fbpx

Survei APJII: Hanya 7 Persen Pengguna Internet Punya Wifi di Rumah


TEMPO.CO, Jakarta – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengumumkan hasil survei pengguna internet periode 2019 hingga kuartal II 2020. Hasilnya, hanya 7,5 persen saja dari pengguna internet di Indonesia yang menggunakan layanan wireless fidelity atau wifi di rumah mereka.

“Mayoritas pengguna tidak berlangganan internet tetap di rumah,” kata Ketua Umum APJII Jamalul Izza dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 9 November 2020.

Sementara, pengguna layanan internet kabel atau ethernet tak jauh berbeda, yaitu 7 persen. Sehingga totalnya, hanya 14,5 persen yang berlangganan internet secara tetap atau menggunakan fasilitas fixed broadband di rumah mereka.

Sebaliknya, sebanyak 97,1 persen pengguna internet di Indonesia membeli paket data dari operator seluler. “Ini tantangan bagi kita semua untuk meningkatkan penetrasi fixed broadband ke depan,” kata Jamal.

Sebelumnya dalam survei ini, APJII telah mengumumkan jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat. Saat ini, jumlahnya sudah mencapai hampir tiga perempat penduduk, atau 73,7 persen dari total populasi. Ini setara dengan 196,7 juta pengguna.

Sementara itu, survei lainnya dari Markplus Inc sudah menemukan perbedaan konsumsi antara pengguna paket data HP dan fixed broadband ini. Markplus mencatat sebanyak 52,1 persen masyarakat non-Jabodetabek harus menambah pembelian paket data HP mereka selama pandemi Covid-19.





Source link

2023, Menkominfo: RI Punya Satelit Multifungsi Berkapasitas Besar

2023, Menkominfo: RI Punya Satelit Multifungsi Berkapasitas Besar


TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, Indonesia akan mempunyai satelit multifungsi dengan kapasitas yang besar pada 2023. Satelit tersebut akan membuat masyarakat di seluruh Indonesia mendapatkan akses internet.

Pada awal September 2020, Johnny mengatakan  dirinya akan mengumumkan sindikasi pembiayaan satelit multifungsi sebesar US$ 400 juta. Adapun, satelit yang dimaksud adalah Satelit Republik Indonesia atau Satria.

“Itu berarti kita akan mempunyai satu satelit besar yang akan siap digunakan pada 2023 dengan kapasitas 150 giga byte per second,” kata dia saat acara kickoff Program Bank Indonesia dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia secara virtual, Ahad, 30 Agustus 2020.

Sebagai gambaran, kata Johnny, satelit yang akan digunakan pada tahun 2023 itu kapasitasnya lebih besar tiga kali lipat jika dibandingkan dengan sembilan satelit nasional yang saat ini masih digunakan.  “Saat ini kita gunakan ada lima nasional dan empat (milik) asing itu kapasitasnya sekitar 50 giga byte pe rsecond,” ucapnya.

Dengan peluncuran satelit tersebut, Johnny mengharapkan dapat meningkatkan pengguna dari internet di Indonesia. Hingga saat ini, menurut catatannya pengguna Internet di Indonesia sudah mencapai 175 juta orang atau sekitar 64 persen dari total penduduk Indonesia.

“Internet user itu sebagian peluang yang begitu besar dan kami akan menyediakan bandwith yang cukup dan kesiapan infrastruktur telekomunikasi yang memadai dari seluruh layer,” tutur Johnny.





Source link