fbpx

Profil Prasetio, Mantan Bos Merpati yang Jadi Dirkeu Garuda Indonesia


TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Prasetio sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia. Penunjukan tersebut diputuskan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB yang digelar pada Jumat, 20 November 2020.

“Direktur Keuangan dan Manajemen risiko dari Pak Fuad digantikan oleh Pak Prasetio,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Jumat, 20 November 2020.

Prasetio menggantikan Fuad Rizal yang sebelumnya menduduki posisi itu. Berdasarkan rekam pengalamannya, Prasetio merupakan corporate advisor Garuda Indonesia.

Ia memiliki rekam jejak sebagai bankir sedari 1984. Pada tahun itu hingga 1999, Prasetio menduduki posisi vice president credit policy and administration group head di PT Bank Niaga Tbk.

Karier di perbankan ia lanjutkan di PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Prasetio menjabat di Danamon sejak 2002 hingga 2004.





Source link

Garuda Gelar RUPSLB Hari Ini, Analis Prediksi Saham Emiten Akan Terbang


TEMPO.CO, Jakarta – Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bakal meroket setelah perusahaan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). RUPSLB dihelat hari ini, Jumat, 20 November 2020.

“Saham Garuda bisa kembali terbang. Kemungkinan hari ini 20 persen,” kata Ibrahim saat dihubungi pada Jumat, 20 November.

Saham emiten berkode GIAA itu pada penutupan perdagangan Kamis, 19 November, melemah 0,51 persen ke level 390 per lembar saham. Dalam sepekan terakhir, laju saham Garuda melandai di kisaran 380-392.

Ibrahim mengatakan, setelah rapat pemegang saham, sentimen pasar terhadap emiten akan positif. Sebab, Garuda akan memperoleh kepastian pinjaman dari pemerintah senilai Rp 8,5 triliun pada hari ini.

Di samping itu, Garuda pun kemungkinan akan melakukan perombakan personel. Langkah ini, tutur Ibrahim, menunjukkan bahwa pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas Garuda serius membenahi manajemen perseroan yang sejak lama porak-poranda.





Source link

Garuda Gelar RUPSLB Pekan Depan Sebelum Dana Pinjaman Pemerintah Cair


TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengatakan entitasnya akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) sebelum dana pinjaman dari pemerintah cair.

“Pada 20 November kami akan gelar RUPSLB,” ujar Irfan saat dihubungi pada Kamis, 12 November 2020.

Menurut Irfan, RUPSLB akan membahas alokasi dana pinjaman. Ia memastikan rapat juga akan dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. “Setelah itu (RUPSLB), baru proses pencairannya,” ucap Irfan.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan pinjaman pemerintah untuk BUMN mulai cair pada bulan ini. Pencairan paling lambat direalisasikan pada pekan ketiga November.

“Proyeksi pencairan pinjaman PT Garuda Indonesia, PT Krakatau Steel, dan PTPN (cair) pada minggu ketiga November,” kata Sri Mulyani.

Selain Garuda, Krakatau Steel, dan PTPN, Kementerian Keuangan bakal memberikan pinjaman kepda PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) dan Perum Perumnas. Bantuan untuk dua perusahaan pelat merah ini cair lebih cepat, yakni pada pekan kedua November.

Bantuan yang dikucurkan ini bersifat pinjaman indirect support atau tidak langsung dengan skema special mission vehicle (SMV). Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), total pinjaman yang disiapkan untuk lima korporasi mencapai Rp 19,65 triliun.

Secara rinci, Garuda bakal memperoleh pinjaman sebesar Rp 8,5 triliun. Kemudian KAI sebesar Rp 3,5 triliun; PTPN senilai Rp 4 triliun; Krakatau Steel sebesar Rp 3 triliun; dan Perum Perumnas sebanyak Rp 650 miliar.

Baca: Kerap Rugi, Bagaimana Keuangan Garuda dalam 5 Tahun Terakhir?





