fbpx

Ketidakpastian Mereda, IHSG Berpeluang Tembus 6.000 di 2021



Jakarta, CNBC Indonesia- Head of Investment & Research BNI Asset Management, Yekti Dewanti menilai pada posisi IHSG di level 5.500 saat ini, mendorong investor ritel dan institusi untuk melakukan aksi ambil untung. Meskipun demikian, kuatnya aliran modal asing masih mampu mendorong penguatan indeks dalam jangka menengah.

Selain itu, Yekti juga melihat adanya pergeseran alokasi aset kelas ke aset yang lebih berisiko seperti pasar saham. Dimana IHSG diproyeksi akan menyentuh level 6.000 di tahun depan sangat terbuka ditopang meredanya ketidakpastian pasar global serta besarnya peluang stimulus fiskal di masa mendatang.

Selengkapnya saksikan dialog Maria Katarina dengan Head of Investment & Research BNI Asset Management, Yekti Dewanti dalam Closing Bell,CNBCIndonesia (Rabu, 18/11/2020)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

bank bjb Iringi Langkah Pemprov Jabar Membangun Rebana Metropolitan


JawaPos.com – West Java Investment Summit (WIJS) 2020 resmi digelar pada 16-19 November 2020. Ajang yang mempertemukan para investor nasional dan global ini kembali diselenggarakan dengan fokus mempromosikan prospek investasi untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Rebana Metropolitan yang meliputi tujuh daerah, yakni Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, dan Kuningan, serta Kota Cirebon.

bank bjb sebagai bank pembangunan daerah (BPD) Jawa Barat (Jabar) turut serta mengiringi langkah pemerintah dengan mendorong optimalisasi investasi di Jabar. Salah satu langkah tersebut diwujudkan dengan kesepakatan kerja sama antara bank bjb dengan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan PT Jasa dan Kepariwisataan (Jawista) Jabar untuk mendukung pembangunan infrastruktur pariwisata dan transportasi di kawasan Rebana Metropolitan.

Kesepakatan terjalin antara para pihak tentang dukungan pembangunan dan pengelolaan sejumlah fasilitas termasuk hotel bintang 3, hotel bintang 5 dan sarana meetings, incentives, conferencing, exhibitions (MICE) Bandara Kertajati, untuk mengakselerasi upaya integrasi pembangunan yang menunjang interkonektivitas aktivitas ekonomi.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan bank bjb akan terus berdampingan dengan pemerintah dalam merealisasikan tahap demi tahap pembangunan di Jabar khususnya di kawasan Rebana Metropolitan yang menjadi fokus di tahun-tahun mendatang. Proyek Rebana Metropolitan sejalan dengan arah kontribusi bank bjb dalam mengupayakan penciptaan ruang-ruang sentra ekonomi baru yang dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat.

bank bjb akan memainkan perannya sebagai agen penggerak dengan terus memberikan dukungan penuh kepada gagasan pembangunan kawasan ekonomi baru yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Proyek Rebana Metropolitan adalah rencana strategis jangka panjang yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk para investor dan perbankan. bank bjb juga akan memperluas jaringan kolaborasi perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan agar dapat memainkan peran dan memberikan kontribusi lebih optimal dalam mengeksekusi rencana program,” kata Yuddy.

Dalam WJIS 2020 ini, ratusan investor dihimpun dari sejumlah negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Prancis, Singapura, Malaysia, dan Finlandia. Pemerintah juga menawarkan sebanyak 16 proyek investasi senilai Rp40 triliun kepada para investor. Sedangkan nilai investasi yang telah masuk ke Jabar sepanjang tahun 2020 mencapai Rp380 triliun. Tingginya angka investasi yang mengalir mencerminkan daya tarik Jabar yang tetap menjadi primadona investasi meski menghadapi tantangan pandemi COVID-19.

Kehadiran Rebana Metropolitan akan semakin meneguhkan kekuatan Jabar sebagai salah satu indikator perekonomian nasional. Lewat Rebana Metropolitan, pada 2030 Pemprov Jabar berupaya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi hingga 10%, pertumbuhan nilai investasi hingga 17, dan menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru.

