fbpx

Inggris Bangun Stasiun Nuklir Mini Pekerjakan 6.000 Orang



Jakarta, CNN Indonesia —

Inggris berencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir mini agar mengurangi emisi karbon. Pembangunan tersebut akan menciptakan 6.000 pekerjaan selama lima tahun.

Dikutip dari AFP, sebuah konsorsium yang dipimpin oleh raksasa teknik Rolls-Royce ingin membangun 16 pembangkit listrik reaktor modular kecil (SMR) selama dua dekade mendatanh.

Pembangunan ini diklaim jauh lebih murah dan lebih aman daripada instalasi tradisional. Konsorsium telah memenangkan dana desain dari pemerintah.







“Konsorsium SMR Inggris, yang dipimpin oleh Rolls-Royce, telah mengumumkan mereka mengharapkan untuk menciptakan 6.000 pekerjaan regional Inggris dalam lima tahun mendatang, jika pemerintah Inggris membuat komitmen yang jelas untuk membangun reaktor,” kata sebuah pernyataan resmi dikutip AFP.

Total pekerjaan bisa mencapai 40 ribu pada 2035.

“Kami telah mengembangkan proses manufaktur dan perakitan yang akan membuat tenaga nuklir rendah karbon yang andal terjangkau, dapat dikirim dan diinvestasikan,” kata Tom Samson, Kepala Eksekutif Sementara Konsorsium SMR Inggris.

Menurut Samson dengan menciptakan pembangkit listrik buatan pabrik yang keluar dari jalur perakitan, mereka secara radikal mengurangi banyak risiko konstruksi yang terkait dengan pembangkit listrik tenaga nuklir baru.

Konsorsium tersebut terdiri dari perusahaan-perusahaan yang berspesialisasi dalam industri nuklir dan manufaktur. Konsorsium mengatakan setiap stasiun nuklir kompak akan menyediakan listrik yang cukup untuk menggerakkan 450 ribu rumah selama 60 tahun.

Unit pertama akan beroperasi dalam satu dekade setelah pesanan pertama, dan konsorsium juga berharap bisa menandatangani kontrak di luar negeri.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Inggris yang dibangun pada abad terakhir telah ditutup atau akan mendekati akhir masa pakainya.

Tetapi negara itu ingin mempertahankan 20 persen listrik yang dihasilkannya dari tenaga nuklir untuk membantu memenuhi janjinya untuk mengurangi emisi karbon menjadi nol bersih pada 2050 dan mengatasi perubahan iklim.

[Gambas:Video CNN]

(age/agt)






Source link

Diselidiki KPK-nya Inggris, Begini Penjelasan Emirsyah Satar



Jakarta, CNBC Indonesia – Tim advokat mantan direktur utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Emirsyah Satar, menyebutkan, penyelidikan kasus dugaan suap oleh Serious Fraud Office (SFO) Inggris dalam pengadaan pesawat Bombardier CRJ 1000 NG bukan kasus baru.

Perkara tersebut telah diperiksa dalam persidangan perkara dugaan tindak pidana suap dan pencucian yang telah diputus. Namun pihak Emirsyah mengajukan banding kepada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan kemudian Kasasi kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI).

“Dengan kata lain perkara ini masih dalam proses dan belum final. Tim Advokat ESA mengajukan permohonan kasasi karena telah terjadi kekeliruan dan kesalahan penerapan hukum, di mana dakwaan yang tidak sesuai dengan fakta persidangan telah diterima oleh Pengadilan Negeri dan dikuatkan Pengadilan Tinggi,” tulis tim advokat Emirsyah Satar dalam keterangan resminya, Senin (9/11/2020).

Dalam persidangan tersebut, Emirsyah didakwa menerima uang senilai US$ 200.000 dari Bombardier dalam bentuk bonds (surat berharga) melalui Soetikno Soedarjo.

“Padahal, sesuai fakta persidangan dari keterangan para saksi, ESA terbukti tidak pernah menerima uang atau barang apapun dari pihak Bombardier dan pemilik bonds senilai US$ 200.000 tersebut adalah SS yang pada saat menjual kembali bonds tersebut, semua dana kembali ke SS,” tulis tim advokat Emirsyah Satar.

Tim advokat ini menyebut Emirsyah tak pernah menerima dana terkait dengan surat utang maupun dari Bombardier. Disebutkan pengadaan pesawat Bombardier CRJ 1000 NG Garuda Indonesia itu dilakukan oleh tim pengadaan Garuda kala itu.


Hal tersebut juga disampaikan dalam sidang oleh saksi telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dan prosedur. Sedangkan direksi hanya memberikan keputusan atas rekomendasi dari tim pengadaan dan menyetujui rekomendasi pilihan pesawat yang diajukan tim pengadaan.

