fbpx

Selain Bandara Dhoho, Gudang Garam Lirik Bisnis Jalan Tol


TEMPO.CO, Jakarta – Selain membangun Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur, emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. membentuk cucu usaha yang bergerak di bidang jalan tol bernama PT Surya Kertaagung Toll.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Gudang Garam Heru Budiman menyampaikan PT Surya Kertaagung Toll didirikan di bawah PT Surya Kerta Agung yang merupakan anak usaha emiten berkode saham GGRM tersebut. “Anak perusahaan perseroan PT Surya Kerta Agung telah mendirikan anak perusahaan baru dengan nama PT Surya Kertaagung Toll (PT SKT), berkedudukan di Kediri,” tulis Heru dalam keterbukaan informasi, Selasa, 10 November 2020.

Adapun, GGRM memiliki sebanyak 499,999 saham atau sebesar 99,9 persen di PT Surya Kerta Agung yang mendirikan PT SKT.

Dilihat dari struktur modal, PT SKT memiliki modal dasar senilai Rp 1,2 triliun. Modal ditempatkan dan disetor tercatat senilai Rp 300 miliar atau sebanyak 300 ribu saham dengan nilai nominal Rp 1 juta per saham.

Heru menjelaskan bahwa pendirian PT SKT adalah untuk memperluas bidang usaha perseroan di bidang konstruksi seperti peningkatan, pemeliharaan, dan perbaikan jalan, jalan raya dan tol, serta jembatan dan jalan layang.

Selain itu, bidang usaha PT SKT juga tidak terbatas pada kegiatan pembangunan, peningkatan, pemeliharaan, penunjang, pelengkap, dan perlengkapan infrastruktur tersebut di atas.





Source link

Ekonomi Lesu, Penjualan Rokok Gudang Garam Turun 8,8%

Ekonomi Lesu, Penjualan Rokok Gudang Garam Turun 8,8%


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengatakan terjadi penurunan volume penjualan rokok sepanjang semester I-2020 sepanjang semester I-2020 sebesar 8,8% year on year (YoY). Menurut data perusahaan, volume penjualan turun menjadi 42,5 miliar dari sebelumnya 46,6 miliar.

Direktur Gudang Garam Heru Budiman mengatakan selain karena Covid-19, kenaikan harga jual produk sejak Februari-Maret juga memicu terjadinya penurunan jumlah penjualan. Namun, kenaikan harga justru membantu perusahaan mengantongi pendapatan yang lebih besar.

“Mengalami kenaikan 1,75% timbul dari penurunan volume, karena harga jual kita mengalami peningkatan kenaikan harga yang mulai terjadi di bulan Februari-Maret,” kata Heru dalam konferensi pers virtual, Senin (24/8/2020).


Dia menjelaskan, penjualan terbesar masih disumbang oleh Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebanyak 38,3 miliar batang. Meski demikian, rokok jenis ini mengalami penurunan penjualan dari sebelumnya di periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemudian, penurunan paling besar meski tak terlalu besar dampaknya pada perusahaan, terjadi pada rokok mild yang turun menjadi 2,3 miliar batang dari sebelumnya 4,5 miliar batang.

Sedangkan Sigaret Kretek Tangan (SKT) mengalami kenaikan volume penjualan 7,5% menjadi 4,5 miliar dari sebelumnya 4,2 miliar batang.

Perkembangan Bandara

Dia juga menyebutkan untuk pembangunan bandara Dhoho Kediri, perusahaan telah mengeluarkan dana senilai Rp 2,5 triliun. Proses pembangunan tetap berlangsung meski dilakukan di tengah pandemi saat ini

“Proyek bandara tetap berjalan sesuai jadwal dan belum ada gangguan apapun. Biaya yang sudah dikeluarkan sampai Juni 2020 Rp 2,5 triliun,” jelasnya.

Seperti diketahui, pada 15 April 2020 lalu perusahaan telah melakukan ground breaking pembangunan bandara tersebut.

Sebelumnya, Direktur Gudang Garam Istata Taswin Siddharta sebagai pemilik bandara menyebutkan pihaknya sudah mengerucutkan rencana nilai investasi pembangunan bandara tersebut. Dari sebelumnya dipatok senilai Rp 1 triliun-Rp 10 triliun, telah dipersempit menjadi Rp 6 triliun-Rp 9 triliun, termasuk di dalamnya dana pembebasan lahan.

“Ground breaking bandara ini akan dimulai pada 15 April 2020 mendatang. Kalau untuk target [pengerjaan] kami maunya dua tahun tapi kalau medannya bukan terlalu mudah, tapi kami harapkan dua tahun atau lebih lama yang penting selesai. Timing penting tapi kualitas lebih penting,” kata Istata di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Dia menyebutkan, seluruh dana yang akan digunakan untuk pembangunan bandara tersebut akan menggunakan kas internal perusahaan dan tak akan mengganggu cash flow perusahaan.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)




Source link