fbpx

Revitalisasi Terminal Amplas Medan Dimulai, Bakal Ada Fasilitas Hotel dan Mal


TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan memulai program revitalisasi Terminal Tipe A Amplas di Medan, Sumatera Utara, pada Ahad, 8 November 2020. Menteri Budi Karya Sumadi mengatakan revitalisasi dilakukan di tengah pandemi dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Pembangunan tidak boleh berhenti dan pelayanan harus tetap maksimal. Namun, protokol kesehatan tetap menjadi panglima,” ujar Budi Karya dalam keterangannya pada Ahad, 8 November.

Menurut Budi Karya, pembenahan simpul transportasi akan membuat masyarakat nyaman. Minat untuk menggunakan angkutan umum, kata Budi Karya, akan meningkat. Dengan begitu, Budi Karya berharap pemanfaatan sarana transportasi di Medan tak kalah dengan Jakarta.

Revitalisasi Terminal Penumpang Tipe A Amplas Medan dilaksanakan dalam tiga tahap yang akan selesai pada 2022. Budi Karya menjelaskan, terminal akan memiliki pusat perekonomian seperti mal dan hotel. Di dalam terminal, fasilitas pembelian tiketnya pun akan dialihkan sepenuhnya dengan sistem elektronik.

“Ini dapat meningkatkan pelayanan di terminal melalui pola kepengusahaan guna mendukung perwujudan pemulihan ekonomi nasional,” ucapnya.

Terminal Tipe A Amplas Medan berdiri di atas lahan seluas 2,1 hektare. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 45 miliar untuk revitalisasi terminal dengan skema pendanaan  kontrak tahun jamak.





Source link

Asosiasi Minta Jemaah Waspada Tawaran Biaya Umrah Murah


TEMPO.CO, Jakarta – Pembukaan kembali perjalanan umrah oleh Pemerintah Arab Saudi tidak secara langsung mendorong bisnis perjalanan umrah di Indonesia menggeliat. Sebab, terdapat sejumlah persyaratan yang dinilai cukup menyulitkan untuk penyelenggaraan umrah di di saat pandemi Covid-19.

Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi), Syam Resfiadi, mengatakan penyelenggara umrah dalam negeri akan cukup kesulitan dalam hal pengurusan visa. Menurut dia, dari 700 penyedia visa Arab Saudi, baru 15 yang diberikan izin.

“Dari 15 itu belum diketahui juga apakah pernah menjadi mitra dengan perusahaan penyelenggara di Indonesia. Semua masih dalam tahap uji coba dan perbaikan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk merapikan sistem tata cara umrah pada masa pandemi,” ujar Syam mengutip Bisnis.Com, Rabu, 4 Oktober 2020.

Selain itu, Syam menilai, penyelenggara umrah dalam negeri belum dapat berbuat banyak seiring dengan sejumlah persyaratan yang dianggap memberatkan jemaah umrah yang ingin berangkat.

Sejumlah persyaratan baru bagi calon jemaah umrah diantaranya batasan usia 18-50 tahun, karantina selama 3 hari, dan tes PCR yang dikatakan hanya dapat dilakukan oleh klinik sesuai dengan standar Pemerintah Arab Saudi.

Dari segi harga, penyelenggaraan umrah di Indonesia juga dibebani dengan kenaikan hingga 30 persen. Dari hitungan Sapuhi, harga umrah bagi penyelenggara yang menjual layanan dengan fasilitas hotel bintang 4 dan 5 mencapai Rp36 juta.

Adapun, harga referensi penyelenggaraan umrah dengan pelayanan hotel bintang 3 nilainya mencapai Rp26 juta sudah termasuk kenaikan 30 persen. Jemaah umrah pun diminta berhati-hati untuk penawaran dengan harga di bawah tersebut.

“Masyarakat harus tahu kalau sekarang ada kenaikan harga. Jadi, jangan beli tiket dengan harga di bawah itu. Bisa jadi ada penipuan. Apabila harga di bawah itu harus dilaporkan ke Kementerian Agama,” ujar Syam.

