fbpx

Layanan pembayaran digital LinkAja hadir di seluruh moda transportasi


ILUSTRASI. LinkAja

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Uang elektronik LinkAja menghadirkan layanan ekosistem transportasi pada moda transportasi darat, udara, hingga laut. LinkAja juga hadir untuk melayani pembayaran pembelian bahan bakar minyak di 5.873 SPBU Pertamina dan sejumlah jasa pembayaran parkir.

“LinkAja merupakan uang elektronik  yang memiliki ekosistem transportasi paling lengkap. Sebagai uang elektronik yang fokus memberikan kemudahan transaksi bagi kebutuhan harian masyarakat Indonesia, kami menyadari bahwa transportasi dan pembelian BBM merupakan kebutuhan esensial bagi para pengguna kami dalam beraktivitas,” ujar Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja dalam keterangan tertulis pada Senin (23/11).

Lanjut Ia, tidak hanya berperan sebagai sumber pengisian dana di berbagai aplikasi penyedia jasa transportasi, LinkAja juga dapat digunakan secara langsung dengan penerapan kode tiket pada aplikasi LinkAja seperti di Commuter Line dan penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) layaknya layanan di transportasi lokal.

Khusus bagi pengguna di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, LinkAja telah menjadi alat pembayaran untuk seluruh penyedia moda transportasi yang beroperasi antara lain Kereta Commuter Indonesia, LRT Jakarta, MRT Jakarta, TransJakarta, Railink, Bluebird, Grab dan Gojek.

Sedangkan bagi para pengguna di luar kota Jakarta, LinkAja pun telah hadir di 29 daerah antara lain di kota Medan, Lampung, Yogyakarta, Semarang, dan Makassar untuk pembayaran 151 penyelenggara transportasi lokal termasuk Trans Jogja, Trans Semarang, Trans Batam, LRT Palembang dan travel antar kota. LinkAja pun juga turut menjadi mitra pembayaran di aplikasi KAI Access untuk pembelian tiket perjalanan seluruh rute KAI.

Baca Juga: Ini syarat dan cara ajukan pinjaman online via LinkAja

Melayani pembayaran transportasi laut, LinkAja telah melakukan kerja sama dengan ASDP Indonesia Ferry. Sedangkan untuk transportasi udara, LinkAja telah menjadi mitra pembayaran tiket untuk maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink.

Melengkapi kemudahan bertransaksi, LinkAja pun telah bekerja sama dengan Inairport dan Damri, serta menjadi mitra pembayaran parkir kendaraan di Parkee, Sky Parking, dan Soul Parking.

Menikmati lengkapnya ekosistem transportasi LinkAja, pada bulan November ini LinkAja menawarkan berbagai promo menarik bagi para penggunanya antara lain cashback 50% hingga Rp 20.000. Potongan harga itu untuk penggunaan pembayaran di KCI, Trans Jakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, rute KAI Kereta Api Lokal non-Jabodetabek, Trans Jogja, Trans Semarang, Trans Batam, dan LRT Palembang. Sedangkan pembayaran perjalanan KAI antar kota, Citilink, dan ASDP Ferry akan mendapatkan cashback sebesar Rp 20.000,- per transaksi.

“LinkAja tidak akan pernah berhenti menghadirkan kemudahan dan kenyamanan serta keamanan dalam melayani beragam kebutuhan transaksi masyarakat melalui layanan dan produk yang kami hadirkan. Kami optimis, ke depannya seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan pemerataan akses layanan keuangan digital yang maksimal di semua lini kehidupan. LinkAja, lengkapnya untuk semua,” tutup Haryati Lawidjaja.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Fintech P2P lending berupaya membukukan profit saat pandemi


ILUSTRASI. Peer to Peer (P2P) Landing. KONTAN/Cheppy A. Muchlis

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending berupaya membukukan profit di tengah pandemi. Maklum sebagai perusahaan rintisan, P2P lending mengandalkan dana investor untuk mengembangkan bisnis.

