fbpx

Bisnis otomotif loyo, premi asuransi umum dan reasuransi turun


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lesunya penjualan otomotif memberikan pukulan kepada bisnis asuransi umum dan reasuransi. Gaikindo mencatatkan terjadi penurunan penjualan kendaraan bermotor hingga 51,1% yoy.

Sedangkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membukukan pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi sebesar Rp 66,7 triliun pada Agustus 2020. Nilai itu turun 0,2% yoy dibandingkan Agustus 2019 sebesar Rp 66,9 triliun.

OJK melihat penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan premi kendaraan bermotor dari menjadi Rp 10,10 triliun dalam delapan bulan pertama 2020. Nilai itu turun 20,8% yoy dibandingkan Agustus 2019 sebesar Rp 12,75 triliun.

Baca Juga: OJK: Bisnis asuransi jiwa ke depan bakal dipengaruhi kondisi pasar modal

Padahal, lini bisnis kendaraan bermotor merupakan kontribusi terbesar bagi industri. Lini bisnis ini menyumbang 20,1% dari total pendapatan premi secara industri.

“Namun penetrasi asuransi masih relatif kecil, tidak pernah di atas 3% dengan total potensi 270 juta jiwa. Ini menjadi potensi yang besar bagi kita, kalau 20% saja masyarakat sadarasuransi, maka industri akan meningkat secara signifikan,” kata Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2A OJK, Ahmad Nasrullah dalam diskusi virtual pada Selasa (27/10).

Sementara itu, PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) masih mampu mencatatkan kinerja positif di tengah pandemi. Direktur Asuransi Bintang HSM Widodo menyatakan, pendapatan premi mencapai Rp 300,3 miliar. Nilai ini tumbuh 13,8% yoy dibandingkan Agsutus 2019 senilai Rp 264,1 miliar. Kinerja ASBI ditopang oleh pendapatan properti dan rangka kapal.

“Hingga akhir tahun lini bisnis marine cargo masih bisa dioptimalkan, karena pengangkutan masih berjalan terutama untuk antar pulau untuk bahan sembako. Semoga dengan program bantuan langsung tunai dari negara, konsumsi domestik bisa terus bergerak,” ujar Widodo kepada Kontan.co.id.

Widodo mengatakan bisnis asuransi hingga akhir tahun masih menantang. Dia melihat hingga Juli 2020, okupasi hotel di Bali masih pada angka 2,5%. Sedangkan data Gaikindo mencatat produksi kendaraan baru sekitar 24.000, padahal tahun lalu di angka 126.000.

“Kalau terus seperti ini, bisa ada pembatalan pertanggungan dari hotel-hotel yang target market-nya turis mancanegara. Oleh sebab itu penting sekali dalam cashflow dan liability management yang kuat,” tambah Widodo.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

133 Kantor cabang Bank Mandiri masih beroperasi saat libur cuti bersama


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk akan memberikan layanan perbankan secara terbatas pada libur cuti bersama dan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 28-30 Oktober 2020. 

Tercatat sebanyak 133 cabang di seluruh Indonesia akan beroperasi secara bergiliran untuk memberikan layanan perbankan, yaitu penerimaan setoran Modul Penerimaan Negara (MPN), setoran pembelian BBM/Non BBM serta layanan kas terbatas seperti setor/tarik tunai, penggantian buku tabungan, cetak mutasi rekening, pindah buku antar rekening Bank Mandiri dan pembukaan blokir.

Informasi lengkap mengenai jadwal kantor cabang operasional pada periode tersebut dapat diperoleh pada link bmri.id/operasionalcabang serta layanan Mandiri Call 14000.

Baca Juga: Pendapatan komisi bank menengah dan bank besar naik, berikut penopangnya

Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan  menjelaskan, pengoperasian cabang pada libur cuti bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut merupakan implementasi komitmen perseroan agar dapat terus hadir memenuhi kebutuhan nasabah dalam berbagai kesempatan, bahkan di saat libur panjang.

“Mengingat terbatasnya jumlah cabang dan layanan perbankan yang diberikan, kami terus menghimbau kepada nasabah untuk mengoptimalkan layanan digital banking perseroan dalam bertransaksi, seperti Mandiri Online, Mandiri SMS Banking, Mandiri ATM, Mandiri Cash Management dan Mandiri Internet Bisnis,” kata Rully dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Selasa (27/10).

