seperti misalnya stimulus tahap kedua.

Sebelumnya, kandidat presiden petahana Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya bersiap-siap pesta besar, karena memenangkan semuanya, tetapi kemudian dibatalkan.

“Kami akan ke Mahkamah Agung, kami meminta semua penghitungan suara dihentikan,” katanya dilansir CNBC.

Kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden gagal meraup suara di North Carolina, tetapi unggul di Arizona. Negara bagian dengan suara yang mengambang seperti Michigan, Wisconsin dan Pennsylvania masih belum pasti dan perlu berhari-hari untuk menghitungnya.

Trump diproyeksikan memenangi Florida, Indiana, Kentucky, South Dakota, Arkansas, Alabama, North Dakota dan Ohio, menurut NBC News. Sementara itu, Biden diperkirakan memenangi Vermont, Delaware, Maryland Massachusetts, Colorado, New York, dan Virginia.

Tim Riset CNBC Indonesia menilai kemenangan Joe Biden akan menguntungkan bagi emas, sebab stimulus fiskal, bahan bakar untuk emas menguat, nilainya akan lebih besar.

Nancy Pelosi, Ketua House of Representative (DPR) dari Partai Demokrat sebelumnya mengajukan stimulus fiskal dengan nilai US$ 2,2 triliun, yang tidak disepakati oleh Pemerintahan Trump, dan ditolak oleh Partai Republik.

Semakin besar stimulus artinya semakin banyak uang yang beredar di perekonomian, secara teori dolar AS akan melemah. Selain itu, inflasi juga berpotensi meningkat.

Emas akan diuntungkan dari dua sisi.

Pertama, saat dolar AS melemah harga emas akan menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaan berpotensi meningkat, harganya pun naik.

Kedua, secara tradisional emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, sehingga ketika inflasi naik emas akan diburu investor.

Volatilitas tinggi atau pergerakan naik turun dengan signifikan dalam waktu singkat yang dialami emas akibat pilpres AS sudah diprediksi sebelumnya.

“Kami memperkirakan volatlitas di pasar akan meningkat dalam 72 jam, ke depan. Jadi, para investor akan memburu emas dan perak sebagai safe haven,” kata Philip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago, sebagaimana dilansir CNBC International, Senin (2/11/2020).

Streible memperkirakan jika hasil pilpres tidak jelas, maka emas dunia akan kembali menyentuh level US$ 1.940/troy ons.

“Jika hasil pilpres tidak jelas siapa pemenangnya, kita akan melihat emas kembali ke US$ 1.940/troy ons. Namun, siapapun pemenangnya, stimulus fiskal akan tetap dilanjutkan, bank sentral akan menambah pembelian aset, suku bunga masih akan rendah dalam waktu yang cukup lama,” tambahnya.

Artinya, siapapun pemenangnya, stimulus fiskal dan moneter akan tetap ada guna membangkitkan perekonomian. Hal itu membuat para analis melihat emas akan tetap menguat meski Trump melanjutkan periode kedua pemerintahannya, atau ada pemerintahan baru di bawah Joe Biden.

Sebelumnya pialang komoditas senior RJO Futures yang berbasis di Chicago, Bob Haberkorn juga memprediksi emas akan menguat setelah pilpres AS usai.

Ada juga Andy Hecht partner di bubbatrading.com yang mengatakan siapa pun pemenang pilpres emas akan tetap menguat.

Tetapi jika Biden yang memenangi pilpres akan lebih menguntungkan bagi emas, sebab menurut Hetch nilai stimulus yang akan digelontorkan lebih besar.

Hal senada juga diungkapkan Mike McGlone ahli strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence. Ia mengatakan emas saat ini sedang memulai tren penguatan 20 tahun lalu, atau yang disebut supercycle.

“Saya melihat emas saat ini memiliki kesamaan dengan tahun 2001 ketika memulai tren kenaikan. Emas saat ini memulai lagi tren bullish yang dimulai 20 tahun lalu,” kata McGlone sebagaimana dilansir Kitco.