Kendati demikian, P2P lending berupaya mencatatkan profit layaknya perusahaan lainnya. KoinWorks misalnya menargetkan dapat membukukan keuntungan pada kuartal keempat 2021. CEO & Co-founder KoinWorks Benedicto Haryono menyatakan target itu tergantung pada penanganan Covid-19.

“Kita lihat pada kuartal keempat, bisa terjadi Break Even Point (BEP), itu tergantung Covid-19. Pada 2021, kita jaga level cost, revenue dan monetize bertumbuh seiring bisnis baru. Produk-produk baru di KoinWorks tidak hanya berikan opsi pilihan peminjam dan pendana, tapi beri kesempatan revenue baru bagi kita,” ujar Benedicto pada pekan lalu.

Baca Juga: DANA dorong digitalisasi transaksi pembayaran UMKM di KEK Pariwisata Likupang

Oleh sebab itu, pada 2020 KoinWorks menargetkan bisa meningkatkan pendapatan hingga 5 kali lipat. Benedicto telah memperluas bisnis, tak hanya pada bisnis peer to peer lending, KoinWorks juga mengantongi izin agregator sehingga juga bisa menjalankan bisnis jual belie mas dan surat berharga negara (SBN).

Tercatat sepanjang tahun 2020 ini, permintaan akan pembiayaan produktif melalui KoinBisnis dilakukan oleh lebih dari 30.000 pelaku UKM dengan akumulasi total penyaluran hingga Rp 2,5 triliun.

Adapun rasio pinjaman bermasalah KoinP2P sampai September 2020 juga masih terjaga di kisaran angka 1% hingga 1,14%. Sedangkan tingkat keberhasilan pinjaman (TKB) 90 hari ada di level 97,09%.

Selain itu, KoinP2P juga mencatat tingkat pengembalian positif lebih dari 70% untuk 10% portfolio pinjaman yang selama pandemi mendapatkan program restrukturisasi akibat adanya pandemi Covid-19.

Jauh-jauh hari, PT Kredit Pintar Indonesia mengaku telah berhasil mencatatkan BEP. Oleh sebab itu, perusahaan tidak fokus mencari investor baru untuk menyuntikan dana segar bagi jalannya usaha.

Chief Executive Officer (CEO) Kredit Pintar Wisely Wijaya mengatakan perusahaan yang ia nahkodai tidak fokus dalam mencari pendanaan Seri A, B, dan seterusnya. Pendanaan ini akan meningkatkan valuasi suatu perusahaan. Ia mengaku hal itu hanya bonus saja.

“Saya rasa kebanyakan, segmen ini (P2P Lending) sudah break even poin (BEP), rata-rata pada tahun pertama. Tapi ingat itu bukan fokus kami, itu hanya bonus yang diperoleh setelah melayani pinjaman bagi masyarakat,” ujar Wisely.

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia juga berupaya meningkatkan pendapatan. CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan mengakui meningkatkan efisiensi di tengah pandemi.

“Selama pandemi kami cut cost untuk marketing dan berusaha seefisien mungkin untuk operational costs, dengan penurunan up to 30% untuk opex selain gaji. Untuk gaji tetap sama karena kami tidak memberhentikan karyawan karena pandemi,” ujar Ivan kepada Kontan.co.id.

Baca Juga: OJK bakal manfaatkan teknologi untuk percepat proses pengaduan konsumen

Sayangnya, Ia belum mau banyak bicara terkait keuangan perusahaan lebih lanjut. Termasuk terkait profitabilitas Akseleran.

Kendati demikian, Akseleran mencatatkan penyaluran pinjaman pada Oktober 2020 saja, menembus angka Rp 115 miliar dan menjadi yang terbesar sejak 2017.

Akseleran telah menyalurkan pinjaman secara akumulatif lebih dari Rp1,6 triliun pada awal November 2020. Pinjaman itu telah didukung oleh lebih dari 150.000 pemberi pinjaman atau lender ritel atau perorangan yang tersebar merata dari Aceh hingga Papua.