“Faktanya harga pesawat Bombardier CRJ 1000 NG lebih rendah dibanding pesawat kompetitornya, Embraer sebesar lebih kurang US$ 3.100.000/pesawat, sehingga Garuda Indonesia telah melakukan penghematan sebesar US$ 55.800.000 dari 18 pesawat Sub-100 Seater yang dibeli.”

Dalam proses jual beli ini, Garuda mendapatkan potongan harga (diskon) sebesar 46% yang nilainya setara dengan US$ 23,14 juta per pesawat dari harga awalnya US$ 49,53 juta/armada pesawat. Sehingga perusahaan hanya membayarkan US$ 26,38 juta/armada pesawat

Harga ini disebutkan jauh lebih rendah dibanding dengan harga pesawat Embraer yang dalam proses pengadaan hanya memberikan diskon maksimal menjadi seharga US$ 29.500.000 per pesawat.

Pekan lalu dilaporkan SFO bakal mulai menyelidiki dugaan korupsi di Bombardier, perusahaan produsen pesawat dan kereta yang berbasis di Kanada. Penyelidikan ini juga melibatkan Garuda Indonesia.

Dilansir dari aerotime, penyelidikan ini dilakukan karena adanya penyuapan dan korupsi yang berhubungan dengan kontrak dan pesanan pesawat baru Garuda kepada perusahaan tersebut.

“Karena ini adalah investigasi langsung, SFO tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut,” demikian pernyataan singkat SFO, dikutip Jumat (6/11/2020).

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)




Source link

Tanggapan Erick Thohir dan Bos Garuda Soal Investigasi KPK Inggris


TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra menanggapi investigasi lembaga pemberantasan korupsi di Inggris, yakni Serious Fraud Office (SFO) terkait dugaan kasus suap kontrak penjualan pesawat Garuda pada 2012 yang melibatkan Bombardier Inc.
Erick dan Irfan mengatakan akan mendukung proses hukum tersebut.

“Karena ini merupakan bagian dari good corporate governance dan transparasi yang dijalankan sejak awal kami menjabat dan sesuai dengan program transformasi BUMN,” tutur Erick dalam keterangannya, Jumat, 6 November 2020.

Erick menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparatur penegak hukum seperti KPK, Kementerian Hukum dan HAM, serta dan Kejaksaan dalam penanganan kasus Garuda. Menurut Erick, Kementerian Hukum dan HAM akan membantu Kementerian BUMN dalam melakukan revisi kontrak melalui mutual legal assistance atau bantuan hukum timbal balik.

Adapun SFO mengumumkan investigasinya pada Kamis, 5 November 2020. “SFO sedang menyelidiki Bombardier Inc. atas dugaan suap dan korupsi terkait kontrak dan/atau perintah dari Garuda Indonesia,” kata SFO seperti dikutip dari Reuters.

Investigasi dilakukan setelah pengadilan Indonesia menjatuhkan sanksi pidana terhadap mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, yakni Emirsyah Satar, Mei lalu. Emir terbukti terlibat kasus suap pengadaan pesawat dan manufaktur yang melibatkan perusahaan Airbus dan Rolls Royce.

SFO menyatakan investigasi sedang berlangsung. Karena itu, lembaga anti-rasuah tidak dapat memberikan komentar lebih jauh. Sementara itu di Montreal, Bombardier mengkonfirmasi telah diberitahu soal penyelidikan SFO sejak beberapa pekan lalu. Perusahaan menyatakan akan kooperatif. Manajemen juga sudah menunjuk pengacara eksternal.





Source link

Cerita Pelaku Bisnis Restoran Indonesia di Inggris Saat Lockdown


TEMPO.CO, Jakarta – Bisnis restoran Indonesia kembali terpuruk dengan adanya keputusan pemerintah Inggris menerapkan karantina nasional atau lockdown kedua di Inggris di tengah kasus positif virus corona mencapai lebih dari satu juta.

Pemilik salah satu restoran keluarga Indonesia di London Bali Bali, Zulfan Hesty dan Ibrahim, mengatakan mereka berusaha untuk bangkit kembali di tengah pandemi virus corona yang menyebabkan Inggris resesi dan banyak usaha gulung tikar apalagi pemerintah Inggris kembali menerapkan karantina selama sebulan ke depan. “Kami tidak tahu bagaimana masa depan bagi kami, pandemi ini benar-benar buruk,” ujar Zulfan kepada Antara di London, Jumat, 6 November 2020.

Pemerintah Inggris kembali mengumumkan karantina selama sebulan. “Jadi virus ini semakin parah, terutama di Eropa menyebabkan cuaca dingin musim dingin bertambah,” katanya.