Kondisi saat ini, kawasan Rebana Metropolitan telah dilengkapi senumlah fasilitas infrastruktur antara lain jalan nasional, Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan Palimanan-Kanci (Palikanci), rel Cikampek-Cirebon, Pelabuhan Balongan, Cirebon, dan Patimban (Tahap I), Bandarudara Internasional Jawa Barat Kertajati, serta terminal Subang, Indramayu, dan Cirebon. bank bjb juga turut serta memberikan dukungan pembiayaan melalui skema sindikasi dalam sejumlah proyek infrastruktur tersebut melalui program bjb Infrastruktur Daerah (INDAH). Dukungan bjb INDAH ini juga hadir melalui pembiayaan terhadap proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) untuk mendukung konektivitas.

Keterlibatan bank bjb tak hanya melalui kucuran pembiayaan bagi pembangunan infrastruktur, namun juga turut serta dalam mempersiapkan masyarakat agar mampu memanfaatkan peluang pengelolaan sumber daya ekonomi. Sesuai arahan Gubernur Ridwan Kamil, masyarakat diminta tak hanya memainkan peran sekunder atau bahkan menjadi penonton belaka, melainkan menjadi motor penggerak yang memiliki pengaruh dalam menggerakkan perputaran roda ekonomi.

Lebih lanjut orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat ini menyampaikan bahwa “Setiap investor yang datang ke Jawa Barat harus bermitra dengan perusahaan dan masyarakat lokal di Jawa Barat, agar nantinya kawasan Rebana Metropolitan yang diproyeksikan akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi di Jabar ini dapat menjadi kawasan industri terintegrasi, inovatif, kolaboratif, berdaya saing tinggi serta berkelanjutan.” Ujar Emil.

“bank bjb akan terus bergerak memperkuat pengaruhnya dalam memberdayakan masyarakat melalui berbagai program perusahaan, salah satunya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT) di mana bank bjb secara rutin memberikan pelatihan khususnya untuk mendorong peningkatan kapasitas masyarakat di bidang usaha agar mampu menghadapi tantangan. bank bjb akan terus mengintensifkan upaya pemberdayaan masyarakat ini melalui berbagai kolaborasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu modal pokok yang dibutuhkan masyarakat dalam menyambut perubahan lanskap ekonomi,” ujar Yuddy.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM





Source link

Bahlil Lahadalia Siapkan Insentif untuk Investor Australia


TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengundang investor asal Australia masuk dan menanamkan modal di Indonesia khususnya di sejumlah sektor prioritas yakni kesehatan, energi baru terbarukan, hingga pertambangan.

“Saya punya keyakinan kalau teman-teman investor dari Australia masuk, maka kita memberikan privilege (hak istimewa) khusus baik untuk tambangnya, insentif fiskalnya kita akan kasih, maupun insentif lainnya,” kata Bahlil dalam dialog virtual mengenai dampak UU Cipta Kerja dan IA-CEPA terhadap investasi di Jakarta, Senin, 16 November 2020.

Bahlil menuturkan melalui UU Cipta Kerja, pemerintah menyatukan semua komponen dan aturan yang diklaim akan membantu investor menanamkan modal. Perizinan elektronik melalui Online Single Submission (OSS) yang ditangani langsung BKPM disebut akan membuat perizinan menjadi lebih mudah dan jelas.

Begitu pula dengan kewenangan pemberian insentif yang kini juga sudah ditangani langsung oleh BKPM, bukan lagi oleh Kementerian Keuangan seperti sebelumnya.

Bahlil menjelaskan pemerintah mendorong sektor prioritas seperti kesehatan, energi baru terbarukan dan pertambangan, khususnya hilirisasi minerba, agar bisa lebih banyak terbangun di dalam negeri. Oleh karena itu, investasi di sektor tersebut terus dikejar.

