fbpx

Diselidiki KPK-nya Inggris, Begini Penjelasan Emirsyah Satar



Jakarta, CNBC Indonesia – Tim advokat mantan direktur utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Emirsyah Satar, menyebutkan, penyelidikan kasus dugaan suap oleh Serious Fraud Office (SFO) Inggris dalam pengadaan pesawat Bombardier CRJ 1000 NG bukan kasus baru.

Perkara tersebut telah diperiksa dalam persidangan perkara dugaan tindak pidana suap dan pencucian yang telah diputus. Namun pihak Emirsyah mengajukan banding kepada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan kemudian Kasasi kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI).

“Dengan kata lain perkara ini masih dalam proses dan belum final. Tim Advokat ESA mengajukan permohonan kasasi karena telah terjadi kekeliruan dan kesalahan penerapan hukum, di mana dakwaan yang tidak sesuai dengan fakta persidangan telah diterima oleh Pengadilan Negeri dan dikuatkan Pengadilan Tinggi,” tulis tim advokat Emirsyah Satar dalam keterangan resminya, Senin (9/11/2020).

Dalam persidangan tersebut, Emirsyah didakwa menerima uang senilai US$ 200.000 dari Bombardier dalam bentuk bonds (surat berharga) melalui Soetikno Soedarjo.

“Padahal, sesuai fakta persidangan dari keterangan para saksi, ESA terbukti tidak pernah menerima uang atau barang apapun dari pihak Bombardier dan pemilik bonds senilai US$ 200.000 tersebut adalah SS yang pada saat menjual kembali bonds tersebut, semua dana kembali ke SS,” tulis tim advokat Emirsyah Satar.

Tim advokat ini menyebut Emirsyah tak pernah menerima dana terkait dengan surat utang maupun dari Bombardier. Disebutkan pengadaan pesawat Bombardier CRJ 1000 NG Garuda Indonesia itu dilakukan oleh tim pengadaan Garuda kala itu.


Hal tersebut juga disampaikan dalam sidang oleh saksi telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dan prosedur. Sedangkan direksi hanya memberikan keputusan atas rekomendasi dari tim pengadaan dan menyetujui rekomendasi pilihan pesawat yang diajukan tim pengadaan.

“Faktanya harga pesawat Bombardier CRJ 1000 NG lebih rendah dibanding pesawat kompetitornya, Embraer sebesar lebih kurang US$ 3.100.000/pesawat, sehingga Garuda Indonesia telah melakukan penghematan sebesar US$ 55.800.000 dari 18 pesawat Sub-100 Seater yang dibeli.”

Dalam proses jual beli ini, Garuda mendapatkan potongan harga (diskon) sebesar 46% yang nilainya setara dengan US$ 23,14 juta per pesawat dari harga awalnya US$ 49,53 juta/armada pesawat. Sehingga perusahaan hanya membayarkan US$ 26,38 juta/armada pesawat

Harga ini disebutkan jauh lebih rendah dibanding dengan harga pesawat Embraer yang dalam proses pengadaan hanya memberikan diskon maksimal menjadi seharga US$ 29.500.000 per pesawat.

Pekan lalu dilaporkan SFO bakal mulai menyelidiki dugaan korupsi di Bombardier, perusahaan produsen pesawat dan kereta yang berbasis di Kanada. Penyelidikan ini juga melibatkan Garuda Indonesia.

Dilansir dari aerotime, penyelidikan ini dilakukan karena adanya penyuapan dan korupsi yang berhubungan dengan kontrak dan pesanan pesawat baru Garuda kepada perusahaan tersebut.

“Karena ini adalah investigasi langsung, SFO tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut,” demikian pernyataan singkat SFO, dikutip Jumat (6/11/2020).

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)




Source link

KPK Siap Bantu Investigasi Lembaga Antikorupsi Inggris soal Dugaan Suap Garuda


TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap membantu lembaga antikorupsi Inggris Serious Fraud Office (SFO) dalam mengusut kasus dugaan suap produsen pesawar Bombardier terhadap Garuda Indonesia. Saat ini SFO tengah meginvestigasi dugaan penyuapan dan korupsi atas kontrak atau pesanan dari Garuda Indonesia.

“Tentu kerja sama ini akan terus dilakukan. KPK juga akan membantu pihak SFO yang sedang melakukan penyelidikan terkait kasus garuda ini,” kata pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Sabtu, 6 November 2020.

Sebelumnya, kata Ali, KPK dan SFO juga pernah bekerja sama dalam menelisik kasus suap yang juga melibatkan Garuda Indonesia yang menjerat Eks Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

“Sejak awal menangani perkara dugaan suap terkait dengan pengadaan mesin pesawat PT Garuda Indonesia, KPK telah bekerja sama dengan otoritas penegak hukum di beberapa negara terkait, di antaranya SFO Inggris dan CPIB Singapura,” kata Ali.

KPK, kata Ali, juga sudah lama menjalin kerja sama dengan otoritas asing baik secara agent to agent maupun Mutual Legal Assistance (MLA). “Sejauh ini KPK dalam kerangka kerja sama internasional sudah lama menjalin kerja sama dengan otoritas asing baik agent to agent maupun melalui MLA.”

Seperti diberitakan sebelumnya, Serious Fraud Office (SFO) tengah menginvestigasi dugaan suap yang melibatkan Bombardier Inc dalam penjualan pesawat ke Garuda Indonesia.

Investigasi tersebut dibeberkan oleh Bombardier Inc bersamaan dengan rilis laporan keuangan kuartalan perusahaan asal Kanada tersebut. Bombardier juga tengah melakukan audit internal terkait seluruh transaksi yang berkaitan dengan Garuda Indonesia, termasuk pembelian pesawat tipe CRJ1000 pada 2011 dan 2012 lalu.





Source link

Bos Garuda Tanggapi Investigasi KPK Inggris Soal Dugaan Kasus Suap dan Korupsi


TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra menanggapi investigasi lembaga pemberantasan korupsi di Inggris, yakni Serious Fraud Office (SFO) terkait dugaan kasus suap kontrak penjualan pesawat pada 2012 yang melibatkan Bombardier Inc. Irfan mengatakan perseroannya menghormati proses hukum yang berlangsung.

“Garuda Indonesia juga secara aktif akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang guna memastikan dukungan penuh perusahaan atas upaya penegakan hukum kasus tersebut,” tutur Irfan pada Jumat, 6 November 2020.

Irfan menjelaskan, Garuda Indonesia berusaha menegakkan good corporate governance atau GCG seperti arahan pemerintah. GCG berlaku untuk seluruh aktivitas bisnis.

Menurut Irfan, dengan komitmen untuk mendukung upaya penegakan hukum ini, Garuda Indonesia bisa menjaga lingkungan bisnisnya agar tetap bersih dan transparan. “Ini selaras dengan visi transformasi BUMN,” tuturnya.





Source link