fbpx

Jalin kolaborasi dengan beberapa platform, peran aktif Batumbu pada inklusi keuangan


ILUSTRASI. Fintech Peer to Peer (P2P) Lending Batumbu

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. P2P Lending platform Batumbu menjalin kolaborasi strategis dengan beberapa penyedia platform yaitu LUNA, GrosirOne dan Siabos, Selasa (27/10).  Sebagai upaya untuk meningkatkan peran aktif Batumbu dalam mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia.

Kolaborasi strategis ini berawal dari realita bahwa pada umumnya para Wira UMKM hanya berfokus pada peningkatan penjualan dan menomorduakan disiplin pencatatan transaksi bisnis yang lebih tertata dengan baik.

Dampak dari pencatatan bisnis yang tidak lengkap ini bisa mengakibatkan Wira UMKM sulit untuk mendapatkan pembiayaan yang disebabkan karena tidak adanya akses informasi yang mencerminkan perilaku, karakter dan pencatatan transaksi keuangan yang baik.

Baca Juga: Berkurang dua entitas, kini ada 155 fintech P2P lending terdaftar dan berizin di OJK

Atas dasar itulah Batumbu menjalin kolaborasi strategis dengan beberapa penyedia platform di Indonesia yang memiliki kesamaan tujuan, untuk memberikan kemudahan dan menjadikan Wira UMKM Indonesia memiliki keunggulan kompetitif serta mendukung digitalisasi keuangan bagi Wira UMKM.

“Melalui kolaborasi strategis yang dijalin dengan LUNA, GrosirOne, dan SiaBos, kami berharap untuk dapat menciptakan competitive advantage bagi Wira UMKM Indonesia,” kata Jenny Wiriyanto selaku CEO Batumbu dalam keterangan persnya.

Kolaborasi antara Batumbu dengan LUNA menawarkan solusi untuk mengoptimalkan operasional dan pelayanan dengan POS (Point Of Sale), system order dan pembayaran yang sudah terdigitalisasi dan telah di simplifikasi dengan berbasis teknologi.

Kolaborasi ini makin lengkap karena didukung juga oleh GrosirOne yang memiliki visi untuk membuat efisiensi di bidang rantai pasok dengan teknologi dan layanan keuangan. Dalam prosesnya, GrosirOne mendigitalisasi supply chain untuk memastikan proses yang lebih lancar, aman, dan efisien untuk semua pihak.

Baca Juga: Fintech Batumbu bidik salurkan pinjaman modal kerja ke UKM lewat sistem kemitraan

Satu lagi yang tidak kalah penting adalah kehadiran SiaBos dalam kolaborasi strategis ini, yang menjadi penyedia aplikasi pintar dalam mendigitalisasi pasar tradisional Indonesia untuk meningkatkan penjualan Wira UMKM dalam satu platform digital.

“Kami di Batumbu berkomitmen tidak sekadar menyalurkan pinjaman, namun juga berkepentingan untuk membawa para Wira UMKM memiiliki kemampuan bekerja secara lebih efisien dan efektif, sehingga tercipta kemampuan untuk bersaing di kemudian hari. Besar harapan kami para Wira UMKM Batumbu dapat memanfaatkan aplikasi yang telah kami sediakan sehingga dapat tumbuh dengan cepat dan baik,” ujarnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Gandeng Taralite, OVO sediakan pinjaman UMKM terdampak Covid-19


ILUSTRASI. Pembayaran aplikasi OVO

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. OVO membuka akses permodalan kepada pelaku usaha, mikro, kecil dan menegah (UMKM) terdampak Covid-19 agar mereka bisa bertahan di masa pandemi.

VP Lending OVO Natasha Ardiani menyebut, pemodalan sangat dibutuhkan pelaku UMKM yang banyak terkena dampak dari pandemi seperti kekurangan modal usaha, kesulitan menggaji karyawan, hingga ancaman penutupan usaha.

“OVO sangat terbuka bagi pelaku UMKM yang ingin meminjam dana untuk kelangsungan usaha mereka. OVO sangat mendukung agar para pelaku UMKM bisa terus melanjutkan usaha mereka dan bisa naik kelas menjadi usaha yang lebih besar,” terang Natasha dalam keterangan resmi, Selasa (27/10).

Baca Juga: OVO salurkan insentif kartu prakerja ke 1,3 juta penerima manfaat

Dengan menggandeng fintech Taralite sejak 2017, OVO akan sediakan pembiayaan bagi pelaku UMKM. Dengan begitu, mereka bisa mendapat akses kredit yang lebih mudah, transparan serta membantu permodalan mereka.