Lebih lanjut, Akseleran telah menyalurkan outstanding pinjaman sebanyak Rp 247,82 miliar. Adapun jumlah peminjam terdaftar hingga saat ini mencapai 2.268. Adapun tingkat NPL Akseleran hanya 0,21% hingga saat ini.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

DANA dorong digitalisasi transaksi pembayaran UMKM di KEK Pariwisata Likupang


ILUSTRASI. Dompet digital DANA

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dompet digital DANA mendorong digitalisasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Likupang di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

DANA ikut berperan dalam menghubungkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah ke ekosistem digital di salah satu 5 Destinasi Super Prioritas itu.

“Pandemi Covid-19 telah berdampak pada sektor pariwisata yang selama ini menjadi penopang perekonomian Sulawesi Utara. Di satu sisi, kondisi ini bisa jadi momentum untuk melakukan transformasi di bidang pariwisata.  Pelaku sektor pariwisata termasuk UMKM harus bisa beradaptasi menghadapi tantangan yang terjadi saat ini maupun ke depan dengan memanfaatkan teknologi digital,” ujar Agustina Samara, Chief People & Corporate Strategy Officer DANA dalam keterangan tertulis pada Minggu (22/11).

Agustina menambahkan DANAy ang mengusung konsep platform terbuka dapat bersinergi dengan banyak pihak untuk membangun ekosistem yang cashless sebagai solusi di era digital. DANA juga menjadi sahabat UMKM yang menghadirkan teknologi inklusif yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi UMKM.

Baca Juga: BI menurunkan suku bunga, simak rekomendasi saham perbankan berikut ini

“Dengan bergabung dalam DANA Bisnis, pelaku UMKM bukan hanya terhubung dengan ekosistem digital, tapi juga akan mendapat pendampingan dalam mengembangkan usahanya sekaligus kesempatan untuk dipromosikan secara lebih luas,” tutur Agustina.

Sebelumnya, DANA telah menggelar kegiatan serupa di Banyuwangi dan Mandalika, Lombok. Hal ini juga sebagai komitmen DANA dalam mendukung target pemerintah menghubungkan 2 juta UMKM dengan ekosistem digital hingga akhir tahun 2020.

Saat ini, sebanyak 200.000 UMKM telah bergabung dengan DANA Bisnis, fitur khusus yang disediakan DANA untuk membantu UMKM dalam mengelola dan mengembangkan usahanya.

“Kami berharap, dengan kemudahan dalam menggunakan DANA serta manfaat yang dihadirkannya, semakin banyak UMKM yang bergabung sehingga mereka bisa terus mengembangkan usahanya,” tandas Agustina.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Zalora gandeng OVO untuk beri layanan pembayaran online


ILUSTRASI. Karyawan yang menjalani Kerja Dari Rumah (Work From Home) melakukan transaksi non tunai melalui aplikasi e-wallet di Tangerang /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/16/04/2020.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), minat masyarakat untuk berbelanja online, termasuk belanja barang fashion, meningkat secara cukup signifikan. Hal ini turut meningkatkan transaksi OVO di e-commerce selama pandemi. 

Melihat peluang pertumbuhan tersebut, mulai 12 November 2020, OVO menggandeng Zalora, online commerce yang fokus pada produk fesyen dan kecantikan ini menghadirkan layanan pembayaran pada platform Zalora agar konsumen dapat menikmati pengalaman belanja yang lebih mudah, aman dan menyenangkan. 

“Kami melihat tren pergeseran transaksi ke arah digital dan penjualan secara online yang terus meningkat selama masa pandemi, khususnya di online commerce,” kata Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit dalam keterangan pers, Kamis (19/11). 

Baca Juga: OJK sebut ada sejumlah PR terkait risiko siber pada IKD, apa saja?

Terbukti Total Payments Value (TPV) OVO tumbuh 110% pada Maret hingga Juni 2020. Dengan realisasi, pihaknya percaya adanya kolaborasi strategis dengan berbagai mitra online commerce, termasuk Zalora, dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional sambil terus mendukung transisi dari transaksi offline ke online.   