Di samping layanan elektronik, Bank Mandiri juga memiliki lebih dari 120.000 mandiri agen yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia. Mandiri agen ini menjadi kepanjangan tangan Bank Mandiri dalam membantu nasabah melakukan transaksi keuangan seperti tarik dan setor tunai, transfer antar rekening Mandiri.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Bank kian berupaya mendorong pendapatan berbasis biaya dan komisi


ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas di depan gedung OCBC NISP Tower, Jakarta, Rabu (22/4). KONTAN/Carolus Agus Waluyo

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan terus berupaya mendorong pendapatan berbasis biaya dan komisi atau fee based income. Hal itu dilakukan guna menahan laba tidak tergerus kian dalam di tengah seretnya pendapatan bunga dan meningkatnya biaya provisi akibat dampak Covid-19. 

Namun, mendorong fee based income tetap punya tantangan besar. Pasalnya, sumber-sumber pendapatan berbasis biaya dan komisi pada perbankan banyak yang terkait dengan kredit. Dengan melambatnya kredit maka pendapatan dari administrasi kredit, kredit sindikasi, trade finance dan lain-lain berimbas turun. 

Hingga kuartal III 2020, bank-bank menengah besar yang sudah merilis kinerja mayoritas mencatatkan penurunan fee based income. Sebagian lain berhasil mencetak pertumbuhan namun terbatas. Pendapatan transaksi e-channel dan transaksi treasury jadi penopang jadi penopang utama fee based income mereka. 

Baca Juga: Laba bersih Bank BJB tumbuh 5,9% di kuartal III

Bank Mandiri salah satu yang berhasil mencatatkan pertumbuhan fee based income sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Berdasarkan materi presentasi laporan keuangan Bank Mandiri kuartal III, pendapatan berbasis biaya dan komisi bank pelat merah ini dengan anak usahanya tercatat mencapai Rp 17,14 triliun atau tumbuh 4,9% dari periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). 

Namun, secara total pendapatan non bunga bank ini masih turun 0,26% yoy menjadi Rp 19,58 triliun. Pasalnya, recovery atau pemulihan atas kredit bermasalah yang sudah dihapusbukukan bank ini turun cukup tajam sebesar 21,6% menjadi Rp 2,47 triliun. Sementara kredit hapus buku bank ini naik 6,48% jadi Rp 7,88 triliun. 

Penopang pertumbuhan fee based income Bank Mandiri berasal dari transaksi e-channel dan transaksi treasury yang masing-masing tumbuh 2,8% jadi Rp 1,31 triliun dan 33,8% jadi Rp 4,9 triliun. Fee based income dari anak usaha juga tumbuh 5,2%. Sedangkan fee yang berkaitan dengan kredit turun 7,9 %, administrasi DPK turun 7,3%, kartu kredit turun 17,5%, mutual fund dan bancassurance turun 10,5%.

BNI juga mencatatkan pertumbuhan fee based income sebesar 7,2% menjadi Rp 8,74 triliun. Kenaikannya ini lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang hanya tumbuh 3,2%.  Penopang pertumbuhan ini berasal dari transaksi ATM dan e-channel yang tumbuh 9% menjadi Rp 1 triliun, pembayaran tagihan online dan billpayment tumbuh 6%,  administrasi debit card tumbuh 5,5%,  maintenance account tumbuh 3,8% menjadi Rp 1,46 triliun. Transaksi treasury juga melesat.  

Baca Juga: Tiga bank besar ini catat kenaikan NPL, begini strategi mitigasinya di akhir tahun

Sementara penurunan berasal dari sindikasi yang tergerus 19%,  trade finance melorot 0,6%, dan remitansi turun 4,2%. Recurring fee based income di BNI meningkat cukup tinggi secara kuartalan dimana sepanjang kuartal III mencapai Rp 3,21 triliun,  di kuartal II hanya Rp 2,49 triliun dan kuartal I Rp 2,66 triliun. 

“Ini menunjukkan adanya perbaikan fee based income setelah pelonggaran PSBB,” jelas manajemen BNI dalam materi presentasi kinerja kuartal III 2020 dikutip Kontan.co.id, Selasa (27/10).