Baca juga: Garuda Tunggu Pemerintah Soal Izin Penerbangan Umrah ke Arab Saudi





Source link

Libur Cuti Bersama, Pemesanan Kamar Hotel di 4 Daerah Ini Melonjak


TEMPO.CO, Jakarta – Libur cuti bersama di akhir bulan Oktober ini membawa angin segar bagi industri jasa, di antaranya perhotelan di sejumlah destinasi wisata. Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardijansjah menyebutkan, pemesanan kamar hotel di sejumlah daerah seperti Bogor, Bandung, Pangandaran, dan Yogyakarta via platform daring diketahui melonjak. 

“Tingkat hunian hotel bagus. Terutama di tempat wisata seperti Bandung, kawasan Puncak Bogor, Yogyakarta, dan Pangandaran. Rata-rata sudah fully booked dengan tingkat penghunian hotel 90-100 persen,” kata Budijanto, Kamis, 29 Oktober 2020.

Bahkan Budjanto yakin gelombang wisatawan domestik pada periode libur panjang sejak 28 Oktober – 1 November 2020 akan mendongkrak tingkat hunian hotel di daerah-daerah tersebut hingga 100 persen. Kenaikan ini bila dibandingkan dengan masa hari kerja atau weekdays.

Budijanto menilai lonjakan tingkat keterisian hotel saat libur panjang ini lebih tinggi ketimbang kenaikan yang juga sudah mulai terjadi pada akhir pekan biasa. Asita sebelumnya memperkirakan rata-rata okupansi hotel 50-60 persen untuk daerah-daerah wisata di Pulau Jawa yang dapat diakses melalui jalur darat.





Source link

Pemerintah akan Tanggung Biaya Hotel Bintang 3 untuk Isolasi Mandiri

Pemerintah akan Tanggung Biaya Hotel Bintang 3 untuk Isolasi Mandiri


TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional(PC-PEN) Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana pemerintah untuk menanggung biaya pemanfaatan hotel bintang 2 dan 3 untuk menampung isolasi mandiri pasien Covid-19.

“Kami akan terus menambah kapasitas tempat tidur, tenaga kesehatan, dan fasilitas pendukung atau obat-obatan,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis Sabtu, 12 September 2020.

Dia menuturkan, secara nasional kapasitas fasilitas kesehatan masih memadai. Hal ini tercermin dari tingkat keterisian tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU pada Rumah Sakit (RS) rujukan di 8 provinsi prioritas.

Dari seluruh tempat tidur yang ada di ruang ICU, rata-rata tingkat keterisian sebesar 46,11 persen. Sementara dari seluruh tempat tidur yang ada di ruang isolasi rata-rata tingkat keterisian sebesar 47,88 persen. “Dengan tingkat keterisian masih di bawah 50 persen artinya ketersediaan Tempat Tidur masih sangat cukup,” ujarnya.

Pemerintah, kata dia, juga telah melakukan peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di Rumah Sakit rujukan dan RS non-rujukan pada Maret 2020 sampai Agustus 2020. Namun, peningkatan tersebut ternyata diikuti pula dengan peningkatan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

Khusus fasilitas di RS Wisma Atlet, masih terdapat ruang isolasi yang tersedia termasuk rencana optimalisasi beberapa tower yang ada. Tower yang dimaksud antara lain Tower 6 dan Tower 7 yang berfungsi sebagai RS dan Tower 5 sebagai flat isolasi mandiri.

Airlangga kembali menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga keseimbangan antara aspek kesehatan dan ekonomi. Setiap program pemulihan ekonomi, akan mengedepankan penerapan protokol kesehatan sebagai prasyarat utama dalam pelaksanaan program. “Pemerintah terus memberikan dukungan terhadap sektor kesehatan tercermin dari alokasi budget untuk sektor kesehatan sebesar Rp 87,5 Triliun di 2020 dan Rp 25,4 triliun di 2021,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu,  12 September 2020.

Baca juga: Airlangga Hartarto Jamin Tidak Ada Kapasitas Kesehatan yang Terbatas





Source link