fbpx

IndiHome Cinema Resmi Diluncurkan, Dukung Industri Film Tanah Air


TEMPO.CO, JakartaIndiHome TV milik PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom, resmi meluncurkan fitur terbaru mereka yang bernama IndiHome Cinema. Fitur baru ini diluncurkan untuk mendukung industri perfilman tanah air yang sedang menghadapi tantangan di masa pandemi Covid-19.

“Kami harap ini dapat menjadi wadah bagi pelaku industri kreatif perfilman Indonesia untuk dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Executive General Manager Divisi TV Video Telkom A.A. Gede Mayun Wirayuda dalam acara peluncuran di Jakarta, Selasa, 10 November 2020.

Baca Juga: Komut Telkom Rhenald Kasali: Kanal SEA Today Perbaiki Konten Indihome

Gede mengatakan bahwa beberapa tahun ini, industri film Indonesia terus mengalami perkembangan. Baik dari segi kualitas maupun minat penonton.

Akan tetapi, layar bioskop dan jam tayang yang tersedia masih terbatas. Apalagi di tengah masa pandemi Covid-19, membuat masyarakat harus menjaga jarak dan membatasi kerumunan.

Sehingga, kondisi ini berdampak besar pada kapasitas kursi bioskop. Sekalipun sudah menerapkan protokol kesehatan, masih ada masyarakat yang khawatir dan ragu untuk menonton di bioskop.

Inilah yang kemudian menjadi dasar bagi IndiHome TV untuk meluncurkan IndiHome Cinema. “Kami berikan sensasi menonton bioskop di rumah secara fleksibel,” kata Gede.

Nantinya, IndiHome akan menayangkan film-film terbaru, khususnya film Indonesia secara mudah, cepat, dan ekonomis. Gede juga mengatakan IndiHome Cinema ini tetap terbuka untuk bekerja sama dengan pihak lain dalam penayangan film.

Dalam peluncuran ini, sudah ada mitra perdana penyedia film-film Indonesia di IndiHome Cinema, yaitu PT Kurnia Alam Semesta. Chief of Public and Corporate Communication Kurnia Alam Semesta yang juga aktor ternama, Teuku Rifnu Wikana, hadir dalam acara peluncuran ini.

Teuku mengatakan setiap tahun, ada sekitar 300 film yang diproduksi oleh ratusan rumah produksi di tanah air. Tapi, hanya setengah saja yang bisa tayang. “Lalu kemana lagi yang 150?” kata dia.

Padahal, banyak tenaga yang dicurahkan untuk proses pembuatan film. Sehingga, Teuku menilai keberadaan IndiHome Cinema ini akan memberikan ruang sineas yang bingung harus menayangkan film mereka di mana.

“Jadi ini seperti pintu gerbang untuk masa depan perfilman Indonesia,” kata pemeran film Laskar Pelangi ini.





Source link