“Sejak awal pandemi ini, kita fokus ke B2B (Business to Business) atau business lending. Kami sedang menggenjot pinjaman UMKM bekerjasama dengan Taralite dalam bentuk modal kerja dan anjak piutang untuk membantu kas keuangan mereka tetap bisa terus berjalan,” ungkapnya.

OVO juga menjadi mitra pemerintah dalam menyalurkan insentif Kartu Prakerja yang sudah berhasil menjangkau lebih dari 1,3 juta penerima manfaat. Dengan cara itu, OVO berupaya berikan edukasi kepada masyarakat tentang keuangan berbasis digital.

Pihaknya menyadari bahwa kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri keuangan berguna untuk menciptakan serta menggerakkan masyarakat non-tunai atau cashless society.

“Penyaluran insentif Kartu Prakerja secara digital membuat masyarakat  semakin terbiasa dengan cara penggunaan dan fitur-fitur OVO. Peran kami dalam meningkatkan inklusi keuangan semakin nyata dan dampaknya sudah sangat terasa di masyarakat.” ujarnya.

Ke depannya, perusahaan akan lebih banyak berkontribusi menyukseskan program pemerintah dan BUMN, khususnya di situasi pandemi sekarang ini karena banyak program yang membutuhkan infrastruktur digital.

“Kebutuhan akan layanan keuangan digital benar-benar meningkat, sehingga OVO dan penyedia layanan keuangan digital lainnya dituntut untuk terus beradaptasi dan memprioritaskan kecepatan, keamanan dan efisiensi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya. 

Baca Juga: Bos OVO: Kartu Prakerja terobosan pertama sistem bansos di Indonesia

Di sisi lain, pandemi menjadi kesempatan emas bagi pemerintah untuk mendorong adopsi keuangan digital guna mempercepat transformasi digital dan inklusi keuangan. Peluang tersebut dinilai hampir sama ketika wabah virus SARS merebak di China 18 tahun silam.

Pada saat itu, pemerintah China berhasil mengubah kebiasaan masyarakat mereka untuk beralih ke keuangan digital dalam aktivitas pembayaran mereka sehari-hari.

“Kami percaya peluang bagi industri tekfin di Indonesia sangat besar. Dengan adanya pandemi, banyak perubahan perilaku masyarakat yang terjadi akhirnya menciptakan gaya hidup baru, terutama pada saat berbelanja, di mana mereka mulai banyak berpindah ke transaksi digital,” tutupnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Aset BCA tembus Rp 1.000 triliun, ditopang DPK yang tumbuh signifikan


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) jadi bank ketiga di tanah air yang mencatat nilai aset lebih dari Rp 1.000 triliun. Sampai akhir September 2020, aset bank swasta terbesar di tanah air ini tercatat Rp 1.003,6 triliun tumbuh 12,3% (yoy).

Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja bilang, dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh signifikan jadi penopangnya. 

“Pertumbuhan dana pihak ketiga yang solid mendukung pertumbuhan aset BCA mencapai Rp 1.000 triliun lebih. DPK kami juga ditopang oleh dana murah atau CASA yang tumbuh 16,1% (yoy),” ujar Jahja dalam paparan kinerja daring, Senin (26/10).

Baca Juga: BCA catat laba Rp 20 triliun di kuartal III-2020, turun 4,2% dari kuartal III-2019

Sampai September 2020, BCA berhasil menghimpun DPK senilai Rp 780,7 triliun dengan pertumbuhan 14,3% (yoy). Dana murahnya terhimpun Rp 596,6 triliun atau 76,4% dari total DPK dengan pertumbuhan 16,1% (yoy). Sedangkan simpanan deposito tumbuh 8,8% (yoy) menjadi Rp 184,1 triliun

Dalam kesempatan serupa Direktur BCA Santoso Liem juga bilang pertumbuhan dana murah perseroan didukung oleh meningkatnya transaksi oleh nasabah secara digital.

BCA memproses sekitar 33 juta transaksi per hari selama sembilan bulan pertama tahun 2020, meningkat dari 26 juta transaksi per hari pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kami terus melihat perkembangan yang pesat pada jumlah transaksi melalui mobile dan internet banking,” ujar Santoso.

Baca Juga: Berpotensi jadi NPL, sekitar 11% debitur restrukturisasi Bank Mandiri berisiko tinggi

Pertumbuhan dana murah ditambahkan Santoso juga turut didukung oleh pembukaan rekening baru di BCA. Sampai September 2020, ia bilang setidaknya ada 6.700 pembukaan rekening baru tiap harinya. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

BCA sudah merestrukturisasi kredit senilai Rp 107,9 triliun yang terimbas pandemi


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sampai 20 September 2020, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah merestrukturisasi kredit terimbas pandemi senilai Rp 79,3 triliun atau setara dari 14% portofolionya. 