Penurunan fee based income dialami oleh BCA. Bank swasta terbesar di tanah air ini membukukan pendapatan biaya an komisi sebesar Rp 9,6% atau turun 4,1% secara yoy. Namun, pendapatan non bunga bank ini secara keseluruhan masih tumbuh 3% jadi Rp 15,09 triliun. Itu ditopang adanya pertumbuhan pendapatan trading sebesar 47% menjadi Rp 3,2 triliun.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Bank Danamon catatkan laba Rp 632 miliar di kuartal III 2020


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Danamon Indonesia Tbk hari ini mengumumkan laporan keuangan untuk sembilan bulan pertama tahun 2020. Laba bersih setelah pajak (NPAT) Bank Danamon pada kuartal ketiga 2020 tumbuh menjadi Rp 632 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadikan total NPAT Bank untuk sembilan bulan pertama tahun 2020 menjadi Rp 1,48 triliun. Pendapatan operasional sebelum provisi (PPOP) naik 9% dibandingkan setahun yang lalu.

Pertumbuhan laba pada kuartal ketiga ini didukung oleh, antara lain, pendapatan nonbunga dan perbaikan kualitas asset. Rasio kredit bermasalah (NPL) berada pada tingkat 3.2% atau membaik 90 basis poin dibandingkan kuartal sebelumnya. Biaya kredit atau Cost of Credit juga membaik 54% secara kuartalan.

Didukung oleh kolaborasi yang kuat dengan MUFG, kredit kepada segmen Enterprise Banking terus berekspansi dengan pertumbuhan sebesar 26% dibandingkan setahun yang lalu. Pendanaan melanjutkan tren penguatan dimana Giro dan Tabungan (Current Account and Savings Account/CASA) tumbuh 13% secara setahunan. Pertumbuhan ini membawa rasio CASA pada tingkat yang sehat yaitu 51,5%.

Baca Juga: Emiten bank rilis kinerja kuartal III, simak rekomendasi sederet saham bank berikut

“Pada kuartal ketiga tahun 2020, kinerja keuangan kami menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini mengarisbawahi kemampuan Bank untuk menghadapi iklim usaha yang menantang di tahun 2020. Selain pertumbuhan pada laba kuartalan, kami juga mampu mengelola NPL serta menyediakan biaya pencadangan yang lebih kuat,” kata Yasushi Itagaki, Direktur Utama, Bank Danamon dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Selasa (27/10) malam.

Kredit di segmen Enterprise Banking yang terdiri dari segmen Perbankan Korporasi, Perbankan Komersial dan Institusi Keuangan atau EB & FI naik 26% dibandingkan setahun sebelumnya menjadi Rp 53,1 triliun, pertumbuhan ini didukung oleh kolaborasi dengan MUFG. Segmen Perbankan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan kredit kepada segmen Consumer masing-masing berada pada Rp 25,8 triliun dan Rp 11,6 triliun pada akhir September 2020.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance mencatat pembiayaan total sebesar Rp 45,7 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini, di tengah perlambatan pada industri otomotif. Adapun, total portofolio kredit dan trade finance tercatat sebesar Rp 137,9 triliun pada akhir September 2020.

Bank Danamon menjaga penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan kualitas aset melalui pelaksanaan prosedur penilaian risiko, serta proses collection dan recovery kredit yang disiplin. Sebagai hasilnya, rasio kredit bermasalah atau NPL pada akhir semester pertama 2020 tercatat membaik di posisi 3,2% pada akhir kuartal ketiga 2020. Bank Danamon pada saat yang sama membantu nasabah yang terkena dampak COVID-19 melalui restrukturisasi kredit.

Baca Juga: Laba bersih Bank Jatim turun 4,3% di kuartal III

Pendapatan komisi atau fee income berjumlah Rp 2,58 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini. Angka ini didukung oleh pertumbuhan dari bancassurance sebesar 23% dan keuntungan kegiatan treasuri melalui perdagangan marketable securities dan valuta asing yang tumbuh 109%.