Source link

Yusuf Mansur soal Garuda Rugi Rp15 T: Simpel Banget, Asli



Jakarta, CNN Indonesia —

Ustaz kondang Yusuf Mansur berbicara soal kerugian Rp15,3 triliun yang dialami PT Garuda Indonesia. Ia mengajak masyarakat patungan untuk menutupi kerugian PT Garuda Indonesia (Persero) yang mencapai Rp15,3 triliun.

Ajakan itu ia sampaikan melalui unggahan di Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, ia mengatakan cara itu merupakan model asli perekonomian Indonesia yang bersifat gotong-royong.

Meski demikian, uang patungan tersebut tak diberikan cuma-cuma begitu saja kepada maskapai Garuda Indonesia, melainkan dalam bentuk suntikan modal yang dapat dikonversi menjadi saham.







Biar disuntik permodalan oleh rakyat secara direct. secara langsung lewat koperasi rakyat luar berduyun-duyun, berbondong-bondong, menjadi pemegang saham,” ucap Yusuf Mansur seperti di dikutip CNNIndonesia.com Sabtu (7/11).

Ia menilai kerugian yang dialami Garuda sangat kecil. Hitungannya, kerugian bisa ditutup 10 juta orang dengan biaya Rp1,5 juta rupiah dari 10 juta orang.

Meski begitu, perusahaan tetap harus melakukan perbaikan.

Katakanlah ini sebagai modal kerja selama 3 tahun (36 bulan), maka patungan nya cuma Rp41 ribu-an per bulan kalau 60 bulan? Rp25 ribu saja per bulan. Atau per hari Rp1.000 nabung saham di Garuda selama 5 tahun. Bisa langsung potong gaji semua karyawan semua buruh, semua guru, semua dokter, semua tentara, semua polisi buat… Beli saham Garuda,” terangnya.

[Gambas:Instagram]

Yusuf Mansur bahkan menyebut bisa saja ia menghadap direksi maupun komisaris Garuda atau Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk menangani kerugian dengan cara menyuntik modal melalui saham.

Berapa sih yang dibutuhkan Garuda? Hehehe. Belagu ya? Engga belagu. Simpel banget. Asli. Cuma 15T, kan? Kecil banget ini. Ntar saya ngadep di direksi dan komisaris Garuda dah. Ke Menterinya juga,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa cara itu sebelumnya pernah ia lakukan pada Bank BRI Syariah dengan membeli saham emiten tersebut hingga harganya naik.

Kita lakukan secara simpel sederhana dan menakjubkan di BRIS, masyarakat lewat koperasi membeli saham BRIS,. Sebab berkah, kali, masyarakat yang ikutan saham untung banget di BRIS Alhamdulillah,” klaimnya,

[Gambas:Video CNN]

Jika langkah ini berhasil di Garuda Indonesia, kata Yusuf Mansur, hal serupa bisa dilakukan ke perusahaan-perusahaan pelat merah lain. Termasuk dengan melakukan take over utang-utangnya.

Kita take over semua utang BUMN, hehehe. Bismillah. Di BRIS biar gimana udah berhasil. Ga bisa dan ga boleh ada yang ngetawain Yusuf Mansur dan kita semua. Hehehe. Sombong ya? Bukan. Ini pamer, hahaha,” pungkasnya

(hrf/agt)






Source link

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pariwisata, Bos Garuda: Banyak PR


TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menanggapi ihwal rencana pembentukan holding BUMN pariwisata dan penerbangan yang diinisiasi Menteri BUMN Erick Thohir. Irfan mengatakan perseroannya masih membutuhkan proses penyesuaian sebelum holding terlaksana.

“Banyak pekerjaan rumah. Saat ini (rencana holding) sedang di-set up dengan tim,” ujar Irfan saat dihubungi pada Ahad, 8 November 2020.

Dia yakin holding BUMN akan meningkatkan sinergi antar-perusahaan. Holding, kata dia, juga akan mengakselerasi pertumbuhan emiten berkode sandi GIAA tersebut pada masa mendatang.

Meski demikian, Irfan belum ingin menggamblangkan rencana bisnis perusahaan setelah holding pariwisata dan penerbangan terbentuk. “Tunggu tanggal mainnya,” kata dia.

