fbpx

Dapat Restu, Emiten Grup Sandiaga Siap Rilis Obligasi Rp 10 T



Jakarta, CNCB Indonesia – Emiten infrastruktur menara Grup Saratoga, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah mendapat restu pemegang saham untuk menerbitkan surat utang dalam denominasi dolar atau Notes sebesar US$ 700 juta.

Nilai tersebut setara Rp 10,42 triliun dengan asumsi kurs tengah Bank Indonesia Rp 14.918 per dolar AS.

Corporate Secretary Tower Bersama Group, Helmy Yusman Santoso menyampaikan, penerbitan Notes tersebut sudah memenuhi kuorum dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada Kamis, 12 November 2020.


“RUPSLB telah menyetujui rencana rencana penerbitan surat utang atau Notes berdenominasi mata uang asing yang akan dilakukan dalam satu kali penerbitan atau dalam serangkaian penerbitan yang akan diterbitkan oleh Perseroan, melalui penawaran kepada investor di luar wilayah Negara Republik Indonesia,” kata Yusman Santoso, dalam keterangan pers, Kamis (12/11/2020).

Yusman mengatakan, persetujuan ini berlaku untuk satu tahun dan penerbitan surat utang atas Notes ini akan memberikan alternatif pendanaan bagi Perseroan.

Sebelumnya, dalam prospektus yang disampaikan manajemen TBIG, dana hasil penerbitan surat utang akan dipakai perseroan untuk disalurkan kepada anak usaha melalui pinjaman atau penyertaan modal, melakukan pelunasan kewajiban utang jatuh tempo dan pembayaran atas pinjaman yang dipercepat.

Mengingat transaksi ini lebih dari 50% ekuitas perseroan, tepatnya sebesar 189,1% dari ekuitas perseroan mengacu laporan keuangan tahun buku Desember 2019, maka transaksi ini merupakan transaksi material berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

“Rencana penerbitan notes dalam mata uang asing yang setara US$ 700 juta akan memperhatikan kondisi yang terbaik yang akan diperoleh perseroan sesuai rencana perseroan untuk memperoleh pembiayaan pengembangan usaha kelompok entitas anak serta memperluas dan mendiversifikasi basis kreditur,” kata manajemen Tower Bersama, di BEI, Rabu (7/10/2020).

Jatuh tempo pembayaran pokok paling lama 10 tahun sejak Notes diterbitkan.

Adapun bunga yang ditawarkan maksimal 6% per tahun dengan bunga tetap. Jatuh tempo pembayaran bunga dibayarkan setiap 6 bulan.

Dampak dari penerbitan Notes ini akan meningkatkan aset secara konsolidasi menjadi Rp 41,3 triliun. Liabilitas juga naik menjadi Rp 35,8 triliun.

Secara kinerja, Tower Bersama mencatatkan laba bersih sebesar Rp 747,47 miliar pada 9 bulan tahun ini atau per September, naik 22,14% dari periode yang sama tahun lalu Rp 611,96 miliar.

Kenaikan laba bersih ini seiring dengan pendapatan perusahaan yang juga naik menjadi Rp 3,94 triliun, naik 13,54% dari periode yang sama tahun lalu Rp 3,47 triliun.

Pemegang saham terbesar TBIG adalah PT Wahana Anugerah Sejahtera 35,61%, PT Provident Capital Indonesia 26,73%, sementara sisanya publik 36,32%.

Sisa saham lain dipegang investor perorangan termasuk Winato Kartono dan Edwin Soeryadjaya, petinggi dari Grup Saratoga. Grup Saratoga yang dikendalikan Edwin dan Sandiaga Uno ini masuk ke TBIG sejak 2004.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)




Source link

Refinancing & Modal Kerja, WIKA Rilis Obligasi & Sukuk Rp 5 T



Jakarta, CNBC Indonesia- PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berencana melakukan penambahan modal kerja proyek baru dan refinancing atas global bond yang jatuh tempo di Januari 2021 dengan menawarkan obligasi konvensional dan Sukuk senilai Rp 5 triliun.

Direktur Utama Wijaya Karya, Agung Budi Waskito menyebutkan bahwa saat ini likuiditas perusahaan masih sangat baik, Namun demikian industri konstruksi masih membutuhkan stimulus terutama terkait penurunan bunga pinjaman.

Selengkapnya saksikan dialog Savira Wardoyo dengan Direktur Utama Wijaya Karya, Agung Budi Waskito dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Jum’at, 30/10/2020)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link