fbpx

UMK 2021 Banjar Rp1,83 Juta Terendah di Jabar



Jakarta, CNN Indonesia —

Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) Banjar ditetapkan sebesar Rp1,83 juta. Angka ini berpotensi menjadi UMK terendah di Jawa Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja menuturkan terdapat 10 kabupaten/kota di Jawa Barat yang tak menaikkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) pada 2021 mendatang. Lalu, ada 17 kabupaten/kota yang mengerek UMK untuk tahun depan.

“Ada 17 kabupaten/kota yang memang ada kenaikan (UMK) dan itu pun didasarkan kepada inflasi dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) baik secara nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota,” kata Setiawan dalam jumpa pers, dikutip Senin (23/11).







Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, 10 daerah yang tidak menaikkan UMK di 2021 yaitu Kabupaten Cianjur, Tasikmalaya, Garut, Kuningan, Ciamis, dan Pangandaran, serta Kota Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Banjar.

Kemudian, 17 daerah yang mengerek UMK tahun depan adalah Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Purwakarta, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Dalam hal ini, UMK Karawang ditetapkan sebesar Rp4,79 juta per bulan. Angka itu berpotensi menjadi yang tertinggi di Jawa Barat.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.774-Yanbangsos/2020 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jabar 2021. Beleid itu ditandatangani Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Sabtu (21/11) dan berlaku pada 1 Januari 2021 mendatang.

Upah minimum di Karawang menjadi yang tertinggi di Jawa Barat pada 2021. Sementara, UMK di Kabupaten Banjar tercatat terendah sebesar Rp1,83 juta.

Berikut daftar UMK 2021 di 27 kota/kabupaten di Jabar:

1. Kabupaten Karawang (Rp4.798.312)
2. Kota Bekasi (Rp4.782.935)
3. Kabupaten Bekasi (Rp4.791.843)
4. Kota Depok (Rp4.339.514)
5. Kota Bogor (Rp4.169.806)
6. Kabupaten Bogor (Rp4.217.206)
7. Kabupaten Purwakarta (Rp4.173.568)
8. Kota Bandung (Rp3.742.276)
9. Kabupaten Bandung Barat (Rp3.248.283)
10. Kabupaten Sumedang (Rp3.241.929)
11. Kabupaten Bandung (Rp3.241.929)
12. Kota Cimahi (Rp3.241.929)
13. Kabupaten Sukabumi (Rp3.125.444)
14. Kabupaten Subang (Rp3.064.218)
15. Kabupaten Cianjur (Rp2.534.798)
16. Kota Sukabumi (Rp2.530.182)
17. Kabupaten Indramayu (Rp2.373.073)
18. Kota Tasikmalaya (Rp2.264.093)
19. Kabupaten Tasikmalaya (Rp2.251.787)
20. Kota Cirebon (Rp2.271.201)
21. Kabupaten Cirebon (Rp2.269.556)
22. Kabupaten Garut (Rp1.961.085)
23. Kabupaten Majalengka (Rp2.009.000)
24. Kabupaten Kuningan (Rp1.882.642)
25. Kabupaten Ciamis (Rp1.880.654)
26. Kabupaten Pangandaran (Rp1.860.591)
27. Kota Banjar (Rp1.831.884)

[Gambas:Video CNN]

(aud/age)






Source link

Jawa Barat Mulai Bangun Subang Smartpolitan



Bandung, CNN Indonesia —

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyaksikan groundbreaking pembangunan Subang Smartpolitan bagian dari rangkaian acara West Java Investment Summit (WJIS) 2020.

Subang Smartpolitan merupakan satu dari 13 kota baru di kawasan Rebana Metropolitan nantinya. Subang Smartpolitan ini dibangun oleh PT Suryacipta Swadaya.

Pada 2030 mendatang, kawasan Rebana Metropolitan, termasuk Kabupaten Subang di dalamnya, diharapkan mendorong laju pertumbuhan ekonomi hingga 5 persen dan menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru. 







Emil, begitu ia akrab disapa, mengatakan hadirnya Subang Smartpolitan menjadi benchmark atau tolak ukur pembangunan kawasan Rebana Metropolitan. 

