fbpx

Harga Emas Antam Stabil Rp 985 Ribu per Gram


TEMPO.CO, JakartaHarga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam stabil pada perdagangan Minggu, 15 November 2020.

“Harga emas batangan satu gram Rp 985.000,” seperti ditulis dalam situs resmi logam mulia pada Minggu. Harga ini sama dengan Sabtu, 14 November 2020.

Berdasarkan situs tersebut, harga emas batangan Antam di butik Pulogadung, Jakarta hari ini, yaitu:

1 gram Rp 985.000
2 gram Rp 1.910.000
3 gram Rp 2.840.000
5 gram Rp 4.700.000
10 gram Rp 9.345.000
25 gram Rp 23.237.000

50 gram Rp 46.395.000
100 gram Rp 92.712.000
250 gram Rp 232.515.000

Sedangkan, harga emas berukuran 500 gram, yaitu Rp 462,8 juta. Dan harga emas batangan 1.000 gram yaitu Rp 925,6 juta. Harga emas pada 13 November sebesar Rp 978 ribu per gram.

Adapun harga emas hari ini jauh lebih tinggi dibanding awal tahun yang sebesar Rp 771 ribu. Harga tersebut merupakan yang terendah tahun ini.

Emas batangan ANTAM LM terjamin keaslian dan kemurniannya dengan sertifikat London Bullion Market Association.

Dalam situs itu, tertulis sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). “Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22,” tulis situs tersebut.

 





Source link

Mohon Bersabar! Harga Emas Belum Balik ke Level US$ 1.900/oz



Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas mengalami penguatan pada perdagangan pagi, Jumat (13/11/2020). Kenaikan harga emas dalam dua hari terakhir pasca melorot signifikan terjadi seiring dengan anjloknya dolar AS. 

Pada 09.15 WIB harga emas dunia di arena pasar spot menguat 0,17% dari posisi penutupan kemarin. Harga logam kuning itu kini dibanderol di US$ 1.878,8/troy ons. Setelah anjlok di awal pekan harga emas belum balik ke level psikologis US$ 1.900/troy ons.

Harga emas kurang punya katalis kuat di tengah sentimen yang campur aduk, sehingga pergerakan harganya cenderung terbatas.



Beberapa analis memiliki pandangan berbeda soal emas ke depannya. Ada yang melihat potensi kenaikan signifikan emas, ada juga yang melihat harga emas bakal runtuh.

Masih akan adanya stimulus masif dari pemerintah dan bank sentral ke depan bakal membuat dolar AS anjlok, imbal hasil riil aset safe haven lain seperti obligasi pemerintah jatuh ke teritori negatif dan angka inflasi yang tinggi di masa depan jadi alasan mengapa analis melihat emas masih punya ruang menguat. 

Namun adanya vaksin Covid-19 yang bakal membuat roda perekonomian berputar lebih kencang juga jadi faktor yang dipertimbangkan oleh banyak pihak. Keberadaan vaksin Covid-19 jadi kunci penggerak harga logam kuning itu.

Seperti terlihat saat Pfizer dan BioNTech mengumumkan kandidat vaksin buatannya diklaim memiliki tingkat keampuhan lebih dari 90% ketika melihat analisa awal hasil uji klinis tahap akhir. 

Lantas bagaimana pandangan bank sentral terhadap emas? Masihkah ada prospek ke depannya?

Sepanjang kuartal ketiga tahun ini, bank sentral menjadi entitas yang menjadi penjual bersih aset emas. Namun, menurut laporan dari Invesco sebagaimana diwartakan Kitco News, bank sentral diharapkan dapat mempertahankan cadangan emasnya dengan kuat.

Perusahaan investasi internasional tersebut melakukan survei bank sentral antara Agustus dan September ketika harga emas terdorong ke level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 2.000 per ons.

Berdasarkan hasil survei, partisipan memperkirakan cadangan emas bank sentral akan terus meningkat selama 12 bulan ke depan.

Pada saat yang sama, survei tersebut mencatat bahwa pandemi Covid-19 tidak memengaruhi pandangan bank sentral tentang emas. Sekitar 25% responden mengatakan mereka melihat emas sebagai aset yang lebih menarik.