Bank Danamon terus fokus terhadap pendanaan granular bertumbuh 12% dibandingkan setahun yang lalu. Giro dan tabungan (CASA) tumbuh 13% secara setahunan. Sampai dengan September 2020, CASA mencakup lebih dari setengah total dana pihak ketiga Bank Danamon dengan rasio CASA sebesar 51,8%. Rasio intermediasi makroprudensial (RIM) atau Macroprudential Intermediation Ratio pada posisi 89,8% menunjukkan tingkat likuiditas Bank yang tinggi.

Rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terkuat di kelasnya setelah penetapan status sebagai Bank BUKU 4. CAR konsolidasian tercatat pada 24,9 % pada akhir September 2020 dimana modal tier-1 berada pada Rp 38,4 triliun.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Laba bersih Bank Jatim turun 4,3% di kuartal III


ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di Bank Jatim Thamrin City Jakarta, Jumat (20/7)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/20/07/2018.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) mengalami perlambatan kinerja hingga kuartal III 2020. Laba bersih bank ini tergerus 4,3% secara year on year (YoY) menjadi Rp 1,09 triliun. 

Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan, Selasa (27/10), penurunan laba bersih Bank Jatim diakibatkan oleh peningkatan biaya provisi. Sedangkan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) perseroan masih mengalami kenaikan. 

NII Bank Jatim tercatat mencapai Rp 3,05 triliun atau tumbuh 2,48% secara YoY. Sementara kerugian penurunan nilai aset keuangan  naik 6,5%  menjadi Rp 305,5 miliar dari Rp  286,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban tenaga kerjanya juga meningkat 22%. 

Baca Juga: Bank kian berupaya mendorong pendapatan berbasis biaya dan komisi

Aset Bank Jatim juga tembus Rp 82,08 triliun atau tumbuh 7,89% dibandingkan akhir tahun 2019. Ini seiring dengan pertumbuhan kredit sebesar 4,98% sepanjang tahun ini menjadi Rp 38,79 triliun. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 14,4% secara year to date (ytd) menjadi Rp 68,76 triliun.

Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) secara gross meningkat dari ke level 4,49% dari 2,89% pada September 2019 dan secara net naik dari 0,56% menjadi 1,85%. 

Penyaluran kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) mencapai  57,88% dengan net interest margin (NIM) 5,7%. 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Setelah hampir delapan dekade, Bank OCBC NISP bertransformasi menjadi 10 bank besar


ILUSTRASI. Menuju usia delapan abad, Bank OCBC NISP meluncurkan gerakan #MelajuJauh

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Memasuki usia yang ke-79 dan menuju usia ke-80 tahun, atau menuju delapan dekade, Bank OCBC NISP berhasil bertransformasi menjadi 10 bank terbesar di Indonesia dari segi aset bahkan menjadi bagian dari konglomerasi keuangan terbesar kedua di Asia Tenggara.

Menuju usia delapan dekade tersebut, Bank OCBC NISP meluncurkan gerakan #MelajuJauh dengan meraih visi menjadi mitra terpercaya untuk meningkatkan kualitas hidup.

Melalui gerakan #MelajuJauh ini, Bank OCBC NISP mengajak masyarakat terus bergerak maju, mengubah tantangan menjadi peluang dan terus bertransformasi. Melalui gerakan ini, Bank OCBC NISP mengajak masyarakat mengambil peran lebih besar dengan bersama-sama menjadi agen perubahan demi kemajuan bangsa Indonesia.

Gerakan ini juga merupakan wujud apresiasi kepada masyarakat yang selama lebih dari 79 tahun telah bertransformasi bersama Bank OCBC NISP.

Baca Juga: Cari bunga deposito tinggi di akhir pekan ini? Lihat daftarnya di sini

Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, mengatakan, berawal dari bank lokal di Bandung 79 tahun yang lalu, Bank OCBC NISP bersama dengan masyarakat Indonesia terus bertransformasi menjadi 10 bank terbesar di Indonesia dari segi aset bahkan menjadi bagian dari konglomerasi keuangan terbesar kedua di Asia Tenggara.

“Dengan hampir delapa dekade berjuang bersama masyarakat melewati berbagai macam krisis dan menjadi saksi pertumbuhan perekonomian Bangsa, kami ingin membangun optimisme di tengah pandemi dan mengajak masyarakat #MelajuJauh memberikan dampak positif bagi keberlanjutan ekonomi, sosial dan lingkungan Bangsa Indonesia,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (27/10).  