“Saya titip, di masa depan kita harus mendesain kota yang selalu memiliki tiga nilai yaitu live, work, and play. Tinggal, bekerja, dan berekreasi di situ. Jika kita mendesain tempat bekerja saja tapi tempat tinggalnya jauh, akan terjadi commuting costs,” kata Emil. 

Ia menambahkan Pemerintah Provinsi Jabar akan terus mendorong kesuksesan termasuk membantu marketing, relasi dengan investor, hingga regulasi pembangunan tersebut.

Konektivitas Subang Smartpolitan nantinya akan disokong akses tol, pelabuhan internasional, hingga bandara internasional. Emil mengaku turut menyumbang desain landmark Subang Metropolitan.

“Semoga Subang Smartpolitan mengawali dan terus menjadi pelopor kesuksesan di masa depan, mudah-mudahan 10 sampai 20 tahun lagi akan memanen apa yang kita groundbreaking-kan hari ini,” ujarnya.

Direktur Utama PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Johannes Suriadjaja mengaku sudah puluhan tahun berpengalaman dalam mengembangkan kawasan, salah satunya Kuningan di Jakarta. 

Kini, melalui Subang Smartpolitan dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp8 triliun, Suryacipta Swadaya di bawah naungan Surya Internusa Group berupaya menghadirkan kota industri yang berkelanjutan dengan teknologi mutakhir. 

Dengan konsep Smart and Sustainable City, Subang Smartpolitan akan menawarkan alokasi lahan untuk industri, komersial, hunian, area hijau, hingga fasilitas publik di area seluas 2.717 hektare. 

“Live, learn, work, play, and entertain itu bagaimana kita harus hidup, bersama dengan kemajuan teknologi dan mengurangi global warming, membangun smart dan sustainable city untuk masa depan manusia,” ucap Johannes di tempat terpisah di Jakarta.

Terletak di jantung Jawa Barat, Subang Smartpolitan berjarak sekitar 40 km dari Pelabuhan Patimban, 70 km dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, 90 km dari Jakarta, dan 90 km dari Bandung. 

Dalam groundbreaking ini, dilakukan juga penandatanganan perjanjian kerja sama untuk menempati Subang Smartpolitan, salah satunya oleh PT Kurnia Mitra Sejati.

[Gambas:Video CNN]

(hyg/bir)






Source link

Ridwan Kamil Ungkap 7 Potensi Pengembangan Ekonomi Baru di Jawa Barat


TEMPO.CO, Bandung – Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Kang Emil menyebutkan ada tujuh pengembangan ekonomi baru yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Barat dan bisa dioptimalkan potensinya usai wilayah Jabar mampu mengatasi pandemi Covid-19.

“Dalam new economic Jabar, itu ada tujuh ekonomi baru yang akan jadi re-focusing Jabar. Tujuh potensi ini akan menjadi kekuatan Jabar di masa mendatang pasca Covid-19,” kata Kang Emil pada hari kedua acara West Java Investment Summit 2020 di Kota Bandung, Selasa, 17 November 2020.

Pertama, menurut dia, Jawa Barat akan menangkap potensi relokasi industri dari Cina ke negara-negara ASEAN. Karena itu, Jawa Barat siap berkompetisi dengan daerah maupun negara lain, melalui pembenahan di berbagai sektor seperti perbaikan mutu pendidikan, infrastruktur, stabilitas sosial-politik dan reformasi pemerintahan.

“Jadi Jabar harus menjadi region yang siap menerima investor China ke negara-negara ASEAN,” kata Ridwan.

Kedua, kata Kang Emil, terkait ekonomi swasembada yang ujungnya berhubungan dengan ketahanan pangan seperti yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan meluncurkan Program Petani Milenial.

“Jadi kita akan mengajak generasi milenial untuk mau bertani, caranya dengan Pemprov Jabar menyewakan lahan ke anak muda untuk jadi petani,” kata dia.





Source link

RK Sebut Amazon Bakal Investasi Pusat Data hingga Rp40 T



Jakarta, CNN Indonesia —

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyatakan perusahaan teknologi Amazon akan membangun infrastruktur pusat data (data center) di Jabar. Nilai investasinya mencapai Rp30 triliun hingga Rp40 triliun.