“BCA berfokus untuk membantu nasabah dalam merestrukturisasi kreditnya sejak awal pandemi. Kami sangat bersyukur atas program relaksasi dari regulator yang membantu perbankan dan nasabah dalam melewati masa yang sulit untuk mencapai pemulihan,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja dalam paparan kinerja daring, Senin (26/10).

Adapun sampai pertengahan Oktober 2020, bank swasta terbesar di tanah air telah menerima permohonan restrukturisasi total Rp 107,9 triliun dari lebih 90.000 debiturnya. 

Baca Juga: Selama Pandemi, Kebijakan Restrukturisasi Kredit Tetap Dibutuhkan

Diperinci, nilai restrukturisasi paling banyak berasal dari segmen produktif sebesar Rp 82,6 triliun dari 6.167 debitur. Sedangkan kredit konsumtif senilai Rp 25,3 triliun yang berasal dari 84.595 debitur. 

Adapun sampai akhir tahun Jahja menaksir nilai restrukturisasi kredit terimbas pandemi bakal berkisar sampai 20% dari portofolio kredit perseroan.  “Ini lebih baik dibandingkan proyeksi awal kami sebesar 30% dari portofolio kredit. Sampai Oktober 2020 saja realisasinya masih 19% dari portofolio,” lanjut Jahja. 

Sementara sampai September 2020, penyaluran kredit perseroan juga belum mumpuni, pertumbuhannya masih negatif 0,6% (yoy) menjadi Rp 581,9 triliun. 

Baca Juga: Maybank Indonesia telah lakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp 15,8 triliun

Diperinci, cuma segmen korporasi yang masih mencatat pertumbuhan sampai 8,6% (yoy) menjadi 252,0 triliun. Segmen lain tercatat belum tumbuh, komersial dan UMKM negatif 4,9% (yoy), konsumer negatif 3,1% (yoy).

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Konglomerasi dan BUMN kuasai pasar asuransi umum

Konglomerasi dan BUMN kuasai pasar asuransi umum


ILUSTRASI. Deretan gedung perkantoran di kawasan pusat bisnis Jakarta, Minggu (25/10/2020). KONTAN/Carolus Agus Waluyo

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri asuransi umum dikuasai oleh perusahaan yang terafiliasi dengan konglomerasi maupun BUMN. Berdasarkan data yang Kontan.co.id terima, 10 besar asuransi umum didominasi oleh perusahaan lokal yang memiliki konglomerasi dan BUMN beraset besar.

Adapun urutan 10 besar perusahaan asuransi dengan premi terbesar mulai dari Sinar Mas, Astra Buana, Jasa Indonesia, Tugu Pratama Indonesia Tbk, Kredit Indonesia, Central Asia, Bangun Askrida, Adira Dinamika, Multi Artha Guna Tbk, dan Wahana Artha.

Asuransi Sinar Mas merupakan bagian dari konglomerasi Sinar Mas Group. Adapun Asuransi Astra Buana merupakan anak perusahaan dari PT Astra International. Adapun Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dan Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) merupakan BUMN. Selain itu, 58,5% saham Tugu Pratama Insurance dimiliki oleh PT Pertamina (Persero).

Baca Juga: Jumlah agen asuransi menanjak di masa pandemi

Pangsa pasar dari 10 besar perusahaan asuransi itu mencapai 53,8% atau Rp 20,2 triliun dari total premi industri. Pada sektor ritel, mayoritas dikontribusikan oleh asuransi wajib dari multifinance maupun bank untuk kredit pemilikan rumah maupun kredit pemilikan motor.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengamini hal ini. Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe bilang memang 10 besar kontributor premi asuransi umum secara nasional adalah perusahaan asuransi konglomerasi dan BUMN. Hal

“Ini bukan berarti ada perusahaan asuransi lainnya tidak dapat menggarap pasar tersebut. Namun strategi pemasaran yang dilakukan bisa menjangkau market yang dimaksud,” ujar Dody kepada Kontan.co.id pada Senin (26/10).

Lanjut Dody, setidaknya ada tiga kekuatan yang dapat menjadi modal untuk menggarap pasar, yaitu modal, kompetensi SDM dan networking. BUMN dan perusahaan konglomerasi memiliki modal yang bagus, sehingga kapasitas menahan risiko juga besar.