McGlone mengatakan selama periode pemerintahan Trump emas sudah melesat 50%, dan siapa pun yang memerintah di AS selanjutnya ia melihat emas akan kembali mencetak kenaikan 50%.

Sama dengan Hetch, McGlone juga menilai emas akan lebih diuntungkan Joe Biden dan Partai Demokrat memenangi pemilihan umum kali ini.

Tetapi, pilpres sepertinya akan panjang selesainya, apalagi jika ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi dari salah satu pihak. Jika itu terjadi, emas kemungkinan kembali bergerak naik-turun.


Harga emas Antam, Rabu 3 November 2020/Putu AgusFoto: Harga emas Antam, Rabu 3 November 2020/Putu Agus
Harga emas Antam, Rabu 3 November 2020/Putu Agus

Antam

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. (ANTM) stagnan pada perdagangan Rabu kemarin (4/11/2020).

Harga emas dunia yang bergerak dengan volatilitas tinggi merespons Pilpres AS, saat rupiah sedang perkasa membuat harga emas Antam stagnan.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas satuan 1 gram dibanderol Rp 1.004.000/batang, tidak berubah dibandingkan harga Selasa kemarin.

Sementara itu satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan juga stagnan di Rp 94.612.000/batang atau Rp 946.120/gram.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)




Source link

The Everything Crash is Coming!



Jakarta, CNBC Indonesia – Robert Toru Kiyosaki pebisnis AS yang juga merupakan penulis mengungkapkan prediksinya soal kehancuran ekonomi. Ekonomi yang terkena paparan Covid-19 menyebabkan bubble atau gelembung di seluruh sektor.

“The Everything Crash is coming,” cuit Kiyosaki di akun Twitter resminya @therealkiyosaki dikutip CNBC Indonesia, Minggu (1/11/2020).

Ia menambahkan, sejak 1987 gelembung ekonomi di semua sektor terjadi dan ini waktunya untuk pecah atau crash.

Menurutnya, harga emas, perak, hingga bitcoin pun akan jatuh. Dolar akan bangkit. “Bersabarlah,” tuturnya.

“Pencetakan uang besar-besaran akan datang yang akan menghancurkan dolar. Saatnya membeli emas, perak, hingga Bitcoin,” terangnya.

Harga emas dunia pada perdagangan Oktober 2020 melemah 0,40% ke level US$ 1.877,95/troy ons dan kembali diperdagangkan di bawah level psikologisnya US$ 1.900/troy ons.

Pelemahan harga emas bulan ini tidak lepas dari beberapa sentimen negatif yang datang selama Oktober 2020, diantaranya Tarik-ulur stimulus fiskal untuk penanggulangan corona di Amerika Serikat (AS), pilpres AS, resesi AS dan tentunya lonjakan kasus virus corona yang kembali terjadi.

Analis komoditas memprediksi harga emas di pasar global bakal turun lagi ke level tahanan bawah atau support US$ 1.820/troy ons, kemudian ke US$ 1.781/troy ons seiring dengan kekhawatiran serangan gelombang dua pandemi Covid-19


[Gambas:Video CNBC]

(dru)






Source link

Oktober Harga Emas Minus 0,4%, Bapak-Ibu Tetap Cuankan?



Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dunia pada perdagangan Oktober 2020 melemah 0,40% ke level US$ 1.877,95/troy ons dan kembali diperdagangkan di bawah level psikologisnya US$ 1.900/troy ons.

Pelemahan harga emas bulan ini tidak lepas dari beberapa sentimen negatif yang datang selama Oktober 2020, diantaranya Tariku-ulur stimulus fiskal untuk penanggulangan corona di Amerika Serikat (AS), pilpres AS, resesi AS dan tentunya lonjakan kasus virus corona yang kembali terjadi.


Pada perdagangan awal bulan ini emas sempat melesat 1,04% ke level US$ 1.925,04/troy ons, bahkan pada akhir pekan kedua, emas sempat menguat 1,92% dan berada di level tertingginya selama Oktober 2020.