“Amazon salah satu perusahaan digital terbesar di dunia investasi untuk membangun data center di Indonesia,” ungkap Ridwan dalam West Java Investment Summit (WJIS) secara virtual, Senin (16/11).

Ia mengapresiasi keputusan Amazon karena hal ini akan membuat Jawa Barat sebagai tulang punggung data center. Pasalnya, perusahaan ini bukan hanya melayani perusahaan di Indonesia, tapi juga ASEAN.







“Saya bangga Jawa Barat bisa jadi backbone (tulang punggung) data center yang bisa menjadi digital company di ASEAN,” jelas Ridwan.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi & Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate sempat berkunjung ke Swiss untuk membicarakan investasi dengan Amazon. Hal ini tepatnya dibahas pada acara World Economic Forum (WEF) 2020.

Johnny bertemu dengan VP Global Public Policy Amazon Web Services (AWS) Michael Punke untuk membicarakan investasi perusahaan itu di Indonesia. Selain itu, Johnny juga membahas soal perlindungan data pribadi dan dukungan AWS terhadap ekonomi digital Indonesia.

Ia menyatakan setiap kerja sama harus selalu menghadirkan nilai tambah bagi Indonesia. Menurutnya, ada beberapa perusahaan lain di sektor digital yang berniat menginvestasikan dananya di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan sektor digital memiliki prospek positif di Indonesia. Ia memperkirakan ekonomi digital Indonesia dapat mencapai US$133 miliar pada 2025 mendatang.

Hal ini sejalan dengan potensi ekonomi digital di ASEAN yang mencapai US$200 miliar dalam beberapa tahun ke depan. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan jaringan seluler telah menjangkau lebih dari 95 persen populasi di dunia.

Lembaga itu menyebutkan bahwa 441 juta orang atau 65 persen populasi ASEAN adalah pengguna internet per Juni 2020. Ini berarti ketergantungan dunia terhadap teknologi semakin tinggi.

Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan nilai ekonomi digital dari internet berpotensi naik 3 kali lipat hingga 2025 mendatang. Nilai ekonomi digital internet pada 2019 sebesar US$40 miliar, sedangkan 5 tahun lagi diprediksi lebih dari US$133 miliar.

[Gambas:Video CNN]

(aud/sfr)






Source link

Realisasi Bansos Corona Jabar Tahap III Baru 48 Persen



Bandung, CNN Indonesia —

Penyaluran bantuan sosial (bansos) terdampak pandemi Covid-19 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) tahap tiga masih berlangsung. Hingga Kamis (5/11), bansos yang telah dibagikan baru terealisasi 48 persen.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jabar Dodo Suhendar mengatakan terdapat kenaikan jumlah penerima bansos pada tahap III sebanyak 600 ribu menjadi 1,9 juta kepala keluarga.

Berdasarkan penyaluran sebelumnya atau tahap III, jumlah penerima bansos Pemprov Jabar hanya ada sebanyak 1,3 juta kepala keluarga untuk seluruh warga kabupaten/kota.







“Sasaran penerima ada lonjakan luar biasa. Berdasarkan data yang ada, yang paling banyak penerima itu ada di wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) dan Bandung raya,” kata Dodo dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (6/11).

Dodo mengungkapkan bansos Pemprov Jabar tahap III mulai didistribusikan sejak 27 Oktober 2020. Targetnya, penyaluran selesai pada 14 November mendatang.

“Tahap III ini dimulai pada 27 Oktober yang lalu dan mudah-mudahan lancar sampai 14 November. Total kemarin sore capaian penyaluran sudah 48 persen,” ucapnya.

Pada penyaluran tahap III ini, Dodo menjelaskan, terdapat perbedaan nilai uang tunai yang diberikan pada tahap sebelumnya. Kali ini, nilai yang diberikan sebesar Rp350 ribu dengan rincian Rp150 ribu uang tunai dan sisanya paket sembako.

“Besaran uang ini nantinya akan diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 55 tahun 2020 di mana pada tahap III beras 5 kg, gula satu kilogram, dan tidak ada terigu,” bebernya.