Menurutnya, strategi ekosistem terbuka OVO memberikan keleluasaan bagi perusahaan untuk berinovasi dan berkolaborasi guna menjawab kebutuhan pengguna dan melayani Indonesia dengan lebih baik, terutama selama masa pandemi. 

OVO dan Zalora menawarkan gelaran program belanja untuk setiap pembayaran transaksi belanja di Zalora dengan pembayaran melalui OVO akan memperoleh diskon 30% dengan maksimum potongan Rp 105.000 dari minimum transaksi Rp350.000 melalui kode voucher OVOZLR. Program promo ini akan berlangsung mulai 17-30 November 2020. 

Baca Juga: Menurut OJK, ini kontribusi yang sudah diberikan IKD ke sektor jasa keuangan

Selain itu, tiap pelanggan yang bertransaksi dengan OVO, harus memastikan bahwa akun Zalora dan OVO menggunakan nomor handphone yang sama. Pada saat pembayaran, pelanggan memilih OVO pada pilihan pembayaran elektronik pada saat check-out baik di aplikasi ataupun situs Zalora.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Hore! Pengguna TikTok bisa tarik hadiah referral menjadi saldo DANA


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dompet Digital DANA mengembangkan kolaborasinya dengan platform TikTok. Dengan terkoneksinya DANA dan TikTok, pengguna TikTok dapat menarik hadiah referral langsung ke saldo DANA mereka.

DANA mengklaim sebagai dompet digital pertama yang menjadi mitra untuk program referral TikTok di Indonesia. DANA juga menjadi e-wallet pertama yang memungkinkan penarikan hadiah referral TikTok ditransfer menjadi saldo.

“Sinergi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan maupun peluang yang ada, termasuk dalam mendukung gaya hidup masyarakat saat ini yang lekat dengan teknologi digital. Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen DANA dalam memenuhi kebutuhan gaya hidup modern, serta bentuk dukungan terhadap nilai-nilai positif dan kreativitas dari generasi Z dalam penggunaan TikTok,” ujar Vince Iswara, CEO dan Co-Founder DANA dalam keterangan tertulis pada Selasa (17/11).

Baca Juga: Kantor pajak sudah tunjuk 46 perusahaan digital untuk pungut PPN

Vince menambahkan kolaborasi dengan TikTok mencerminkan keunggulan teknologi DANA yang terbuka, adaptif dan bisa bekerja sama dengan siapa saja, termasuk mitra global. Sinergi ini juga membuktikan bahwa teknologi DANA makin diakui tidak hanya oleh mitra dalam negeri tetapi juga internasional.

“TikTok sebagai destinasi video pendek ingin selalu menjadi rumah bagi kreativitas masyarakat. Karena itu kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan nilai lebih bagi pengguna TikTok sehingga lebih bersemangat dalam menuangkan kreativitas mereka melalui video pendek,” jelas Angga Anugrah Putra, Head of User & Content Operations at TikTok Indonesia.

Untuk mendukung program referral TikTok, DANA akan membagikan voucher Send Money atau Kirim Uang gratis untuk pengguna TikTok yang mendaftar ke DANA melalui aplikasi TikTok.

Pengguna yang berhak menerima voucher dapat menikmati diskon spesial saat mentransfer Saldo DANA mereka ke pengguna DANA lainnya, dengan jumlah transfer minimal Rp 30.000.

Adapun cara mengikuti kegiatan ini, pengguna harus mengajak temannya mendaftar TikTok. Pengguna bisa mendapatkan Invite Code di akun TikTok melalui Activity Page, klik Invite, Invite Code akan terlihat setelah mengklik ini). Pengguna dapat membagikan Invite Code ini ke teman-temannya.