Untuk dapat mengajak masyarakat #MelajuJauh, Bank OCBC NISP mengambil peran lebih dengan menghadirkan solusi keuangan yang inovatif & berkelanjutan dengan didukung pemanfaatan teknologi digital. Hal ini secara nyata diwujudkan antara lain sebagai berikut:

Pertama, komitmen terhadap Kegiatan Perbankan yang Bertanggung jawab (Responsible Banking) Bank OCBC NISP berkomitmen untuk menghadirkan solusi keuangan berkelanjutan untuk nasabah retail dan korporasi sehingga mampu #MelajuJauh memberikan dampak positif bagi lingkungan dan sosial (sustainable financing).

Baca Juga: Bunga deposito Bukopin, J Trust Bank dan Bank Mayora paling tinggi

Salah satu wujudnya adalah kepercayaan dari International Finance Corporation (IFC) kepada Bank OCBC NISP untuk menyalurkan Green Financing sejak tahun 2018 sebesar Rp 2 Triliun guna mendukung projek-projek yang berwawasan lingkungan.

Komitmen ini diperkuat dengan penyaluran tahap kedua sebesar Rp 2,75 Triliun untuk program Green & Gender Financing. Untuk program Gender Financing, Bank OCBC NISP telah mempersiapkan program khusus untuk memberikan dukungan kepada sektor usaha kecil dan menengah yang dimiliki oleh pengusaha perempuan yang akan segera diluncurkan pada kuartal ke-empat 2020.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Jalin kolaborasi dengan beberapa platform, peran aktif Batumbu pada inklusi keuangan


ILUSTRASI. Fintech Peer to Peer (P2P) Lending Batumbu

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. P2P Lending platform Batumbu menjalin kolaborasi strategis dengan beberapa penyedia platform yaitu LUNA, GrosirOne dan Siabos, Selasa (27/10).  Sebagai upaya untuk meningkatkan peran aktif Batumbu dalam mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia.

Kolaborasi strategis ini berawal dari realita bahwa pada umumnya para Wira UMKM hanya berfokus pada peningkatan penjualan dan menomorduakan disiplin pencatatan transaksi bisnis yang lebih tertata dengan baik.

Dampak dari pencatatan bisnis yang tidak lengkap ini bisa mengakibatkan Wira UMKM sulit untuk mendapatkan pembiayaan yang disebabkan karena tidak adanya akses informasi yang mencerminkan perilaku, karakter dan pencatatan transaksi keuangan yang baik.

Baca Juga: Berkurang dua entitas, kini ada 155 fintech P2P lending terdaftar dan berizin di OJK

Atas dasar itulah Batumbu menjalin kolaborasi strategis dengan beberapa penyedia platform di Indonesia yang memiliki kesamaan tujuan, untuk memberikan kemudahan dan menjadikan Wira UMKM Indonesia memiliki keunggulan kompetitif serta mendukung digitalisasi keuangan bagi Wira UMKM.

“Melalui kolaborasi strategis yang dijalin dengan LUNA, GrosirOne, dan SiaBos, kami berharap untuk dapat menciptakan competitive advantage bagi Wira UMKM Indonesia,” kata Jenny Wiriyanto selaku CEO Batumbu dalam keterangan persnya.

Kolaborasi antara Batumbu dengan LUNA menawarkan solusi untuk mengoptimalkan operasional dan pelayanan dengan POS (Point Of Sale), system order dan pembayaran yang sudah terdigitalisasi dan telah di simplifikasi dengan berbasis teknologi.

Kolaborasi ini makin lengkap karena didukung juga oleh GrosirOne yang memiliki visi untuk membuat efisiensi di bidang rantai pasok dengan teknologi dan layanan keuangan. Dalam prosesnya, GrosirOne mendigitalisasi supply chain untuk memastikan proses yang lebih lancar, aman, dan efisien untuk semua pihak.

Baca Juga: Fintech Batumbu bidik salurkan pinjaman modal kerja ke UKM lewat sistem kemitraan

Satu lagi yang tidak kalah penting adalah kehadiran SiaBos dalam kolaborasi strategis ini, yang menjadi penyedia aplikasi pintar dalam mendigitalisasi pasar tradisional Indonesia untuk meningkatkan penjualan Wira UMKM dalam satu platform digital.