Selain itu, pada bansos tahap III juga ada perbedaan soal bungkus bantuan. Jika semula menggunakan kardus, kali ini akan diberikan dengan menggunakan tas kain.

Total penerima bansos Pemprov Jabar tahap III mencapai 1.907.274 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS). Sebanyak 45,1 persen penerima bansos ada di kawasan Bodebek dan Bandung raya.

Wilayah Bodebek meliputi Kota/Kab Bogor, Kota/Kab Bekasi, Kota Depok sebanyak 359.567 KRTS. Sementara, Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat ada 499.046 KRTS.

[Gambas:Video CNN]

Daerah paling banyak menerima bansos, yakni Kota Bandung 9,88 persen. Kemudian, Kabupaten Bandung (9,26 persen), Kabupaten Bogor (7,55 persen), Kabupaten Bandung Barat (6,32 persen).

Selanjutnya, Kabupaten Garut (5,65 persen). Sementara, daerah paling sedikit, yakni Kabupaten Pangandaran dengan jumlah 0,15 persen dari total KRTS Jabar.

(hyg/sfr)






Source link

BPS Perkirakan Produksi Beras Jawa Barat Tahun ini 5,3 Juta Ton


TEMPO.COBANDUNG –  Kepala Badan Pusat Statistik BPS Jawa Barat Dyah Anugrah Kuswardani mengatakan, perkiraan produksi padi Jawa Barat sepanjang tahun ini menembus 5,3 juta ton. 

“Angka produksi beras itu adalah angka potensi, dan di sini kita menggunakan hasil survei konversi gabah ke beras tahun 2018, sehingga total produksi beras untuk  kurun waktu Januari sampai Desember 2020 ini diperkirakan mencapai 5,3 juta ton,” kata dia, dalam konferensi pers hasil survei BPS Jawa Barat, di Bandung, Senin, 2 November 2020.

Dyah mengatakan, taksiran produksi beras Jawa Barat tahun 2020 ini lebih besar dibandingkan tahun lalu. Sementara untuk Januari-Desember 2019 lalu produksi beras di Jawa Barat mencapai 5,22 juta ton. Jika produksi ini tercapai, akan terjadi peningkatan 77,51 ribu ton, atau meningkat sebesar 1,49 persen.

Menurut dia, taksiran produksi beras tersebut akan tercapai jika produksi beras pada November dan Desember 2020 ini benar-benar sesuai dengan perhitungan BPS. Realisasi produksi beras hingga Oktober ini, lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Jumlah kumulatif dari Januari-September 2020 diperkirakan produksi beras mencapai 4,13 juta ton. Dibandingkan Januari-September 2019 yang sebesar 4,33 juta ton, mengalami penurunan sebesar 199,73 ribu ton, atau turun 4,61 persen,” kata Dyah.





Source link

Libur Panjang, Rapid Test Acak Dapati 78 Wisatawan Reaktif di Jawa Barat


TEMPO.CO, BANDUNG Operasi gabungan penerapan protokol kesehatan yang di ikuti dengan pengetesan Covid-19 dengan Rapid Test acak di Jawa Barat menemukan puluhan wisatawan reaktif. Pengetesan ini dilakukan pada saat libur panjang akhir Oktober 2020.

“Di saat libur panjang kita mengadakan tes secara acak di pusat-pusat keramaian, tempat wisata, kemudian pasar, dan juga ada kemungkinan yang upacara-upacara peringatan Maulid Nabi di beberapa pesantren,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad, dalam konferensi pers yang disiarkan striming dari Gedung Sate, Bandung, Sabtu, 31 Oktober 2020. 

Daud mengatakan, operasi gabungan dilakukan sejak Rabu, 28 Oktober 2020, dan rencananya akan terus dilakukan hingga besok, Minggu, 1 November 2020. Menurut dia, mayoritas pergerakan wisatawan di Jawa Barat terpusat di zona Bodebek dan Bandung Raya.

“Menurut laporan, di daerah selatan Jawa Barat tidak terlalu banyak. Cuma yang banyaknya di kawasan daerah Bogor dan sekitarnya, serta Bandung dan sekitarnya,” kata dia.