Holding pariwisata dan penerbangan akan melibatkan enam perusahaan pelat merah dan anak-anak usahanya. Keenamnya adalah PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Inna Hotels & Resorts, PT Sarinah (Persero), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), serta Taman Wisata Candi (TWC). Adapun PT Survai Udara Penas ditunjuk sebagai induk holding.

Rencana holding pariwisata terangkum dalam dokumen paparan dan diskusi karyawan yang disosialisasikan sejak Oktober 2020. Berdasarkan paparan tersebut, rencana holding akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah inberg atau setoran modal dari enam perusahaan yang akan dilakukan pada kuartal IV 2020.





Source link

Biar Tetap Terbang, Garuda Layani Kargo Denpasar-Hong Kong



Jakarta, CNBC Indonesia – Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mulai hari ini Sabtu, (07/11/2020) melayani penerbangan rute khusus kargo Denpasar -Hongkong. Ini menjadi bagian dari upaya perluasan jaringan penerbangan kargo guna mendukung peningkatan daya saing komoditas ekspor unggulan nasional.

Dalam penerbangan perdananya Garuda Indonesia mengangkut sebanyak 30 ton kargo yang terdiri dari komoditas perikanan dan hasil bumi lainnya dari Bali. Layanan ini diberikan sekali dalam seminggu menggunakan armada Airbus A330-300 yang memiliki daya angkut mencapai 30-40 ton di setiap penerbangannya.


Rute khusus ini berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar pada pukul 07.00 WITA dan tiba di Hongkong pada pukul 12.00 waktu setempat. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan penerbangan rute khusus kargo menjadi salah satu peluang bisnis yang akan diperkuat oleh Garuda.

“Secara berkelanjutan akan kami perkuat selaras dengan tren kebutuhan pengangkutan kargo yang terus tumbuh. Dengan pengembangan jaringan penerbangan kargo ini,” ungkapnya, Sabtu, (07/11/2020).

Dia berharap kegiatan direct export di bidang perikanan, perkebunan dan peternakan lokal maupun komoditas unggulan lainnya dari kawasan Bali dan sekitarnya dapat semakin berdaya saing. Sehingga dapat mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Terealisasikannya rute penerbangan khusus kargo ini merupakan inisiatif bersama Garuda Indonesia dan Gubenur Bali Wayan Koster dalam mendukung peningkatan daya saing komoditas ekspor unggulan provinsi Bali, melalui penyediaan layanan penerbangan langsung dengan waktu pengiriman yang lebih singkat tanpa transit, sehingga kualitas dan kesegaran produk menjadi lebih terjaga serta dengan _cost_ logistik yang lebih kompetitif,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster berharap adanya tambahan layanan penerbangan kargo ini akan dapat meningkatkan gairah produksi UMKM. Serta memperbaiki diversifikasi produk ekspor Bali sehingga ekonomi masyarakat dapat tumbuh secara berkualitas dan tangguh.

Karenanya, Koster menginginkan agar layanan ini dapat dikembangkan lebih jauh dan dapan diakses dengan mudah oleh pelaku UMKM dan ekspor Bali.

Sejalan dengan upaya optimalisasi pasar kargo dan dukungan terhadap daya saing komoditas unggulan nasional, Garuda Indonesia sebelumnya telah melayani penerbangan khusus kargo Manado – Narita dan Makassar – Singa.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)




Source link

Garuda Indonesia Catat Jumlah Penumpang Naik 17,9 Persen di Kuartal III


TEMPO.CO, Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten mencatatkan pertumbuhan penumpang dalam periode Kuartal III-2020 ini. Tren pertumbuhan tersebut salah satunya terlihat dari adanya peningkatan penumpang Garuda Indonesia yang tumbuh sebesar 17,9 persen di bulan September 2020 dibandingkan dengan capaian jumlah penumpang pada bulan Agustus 2020.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan tren pertumbuhan penumpang yang meningkat secara konsisten dalam periode Kuartal III-2020 lalu, menjadi optimisme tersendiri bagi kami dalam upaya pemulihan kinerja fundamental di masa pandemi Covid-19.