Baca Juga: Bidik pebisnis dan UMKM, Allianz Life rilis asuransi mikro syariah Sekoci Amana

“Disamping itu mereka juga memiliki networking, baik dengan grup maupun kerjasama bisnis. Juga kompetensi SDM yang dapat menjadi competitive advantage saat membuat inovasi produk yang dapat bersaing di pasar. Disamping itu, juga seleksi risiko yang baik sebagai bagian dari proses manajemen risiko,” tambah Dody.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Bingung Investasi Saat Pandemi? J Trust Tawarkan Bunga Deposito Menarik

Bingung Investasi Saat Pandemi? J Trust Tawarkan Bunga Deposito Menarik


ILUSTRASI. J Trust Bank memperpanjang program-program dengan bunga deposito tinggi

Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID – JAKARTA PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) atau J Trust Bank menawarkan program deposito dengan bunga deposito menarik sebagai salah satu pilihan menguntungkan menempatkan dana di tengah pandemi virus corona.

Seperti diketahui, pandemi virus corona telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian. Saat ini, bank sentral menurunkan suku bunga acuan beberapa kali hingga ke level 4%. Kebijakan moneter itu diikuti oleh penurunan suku bunga deposito di sejumlah bank.

Tidak jauh berbeda, instrument investasi saham turut mengalami tekanan, seperti volatilitas pasar saham yang disebut sebagai “kangaroo market”. Pola pergerakan pasar saham yang meloncat-loncat ini dianalogikan seperti kangguru sehingga banyak investor berpikir ulang untuk investasi saham. Dalam situasi seperti ini, deposito yang menawarkan bunga menarik menjadi alternatif untuk dipertimbangkan dalam penempatan dana.

Baca Juga: Cari bunga desposito tinggi pekan ini? J Trust Bank salah satu yang teratas

Melihat peluang saat situasi penuh ketidakpastian, J Trust Bank menawarkan deposito dengan bunga relatif tinggi selama Oktober 2020. Berdasarkan Pusat Data Kontan per 23 Oktober 2020, J Trust Bank menawarkan bunga deposito dengan rata-rata sebesar 5,13% untuk tenor 1 bulan. %. Sementara itu, suku bunga deposito untuk tenor 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan yang diberikan J Trust Bank berada pada kisaran 5,38%.

Tidak hanya itu, J Trust Bank memperpanjang aneka program deposito dengan penawaran bunga deposito yang menarik pada Oktober 2020 ini. Sejumlah program itu telah diperpanjang sejak pertama kali diluncurkan beberapa waktu lalu.

Program pertama yang ditawarkan oleh J Trust adalah Program Referral “Win-Win-Win” yang akan memberikan cashback untuk introducer (referentor) dan deposan. J Trust Bank telah meluncurkan Program Referral “Win-Win-Win” dengan bunga deposito yang menarik ini sejak akhir April 2020 yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Periode program ini berlaku untuk penempatan deposito mulai 1 Oktober 2020 sampai dengan informasi berikutnya. Program Referral “Win-Win-Win” dapat diikuti oleh nasabah eksisting atau pihak yang belum menjadi nasabah.

Sebagai bagian dari Program Referral  “Win-Win-Win”, J Trust  Bank menawarkan program Deposito J Trust dengan nama “Tetap Semangat Melawan Corona” di mana nasabah dapat berinvestasi sekaligus berdonasi.

Melalui program deposito ini, J Trust Bank akan menyumbangkan dana sebesar suku bunga tahunan 0,1% dari total jumlah dana simpanan yang dihimpun, kepada lembaga medis yang melakukan upaya untuk melawan virus corona.

Dengan jangka waktu deposito yang tersedia yaitu 1 bulan, 3 bulan dan 6 bulan, suku bunga deposito Program Referral “Win-Win-Win” sebesar 7% per tahun plus cashback 0,25% per tahun. Besaran cashback tersebut berbeda untuk periode penempatan 1 bulan, 3 bulan, dan 6 bulan.

Semakin lama periode dan semakin besar nominal penempatan deposito maka semakin besar cashback-nya. Cashback tersebut dikenakan pajak sebesar 20%. Dana cashback tersebut juga dapat dikreditkan ke rekening atau dibayar tunai.

Bagi introducer (referentor/pengenal) yang mereferensikan calon nasabah untuk membuka rekening produk deposito J Trust di J Trust Bank akan mendapatkan reward. Nasabah yang membuka rekening deposito berdasarkan referensi referentor juga akan memperoleh cashback sebagai hadiah, tentu saja selain bunga deposito yang menarik.

Untuk berpartisipasi pada Program Referral “Win-Win-Win”, nasabah hanya perlu menempatkan dana minimum Rp10 juta (berlaku kelipatan) dan maksimal Rp1 triliun dan berupa dana baru (fresh fund).

Program kedua yang ditawarkan adalah “Let’s 1,2,3” dengan tiga keuntungan bunga deposito yang dapat diikuti nasabah baru atau nasabah eksisting dengan dana baru. Program ini memberikan tiga keuntungan bunga deposito kepada nasabah, yakni dengan cara menempatkan deposito tiga kali dalam satu periode.