Kemudian, mereka bisa memasukkan invite code ini di halaman Activity page setelah berhasil melakukan registrasi TikTok. Selanjutnya, dana akan masuk secara otomatis ke saldo TikTok pengguna begitu teman yang diajaknya berhasil melakukan registrasi menggunakan Invite Code yang dibagikan pengguna.

Sementara untuk menarik saldo Tiktok menjadi saldo DANA, pengguna tinggal meng-klik Withdraw di akun TikTok-nya. Kemudian pilih nominal lalu pilih DANA sebaga metode penarikan. Setelah itu, masukan nomor telepon dan PIN DANA. Begitu selesai, saldo TikTok akan berpindah ke Saldo DANA.

Baca Juga: Aturan Industri Fintech Pinjaman Diperketat

Adapun untuk mendapatkan voucher DANA, bisa dilakukan melalui akun TikTok maupun DANA. Apabila menggunakan akun TikTok, pengguna tinggal menekan Withdraw.

Pilih nominal yang ingin ditarik, lalu klik Bind DANA dan registrasi akun DANA di sana.  Selanjutnya, masukkan nomor telepon, OTP dan PIN baru. Voucher akan masuk secara otomatis ke Pocket.

Sementara bagi pengguna yang ingin menarik voucher di aplikasi DANA, pastikan dulu sudah menjadi pengguna KYC. Pastikan juga voucher sudah masuk di halaman Pocket.

Selanjutnya masuk ke ‘Send Money’, pilih ‘Send to Phone Number’. Kemudian pilih nomor telepon yang diinginkan untuk mendapatkan Saldo DANA. Voucher akan secara otomatis muncul di halaman Cashier.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Jalin kerja sama, pengguna TikTok bisa tarik hadiah referral menjadi saldo DANA


ILUSTRASI. Fitur Bill Payment dan Kirim Uang di aplikasi DANA 

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dompet Digital DANA mengembangkan kolaborasinya dengan platform TikTok. Dengan terkoneksinya DANA dan TikTok, pengguna TikTok dapat menarik hadiah referral langsung ke saldo DANA mereka.

DANA mengklaim sebagai dompet digital pertama yang menjadi mitra untuk program referral TikTok di Indonesia. DANA juga menjadi e-wallet pertama yang memungkinkan penarikan hadiah referral TikTok ditransfer menjadi saldo.

“Sinergi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan maupun peluang yang ada, termasuk dalam mendukung gaya hidup masyarakat saat ini yang lekat dengan teknologi digital. Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen DANA dalam memenuhi kebutuhan gaya hidup modern, serta bentuk dukungan terhadap nilai-nilai positif dan kreativitas dari generasi Z dalam penggunaan TikTok,” ujar Vince Iswara, CEO dan Co-Founder DANA dalam keterangan tertulis pada Selasa (17/11).

Baca Juga: Kantor pajak sudah tunjuk 46 perusahaan digital untuk pungut PPN

Vince menambahkan kolaborasi dengan TikTok mencerminkan keunggulan teknologi DANA yang terbuka, adaptif dan bisa bekerja sama dengan siapa saja, termasuk mitra global. Sinergi ini juga membuktikan bahwa teknologi DANA makin diakui tidak hanya oleh mitra dalam negeri tetapi juga internasional.

“TikTok sebagai destinasi video pendek ingin selalu menjadi rumah bagi kreativitas masyarakat. Karena itu kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan nilai lebih bagi pengguna TikTok sehingga lebih bersemangat dalam menuangkan kreativitas mereka melalui video pendek,” jelas Angga Anugrah Putra, Head of User & Content Operations at TikTok Indonesia.

Untuk mendukung program referral TikTok, DANA akan membagikan voucher Send Money atau Kirim Uang gratis untuk pengguna TikTok yang mendaftar ke DANA melalui aplikasi TikTok.

Pengguna yang berhak menerima voucher dapat menikmati diskon spesial saat mentransfer Saldo DANA mereka ke pengguna DANA lainnya, dengan jumlah transfer minimal Rp 30.000.