“Kami di Batumbu berkomitmen tidak sekadar menyalurkan pinjaman, namun juga berkepentingan untuk membawa para Wira UMKM memiiliki kemampuan bekerja secara lebih efisien dan efektif, sehingga tercipta kemampuan untuk bersaing di kemudian hari. Besar harapan kami para Wira UMKM Batumbu dapat memanfaatkan aplikasi yang telah kami sediakan sehingga dapat tumbuh dengan cepat dan baik,” ujarnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Gandeng Taralite, OVO sediakan pinjaman UMKM terdampak Covid-19


ILUSTRASI. Pembayaran aplikasi OVO

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. OVO membuka akses permodalan kepada pelaku usaha, mikro, kecil dan menegah (UMKM) terdampak Covid-19 agar mereka bisa bertahan di masa pandemi.

VP Lending OVO Natasha Ardiani menyebut, pemodalan sangat dibutuhkan pelaku UMKM yang banyak terkena dampak dari pandemi seperti kekurangan modal usaha, kesulitan menggaji karyawan, hingga ancaman penutupan usaha.

“OVO sangat terbuka bagi pelaku UMKM yang ingin meminjam dana untuk kelangsungan usaha mereka. OVO sangat mendukung agar para pelaku UMKM bisa terus melanjutkan usaha mereka dan bisa naik kelas menjadi usaha yang lebih besar,” terang Natasha dalam keterangan resmi, Selasa (27/10).

Baca Juga: OVO salurkan insentif kartu prakerja ke 1,3 juta penerima manfaat

Dengan menggandeng fintech Taralite sejak 2017, OVO akan sediakan pembiayaan bagi pelaku UMKM. Dengan begitu, mereka bisa mendapat akses kredit yang lebih mudah, transparan serta membantu permodalan mereka.

“Sejak awal pandemi ini, kita fokus ke B2B (Business to Business) atau business lending. Kami sedang menggenjot pinjaman UMKM bekerjasama dengan Taralite dalam bentuk modal kerja dan anjak piutang untuk membantu kas keuangan mereka tetap bisa terus berjalan,” ungkapnya.

OVO juga menjadi mitra pemerintah dalam menyalurkan insentif Kartu Prakerja yang sudah berhasil menjangkau lebih dari 1,3 juta penerima manfaat. Dengan cara itu, OVO berupaya berikan edukasi kepada masyarakat tentang keuangan berbasis digital.

Pihaknya menyadari bahwa kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri keuangan berguna untuk menciptakan serta menggerakkan masyarakat non-tunai atau cashless society.

“Penyaluran insentif Kartu Prakerja secara digital membuat masyarakat  semakin terbiasa dengan cara penggunaan dan fitur-fitur OVO. Peran kami dalam meningkatkan inklusi keuangan semakin nyata dan dampaknya sudah sangat terasa di masyarakat.” ujarnya.

Ke depannya, perusahaan akan lebih banyak berkontribusi menyukseskan program pemerintah dan BUMN, khususnya di situasi pandemi sekarang ini karena banyak program yang membutuhkan infrastruktur digital.

“Kebutuhan akan layanan keuangan digital benar-benar meningkat, sehingga OVO dan penyedia layanan keuangan digital lainnya dituntut untuk terus beradaptasi dan memprioritaskan kecepatan, keamanan dan efisiensi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya. 

Baca Juga: Bos OVO: Kartu Prakerja terobosan pertama sistem bansos di Indonesia

Di sisi lain, pandemi menjadi kesempatan emas bagi pemerintah untuk mendorong adopsi keuangan digital guna mempercepat transformasi digital dan inklusi keuangan. Peluang tersebut dinilai hampir sama ketika wabah virus SARS merebak di China 18 tahun silam.

Pada saat itu, pemerintah China berhasil mengubah kebiasaan masyarakat mereka untuk beralih ke keuangan digital dalam aktivitas pembayaran mereka sehari-hari.

