fbpx

Beri relaksasi untuk multifinance, OJK buka opsi pendanaan selain dari pinjaman bank


ILUSTRASI. Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK). KONTAN/Cheppy A. Muchlis

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera merilis kebijakan untuk memberikan relaksasi bagi perusahaan pembiayaan dalam restrukturisasi pembiayaan terdampak Covid-19. 

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Riswinandi mengatakan, hal ini seiring dengan rencana regulator untuk memperpanjang masa restrukturisasi pembiayaan.

“Beberapa perusahaan pembiayaan ini memang perlu dukungan bagaimana mereka bisa peroleh pendanaan agar bisa terus melakukan kegiatan usahanya. Ini tentu perlu berhati-hati. Mau kemana dan bagaimana instrumen yang akan dipakai untuk menerbitkan pendanaan, di luar perbankan,” jelas Riswinandi dalam konferensi virtual, Senin (2/11).

Selain itu, regulator terus mencatat pembiayaan perusahaan pembiayaan multifinance terdampak pandemi. 

Baca Juga: Per Oktober 2020, multifinance restrukturisasi pembiayaan imbas Covid-19 Rp 140,2 T

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan sudah ada 181 perusahaan pembiayaan yang memberikan restrukturisasi pembiayaan terdampak Covid-19.

“Untuk perusahaan pembiayaan dapat kami sampaikan pada 27 Oktober 2020, total pembiayaan yang telah direstrukturisasi mencapai 177,66 triliun. Debiturnya sebanyak 4,79 juta orang,” ujar Wimboh.

Pembiayaan yang telah direstrukturisasi itu terdiri dari total outstanding pokok sebesar Rp 140,25 triliun. Sedangkan bunga yang telah direstrukturisasi sebesar Rp 37,41 triliun.

Sebenarnya, perusahaan pembiayaan yang telah menerima permintaan restrukturisasi 5,4 juta kontrak dengan outstanding pokok Rp 161,66 triliun dan bunga Rp 42,43 triliun.

Dari jumlah itu, terdapat 307.840 kontrak yang masih dalam proses restrukturisasi. Nilai total outstanding pokoknya mencapai Rp 11,44 triliun dan bunga sebesar Rp 37,41 triliun.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Cegah penurunan kualitas debitur, OJK perpanjang relaksasi restrukturisasi kredit

Cegah penurunan kualitas debitur, OJK perpanjang relaksasi restrukturisasi kredit


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan memutuskan memperpanjang kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang tertuang dalam POJK No.11/POJK.03/2020 selama setahun. Relaksasi yang sebelumnya bakal berakhir Maret 2021 tersebut masih akan berlaku hingga Maret 2022.

Perpanjangan itu dilakukan setelah memperhatikan asesmen terakhir yang dilakukan OJK terkait debitur restrukturisasi sejak diputuskannya rencana memperpanjang relaksasi ini pada saat Rapat Dewan Komisioner OJK pada tanggal 23 September 2020.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, perpanjangan relaksasi restrukturisasi ini sebagai langkah antisipasi untuk menyangga terjadinya penurunan kualitas debitur restrukturisasi. 

“Namun kebijakan perpanjangan restrukturisasi diberikan secara selektif berdasarkan asesmen bank untuk menghindari moral hazard agar debitur tetap mau dan mampu melakukan kegiatan ekonomi dengan beradaptasi ditengah masa pandemi ini,” kata Wimboh dalam keterangan resminya, Jumat (23/10).

Baca Juga: BI dan OJK sepakati penguatan proses pemberian likuiditas ke perbankann

OJK segera memfinalisasi kebijakan perpanjangan restrukturisasi ini dalam bentuk POJK termasuk memperpanjang beberapa stimulus lanjutan yang terkait antara lain pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah (loan at risk) dalam penilaian tingkat kesehatan bank, governance persetujuan kredit restrukturisasi, penyesuaian pemenuhan capital conservation buffer dan penilaian kualitas Agunan yang Diambil Alih (AYDA) serta penundaan implementasi Basel III.

Realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan per tanggal 28 September 2020 sebesar Rp904,3 Triliun untuk 7,5 juta debitur. Sementara NPL di bulan September 2020 sebesar 3,15% menurun dari bulan sebelumnya sebesar 3,22%. 

Untuk menjaga prinsip kehati-hatian, bank juga telah membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang dalam 6 bulan terakhir menunjukkan kenaikan.

OJK terus mencermati dinamika dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan di sektor jasa keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Adapun relaksasi dalam POJK 11 tersebut terdiri dari, pertama, penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit sampai Rp10 miliar.

Kedua, restrukturisasi dengan peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi. 

Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan bank tanpa batasan plafon kredit.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link