Adapun cara mengikuti kegiatan ini, pengguna harus mengajak temannya mendaftar TikTok. Pengguna bisa mendapatkan Invite Code di akun TikTok melalui Activity Page, klik Invite, Invite Code akan terlihat setelah mengklik ini). Pengguna dapat membagikan Invite Code ini ke teman-temannya.

Kemudian, mereka bisa memasukkan invite code ini di halaman Activity page setelah berhasil melakukan registrasi TikTok. Selanjutnya, dana akan masuk secara otomatis ke saldo TikTok pengguna begitu teman yang diajaknya berhasil melakukan registrasi menggunakan Invite Code yang dibagikan pengguna.

Sementara untuk menarik saldo Tiktok menjadi saldo DANA, pengguna tinggal meng-klik Withdraw di akun TikTok-nya. Kemudian pilih nominal lalu pilih DANA sebaga metode penarikan. Setelah itu, masukan nomor telepon dan PIN DANA. Begitu selesai, saldo TikTok akan berpindah ke Saldo DANA.

Baca Juga: Aturan Industri Fintech Pinjaman Diperketat

Adapun untuk mendapatkan voucher DANA, bisa dilakukan melalui akun TikTok maupun DANA. Apabila menggunakan akun TikTok, pengguna tinggal menekan Withdraw.

Pilih nominal yang ingin ditarik, lalu klik Bind DANA dan registrasi akun DANA di sana.  Selanjutnya, masukkan nomor telepon, OTP dan PIN baru. Voucher akan masuk secara otomatis ke Pocket.

Sementara bagi pengguna yang ingin menarik voucher di aplikasi DANA, pastikan dulu sudah menjadi pengguna KYC. Pastikan juga voucher sudah masuk di halaman Pocket.

Selanjutnya masuk ke ‘Send Money’, pilih ‘Send to Phone Number’. Kemudian pilih nomor telepon yang diinginkan untuk mendapatkan Saldo DANA. Voucher akan secara otomatis muncul di halaman Cashier.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

P2P lending akan dimasukkan dalam POJK 14 tahun 2020, begini tanggapan AFPI


ILUSTRASI. ilustrasi fintech. /2017/01/04

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memasukkan fintech peer to peer lending sebagai objek dalam kebijakan POJK 14 tahun 2020 terkait relaksasi pinjaman. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk dapat memfasilitasi restrukturisasi pinjaman online pada industri fintech P2P lending.

Kepala Humas AFPI Andi Taufan Garuda Putra menegaskan dalam industri fintech pendanaan berbeda dengan perbankan, leasing alias multifinance, karena perusahaan fintech pendanaan hanya sebagai penyelenggara. Sedangkan sumber dana merupakan dimiliki langsung oleh pendana  atau lenders.

Lebih lanjut Ia menjelaskan dalam POJK 77, OJK secara spesifik melarang penyelenggara fintech pendanaan untuk memberikan jaminan dalam segala bentuknya atas pemenuhan kewajiban pihak lain. Regulator juga melarang fintech menerbitkan surat utang.

Baca Juga: Soal restrukturisasi, OJK bakal tambahkan P2P lending sebagai objek POJK 14/2020

“Dari kondisi yang berbeda dengan bank, multifinance, di fintech pendanaan, jika peminjam ingin restrukturisasi pinjaman, penyelenggara fintech pendanaan harus meminta persetujuan dari pendana,” ujar Taufan kepada Kontan.co.id pada Minggu malam (15/11).

“Perusahaan fintech pendanaan dapat  memfasilitasi permohonan restrukturisasi pinjaman dengan cara melakukan penilaian dan analisa kelayakan atas permintaan restrukturisasi pinjaman nasabah dan mengusulkan ke pendana,” lanjut dia.

Ia menjelaskan kebijakan restrukturisasi pada dasarnya adalah untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi. Pemerintah telah menyiapkan berbagai program yang menjangkau sejumlah kalangan untuk pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi.

“Salah satu motor penggerak kebangkitan UMKM Indonesia dalam kondisi ekonomi pandemi Covid-19 ini adalah, program-program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang tengah gencar dilakukan pemerintah yang bekerjasama dengan sejumlah institusi keuangan,” katanya. 