Dalam program deposito J Trust yang sebelumnya digelar selama 1-30 September 2020 ini, nasabah harus menempatkan dana deposito tiga kali berturut-turut dengan total penempatan Rp70 juta dalam satu kali periode. Nasabah akan mendapatkan bunga deposito yang berbeda untuk setiap penempatan.

Pada deposito pertama, nasabah menempatkan dana sebesar Rp20 juta dengan bunga deposito 7,5% per annum (p.a), deposito kedua sebesar Rp20 juta (7,75% p.a) dan deposito ketiga senilai Rp30 juta (8% p.a), dengan jangka waktu tersedia 2,3,6, dan 12 bulan.

Ketentuan pajak 20% untuk bunga deposito tetap berlaku jika nasabah berpartisipasi pada program ini. Apabila nasabah melakukan break, nasabah akan dikenakan penalti sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi nasabah yang telah mengikuti program deposito Special Rate dengan bunga deposito 7,5% sebelumnya dan telah mencapai nominal Rp20 juta, nasabah tetap dapat mengikuti program ini.
Caranya, nasabah bisa melanjutkan program dengan menempatkan dana pada deposito kedua dan deposito ketiga.

Program terakhir adalah J Trust Bank Cashback on Call yang berlaku untuk penempatan deposito rupiah dan deposito valas pada 1 Oktober sampai dengan informasi berikutnya. Jangka waktu penempatan dana dalam program ini selama kurang dari satu bulan.

Dalam program yang dapat diikuti nasabah eksisting dan nasabah baru tersebut, jumlah deposito minimal sebesar Rp500 juta atau USD100.000 dengan cashback rate sebesar 6,59% (Rupiah) dan 2,47% (dolar AS).

Per harinya, cashback tersebut sebesar Rp90.000 atau USD6,75. Di samping itu, cashback akan dikenakan pajak sebesar 20% serta dikreditkan ke rekening deposan setelah dilakukan penempatan. Pencairan deposito hanya dilakukan saat jatuh tempo.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait program-program deposito J Trust Bank, silahkan kunjungi laman www.jtrustbank.co.id.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Begini strategi Bank BTN untuk menggenjot kredit sampai akhir tahun nanti

Begini strategi Bank BTN untuk menggenjot kredit sampai akhir tahun nanti


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sampai dengan kuartal III 2020 masih terbilang positif. Namun, Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury menegaskan bahwa perlambatan ekonomi akibat Covid-19 tetap memberikan dampak terhadap kinerja kredit perseroan. 

Tercatat per September 2020 total kredit BTN mencapai Rp 254,91 triliun, mengalami penurunan sebesar 0,8% secara year on year (yoy). Namun, beberapa segmen kredit masih mengalami pertumbuhan. Salah satunya realisasi penyaluran KPR subsidi yang naik 3,4% yoy menjadi Rp 103,6 triliun. Begitu juga dengan realisasi pembiayaan syariah yang naik 4,5% yoy menjadi Rp 24,36 triliun, yang juga ditopang dari realisasi KPR syariah. 

Kalau dirinci lebih dalam, perlambatan kredit ini utamanya disebabkan di segmen kredit komersial yang turun 29,7% yoy dari Rp 40,03 triliun menjadi Rp 27,45 triliun di kuartal III 2020. Meski begitu, Pahala menjelaskan pihaknya tetap optimis sampai dengan akhir tahun laju kredit Bank BTN masih bisa tumbuh positif sekitar 2%-3%. 

Baca Juga: Transaksi jual beli emas dalam platform digital semakin semarak

Hal itu salah satunya dipicu dari realisasi kredit Bank BTN secara bulanan yang terus meningkat. Sebagai contoh, di bulan September total kredit yang disalurkan BTN sudah bisa mencapai Rp 4,4 triliun. Pencapaian itu menurut Pahala sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan realisasi di bulan April 2020 lalu yang hanya sebesar Rp 1,87 triliun.  “Kita harapkan di bulan Oktober 2020 dan seterusnya bisa menembus Rp 5 triliun. Sehingga pertumbuhan kredit di akhir tahun nanti bisa ada di kisaran 2%-3%,” terangnya dalam Video Conference di Jakarta, Kamis (22/10). 

Adapun di tahun 2021, pihaknya memandang pertumbuhan kredit bisa lebih optimis. Dengan catatan, penanganan pandemi Covid-19 bisa lebih optimal agar geliat perekonomian bisa tumbuh. 