Data sementara Satuan Tugas Covid-19 Jawa Barat per 30 Oktober 2020 pukul 21.00 WIB mendapati sebanyak 78 wisatawan reaktif dari hasil Rapid Test acak dalam operasi gabungan provinsi dan kabupaten/kota di 14 daerah. Operasi gabungan digelar bersama aparat TNI, Polri, serta petugas Satpol PP provinsi dan kabupaten/kota.

 





Source link

Pemprov Jabar Fokus Dorong Daya Beli Masyarakat

Pemprov Jabar Fokus Dorong Daya Beli Masyarakat


Jakarta, CNN Indonesia —

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan akan fokus mendorong daya beli masyarakat, terlepas apakah Indonesia dan Jawa Barat terhindar dari jurang resesi ekonomi atau tidak.

Pada kuartal II-2020, perekonomian Jabar terpuruk setelah mengalami kontraksi minus 5,98 persen karena pandemi COVID-19 dan berpeluang resesi jika kembali minus pada kuartal III.

“Saya pribadi memaknai resesi sebagai sebuah statistik yang harus kita waspadai. Tapi, tidak mengubah semangat kita untuk terus mencoba berupaya menaikkan produktivitas,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (1/9/20).


“Resesi tidak resesi kerja kita tidak berubah. Kita akan terus mencari upaya-upaya meningkatkan produktivitas. Salah satunya mendorong daya beli masyarakat. Maka, bantuan tunai bagi pekerja dan bantuan bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) akan kita dorong.”

Kang Emil mengatakan, dalam rapat terbatas (ratas) bersama gubernur se-Indonesia, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo memberi arahan kepada kepala daerah untuk meningkatkan kualitas pemulihan ekonomi secara komprehensif.

Kang Emil berharap Jabar terhindar dari resesi. Namun, jika ekonomi Jabar mengalami pertumbuhan negatif pada kuartal III-2020, ia optimistis pertumbuhan ekonomi Jabar pada kuartal IV-2020 kembali positif.

“Harapannya mudah-mudahan tinggal satu bulan untuk caturwulan (kuartal) ketiga ini tidak ada resesi. Tapi kalaupun ada, kita hadapi sama-sama dan hasil prediksi semoga benar, di akhir tahun kita bisa positif,” ucapnya.

Menurut Kang Emil, proyek pemerintahan yang berjalan di akhir tahun dan belanja pemerintah dapat mendongkrak ekonomi Jabar. Selain itu, Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang ditargetkan bakal beroperasi pada November 2020.

“Kemudian di Jawa Barat juga investasi terus mengalir, salah satunya Oktober ada groundbreaking Rebana. Kota Baru pada Oktober akan dimulai, satu dari sekian Kota Baru di Rebana. Kemudian pada November ada peresmian Pelabuhan Patimban,” katanya.

“Belanja pemerintah dan pembayaran proyek rata-rata terjadi di akhir tahun. Itulah kenapa pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun diprediksi akan melompat,” katanya.

Terapkan Protokol Kesehatan

Selain itu, Kang Emil meminta industri di Jabar untuk meningkatkan kedisiplinan pekerja dalam menerapkan protokol kesehatan, baik di tempat kerja maupun setelah pulang ke rumah.

Sebab, ia menduga awal kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di kawasan industri terjadi karena mobilitas atau aktivitas pekerja sepulang bekerja.

Jika protokol kesehatan diterapkan dengan ketat, kata Kang Emil, pengendalian COVID-19 dapat berjalan beriringan dengan kegiatan ekonomi.

“Jadi, saya titip tolong diingatkan para pekerja di industri, pabrik, di tempat masing-masing agar protokol kesehatan tidak hanya diterapkan di tempat kerja, tapi juga diterapkan di tempat bermukim atau tempat tinggal,” ucapnya.

“Dan itu akan kita telusuri dan akan kita lokalisir. Karena ternyata polanya bukan di tempat industrinya, tapi lebih ke tempat bermukimnya. Kita berikan edukasi dan tes akan dilakukan secara masif,” tambahnya.





Source link