fbpx

Tol Pekanbaru-Dumai Tetap Gratis hingga 10 November


TEMPO.CO, Pekanbaru -Pengelola Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) di Provinsi Riau menunda penerapan berbayar yang sebelumnya akan diberlakukan Senin, 2 November 2020. Sosialisasi penerapan tol berbayar dinilai belum maksimal sehingga tol masih gratis.

“Sesuai Surat Keputusan sebelumnya memang sudah bisa diterapkan. Namun, kita masih melihat belum semua masyarakat yang mengetahuinya. Maka itu kita mensosialisasikan lagi kepada masyarakat agar informasinya bisa lebih merata,” kata Manager Tol Pekanbaru-Dumai Indrayana di Pekanbaru, Jumat, 30 Oktober 2020.

Selanjutnya, dia memperkirakan penundaan ini dilakukan hingga lebih satu pekan ke depan tepatnya sampai 10 November mendatang. Namun batas waktu tersebut bisa saja dimajukan sesuai kondisi dan hasil penggesaan sosialisasi yang dilakukan pihak pengelola ke depan.

Adapun sosialisasi yang belum merata tersebut, katanya, khususnya terkait waktu penerapan berbayar yang masih banyak belum diketahui masyarakat. Termasuk harga tarif yang masih banyak belum dipahami masyarakat.

“Memang sesuai SK sebelumnya mulai tanggal 2 November 2020 sudah bisa diterapkan. Tapi kita dari pengelola maunya bisa lebih maksimal lagi agar masyarakat saat masuk tol sudah begitu paham dengan program berbayar tol Permai,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Riau Syamsuar mempersilakan untuk penerapan berbayar tol Permai pada 2 November 2020. Aturan penetapan berbayar tersebut bisa diterapkan dua pekan setelah SK ditandatangani.





Source link

Erick Thohir Sebut Vaksin Corona Gratis Buat Peserta BPJS

Erick Thohir Sebut Vaksin Corona Gratis Buat Peserta BPJS

Jakarta, CNN Indonesia –Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir menyatakan peserta BPJS Kesehatan akan mendapat bantuan vaksin corona gratis dari pemerintah. Rencananya, vaksinasi dilakukan pada awal 2021 jika uji klinis berhasil.

Ia mengusulkan ada dua program vaksinasi yaitu vaksinasi gratis dan mandiri atau berbayar bagi masyarakat yang mampu.

“Kami juga mengusulkan bila memungkinkan untuk masyarakat juga bisa membayar vaksin mandiri untuk yang mampu. Jadi memang yang terdata di BPJS kesehatan itu gratis tetapi dengan tingkat daya beli berapa itu harus mandiri,” katanya pada rapat kerja dengan komisi IX DPR RI, Kamis (27/8).


Namun, Erick belum merinci masyarakat berpenghasilan berapa yang terbilang mampu sehingga dapat melakukan vaksinasi mandiri.

Usulan vaksinasi mandiri dilatarbelakangi oleh kemampuan anggaran pemerintah yang terbatas.

“Kebutuhan APBN yang selama ini kita tahu juga defisit anggaran terus melebar dan kalau dilihat dari data-data ekonominya sendiri pemasukan kepada negara cukup rentan,” lanjutnya.

Di kesempatan sama, Erick juga menyatakan bahwa pada akhir tahun ini, vaksin covid-19 akan mulai disuntikkan kepada 15 juta orang. Jika kerja sama pemerintah dengan Sinovac, China dan G24, Uni Emirat Arab berjalan sesuai rencana, diproyeksikan pemerintah dapat memproduksi 30 juta vaksin siap pakai.

[Gambas:Video CNN]

“Per orang butuh dua kali suntik, jadi 30 juta dosis untuk 15 juta orang, ini diberikan dalam jeda waktu 2 minggu,” jelasnya.

Sementara, komitmen untuk 2021, pada kuartal pertama direncanakan dari G24 sebanyak 50 juta dosis vaksin sudah dapat diproduksi. Dari Sinovac, akan ada 250 juta dosis disiapkan sepanjang 2021.

(wel/sfr)

Source link