Apalagi, di tahun depan Bank BTN memang punya target-target yang cukup besar terkait program pemerintah di sektor perumahan. Di samping itu, Pahala juga menyebut dari sisi likuiditas saat ini masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan ekspansi kredit di masa mendatang. “Kita estimasi tahun depan 5%-7% saya rasa cukup optimis. Itu juga tergantung dari alokasi dana untuk disalurkan ke KPR Subsidi,” katanya. 

Catatan saja, beberapa rasio likuiditas Bank BTN memang menunjukkan perbaikan. Semisal loan to deposito ratio (LDR) yang ada di level 93,26% jauh lebih longgar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dipicu oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BTN yang naik signifikan sebesar 18,7% secara tahunan di kuartal ketiga tahun ini. 

Baca Juga: Masih positif, laba Bank BTN naik 39,72% di kuartal III 2020

Kemudian, beberapa indikator likuiditas seperti rasio LCR sudah sangat tinggi di kisaran 213,2%, dan rasio AL/NCD ada di atas 126% per akhir September 2020 lalu. Apalagi, rasio biaya dana atau cost of fund (CoF) Bank BTN sudah semakin rendah hingga ke level 4,98%. Itu artinya, amunisi perusahaan untuk menggenjot kredit sangat mencukupi. 

Hanya saja, tentunya Bank BTN menurut Pahala tidak terlalu menggebu-gebu mendorong kredit. Sebab, tentu dengan adanya pandemi risiko kredit perlu menjadi fokus utama perusahaan. Walhasil, untuk berjaga-jaga pihaknya juga sudah memupuk biaya pencadangan alias coverage ratio cukup besar yaitu mencapai 111,36% per kuartal III 2020. 

 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Cegah penurunan kualitas debitur, OJK perpanjang relaksasi restrukturisasi kredit

Cegah penurunan kualitas debitur, OJK perpanjang relaksasi restrukturisasi kredit


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan memutuskan memperpanjang kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang tertuang dalam POJK No.11/POJK.03/2020 selama setahun. Relaksasi yang sebelumnya bakal berakhir Maret 2021 tersebut masih akan berlaku hingga Maret 2022.

Perpanjangan itu dilakukan setelah memperhatikan asesmen terakhir yang dilakukan OJK terkait debitur restrukturisasi sejak diputuskannya rencana memperpanjang relaksasi ini pada saat Rapat Dewan Komisioner OJK pada tanggal 23 September 2020.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, perpanjangan relaksasi restrukturisasi ini sebagai langkah antisipasi untuk menyangga terjadinya penurunan kualitas debitur restrukturisasi. 

“Namun kebijakan perpanjangan restrukturisasi diberikan secara selektif berdasarkan asesmen bank untuk menghindari moral hazard agar debitur tetap mau dan mampu melakukan kegiatan ekonomi dengan beradaptasi ditengah masa pandemi ini,” kata Wimboh dalam keterangan resminya, Jumat (23/10).

Baca Juga: BI dan OJK sepakati penguatan proses pemberian likuiditas ke perbankann

OJK segera memfinalisasi kebijakan perpanjangan restrukturisasi ini dalam bentuk POJK termasuk memperpanjang beberapa stimulus lanjutan yang terkait antara lain pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah (loan at risk) dalam penilaian tingkat kesehatan bank, governance persetujuan kredit restrukturisasi, penyesuaian pemenuhan capital conservation buffer dan penilaian kualitas Agunan yang Diambil Alih (AYDA) serta penundaan implementasi Basel III.

Realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan per tanggal 28 September 2020 sebesar Rp904,3 Triliun untuk 7,5 juta debitur. Sementara NPL di bulan September 2020 sebesar 3,15% menurun dari bulan sebelumnya sebesar 3,22%. 

Untuk menjaga prinsip kehati-hatian, bank juga telah membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang dalam 6 bulan terakhir menunjukkan kenaikan.

OJK terus mencermati dinamika dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan di sektor jasa keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Adapun relaksasi dalam POJK 11 tersebut terdiri dari, pertama, penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit sampai Rp10 miliar.

Kedua, restrukturisasi dengan peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi. 

Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan bank tanpa batasan plafon kredit.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Sejumlah bank penyalur KPR FLPP yakin bisa penuhi penilaian PPDPP

Sejumlah bank penyalur KPR FLPP yakin bisa penuhi penilaian PPDPP


ILUSTRASI. Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan rumah bersubsidi di Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/10). KONTAN/Baihaki

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sudah cukup signifikan. Hingga 21 Oktober 2020, penyalurannya sudah mencapai Rp 9,77 triliun atau 95.708 unit atau setara dengan 93,37% dari target anggaran tahun ini yakni  Rp 11 triliun. 