Baca Juga: Realisasi penyaluran KUR sudah capai 77% dari target

“Secara kumulatif, empat klaster program yang menjadi fokus Satgas PEN yaitu sektor perlindungan sosial, UMKM, Kementerian/Lembaga dan Pemda, serta pembiayaan korporasi yang mencapai realisasi Rp277,68 triliun pada minggu pertama kuartal IV 2020 lalu,” tambah Taufan.

Ia menyebut hal itu  merupakan langkah yang tepat dan disaat bersamaan memperbaiki sisi permintaan dan juga mempertahankan daya beli. Lantaran juga yang menentukan prospek usaha sehingga diharapkan membantu perekonomian masyarakat. AFPI turut berperan mendukung program PEN ini.

“Hasil survei restrukturisasi AFPI periode 6 Oktober 2020, tercatat 87 platform mendapat permohonan restrukturisasi dari borrower dengan jumlah pinjaman yang berhasil difasilitasi dan disetujui oleh pihak lender sebanyak 173,351 akun dengan total nilai Rp 537,9 miliar,” pungkas Taufan.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Jumlah Pengguna LinkAja Naik 23 Persen selama Pandemi


TEMPO.CO, Jakarta – Platform teknologi finansial (fintech) pembayaran dan dompet digital LinkAja besutan PT Fintek Karya Nusantara mencatatkan pertumbuhan transaksi di beberapa lini bisnisnya.

Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja menjelaskan secara Umum, situasi pandemi mendorong masyarakat memilih bertransaksi secara digital melalui beragam fintech payment, didasari kebutuhan untuk tetap aktif dalam beraktivitas melalui cara yang lebih mudah, aman, dan nyaman.

“Tidak terkecuali dalam bertransaksi. Melalui transaksi digital, masyarakat dapat memenuhi beragam kebutuhan mereka seperti yang ditawarkan oleh LinkAja yang menyediakan beragam solusi layanan keuangan digital yang holistik,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat 13 November 2020.

Dari sisi jumlah pengguna, LinkAja mencatatkan kenaikan dari 47 juta registered user pada April 2020, kemudian menanjak hingga lebih dari 58 juta registered user pada akhir Oktober 2020 atau terdapat pertumbuhan pengguna terdaftar LinkAja sebesar 23 persen. 

“Mengenai transaksi, pada awal masa pandemi kemarin, yang memang terkena impact secara langsung adalah yang berhubungan dengan transportasi dan merchant offline. Sementara itu, kebutuhan dasar lainnya seperti pembelian pulsa, token listrik, pembayaran tagihan, sejauh ini tetap stabil, karena tentunya ini kebutuhan dasar yang tetap akan dilakukan masyarakat pada masa sekarang,” tambahnya.

Adapun, seiring dengan mulai kembalinya aktivitas masyarakat selama PSBB Transisi, LinkAja mencatat beberapa tipe transaksi nontunai tumbuh cukup kuat. Terutama di area pembayaran transportasi, pembayaran transaksi SPBU, top up uang elektronik, juga pembayaran merchant offline.





Source link

Segmen milenial dominasi pinjaman fintech lending


ILUSTRASI. Aplikasi Modalku

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Peminjam kredit fintech (P2P) lending masih didominasi oleh kalangan milenial. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat peminjam dengan rentang usia 19 tahun – 34 tahun berkontribusi 69,83% dari total pinjaman fintech Rp 128,70 triliun hingga September 2020. 

Segmen milanial juga berkontribusi pada penyaluran pinjaman sejumlah fintech lending, semisal PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modaku) dan PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran). 

Modalku menyebut, peminjam milenial berkontribusi lebih dari 35% pinjaman di Indonesia. Grup Modalku sejak didirikan tahun 2015 hingga saat ini telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 18,72 Triliun kepada pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Guna meningkatkan jumlah peminjam, Modalku terus berupaya berinovasi untuk menghadirkan fasilitas pinjaman sesuai dengan kebutuhan para pelaku UMKM. 