“Konsistensi tersebut menandakan minat dan confident masyarakat untuk terbang sudah mulai pulih,” kata Irfan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 7 November 2020.

Selain mencatatkan pertumbuhan penumpang, Garuda Indonesia pada September 2020 lalu juga turut mencatatkan pertumbuhan angkutan kargo sebesar 40,11 persen dibandingkan dengan Jumlah angkutan kargo pada Agustus 2020, menjadi sebesar 15 ribu ton angkutan kargo.

Di tengah imbas pandemi ini, kata dia, layanan kargo turut berperan penting dalam menunjang capaian kinerja Perusahaan sejalan dengan pesatnya perkembangan bisnis e-commerce dimasa pandemi serta upaya optimalisasi angkutan kargo untuk komoditas ekspor unggulan nasional.





Source link

Tertekan Corona, Garuda Rugi Rp15 T dan Utang Meroket



Jakarta, CNN Indonesia —

PT Garuda Indonesia mengalami kerugian sebesar US$1,07 miliar atau setara Rp15,21 triliun (kurs Rp14.215 per dolar AS) pada kuartal III 2020 kemarin. Angka tersebut berbanding terbalik dengan capaian periode sama tahun sebelumnya yang laba bersih US$122,42 juta.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan masalah itu disebabkan anjloknya pendapatan dari penerbangan berjadwal. Padahal, itu menjadi sumber utama pendapatan perseroan.

Imbas pandemi yang belum reda, kata Fuad, juga membuat operasional perseroan dari sisi produksi available seat kilometer atau ASK mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.







“Karena adanya kebijakan pembatasan pergerakan di sejumlah wilayah domestik serta pemberlakuan kebijakan karantina di beberapa negara yang menyebabkan perseroan harus melakukan penyesuaian produksi,” ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi di BEI, Sabtu (7/11).

Secara total pendapatan emiten bersandi GIAA iu mencapai US$1,13 miliar per September 2020 atau Rp16,98 triliun, turun dari US$3,54 miliar pada kuartal sama tahun sebelumnya.

Kontribusi pendapatan dari penerbangan berjadwal pada kuartal III/2020 sendiri tercatat sebesar US$917,28 juta atau Rp13,69 triliun. Angka tersebut jauh di bawah perolehan kuartal sama 2019 yang sebesar US$2,79 miliar.

Sementara penerimaan perusahaan dari sektor penerbangan tidak berjadwal hanya mampu menyentuh US$46,92 juta, anjlok dibandingkan Raihan kuartal III/2019 senilai US$249,91 juta.

[Gambas:Video CNN]

Namun, menurut Fuad, seiring dengan pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru tingkat produksi perseroan berangsur-angsur mengalami peningkatan meskipun belum kembali pada titik kondisi normal.

Sebagaimana tahun sebelumnya pada masa pandemi ini perseroan mengupayakan peningkatan pendapatan dari segmen kargo juga didukung dengan peluncuran layanan Kirim Aja pada awal Juni 2020.

“Guna mengkompensasi penurunan pendapatan dari penumpang, perseroan mengoptimalkan penerbangan charter untuk mengangkut kargo selama masa pandemi sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga terdapat peningkatan pendapatan dari charter,” imbuhnya.

Meski pendapatan menurun, beban usaha Garuda Indonesia berhasil diturunkan dari US$3,28 miliar menjadi US$2,24 miliar, atau sekitar 31,7 persen. Hal serupa juga terjadi pada bebani operasional penerbangan yang tercatat turun 32,64 persen dari US$1,93 miliar menjadi US$1,3 miliar.

Dengan demikian rugi periode berjalan Garuda Indonesia adalah US$1,09 miliar. Selanjutnya utang per akhir September maskapai pelat merah tersebut tercatat memiliki sebesar US$10,36 miliar, meroket 177,74 persen dibandingkan catatan kuartal III 2019 yang masih di posisi US$3,73 miliar. Ini terdiri dari liabilitas jangka panjang senilai US$5,65 miliar dan jangka pendek senilai US$4,69 miliar.