“Keinginan untuk melakukan diversifikasi diperkirakan akan terus mendorong minat terhadap emas serta alternatif mata uang fiat lainnya terhadap dolar dan obligasi pemerintah AS, termasuk China dan Zona Euro,” kata laporan itu.

Faktor lain yang menambah daya pikat emas di antara bank sentral termasuk meningkatnya risiko keuangan dan suku bunga rendah.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)




Source link

Biden Jadi Presiden AS, Emas Diburu! Harga Bakal ke US$ 2.000



Jakarta, CNBC Indonesia  – Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) diprediksi bakal mempengaruhi tren harga emas dunia. Pilpres AS dimenangkan oleh calon presiden dari Partai Demokrat yaitu Joe Biden-Kamala Harris melawan petahana Donald Trump-Mike Pence.

Dikki Soetopo, Direktur PT Solid Gold Berjangka (SGB), mengatakan pasar saham, termasuk perdagangan emas dunia mengalami lonjakan yang cukup tajam dengan sentimen pilpres AS ini.

Menurut Dikki, para investor banyak menaruh harapan kepada Joe Biden sebagai orang nomor 1 di Amerika Serikat, karena stimulus lanjutan untuk Covid-19 yang digelontorkan akan jauh lebih besar.


Selain itu, perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok diharapkan akan usai jika Joe Biden terpilih sehingga sentimen positif terhadap pasar global kembali naik.

Selain emas, produk pasar berjangka lain yang saat ini di untungkan termasuk Indeks Hang Seng (HKK), di mana telah mencetak kenaikan sebesar 3,62% di perdagangan Jumat malam (6/11), sementara emas menguat 2,62%, termasuk bursa saham Wall Street AS.

Sebaliknya, indeks dollar malah sebaliknya, mengalami penurunan yang cukup tajam hingga -0.81%.

“Kami memprediksi bahwa selama pemilu AS berlangung maka harga emas akan berada di kisaran US$ 1.953/ troy ons sampai dengan US$ 1.964 troy ons. Sementara untuk HKK akan berada di level 26.500 – 26.100,” terang Dikki, dalam pernyataan yang diterima CNBC Indonesia, Minggu (8/11/2020).

Dia mengatakan, rekomendasi kepada para investor, sebelum ditetapkan siapa yg menjadi presiden AS, pasar global akan bergerak dengan volatilitas tinggi.

Oleh karena itu para investor diharapkan lebih berhati-hati meski tren harga emas dan HKK mengalami kenaikan, arah bisa saja berubah.

“Meskipun demikian, produk berjangka yang direkomendasikan saat momen pemilu AS saat ini adalah emas dan HKK. Selain itu dua produk ini juga akan mengalami tren positif saat perayaan Diwali di India, dan Window Dressing menjelang akhir tahun 2020 serta Imlek di awal tahun 2021,” jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, harga emas memang diramal berpotensi balik ke level tertingginya sepanjang sejarah yakni di US$ 2.000/troy ons.

Menurut COO sekaligus Co-Founder Digix sebuah platform trading emas digital Shaun Djie mengatakan bahwa emas bakal kembali ke level psikologis tertingginya setelah pemilu AS selesai dan pemenangnya diketahui.

Katalis pemicu harga emas bakal kembali ke level tersebut adalah adanya kenaikan kasus infeksi Covid-19 mengglobal. Gelombang kedua Covid-19 membuat prospek pemulihan ekonomi menjadi suram.

Namun, tahun depan sentimen yang bakal menggerakkan harga emas adalah distribusi vaksin Covid-19. Apabila vaksin tersedia dan distribusinya sesuai harapan Djie memperkirakan harga emas bakal melorot ke US$ 1.600/troy ons sebagaimana ia katakan dalam wawancara dengan Kitco News.

Namun jika yang terjadi sebaliknya, harga emas justru akan bersiap untuk melesat lebih tinggi.