Meski begitu, tidak semua bank pelaksana mencapai penilaian di atas 70% atas kualitas penyaluran FLPP tersebut. Dari evaluasi yang dilakukan PPDPP pada kuartal III, ada 12 bank dari total 42 bank pelaksana yang kinerjanya di bawah 70%. Itu terdiri dari 3 bank nasional dan 9 Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Indikator penilaian itu bukan hanya capaian penyaluran saja, tetapi indikator keuangan, operasional dan indikator implementasi host to host. PPDPP menilai kepatuhan bank terhadap rekonsiliasi data, jadwal angsuran, penyaluran dana dan dukungan terhadap pemantauan dan evaluasi lapangan,  serta keaktifan bank pelaksana dalam menindaklanjuti setiap peningkatan teknologi yang diterapkan oleh PPDPP.

Baca Juga: Ini perusahaan yang sempat gagal bayar dan berisiko gagal bayar di kuartal III-2020

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan,  anggaran FLPP tahun 2021 naik menjadi Rp 19,1 triliun untuk 157.500 unit. Kuota FLPP hanya akan diberikan kepada bank yang memiliki nilai rapor di atas 70% tahun ini. 

“Selain itu, pemberian kuota akan didasarkan pada provinsi dengan melihat seberapa besar minat masyarakat terhadap bank yang bersangkutan di Sistem Informasi KPR Bersubsidi alias SiKasep, follow up dan respon bank pelaksana terhadap masyarakat yang sudah berada pada tahap 3 ke atas di SiKasep,” kata Arief dalam keterangan resminya, Kamis (23/10).

Adapun bank yang menjadi penyalur KPR FLPP tertinggi hingga Oktober masih dicatatkan oleh BTN dengan capaian 39.942 unit. Disusul BNI dengan realisasi 12.572 unit, BRI Syariah  9.511 unit, BTN Syariah 6.591 unit, BJB 4.317 unit, BRI 3.660 unit, Mandiri 2.354 unit, Bank NTB Syariah 1.489 unit,  dan Bank Sumselbabel 1.224 unit 

Sejumlah bank yang dihubungi Kontan.co.id, optimis bisa merealisasikan kuota FLPP yang diberikan dan memenuhi penilaian rapor yang dilakukan PPDPP. ” Pada Oktober ini kami sudah berhasil menyalurkan 100% kuota yang diberikan. Jadi realisasi kami sejalan dengan target,” kata Antonius Prabowo Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel (BSB), Jumat (23/10).

Baca Juga: Trafik naik, Mandiri Sekuritas tingkatkan kualitas situs investasi online MOST

Antonius bilang, performa penyaluran FLPP perseroan tahun ini cukup bagus.  Awalnya, BSB hanya mendapat kuota 950 unit dengan nilai Rp 102 miliar.  Namun, itu sudah berhasil terserap sepenuhnya pada Juni sehingga PPDPP memberikan tambahan 400 unit lagi dan selanjutnya 50 unit lagi. Sehingga totalnya mencapai 1.400 unit dengan nilai Rp149,5 miliar. 

Bank Sumut telah menyalurkan KPR FLPP Rp 38,1 miliar per September atau  78% dari target kuota tahun ini dengan jumlah debitur 385 debitur. Syahdan Siregar Sekretaris Bank Sumut optimis kuota itu akan tersalurkan sepenuhnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Cari bunga desposito tinggi pekan ini? J Trust Bank salah satu yang teratas

Cari bunga desposito tinggi pekan ini? J Trust Bank salah satu yang teratas


ILUSTRASI. J Trust Bank memperpanjang program-program dengan bunga deposito tinggi

Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meskipun tren rata-rata suku bunga simpanan di Indonesia melandai, PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) atau yang lebih dikenal dengan J Trust Bank tetap menduduki peringkat atas sebagai perbankan yang memberikan bunga deposito tinggi.

Mengutip pusatdata.kontan.co.id per Kamis (22/10), J Trust Bank berada pada posisi tiga besar bank pemberi bunga deposito tertinggi, selain Bank Bukopin dan Bank Mayora.

Tercatat, bunga deposito J Trust Bank untuk tenor 1 bulan rata-rata sebesar 5,13%. Sementara itu, suku bunga deposito untuk tenor 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan yang diberikan J Trust Bank berada di kisaran 5,38%.

Baca Juga: Program Deposito J Trust Bank Jadi Andalan Investasi di Tengah Situasi Labil

Sebagai perbankan yang konsisten memberikan bunga deposito tinggi, J Trust Bank membidik nasabah yang berkeinginan mengembangkan dananya walaupun kondisi masih terasa sulit selama pandemi virus Corona (Covid-19).

