fbpx

Tak penuhi solvabilitas, OJK cabut izin Asuransi Recapital


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan asuransi umum milik Grup Recapital, PT Asuransi Recapital harus menutup usahanya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-45/D.05/2020 tanggal 16 Oktober 2020 telah mencabut izin usaha di Bidang Asuransi Umum PT Asuransi Recapital.

Perusahaan asuransi ini beralamat di Gedung Recapital Lantai 6, Jalan Adityawarman No. 55 Kebayoran Baru, Jakarta. Sesuai namanya, Asuransi Recapital dimiliki Grup Recapital, perusahaan investasi milik Rosan Roeslani yang juga Ketua Umum Kadin Indonesia.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB I OJK Anggar Budhi Nuraini dalam pengumumannya di situs OJK menyebutkan, pencabutan izin usaha Asuransi Recapital sebagai perusahaan asuransi umum dikarenakan perusahaan tidak dapat memenuhi ketentuan yang menjadi penyebab dikenainya sanksi pembatasan kegiatan usaha (PKU).

Baca Juga: Asuransi kredit naik, OJK ingatkan risiko lonjakan klaim saat pandemi

Sanksi PKU dikenakan kepada Asuransi Recapital karena pelanggaran atas ketentuan tingkat solvabilitas minimum.

Sejak pencabutan izin usaha PT Asuransi Recapital, pemegang saham, direksi, dewan komisaris, dan pegawai PT Asuransi Recapital dilarang mengalihkan, menjaminkan, mengagunkan atau menggunakan kekayaan, atau melakukan tindakan lain yang dapat mengurangi aset atau menurunkan nilai aset PT Asuransi Recapital.

Asuransi Recapital dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang asuransi umum. Selain itu juga diwajibkan untuk:

1. Menghentikan seluruh kegiatan usaha baik di kantor pusat maupun kantor di luar kantor pusat PT Asuransi Recapital.
 
2. Menyusun dan menyampaikan neraca penutupan kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lama 15 hari sejak tanggal pencabutan izin usaha.

3. Menyelenggarakan rapat umum pemegang saham paling lambat 30 hari sejak tanggal dicabutnya izin usaha untuk memutuskan pembubaran badan hukum PT Asuransi Recapital serta membentuk tim likuidasi.

4. Melaksanakan kewajiban lainnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Selanjutnya, setelah dibentuknya tim likuidasi, pemegang saham, direksi, dewan komisaris, dan pegawai PT Asuransi Recapital wajib memberikan data, informasi, dan dokumen yang diperlukan oleh tim likuidasi serta dilarang menghambat proses likuidasi yang dilakukan oleh tim likuidasi.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

OJK cabut izin Asuransi Recapital, perusahaan asuransi milik Ketua Umum Kadin


ILUSTRASI. OJK mencabut izin Asuransi Recapital pada 16 Oktober 2020 lalu.

Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan asuransi umum, PT Asuransi Recapital harus menutup usahanya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-45/D.05/2020 tanggal 16 Oktober 2020 telah mencabut izin usaha di Bidang Asuransi Umum PT Asuransi Recapital.

Perusahaan asuransi ini beralamat di Gedung Recapital Lantai 6, Jalan Adityawarman No. 55 Kebayoran Baru, Jakarta. Sesuai namanya, Asuransi Recapital dimiliki Grup Recapital, perusahaan investasi milik Rosan Roeslani yang juga Ketua Umum Kadin Indonesia.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB I OJK Anggar Budhi Nuraini dalam pengumumannya di situs OJK menyebutkan, pencabutan izin usaha Asuransi Recapital sebagai perusahaan asuransi umum dikarenakan perusahaan tidak dapat memenuhi ketentuan yang menjadi penyebab dikenainya sanksi pembatasan kegiatan usaha (PKU).

Baca Juga: Asuransi kredit naik, OJK ingatkan risiko lonjakan klaim saat pandemi

Sanksi PKU dikenakan kepada Asuransi Recapital karena pelanggaran atas ketentuan tingkat solvabilitas minimum.

Sejak pencabutan izin usaha PT Asuransi Recapital, pemegang saham, direksi, dewan komisaris, dan pegawai PT Asuransi Recapital dilarang mengalihkan, menjaminkan, mengagunkan atau menggunakan kekayaan, atau melakukan tindakan lain yang dapat mengurangi aset atau menurunkan nilai aset PT Asuransi Recapital.

Asuransi Recapital dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang asuransi umum. Selain itu juga diwajibkan untuk:

1. Menghentikan seluruh kegiatan usaha baik di kantor pusat maupun kantor di luar kantor pusat PT Asuransi Recapital.
 
2. Menyusun dan menyampaikan neraca penutupan kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lama 15 hari sejak tanggal pencabutan izin usaha.

3. Menyelenggarakan rapat umum pemegang saham paling lambat 30 hari sejak tanggal dicabutnya izin usaha untuk memutuskan pembubaran badan hukum PT Asuransi Recapital serta membentuk tim likuidasi.

4. Melaksanakan kewajiban lainnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Selanjutnya, setelah dibentuknya tim likuidasi, pemegang saham, direksi, dewan komisaris, dan pegawai PT Asuransi Recapital wajib memberikan data, informasi, dan dokumen yang diperlukan oleh tim likuidasi serta dilarang menghambat proses likuidasi yang dilakukan oleh tim likuidasi.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Source link

Erick Thohir Kenal Sandi & Rosan karena Tawuran Sekolah



Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut lingkaran pertemanan bisa membantu dalam banyak hal. Hal disampaikan Erick menceritakan lingkaran pertemanannya dari masa sekolah hingga bisnis, dalam keadaan sukses maupun susah. 

Salah satu teman dekatnya yang kenal sudah puluhan tahun adalah Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani. Tak disangka-sangka, pertemanan yang dekat ini justru dimulai dari tawuran semasa sekolah, mengingat keduanya berasal dari sekolah berbeda.

“Kenal Mas Rosan karena tawuran. Mas Rosan dan Mas Sandi di PL [Pangudi Luhur], saya di sekolah lain. Cuma kita itu ya maklumlah anak muda,” kata Erick dalam sebuah acara diskusi virtual, Rabu (28/10/2020).


Dia mengungkapkan, cukup menyesal dengan tawuran yang pernah dilakukannya ini. Meski demikian dia justru mendapatkan teman yang membantunya dalam mengakuisisi bisnis saat terjadi krisis dua dekade silam.

“Alhamdulillah saya, Mas Sandi [Sandiaga Uno], Mas Rosan kenal sudah sangat lama, dan bahkan membantu saya mengakuisisi media tahun 1999. Dari segi bisnisnya berlanjut, aneh-anehnya juga banyak,” jelas dia.

Menurut Erick, teman yang sebenar-benarnya adalah orang-orang yang ada di sekitarnya ketika dia sedang berada dalam keadaan susah.

Selain itu, memiliki teman juga berarti saling mengisi karena tidak semua orang bisa menjadi ekspertis dalam segala hal.

“Lalu dalam berbisnis tentu harus juga merelakan bahwa masing-masing partner atau sahabat yang bekerja sama punya ekspertisnya masing-masing. Jadi jangan juga kadang kita tau Pak Rosan ekspertis di keuangan, lalu saya jauh lebih ngerti dari Pak Rosan, itu salah dari awal itu, juga udah salah pasti,” katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)




Source link