Range Harga Emas Selama Pemilu AS, Data SGB

Support 1 : US$1.914/troy ons

Support 2 : US$ 1.900/troy ons

Resistance 1 : US$1.953/troy ons

Resistance 2 : US$1.964/troy ons

Range HKK Selama Pemilu AS, data SGB

Resistance 2 : 26.500

Resistance 1 : 26.100

Support 1 : 25.200

Support 2 : 25.024

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)




Source link

Goks! Harga Emas ‘Ngamuk’ Lagi, Melesat 3%



Jakarta, CNBC Indonesia – Emas kembali menunjukkan kemilaunya pekan ini setelah sekian lama harganya cenderung tak banyak bergerak. Logam mulia emas punya momentum untuk menguat di tengah anjloknya dolar AS. 

Pada 2-6 November, indeks dolar yang mencerminkan posisi greenback terhadap mata uang lainnya mengalami depresiasi yang dalam. Di saat itulah harga emas kembali melesat. 


Indeks dolar telah drop 1,95% di minggu ini dan harga emas naik hampir 3%. Emas dan dolar AS memiliki korelasi negatif kuat. Artinya memiliki arah pergerakan yang berlawanan. 

Ketika dolar AS menguat, harga emas cenderung tertekan. Begitu juga sebaliknya. Kini untuk 1 troy ons emas di arena pasar spot harganya dibanderol di US$ 1.951,5. 



Pemilihan presiden AS yang digelar pada 3 November lalu dan sampai sekarang belum selesai penghitungan suaranya menjadi sentimen utama penggerak pasar keuangan global.

Pemilu tahun ini menghadirkan dua kontestan yaitu Donald Trump sebagai petahana dan kandidat dari Republik serta penantangnya mantan wakil presiden AS era Barrack Obama, Joe Biden dari Demokrat.

Hasil penghitungan suara sementara menunjukkan Biden unggul dengan 264 suara elektoral sedangkan Trump hanya meraup 214 suara elektoral saja. Biden hanya butuh enam suara elektoral lagi untuk melangkah ke Gedung Putih.

Namun tampaknya Trump tak bisa menerima kemungkinan dirinya kalah. Intrik pun terjadi. Trump berupaya untuk menghentikan penghitungan suara di beberapa negara bagian dan di wilayah lain ia meminta penghitungan dilakukan ulang.

Trump juga berupaya untuk mempersengketakan hasil penghitungan suara ke jalur hukum. Pemilu AS tahun ini memang memakan waktu yang lebih lama dari biasanya. Selain karena mekanisme yang berbeda akibat pandemi Covid-19 juga dinamika yang terjadi. 

Pasar tampaknya semakin beradaptasi dengan kemungkinan Biden yang akan menjadi presiden AS ke-46 sampai 2024. Tak hanya itu Demokrat juga masih akan mengusai DPR sementara Senat dipegang Republik. 

Greg Harmon pendiri Dragonfly Capital, dalam sebuah wawancara dengan Kitco mengatakan bahwa bahkan jika Partai Republik mengendalikan Senat, Biden sebagai presiden mungkin akan tetap mendorong kebijakan ke arah lebih banyak stimulus daripada mengurangi. Pertanyaan yang dia tambahkan adalah apakah itu akan cukup.

Namun menurutnya ini lebih dari sekedar pertanyaan tentang stimulus. Lanskap politik AS memasuki wilayah belum dipetakan. Bahkan setelah semua suara dihitung, banyak ekonom dan pakar politik mengharapkan periode ketidakpastian yang berkepanjangan karena ada potensi penghitungan ualang suara dan tuntutan hukum diajukan.

Analis komoditas mengatakan ini juga bagus untuk emas sebagai aset safe-haven selain stimulus yang masif baik dari kebijakan fiskal yang ekspansif maupun moneter yang ultra-longgar.

Minggu ini the Fed selaku bank sentral AS juga tetap menahan suku bunga acuannya di kisaran nol persen. Strategi pembelian aset-aset keuangan yang dikenal dengan quantitative easing juga akan tetap dijalankan. 

Bos the Fed Jerome Powell bahkan menekankan pentingnya stimulus fiskal guna mendongkrak kembali perekonomian. Bahkan Powell tak segan-segan menekan para senator dengan berkata bahwa jika ekonomi tidak pulih karena stimulus yang besar tak digelontorkan, Senatlah yang harus disalahkan.Pe

Stimulus merupakan kata kunci utama emas bisa menguat 25% sepanjang tahun ini. Kebijakan fiskal ekspansif dan moneter ultra longgar menimbulkan serangkaian konsekuensi di pasar.