Sebagai wujud apresiasi kepada nasabah untuk terus berinvestasi, J Trust Bank menawarkan program-program spesial selama Oktober ini. Tentunya, program tersebut menawarkan imbal hasil bunga deposito yang lebih tinggi lagi hingga mencapai 8%. Program-program deposito J Trust Bank antara lain:

Pertama, Program Special Rate Deposito Rupiah J Trust Bank. Melalui program ini, nasabah berpeluang untuk mendapatkan keuntungan suku bunga (special rate) sebesar 7,5% per annum (p.a) fix. Program ini berlaku mulai 7 Oktober 2020 sampai 31 Desember 2020. Jangka waktu yang tersedia adalah 6 bulan dan 12 bulan, serta tidak dapat diperpanjang.

Untuk menikmati suku bunga deposito spesial ini, jumlah minimum penempatan dananya ialah Rp500.000 per bilyet deposito. Maksimum per satu customer information file (CIF) total pada program ini adalah Rp20 juta. Program ini berlaku khusus untuk nasabah baru (new CIF) dan berupa dana baru (fresh fund).

Kedua, Program Deposito J Trust “Let’s 1,2,3”. J Trust Bank menawarkan tiga keuntungan bunga deposito dengan penempatan deposito tiga kali dalam satu periode. Dalam program ini, nasabah harus menempatkan dana deposito tiga kali berturut-turut dengan total penempatan Rp 70 juta dalam satu kali periode. Nasabah akan mendapatkan bunga deposito yang berbeda untuk setiap penempatan.

Pada deposito pertama, nasabah menempatkan dana dengan nominal Rp20 juta dengan bunga deposito 7,5% p.a, deposito kedua Rp20 juta (7,75% p.a) dan deposito ketiga Rp30 juta (8% p.a) dengan jangka waktu tersedia 2,3,6 dan 12 bulan.

Bagi nasabah yang telah mengikuti program deposito special rate dengan bunga deposito 7,5% sebelumnya dan telah mencapai nominal Rp20 juta, nasabah tetap dapat mengikuti program ini. Caranya, nasabah bisa melanjutkan program dengan menempatkan dana pada deposito kedua dan deposito ketiga.

Penempatan deposito tersebut tidak harus pada hari yang sama melainkan harus dalam satu periode program. Dengan demikian, jika terdapat satu atau dua deposito yang penempatannya melebihi dari tanggal periode program, deposito tersebut tidak dapat diperhitungkan dalam program ini.

Periode Program Deposito J Trust “Let’s 1,2,3” adalah 1-31 Oktober 2020 dan dapat diperpanjang setelah evaluasi.

Ketiga, Program Peferral “Win-Win-Win”. Lewat program ini J Trust Bank memberikan peluang bagi nasabah untuk memeroleh tiga keuntungan sekaligus, antara lain: bunga deposito tinggi, reward bagi referentor (pengenal) yang mereferensikan calon nasabah untuk membuka rekening produk deposito J-Trust, serta, cashback untuk nasabah yang membuka rekening deposito berdasarkan referensi referentor.

Program Referral “Win- Win-Win” merupakan bagian dari program penempatan deposito “Tetap Semangat Melawan Corona” J Trust Bank. Periode pelaksanaan program ini mulai 1 Oktober 2020 sampai dengan informasi lebih lanjut.

Adapun, syarat mengikuti Program Referral “Win-Win-Win” adalah nasabah eksisting atau orang yang belum menjadi nasabah J Trust Bank. Jumlah deposito yang disetor minimal Rp10 juta (berlaku kelipatan) dan maksimal Rp1 triliun, serta dana tersebut merupakan fresh fund.

Jangka waktu deposito yang tersedia yaitu 1 bulan, 3 bulan, dan 6 bulan. Suku bunga deposito sebesar 7% per tahun plus cashback 0,25% per tahun. Besaran cashback disesuaikan dengan besaran dana deposito dan waktu penempatan. Cashback dikenakan pajak 20%. Dana cashback juga dapat dikreditkan ke rekening atau dibayar tunai.

Keempat, Program J Trust Bank Cashback on Call. Program deposito rupiah dan deposito valas ini berlaku pada periode 1 Oktober 2020 sampai informasi selanjutnya. Sejak diperkenalkan, program ini cukup banyak peminatnya.

Penempatan dana dalam program ini selama kurang dari satu bulan. Program ini dapat diikuti oleh nasabah lama dan nasabah baru. Jumlah deposito minimal yang disetor sebesar Rp500 juta atau US$ 100.000 dengan cashback rate sebesar 6,59% (Rupiah) dan 2,47% (dolar AS). Per harinya, cashback tersebut sebesar Rp90.000 atau US$ 6,75.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait program-program deposito J Trust Bank, silahkan kunjungi laman www.jtrustbank.co.id.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link