“Sebanyak 90 persen industri kesehatan kita masih impor, ini pasar yang bagus sekali,” kata Bahlil.





Source link

Diwarnai Aksi Profit Taking, IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas



Jakarta, CNBC Indonesia- Indeks saham gabungan berhasil dibuka di zona hijau dan menguat 0,42% di level 5.493 pada perdagangan pukul 09:46 WIB, Senin (16/11/2020). Equity Research Analyst Panin Sekuritas, Rendy Wijaya menilai bahwa penguatan IHSG yang ditopang sejumlah sentimen positif juga akan diwarnai dengan aksi ambil untung investor sehingga potensi penguatannya terbatas namun sampai akhir perdagangan masih dapat bertahan di zona Hijau.

seperti apa analis melihat arah pergerakan IHSG? Selengkapnya simak dialog Erwin Surya Brata dengan Equity Research Analyst Panin Sekuritas, Rendy Wijaya dalam Squawk Box,CNBCIndonesia (Senin, 16/11/2020)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Investor Asing Borong SBN dan Saham Rp7,18 T Pekan Ini



Jakarta, CNN Indonesia —

Bank Indonesia (BI) mencatat investor asing melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) atau surat utang dan saham mencapai Rp7,18 triliun di pasar keuangan nasional pada pekan ini selama 9-12 November 2020. Hal ini membuat Indonesia menerima aliran modal asing masuk (capital inflow).

“Nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp7,18 triliun,” ungkap Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resmi, Jumat (13/11).

Onny merinci pembelian investor asing di SBN mencapai Rp4,71 triliun. Sementara pembelian di saham mencapai Rp2,47 triliun.







Sementara kumulatif posisi aliran modal asing di Indonesia tercatat keluar alias capital outflow sebesar Rp145,75 triliun pada 1 Januari sampai 12 November 2020. Jumlahnya turun dari beberapa waktu yang sempat mencapai kisaran Rp165 triliun.

Aliran modal asing yang masuk ke Tanah Air pada pekan ini membuat tingkat premi risiko Credit Default Swaps (CDS) Indonesia lima tahun turun ke kisaran 72,68 basis poin (bps) dari sebelumnya 81,63 bps.

Sedangkan tingkat imbal hasil (yield) SBN bertenor 10 tahun naik menjadi 6,31 persen. Hal ini sejalan dengan kenaikan yield surat utang AS, US Treasury 10 tahun ke kisaran 0,882 persen.

[Gambas:Video CNN]

Capital inflow pekan ini turut menguatkan nilai tukar rupiah dari dolar AS. Kurs referensi BI, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatat rupiah bergerak di kisaran Rp14.076 sampai Rp14.222 per dolar AS pada pekan ini.

Sementara di pasar spot, mata uang Garuda berada di kisaran Rp14.170 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini.

(uli/agt)






Source link

Trump ‘Haramkan’ AS Investasi di 31 Perusahaan China



Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden AS Donald Trump melarang investor dan perusahaan Amerika berinvestasi di 31 perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan oleh militer China.

Larangan tersebut tertuang dalam perintah eksekutif dan telah ditandatangani oleh Trump, seperti dilansir CNN Business, Kamis (12/11).

Trump mengungkapkan investasi di 31 perusahaan yang dimaksud memungkinkan pengembangan dan modernisasi militer China, dan secara langsung ‘mengancam’ keamanan AS.







Tak cuma itu, Trump juga melarang investor AS memiliki atau memperdagangkan saham sekuritas apapun yang berasal atau diekspos ke perusahaan-perusahaan China yang masuk daftar hitam.

Dalam perintahnya, Trump memberikan waktu kepada investor memiliki hingga November 2021 mendatang untuk melakukan divestasi saham dari perusahaan ‘terlarang’ China.

Kebijakan Trump ini mulai berlaku pada 11 Januari 2021 nanti, persis menandai tahun ketiga berlangsungnya perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu.

Produsen ponsel pintar Huawei dan pemasok pengawasan video terbesar di dunia Hikivision adalah beberapa contoh yang masuk dalam daftar hitam Trump.