Banyaknya injeksi likuiditas di sistem keuangan membuat dolar AS melemah. Ekspektasi inflasi yang tinggi di masa depan meningkat. Di saat yang sama kebijakan pembelian aset-aset keuangan berupa obligasi pemerintah AS membuat yield riilnya jatuh ke teritori negatif.

Kondisi tersebut merupakan ekosistem yang baik untuk emas sebagai aset safe haven dan hedging dari devaluasi nilai mata uang akibat inflasi dan berbagai risiko ketidakpastian global.

Emas diramal berpotensi balik ke level tertingginya sepanjang sejarah yakni di US$ 2.000/troy ons. Menurut COO sekaligus Co-Founder Digix sebuah platform trading emas digital Shaun Djie mengatakan bahwa emas bakal kembali ke level psikologis tertingginya setelah pemilu selesai dan pemenangnya diketahui.

Katalis pemicu harga emas bakal kembali ke level tersebut adalah adanya kenaikan kasus infeksi Covid-19 mengglobal. Gelombang kedua Covid-19 membuat prospek pemulihan ekonomi menjadi suram.

Tahun depan sentimen yang bakal menggerakkan harga emas adalah distribusi vaksin Covid-19. Apabila vaksin tersedia dan distribusinya sesuai harapan Djie memperkirakan harga emas bakal melorot ke US$ 1.600/troy ons sebagaimana ia katakan dalam wawancara dengan Kitco News.

Namun jika yang terjadi sebaliknya, harga emas justru akan bersiap untuk melesat lebih tinggi.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)




Source link

Indikasi Kemenangan Joe Biden Makin Kuat, Harga Emas Melejit ke Level Tertinggi


TEMPO.CO, Jakarta – Semakin menguatnya indikasi kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) terus mendorong lonjakan harga emas hingga mencapai level tertinggi sejak Juli 2020. Kenaikan harga emas juga didorong oleh pertimbangan para investor terkait dengan prospek kelanjutan stimulus dari bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed).

Bullion yang merupakan sebutan untuk emas atau perak murni yang berwujud batang atau koin yang digunakan sebagai aset investasi, menguat selama sebulan terakhir, lantaran ketidakpastian dari Pilpres AS. Komoditas itu dinilai menjadi aset safe haven bagi para investor.

“Tampaknya ada aksi ambil untung yang dimulai sekitar US$ 1.960,” kata Tai Wong, Kepala Perdagangan Derivatif Logam di BMO Capital Markets, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu, 7 November 2020.

Harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi US$ 1.952,91 per ounce pada 11.27 pagi di New York, setelah naik sebanyak 0,6 persen. Hal tersebut memperpanjang kenaikan minggu ini menjadi 3,9 persen. Adapun indeks spot Dolar Bloomberg turun 0,3 persen.

Wenyu Yao, ahli strategi komoditas senior di ING Bank menyebutkan, para investor sejauh ini memprediksikan kemenangan Joe Biden atas Donald Trump di Pilpres AS. Mereka juga tak terlalu yakin dengan stimulus yang akan digelontorkan oleh The Fed.





Source link

Turun Rp 4.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 1 Juta


TEMPO.CO, Jakarta – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada perdagangan Kamis, 5 November 2020, stabil dibandingkan kemarin.

Harga emas batangan satu gram Rp 1.000.000,” seperti ditulis dalam situs resmi logammulia.com pada Kamis.

Berdasarkan situs logammulia.com, harga emas batangan Antam di butik Pulogadung, Jakarta hari ini, yaitu:

1 gram Rp 1.000.000
2 gram Rp 1.940.000
3 gram Rp 2.885.000
5 gram Rp 4.775.000
10 gram Rp 9.495.000
25 gram Rp 23.612.000
50 gram Rp 47.145.000
100 gram Rp 94.212.000
250 gram Rp 235.265.000

Sedangkan, harga emas berukuran 500 gram, yaitu Rp 470,3 juta. Dan harga emas batangan 1.000 gram yaitu Rp 940,6 juta. Harga emas pada 4 November sebesar Rp 1.004.000 per gram.

Adapun harga emas hari ini jauh lebih tinggi dibanding awal tahun yang sebesar Rp 771 ribu. Harga tersebut merupakan yang terendah tahun ini.