“Kami percaya peluang bagi industri tekfin di Indonesia sangat besar. Dengan adanya pandemi, banyak perubahan perilaku masyarakat yang terjadi akhirnya menciptakan gaya hidup baru, terutama pada saat berbelanja, di mana mereka mulai banyak berpindah ke transaksi digital,” tutupnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Aset BCA tembus Rp 1.000 triliun, ditopang DPK yang tumbuh signifikan


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) jadi bank ketiga di tanah air yang mencatat nilai aset lebih dari Rp 1.000 triliun. Sampai akhir September 2020, aset bank swasta terbesar di tanah air ini tercatat Rp 1.003,6 triliun tumbuh 12,3% (yoy).

Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja bilang, dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh signifikan jadi penopangnya. 

“Pertumbuhan dana pihak ketiga yang solid mendukung pertumbuhan aset BCA mencapai Rp 1.000 triliun lebih. DPK kami juga ditopang oleh dana murah atau CASA yang tumbuh 16,1% (yoy),” ujar Jahja dalam paparan kinerja daring, Senin (26/10).

Baca Juga: BCA catat laba Rp 20 triliun di kuartal III-2020, turun 4,2% dari kuartal III-2019

Sampai September 2020, BCA berhasil menghimpun DPK senilai Rp 780,7 triliun dengan pertumbuhan 14,3% (yoy). Dana murahnya terhimpun Rp 596,6 triliun atau 76,4% dari total DPK dengan pertumbuhan 16,1% (yoy). Sedangkan simpanan deposito tumbuh 8,8% (yoy) menjadi Rp 184,1 triliun

Dalam kesempatan serupa Direktur BCA Santoso Liem juga bilang pertumbuhan dana murah perseroan didukung oleh meningkatnya transaksi oleh nasabah secara digital.

BCA memproses sekitar 33 juta transaksi per hari selama sembilan bulan pertama tahun 2020, meningkat dari 26 juta transaksi per hari pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kami terus melihat perkembangan yang pesat pada jumlah transaksi melalui mobile dan internet banking,” ujar Santoso.

Baca Juga: Berpotensi jadi NPL, sekitar 11% debitur restrukturisasi Bank Mandiri berisiko tinggi

Pertumbuhan dana murah ditambahkan Santoso juga turut didukung oleh pembukaan rekening baru di BCA. Sampai September 2020, ia bilang setidaknya ada 6.700 pembukaan rekening baru tiap harinya. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

BCA sudah merestrukturisasi kredit senilai Rp 107,9 triliun yang terimbas pandemi


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sampai 20 September 2020, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah merestrukturisasi kredit terimbas pandemi senilai Rp 79,3 triliun atau setara dari 14% portofolionya. 

“BCA berfokus untuk membantu nasabah dalam merestrukturisasi kreditnya sejak awal pandemi. Kami sangat bersyukur atas program relaksasi dari regulator yang membantu perbankan dan nasabah dalam melewati masa yang sulit untuk mencapai pemulihan,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja dalam paparan kinerja daring, Senin (26/10).

Adapun sampai pertengahan Oktober 2020, bank swasta terbesar di tanah air telah menerima permohonan restrukturisasi total Rp 107,9 triliun dari lebih 90.000 debiturnya. 

Baca Juga: Selama Pandemi, Kebijakan Restrukturisasi Kredit Tetap Dibutuhkan

Diperinci, nilai restrukturisasi paling banyak berasal dari segmen produktif sebesar Rp 82,6 triliun dari 6.167 debitur. Sedangkan kredit konsumtif senilai Rp 25,3 triliun yang berasal dari 84.595 debitur. 

Adapun sampai akhir tahun Jahja menaksir nilai restrukturisasi kredit terimbas pandemi bakal berkisar sampai 20% dari portofolio kredit perseroan.  “Ini lebih baik dibandingkan proyeksi awal kami sebesar 30% dari portofolio kredit. Sampai Oktober 2020 saja realisasinya masih 19% dari portofolio,” lanjut Jahja. 

Sementara sampai September 2020, penyaluran kredit perseroan juga belum mumpuni, pertumbuhannya masih negatif 0,6% (yoy) menjadi Rp 581,9 triliun. 

Baca Juga: Maybank Indonesia telah lakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp 15,8 triliun

Diperinci, cuma segmen korporasi yang masih mencatat pertumbuhan sampai 8,6% (yoy) menjadi 252,0 triliun. Segmen lain tercatat belum tumbuh, komersial dan UMKM negatif 4,9% (yoy), konsumer negatif 3,1% (yoy).

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link