Namun, karena stimulus AS tidak mencapai kesepakatan hingga kini, membuat investor semakin kecewa, karena waktu pemilu AS tinggal menghitung hari, yakni 3 hari lagi dan investor makin pesimis bahwa stimulus tidak akan dilakukan sebelum pilpres, sehingga emas kembali tertekan dibawah US$ 1.900.

Selain stimulus, data pertumbuhan ekonomi AS yang masih dianggap resesi juga turut menjadi sentimen negatif yang datang, walaupun sebenarnya ekonomi AS sudah mulai membaik.

Berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja AS, pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari produk domestic bruto (PDB) tumbuh 33,1% secara kuartalan yang disetahunkan (quarterly annualized).

PDB di kuartal III-2020 tersebut lebih tinggi dari prediksi Reuters sebesar 31,9% maupun Dow Jones sebesar 32%, dan membalikkan kontraksi (tumbuh negatif) 31,4% di kuartal II-2020 lalu.

Saat perekonomian AS bangkit, emas menjadi kurang menarik, sebab investor akan mengalirkan modalnya ke aset-aset berisiko dengan imbal hasil tinggi.

Selain itu, lonjakan kasus corona juga menjadi pemberat harga emas dunia, dimana dari lonjakan kasus tersebut membuat Perancis dan Jerman mengumumkan kembali menerapkan kebijakan karantina (lockdown) yang memicu aksi jual di bursa saham, logam mulia pun terseret turun.

Presiden Perancis, Emmanuel Macron, pada hari Rabu lalu mengumumkan lockdown di seluruh negara mulai Jumat ini. Lockdown kali ini sedikit berbeda dengan bulan Maret lalu, kali ini sekolah dan pabrik yang masih diizinkan tetap buka.

Sementara itu motor utama perekonomian Eropa, Jerman, juga mengumumkan lockdown. Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengumumkan “light lockdown”, dimana bar, restaurant, tempat olah raga, serta bioskop kembali dilarang beroperasi.

Sekolah, hingga hotel untuk perjalanan bisnis masih tetap dibuka, toko-toko juga masih beroperasi tetapi dengan jumlah pengunjung yang dibatasi.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(chd/roy)




Source link

Harga Emas Antam Hari Ini 27 Oktober, Macet di Rp1,007 Juta



Jakarta, CNN Indonesia —

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp1,007 juta per gram pada Selasa (27/10). Ini berarti, harga emas bergerak stagnan sejak perdagangan kemarin.

Serupa, harga pembelian kembali (buyback) juga bergerak stagnan di level Rp899 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp533 ribu, 2 gram Rp1,95 juta, 3 gram Rp2,9 juta, 5 gram Rp4,81 juta, 10 gram Rp9,56 juta, 25 gram Rp23,78 juta, dan 50 gram Rp47,49 juta.







Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp94,91 juta, 250 gram Rp237,01 juta, 500 gram Rp473,82 juta, dan 1 kilogram Rp947,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX naik 0,21 persen menjadi US$1.909,7 per troy ons. Begitu juga dengan harga emas di perdagangan spot yang menguat 0,25 persen ke US$1.906,87 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menyatakan harga emas internasional terlihat mulai bergerak menguat sejak pagi. Pasar kembali masuk ke instrumen emas karena belum ada kepastian terkait stimulus ekonomi di Amerika Serikat (AS).

[Gambas:Video CNN]

“Terlihat ada perubahan perilaku pasar, kekhawatiran yang meningkat terhadap perekonomian AS karena meningkatnya kasus covid-19, sementara stimulus tidak juga diluncurkan,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, pasar sedang menunggu data survei tingkat keyakinan konsumen terhadap perekonomian di AS untuk periode Oktober 2020. Jika hasilnya lebih baik dari ekspektasi, maka emas berpotensi tertekan karena pasar akan kembali ke dolar AS dan meninggalkan emas.

“Emas hari ini berpotensi bergerak di kisaran US$1.890-US$1.920 per troy ons,” pungkas Ariston.

(aud/sfr)





Source link