Source link

Emas Dunia Loyo, Sedangkan Antam Naik Rp 10.000 Per Gram


JawaPos.com – Harga emas dunia melemah. Hal ini dikarenakan para investor mengamati detik-detik terakhir penutupan pemilihan presiden Amerika.

Mengutip laman Reuters, Rabu (4/11), harga emas di pasar spot turun 0,30 persen menjadi USD 1.903,43 per ounce pada pukul 08.45 WIB. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat menyusut 0,44 persen menjadi USD 1.900,20 per ounce.

Berdasarkan sentimen geopolitik, jajak pendapat nasional menunjukkan kandidat Partai Demokrat, Joe Biden, memimpin kontestasi. Sementara suara Presiden Donald Trump di beberapa negara bagian battleground terlihat mempertahankan kursi kepresidenan.

Kemudian, pesanan baru untuk barang-barang buatan AS meningkat pada September 2020. Tetapi kenaikan bisa tertahan di tengah perlambatan belanja konsumen karena anggaran pemerintah untuk bisnis dan pekerja yang terkena dampak pandemi Covid-19 sudah habis.

Komite Pasar Terbuka Federal memulai pertemuan dengan pembuat kebijakan, yang menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung ekonomi karena terpukul pandemi dan mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Adapun logam lainnya, seperti perak turun 0,1 persen menjadi USD 24,14 per ounce. Platinum melemah 0,4 persen menjadi USD 863,25 per ounce dan paladium naik 0,2 persen menjadi USD 2.286,36 per ounce.

Sedangkan, mengutip emas batangan milik Antam kembali ke level Rp 1 juta per gram. Naik Rp 10.000 per gram dan dijual Rp 1.004.000 per gram. Sementara harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari ini naik lebih tinggi, Rp 11.000 ke level Rp 896.000 per gram.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Romys Binekasri





Source link

Harga Emas Antam Hari Ini 27 Oktober, Macet di Rp1,007 Juta



Jakarta, CNN Indonesia —

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp1,007 juta per gram pada Selasa (27/10). Ini berarti, harga emas bergerak stagnan sejak perdagangan kemarin.

Serupa, harga pembelian kembali (buyback) juga bergerak stagnan di level Rp899 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp533 ribu, 2 gram Rp1,95 juta, 3 gram Rp2,9 juta, 5 gram Rp4,81 juta, 10 gram Rp9,56 juta, 25 gram Rp23,78 juta, dan 50 gram Rp47,49 juta.







Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp94,91 juta, 250 gram Rp237,01 juta, 500 gram Rp473,82 juta, dan 1 kilogram Rp947,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX naik 0,21 persen menjadi US$1.909,7 per troy ons. Begitu juga dengan harga emas di perdagangan spot yang menguat 0,25 persen ke US$1.906,87 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menyatakan harga emas internasional terlihat mulai bergerak menguat sejak pagi. Pasar kembali masuk ke instrumen emas karena belum ada kepastian terkait stimulus ekonomi di Amerika Serikat (AS).

[Gambas:Video CNN]

“Terlihat ada perubahan perilaku pasar, kekhawatiran yang meningkat terhadap perekonomian AS karena meningkatnya kasus covid-19, sementara stimulus tidak juga diluncurkan,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, pasar sedang menunggu data survei tingkat keyakinan konsumen terhadap perekonomian di AS untuk periode Oktober 2020. Jika hasilnya lebih baik dari ekspektasi, maka emas berpotensi tertekan karena pasar akan kembali ke dolar AS dan meninggalkan emas.

“Emas hari ini berpotensi bergerak di kisaran US$1.890-US$1.920 per troy ons,” pungkas Ariston.

(aud/sfr)





Source link

Di buru saat pandemi, transaksi jual beli emas di platform digital ramai

Di buru saat pandemi, transaksi jual beli emas di platform digital ramai


ILUSTRASI. FILE PHOTO: An employee shows a 1 gram piece of a gold Combibar at a plant of gold refiner and bar manufacturer Valcambi SA in the southern Swiss town of Balerna December 20, 2012.REUTERS/Michael Buholzer/File Photo

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pandemi yang memberi bayangan resisi membuat masyarakat memburu instrumen emas untuk berinvestasi. Hal ini mendorong pertumbuhan jumlah pengguna maupun transaksi emas yang terjadi dalam platform digital.

