fbpx

Akan bentuk holding bareng BRI, Pegadaian: Masih dalam kajian


ILUSTRASI. Nasabah menunggu antrian di kantor Pegadaian Ciputat tangerang Selatan, Senin (12/10).

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konsolidasi antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) terus dimatangkan. Rencananya, melalui konsolidasi itu akan dibentuk holding pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kabarnya, terdapat dua skema yang diajukan pemegang saham untuk meleburkan dua perusahaan pelat merah itu di bawah naungan BRI. Skema pertama, BRI mengakuisisi perusahaan tersebut. Skema kedua membentuk holding

Terkait rencana itu, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo, mengakui bahwa Pegadaian mendapatkan arahan terkait akuisisi. Namun rencana tersebut masih dalam proses kajian.

“Mungkin bisa diperjelas ke BRI. Kalau kami melihatnya ini masih dalam proses kajian,” kata Harianto, Jumat (13/11).

Baca Juga: Harga emas siang ini di Pegadaian, Jumat 13 November 2020

Seiring pematangan kajian pembentukan holding, Harianto menegaskan, Pegadaian akan tetap fokus untuk mengoptimalkan layanan sesuai rencana kerja yang ada.

Pada paparan kinerja Rabu (11/11) kemarin, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo bilang proses laporan keuangan telat dipublikasikan lantaran perseroan tengah menyiapkan aksi korporasi. Sayangnya ia enggan memberi penjelasan lebih lanjut.

“Audit ini dalam rangka untuk corporate action. Nanti pada saatnya kami share ke publik,” ungkapnya.

Sebenarnya rencana pembentukan holding ini telah mengemuka sejak awal tahun. Saat itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa akan melakukan sinergi antara BRI, Pegadaian, dan PNM.

Ini dilakukan lantaran ketiga perusahaan pelat merah tersebut punya amanat serupa dari Kementerian BUMN untuk menyalurkan pembiayaan ke segmen UMKM terutama mikro.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Konsolidasi BRI, Pegadaian, dan PNM terus dimatangkan


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konsolidasi antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) terus dimatangkan. Rencananya, melalui konsolidasi itu akan dibentuk holding pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kabarnya, terdapat dua skema yang diajukan pemegang saham untuk meleburkan dua perusahaan pelat merah itu di bawah naungan BRI. Skema pertama, BRI mengakuisisi perusahaan tersebut. Skema kedua membentuk holding

Terkait rencana itu, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo, mengakui bahwa Pegadaian mendapatkan arahan terkait akuisisi. Namun rencana tersebut masih dalam proses kajian.

“Mungkin bisa diperjelas ke BRI. Kalau kami melihatnya ini masih dalam proses kajian,” kata Harianto, Jumat (13/11).

Baca Juga: Harga emas siang ini di Pegadaian, Jumat 13 November 2020

Seiring pematangan kajian pembentukan holding, Harianto menegaskan, Pegadaian akan tetap fokus untuk mengoptimalkan layanan sesuai rencana kerja yang ada.

Pada paparan kinerja Rabu (11/11) kemarin, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo bilang proses laporan keuangan telat dipublikasikan lantaran perseroan tengah menyiapkan aksi korporasi. Sayangnya ia enggan memberi penjelasan lebih lanjut.

“Audit ini dalam rangka untuk corporate action. Nanti pada saatnya kami share ke publik,” ungkapnya.

Sebenarnya rencana pembentukan holding ini telah mengemuka sejak awal tahun. Saat itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa akan melakukan sinergi antara BRI, Pegadaian, dan PNM.

Ini dilakukan lantaran ketiga perusahaan pelat merah tersebut punya amanat serupa dari Kementerian BUMN untuk menyalurkan pembiayaan ke segmen UMKM terutama mikro.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) siap bikin holding bareng PNM dan Pegadaian


ILUSTRASI. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) siap bikin holding bareng PNM dan Pegadaian.

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Rencana sinergi perusahaan pembiayaan mikro pelat merah yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani kembali mencuat pasca laporan keuangan kuartal III-2020 telat dilaporkan.

Direktur Keuangan BRI dalam paparan kinerja Rabu (11/11) kemarin bilang proses laporan keuangan  telat dipublikasikan lantaran perseroan tengah menyiapkan aksi korporasi. Sayangnya ia enggan memberi penjelasan lebih lanjut.

“Audit ini dalam rangka untuk corporate action. Nanti pada saatnya kami share ke publik,” ungkapnya.

Adapun saat dikonfirmasi Corporate Secretary BRI Aestka Oryza Gunarto hanya menjelaskan aksi tersebut akan bertujuan mengembangkan bisnis perseroan pada lini UMKM.

Baca Juga: Saham perbankan big cap cuan besar, ini kata analis

“Secara umum aksi korporasi dilakukan untuk mendukung strategi BRI, dan makin fokus mengembangkan UMKM,” katanya kepada KONTAN, Kamis (12/11).

Rencana terkait sebenarnya telah mengemuka sejak awal tahun. Saat itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa akan melakukan sinergi antara BRI, Pegadaian, dan PNM.

Ini dilakukan lantaran ketiga perusahaan pelat merah tersebut punya amanat serupa dari Kementerian BUMN untuk menyalurkan pembiayaan ke segmen UMKM terutama mikro.

Baca Juga: Indeks saham BUMN20 bangkit di kuartal IV, simak rekomendasi sahamnya

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link