(hrf/agt)






Source link

KPK Siap Bantu Investigasi Lembaga Antikorupsi Inggris soal Dugaan Suap Garuda


TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap membantu lembaga antikorupsi Inggris Serious Fraud Office (SFO) dalam mengusut kasus dugaan suap produsen pesawar Bombardier terhadap Garuda Indonesia. Saat ini SFO tengah meginvestigasi dugaan penyuapan dan korupsi atas kontrak atau pesanan dari Garuda Indonesia.

“Tentu kerja sama ini akan terus dilakukan. KPK juga akan membantu pihak SFO yang sedang melakukan penyelidikan terkait kasus garuda ini,” kata pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Sabtu, 6 November 2020.

Sebelumnya, kata Ali, KPK dan SFO juga pernah bekerja sama dalam menelisik kasus suap yang juga melibatkan Garuda Indonesia yang menjerat Eks Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

“Sejak awal menangani perkara dugaan suap terkait dengan pengadaan mesin pesawat PT Garuda Indonesia, KPK telah bekerja sama dengan otoritas penegak hukum di beberapa negara terkait, di antaranya SFO Inggris dan CPIB Singapura,” kata Ali.

KPK, kata Ali, juga sudah lama menjalin kerja sama dengan otoritas asing baik secara agent to agent maupun Mutual Legal Assistance (MLA). “Sejauh ini KPK dalam kerangka kerja sama internasional sudah lama menjalin kerja sama dengan otoritas asing baik agent to agent maupun melalui MLA.”

Seperti diberitakan sebelumnya, Serious Fraud Office (SFO) tengah menginvestigasi dugaan suap yang melibatkan Bombardier Inc dalam penjualan pesawat ke Garuda Indonesia.

Investigasi tersebut dibeberkan oleh Bombardier Inc bersamaan dengan rilis laporan keuangan kuartalan perusahaan asal Kanada tersebut. Bombardier juga tengah melakukan audit internal terkait seluruh transaksi yang berkaitan dengan Garuda Indonesia, termasuk pembelian pesawat tipe CRJ1000 pada 2011 dan 2012 lalu.





Source link

Tanggapan Erick Thohir dan Bos Garuda Soal Investigasi KPK Inggris


TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra menanggapi investigasi lembaga pemberantasan korupsi di Inggris, yakni Serious Fraud Office (SFO) terkait dugaan kasus suap kontrak penjualan pesawat Garuda pada 2012 yang melibatkan Bombardier Inc.
Erick dan Irfan mengatakan akan mendukung proses hukum tersebut.

“Karena ini merupakan bagian dari good corporate governance dan transparasi yang dijalankan sejak awal kami menjabat dan sesuai dengan program transformasi BUMN,” tutur Erick dalam keterangannya, Jumat, 6 November 2020.

Erick menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparatur penegak hukum seperti KPK, Kementerian Hukum dan HAM, serta dan Kejaksaan dalam penanganan kasus Garuda. Menurut Erick, Kementerian Hukum dan HAM akan membantu Kementerian BUMN dalam melakukan revisi kontrak melalui mutual legal assistance atau bantuan hukum timbal balik.

Adapun SFO mengumumkan investigasinya pada Kamis, 5 November 2020. “SFO sedang menyelidiki Bombardier Inc. atas dugaan suap dan korupsi terkait kontrak dan/atau perintah dari Garuda Indonesia,” kata SFO seperti dikutip dari Reuters.

Investigasi dilakukan setelah pengadilan Indonesia menjatuhkan sanksi pidana terhadap mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, yakni Emirsyah Satar, Mei lalu. Emir terbukti terlibat kasus suap pengadaan pesawat dan manufaktur yang melibatkan perusahaan Airbus dan Rolls Royce.

SFO menyatakan investigasi sedang berlangsung. Karena itu, lembaga anti-rasuah tidak dapat memberikan komentar lebih jauh. Sementara itu di Montreal, Bombardier mengkonfirmasi telah diberitahu soal penyelidikan SFO sejak beberapa pekan lalu. Perusahaan menyatakan akan kooperatif. Manajemen juga sudah menunjuk pengacara eksternal.





Source link