PT Tamasia Global Sharia misalnya membuktikan terjadi pertumbuhan pengguna baru 30% secara bulanan atau month on month (mom). EO & Co-Founder Tamasia Muhammad Assad bilang saat ini memiliki 400.000 pengguna layanan emas secara digital dengan prinsip syariah.

Assad bilang, para pengguna Tamasia didominasi oleh milenial berusia 25 tahun hingga 40 tahun. Secara demografis, kebanyakan berasal di pulau Jawa.

Baca Juga: Harga emas Antam turun Rp 2.000, potensi rugi 10,62% pembeli sepekan lalu

“Secara transaksi juga seiring dengan pertumbuhan pengguna baru, itu tumbuh 30% secara bulanan. Bahkan pada awal pandemi, April hingga Juni itu bisa tumbuh 50%. Padahal biasanya kita hanya tumbuh 10% hingga 20%,” ujar Assad kepada Kontan.co.id pada Selasa (13/10).

Lanjut Ia, pada awal pandemi saat harga emas menyentuh harga Rp 1 juta, banyak para pengguna melakukan aksi taking profit atau buy back. Namun, saat ini para pengguna telah melihat harga emas di kisaran Rp 1 juta merupakan harga standar.

“Peningkatan buyback kita sekitar 20% setelah lebaran. Jadi dulu orang banyak pada nabung. Saat mereka lihat margin bagus, mereka jual. Namun sekarang sudah normal kembali,” jelas Assad.

Ia menjelaskan kenaikan transaksi dan pengguna ini juga tak terlepas dari upaya Tamasia bekerja sama dengan pihak ketiga seperti Grab Kios dan PT Pos Indonesia. Lewat kerja sama ini, Tamasia bisa melayani transaksi jual beli emas di cabang mitra strategis ini.

Adapun CEO dan Founder IndoGold Indra Sjuriah menyatakan secara kuartalan, transaksi dan jumlah pengguna indogold tumbuh 30% di masa pandemi. Sedangkan untuk transaksi buyback hanya tumbuh lebih sedikit.

“Saat ini, IndoGold sudah bekerja sama dengan ecommerce Bukalapak saja. Kita terbuka juga untuk aggregator maupun ecommerce lainnya,” terang Indra kepada Kontan.co.id.

Bisnis tabungan emas milik PT Pegadaian (Persero) juga laris manis di tengah pandemi. Tekanan di pasar saham dan surat utang, diikuti oleh semakin mini bunga acuan Bank Indonesia, membuat masyarakat melirik logam mulia.

Sekretaris Perusahaan Pegadaian R. Swasono Amoeng Widodo menyatakan, terdapat 6,2 juta rekening nasabah tabungan emas Pegadaian hingga Agustus 2020. Jumlah rekening itu tumbuh 98,8% year on year (yoy) dibandingkan Agustus 2019.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Naik Rp 3.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 1,030 Juta

Naik Rp 3.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 1,030 Juta


TEMPO.CO, JakartaHarga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2020, naik Rp 3.000 dibanding kemarin.

“Harga emas batangan satu gram Rp 1.030.000,” seperti ditulis dalam situs resmi logammulia.com pada Senin.

Berdasarkan situs logammulia.com, harga emas batangan Antam di butik Pulogadung, Jakarta hari ini, yaitu:

1 gram Rp 1.030.000
2 gram Rp 2.000.000
3 gram Rp 2.975.000
5 gram Rp 4.930.000
10 gram Rp 9.795.000
25 gram Rp 24.362.000
50 gram Rp 48.645.000
100 gram Rp 97.212.000
250 gram Rp 242.765.000

Sedangkan, harga emas berukuran 500 gram, yaitu Rp 475,3 juta. Dan harga emas batangan 1.000 gram yaitu Rp 970,6 juta. Adapun harga emas pada 30 Agustus sebesar Rp 1.027.000 per gram.

Harga emas hari ini jauh lebih tinggi dibanding awal tahun yang sebesar Rp 771 ribu. Harga tersebut merupakan yang terendah tahun ini.





Source link