“Ini karena fokus utama Modalku adalah mendukung kemajuan UMKM di Indonesia, kami terbuka untuk membantu UMKM dari segala rentang umur,” kata Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya. 

Baca Juga: Literasi keuangan digital di Indonesia baru 35,5%

Tidak berbeda dengan Modalku, peminjam milenial Akseleran berkontribusi 38% dari total pembiayaan. Jika dirinci total peminjam milenial dari Online Merchant dan Employee Loan sebesar 84%. Sementara peminjam business loan sebanyak 9% milenial.

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Tambunan mengungkapkan, milenial tertarik dengan meminjam ke Akseleran karena proses mudah, tidak ribet serta tanpa agunan baik berbentuk tanah maupun bangunan. 

“Walau begitu, kami tidak ada rencana meningkatkan peminjam milenial karena kami tidak pandang umur. Tua – muda silahkan (menjadi peminjam Akseleran),” katanya. 

Secara akumulatif, Akseleran telah menyalurkan total pinjaman usaha lebih dari Rp 1,5 triliun kepada ribuan UKM di Indonesia hingga kuartal III 2020. Pelaku usaha yang diberikan pinjaman semakin meluas serta merata dari dalam dan luar Pulau Jawa. 

Sebelumnya, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) melihat besarnya segmen milenial menjadi peminjam lantaran asosiasi beserta seluruh anggota dan OJK cukup agresif melakukan kegiatan sosialisasi. Juga melakukan edukasi ke daerah-daerah tentang industri keuangan secara umum dan industri fintech P2P lending secara khusus.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Jokowi Akui Inklusi Keuangan RI Tertinggal Jauh dari Negara Tetangga


JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, fakta pahit terkait kondisi inklusi keuangan Indonesia. Sebab, tingkat pengetahuan pendalaman keuangan pada masyarakat tanah air masih kalah jauh dengan negara tetangga.

Menurutnya, hal itu masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan pihak terkait yang harus diseriusi. Apalagi, pengembangan teknologi saat ini sudah mengarah dan menyentuk pada industri keuangan. Indeks inklusi keuangan Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan beberapa negara ASEAN yang sebesar 76 persen.

“Lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain di ASEAN. Misalnya Singapura 98 persen, Malaysia 85 persen, Thailand 82 persen. Sekali kita masih berada di angka 76 persen,” ujarnya saat membuka Indonesia Fintech Summit 2020 yang digelar secara virtual, Rabu (11/11).

Selain itu, lanjutnya, tingkat literasi keuangan digital Indonesia juga masih rendah, yaitu baru sekitar 35,5 persen. Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang menggunakan layanan keuangan informal dan hanya 31,26 persen masyarakat yang pernah menggunakan layanan digital.

Dengan demikian, Jokowi menaruh harapan besar kepada para inovator fintech. Diharapkan, mereka tidak hanya sebagai penyalur pinjaman dan pembayaran online saja, tetapi juga sebagai penggerak utama literasi keuangan digital bagi masyarakat, serta memperluas UMKM dalam akses pemasaran e-commerce.

Meskipun demikian, Jokowi menambahkan, hingga saat ini kontribusi para industri fintech cukup 45besar di tanah air. Fintech telah memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan memperbesar akses masyarakat kepada pembiayaan.

Jokowi menyebut, layanan fintech telah berkembang sangat pesat, kontribusi fintech pada penyaluran pinjaman nasional 2020 mencapai Rp 128,7 triliun meningkat 113 persen year-on-year. Sampai September 2020 terdapat 89 penyelenggara fintech yang berkontribusi Rp 9,87 triliun pada transaksi layanan Jasa Keuangan Indonesia. Rp 15,5 triliun disalurkan penyelenggara fintech equity crowdfunding berizin.

“Hal ini merupakan perkembangan yang luar biasa,” tutupnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri





Source link