Kemudian, adapula China Telecom dan China Mobile yang melantasi di papan bursa saham New York.

[Gambas:Video CNN]

(bir)






Source link

Chatib Basri: Investor Global Mulai Hindari Proyek yang Ganggu Lingkungan


TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan 2013-2014, Muhammad Chatib Basri, menyebut investor global saat ini mulai mempertimbangkan isu lingkungan dalam pembiayaan. Para investor sudah mulai menghindari pembiayaan untuk proyek yang dianggap mengganggu lingkungan.

“Financingnya mulai agak susah,” kata Chatib dalam diskusi Katadata secara virtual pada Senin, 9 Novemver 2020.

Pernyataan ini disampaikan setelah Chatib mengikuti acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Januari 2020. Di sana, dia bertemu dengan banyak investor ataupun donatur.

Hampir semua, kata dia, memasukkan isu lingkungan, perlindungan sosial, dan hak-hak orang dalam keputusan investasi mereka. “Mereka mempertimbangkan, apakah sebuah investasi layak dibiayai jika melanggar isu lingkungan,” kata dia.

Di tengah kondisi ini, Chatib menyadari butuh proses transisi dan intervensi pemerintah. Salah satu langkah yang bisa dilakukan, kata dia, yaitu menghentikan subsidi untuk energi berbasis fosil atau fossil fuel.

Semakin pemerintah memberikan subsidi, semakin orang terus mengkonsumsi energi ini. Sehingga jika subsidi ditarik, uangnya bisa digunakan untuk penanganan kesehatan di tengah Covid-19 ini dan pengembangan energi terbarukan.





Source link

Jangan Kaget! Selama Pandemi Banyak yang Jadi Investor Saham

Jangan Kaget! Selama Pandemi Banyak yang Jadi Investor Saham



Jakarta, CNBC Indonesia – Di tengah pandemi virus Corona, perusahaan sekuritas justru mencatatkan penambahan investor baru.

Direktur Retail dan Treasury Mandiri Sekuritas, Theodora VN Manik mengatakan, di masa pandemi, hampir 95% nasabah ritel melakukan tarnsaksi secara daring. Perseroan juga mencatatkan peningkatan investor baru lebih dari 50% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Nilai transaksi harian nasabah retail juga meningkat sekitar 70% secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” lanjut Theodora, dalam siaran pers, Jumat (23/10/2020).


Sampai dengan enam bulan pertama tahun 2020, Mandiri Sekuritas mencatatkan peningkatan sebanyak lebih dari 26.000 nasabah baru untuk segmen ritel menjadi total 145 ribu nasabah.

Hingga penghujung tahun ini, Mansek menargetkan penambahan investor baru secara akumulasi menjadi 150 ribu nasabah. Sampai dengan sisa tahun ini, perseroan menargetkan sebanyak 150.000 nasabah.

Kenaikan investor ritel ini juga dialami di negara-negara kawasan Asia Tenggara. Pasalnya, alokasi dana masyarakat yang tadinya konsumtif, di saat pandemi mulai diarahkan untuk berinvestasi di pasar modal.

Menurut Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo di masa pandemi, terjadi peningkatan transaksi dari investor ritel domestik. Hal ini menjadi katalis yang positif untuk meredam tekanan pasar saham yang terguncang arus modal keluar yang begitu besar sejak awal tahun ini.

“Investor ritel mendominasi rata-rata transaksi harian, 51% dari investor ritel dengan rata-rata nilai transaksi harian Rp 6,3 triliun,” ujar Laksono, dalam diskusi “The Role of Retail Investors in Maintaining Market Stability amid Pandemic Situation” secara daring, Rabu (21/10/2020).

Menariknya, dari sisi demografi, investor ritel tersebut sebanyak 47,57% didominasi dari kalangan generasi milenial atau berusia di bawah 30 tahun. Beberapa hal yang menjadi alasan transaksi ritel meningkat karena mereka memiliki uang tunai berlebih yang mulai diinvestasikan di pasar saham di tengah era suku bunga rendah.