Zulfan dan Hesty Ibrahim mengatakan dengan kembali diterapkannya lockdown, ketidakpastian masih membayangi pemilik restoran, bar, dan kafe, walaupun pemerintah Inggris pada Juli lalu mengizinkan dibuka dan memberikan bantuan.

Zulfan mengatakan dengan masih terbatasnya turis yang masuk Inggris, mereka masih khawatir akan jumlah pengunjung restoran.

“Kami sangat tergantung pada turis apalagi belum banyak penerbangan yang datang,” kata Zulfan. Dia tak tahu apakah bisnis keluarga yang dibina sejak lebih 30 tahun bisa bangkit.





Source link

Bank Sentral Inggris Suntik Stimulus Tambahan Rp2.805 T



Jakarta, CNN Indonesia —

Bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) mengucurkan stimulus tunai tambahan senilai 150 miliar poundsterling atau sekitar Rp2.805 triliun (asumsi kurs Rp18.700 per poundsterling) untuk mengantisipasi dampak resesi ekonomi yang lebih dalam akibat pandemi virus corona atau covid-19.

Stimulus ini juga diberikan untuk meredam dampak penguncian wilayah (lockdown) sebagai antisipasi gelombang kedua pandemi.

“Bank of England akan meningkatkan target kepemilikan dari obligasi pemerintah Inggris yang dibeli dengan tambahan 150 miliar poundsterling, ini dibiayai oleh penerbitan cadangan bank sentral,” ungkap Komite Kebijakan Moneter BoE seperti dikutip dari AFP, Kamis (5/11).







Keputusan dari BoE dilakukan sebelum pengumuman paket stimulus fiskal dari pemerintah Inggris yang diumumkan Menteri Keuangan Rishi Sunak. Pemberian stimulus fiskal pemerintah termasuk perpanjangan cuti dari pemerintah.

Selain itu, pemerintah juga akan membayar sekitar 80 persen gaji pekerja yang perusahaannya terpaksa tutup. Pagunya sekitar 2.500 poundsterling per bulan.

Secara total, BoE sudah memberikan stimulus ke pasar mencapai 895 miliar poundsterling. Pertama kali, stimulus diberikan sebesar 450 miliar poundsterling pada Maret lalu.

Setelah itu, BoE menambah lagi stimulusnya untuk mengantisipasi dampak pandemi ke negara tersebut. Sementara Inggris siap melangsungkan lockdown selama empat minggu ke depan dalam rangka penanganan pandemi gelombang kedua.

Sebelumnya, Inggris pernah melangsungkan lockdown pada April sampai Juni 2020. Kebijakan itu memicu resesi di negara yang terletak di kawasan Eropa itu.

BoE menilai lockdown kedua akan memberikan ketidakpastian bagi prospek ekonomi Inggris ke depan. Indikator penentu berada di perkembangan konsumsi rumah tangga, bisnis, dan pasar keuangan ke depan.

“Prospek ekonomi tetap tidak pasti. Itu tergantung pada evolusi pandemi dan tindakan yang diambil untuk melindungi kesehatan masyarakat, transisi, dan pengaturan perdagangan baru antara Uni Eropa dan Inggris,” terang BoE.

Kendati begitu, BoE menilai lockdown mau tidak mau perlu dilakukan. Pertimbangan ini pun sudah dibicarakan dengan para ahli epidemologi.

“Saya melihatnya dari sudut pandang kebijakan ekonomi, menurut saya sangat penting bagi kami untuk mengambil tindakan yang cepat dan kuat. Kita semua sadar ini situasi yang luar biasa, saya kira sudah sepantasnya kita mengambil tindakan ini,” kata Gubernur BoE Andrew Bailey.

Sebelumnya, BoE juga memberi stimulus moneter berupa penurunan tingkat suku bunga acuan hingga level terendah 0,1 persen. Di sisi lain, BoE memandang Inggris juga punya tantangan ekonomi lain dari belum tercapainya kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa.

Ekonomi Inggris diperkirakan akan turun 2 persen pada kuartal IV 2020 dan turun 11 persen pada keseluruhan tahun ini. Proyeksinya memburuk dari sebelumnya 9,5 persen. Namun, ekonomi tahun depan diramal berbalik ke kisaran 7,25 persen.

Ekonom sekaligus Direktur IHS Marki Tim Moore memperkirakan ekonomi Inggris bisa jatuh lebih dalam. “Lockdown November di Inggris dan memburuknya situasi covid-19 di seluruh Eropa berarti bahwa ekonomi Inggris tampaknya berada di jalur resesi yang dalam dua kali lipat pada musim dingin ini dan jalan yang jauh lebih menantang menuju pemulihan pada 2021,” kata Moore kepada CNN Business

[Gambas:Video CNN]

(uli/sfr)






Source link