Peningkatan juga terjadi di Bursa Saham Thailand (SET). Menurut Senior Executive Vice President, Corporate Strategy The Stock Exchange of Thailand Saraphol Tulayasathien, nilai rerata transaksi harian di Bursa Thailand naik 19% dari 1,707 juta US$ 2.037 juta US$. “Bursa Thailand juga mencatat adanya penambahan sebanyak 230 ribu investor baru sampai dengan Agustus 2020,” imbuhnya lagi.

Janice Kan, Managing Director, Head of Markets, Equities at SGX menuturkan, Bursa Singapura juga mencatat kenaaikan partisipasi investor ritel menjadi 20% dari sebelumnya 15% selama pandemi. Hal ini juga turut memberikan andil terhadap naiknya rata-rata nilai transaksi harian di di Bursa Negeri Singa tersebut.

“Terjadi peningkatan nilai transaksi harian sebesar 40%. Sedangkan pembukaan rekening efek mengalami kenaikan sebanyak 25%,” katanya.

Kenaikan nilai transaksi sampai dua digit juga terjadi di Bursa Malaysia. Hal ini, menurut Mohd Zulkifli Mustafa, Director, Corporate Strategy, Bursa Malaysia Berhad tak lain disebabkan meningkatnya partisipasi dari investor ritel.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)




Source link

UU Omnibus Law Cipta Kerja: Beda Risiko Bisnis, Beda Izinnya

UU Omnibus Law Cipta Kerja: Beda Risiko Bisnis, Beda Izinnya


TEMPO.CO, Jakarta – Penerapan perizinan berusaha berbasis risiko disepakati dalam Undang-undang Omnibus Law atau UU Cipta Kerja. UU ini disahkan dalam rapat paripurna DPR pada Senin sore, 5 Oktober 2020.

“Perizinan dilakukan berdasarkan penetapan tingkat risiko dan peringkat skala usaha,” demikian tertulis dalam Pasal 7 BAB III dalam UU Cipta Kerja.

Dalam bagian penjelasan, tingkat risiko ini adalah potensi terjadinya bahaya terhadap kesehatan hingga lingkungan. Itu sebabnya, sebelum mendapatkan izin, ada penilaian terhadap potensi bahayanya dari bisnis yang dilakukan investor.

Penilaian ini akan mencakup lima aspek, yaitu kesehatan, keselamatan, lingkungan, pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya, dan risiko volatilitas. Perlu digarisbawahi bahwa sumber daya yang dimaksud di sini termasuk frekuensi radio.

Setelah itu, barulah kemudian bisnis dibagi dalam tiga skala, yaitu risiko rendah, menengah, dan tinggi.

1. Bisnis Risiko Rendah

Untuk bisnis ini, izin yang dibutuhkan hanya satu yaitu Nomor Induk Berusaha (NIB). Ini merupakan bukti registrasi pelaku bisnis untuk melakukan usaha dan identitas atas usahanya tersebut. Tapi, UU ini belum menjelaskan contoh bisnis risiko rendah itu seperti apa.





Source link

Happy Weekend! IHSG Ditutup Menguat Lebih dari 2%

Happy Weekend! IHSG Ditutup Menguat Lebih dari 2%


Jakarta, CNBC Indonesia- Indeks saham gabungan menutup perdagangan akhir pekan, Jum’at (25/09/2020) di zona Hijau dengan penguatan 2,31% di level 4.945. Dimana kabar lolos uji klinisnya vaksin covid-19 asal China disebut Pengamat Pasar Modal, Riska Afriani, sebagai sentimen penopang dari apresiasi IHSG yang memberikan harapan bagi pemulihan pandemi dan perbaikan ekonomi.

Lalu seperti apa pengamat melihat sentimen penggerak indeks sepanjang akhir pekan ini? Selengkapnya saksikan dialog Maria Katarina dengan Pengamat Pasar Modal, Riska Afriani dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Jum’at, 25/09/2020)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link