fbpx

Yusuf Mansur soal Garuda Rugi Rp15 T: Simpel Banget, Asli



Jakarta, CNN Indonesia —

Ustaz kondang Yusuf Mansur berbicara soal kerugian Rp15,3 triliun yang dialami PT Garuda Indonesia. Ia mengajak masyarakat patungan untuk menutupi kerugian PT Garuda Indonesia (Persero) yang mencapai Rp15,3 triliun.

Ajakan itu ia sampaikan melalui unggahan di Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, ia mengatakan cara itu merupakan model asli perekonomian Indonesia yang bersifat gotong-royong.

Meski demikian, uang patungan tersebut tak diberikan cuma-cuma begitu saja kepada maskapai Garuda Indonesia, melainkan dalam bentuk suntikan modal yang dapat dikonversi menjadi saham.







Biar disuntik permodalan oleh rakyat secara direct. secara langsung lewat koperasi rakyat luar berduyun-duyun, berbondong-bondong, menjadi pemegang saham,” ucap Yusuf Mansur seperti di dikutip CNNIndonesia.com Sabtu (7/11).

Ia menilai kerugian yang dialami Garuda sangat kecil. Hitungannya, kerugian bisa ditutup 10 juta orang dengan biaya Rp1,5 juta rupiah dari 10 juta orang.

Meski begitu, perusahaan tetap harus melakukan perbaikan.

Katakanlah ini sebagai modal kerja selama 3 tahun (36 bulan), maka patungan nya cuma Rp41 ribu-an per bulan kalau 60 bulan? Rp25 ribu saja per bulan. Atau per hari Rp1.000 nabung saham di Garuda selama 5 tahun. Bisa langsung potong gaji semua karyawan semua buruh, semua guru, semua dokter, semua tentara, semua polisi buat… Beli saham Garuda,” terangnya.

[Gambas:Instagram]

Yusuf Mansur bahkan menyebut bisa saja ia menghadap direksi maupun komisaris Garuda atau Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk menangani kerugian dengan cara menyuntik modal melalui saham.

Berapa sih yang dibutuhkan Garuda? Hehehe. Belagu ya? Engga belagu. Simpel banget. Asli. Cuma 15T, kan? Kecil banget ini. Ntar saya ngadep di direksi dan komisaris Garuda dah. Ke Menterinya juga,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa cara itu sebelumnya pernah ia lakukan pada Bank BRI Syariah dengan membeli saham emiten tersebut hingga harganya naik.

Kita lakukan secara simpel sederhana dan menakjubkan di BRIS, masyarakat lewat koperasi membeli saham BRIS,. Sebab berkah, kali, masyarakat yang ikutan saham untung banget di BRIS Alhamdulillah,” klaimnya,

[Gambas:Video CNN]

Jika langkah ini berhasil di Garuda Indonesia, kata Yusuf Mansur, hal serupa bisa dilakukan ke perusahaan-perusahaan pelat merah lain. Termasuk dengan melakukan take over utang-utangnya.

Kita take over semua utang BUMN, hehehe. Bismillah. Di BRIS biar gimana udah berhasil. Ga bisa dan ga boleh ada yang ngetawain Yusuf Mansur dan kita semua. Hehehe. Sombong ya? Bukan. Ini pamer, hahaha,” pungkasnya

(hrf/agt)






Source link

Tertekan Corona, Garuda Rugi Rp15 T dan Utang Meroket



Jakarta, CNN Indonesia —

PT Garuda Indonesia mengalami kerugian sebesar US$1,07 miliar atau setara Rp15,21 triliun (kurs Rp14.215 per dolar AS) pada kuartal III 2020 kemarin. Angka tersebut berbanding terbalik dengan capaian periode sama tahun sebelumnya yang laba bersih US$122,42 juta.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan masalah itu disebabkan anjloknya pendapatan dari penerbangan berjadwal. Padahal, itu menjadi sumber utama pendapatan perseroan.

Imbas pandemi yang belum reda, kata Fuad, juga membuat operasional perseroan dari sisi produksi available seat kilometer atau ASK mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.







“Karena adanya kebijakan pembatasan pergerakan di sejumlah wilayah domestik serta pemberlakuan kebijakan karantina di beberapa negara yang menyebabkan perseroan harus melakukan penyesuaian produksi,” ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi di BEI, Sabtu (7/11).

Secara total pendapatan emiten bersandi GIAA iu mencapai US$1,13 miliar per September 2020 atau Rp16,98 triliun, turun dari US$3,54 miliar pada kuartal sama tahun sebelumnya.

Kontribusi pendapatan dari penerbangan berjadwal pada kuartal III/2020 sendiri tercatat sebesar US$917,28 juta atau Rp13,69 triliun. Angka tersebut jauh di bawah perolehan kuartal sama 2019 yang sebesar US$2,79 miliar.

Sementara penerimaan perusahaan dari sektor penerbangan tidak berjadwal hanya mampu menyentuh US$46,92 juta, anjlok dibandingkan Raihan kuartal III/2019 senilai US$249,91 juta.

[Gambas:Video CNN]

Namun, menurut Fuad, seiring dengan pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru tingkat produksi perseroan berangsur-angsur mengalami peningkatan meskipun belum kembali pada titik kondisi normal.

Sebagaimana tahun sebelumnya pada masa pandemi ini perseroan mengupayakan peningkatan pendapatan dari segmen kargo juga didukung dengan peluncuran layanan Kirim Aja pada awal Juni 2020.

“Guna mengkompensasi penurunan pendapatan dari penumpang, perseroan mengoptimalkan penerbangan charter untuk mengangkut kargo selama masa pandemi sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga terdapat peningkatan pendapatan dari charter,” imbuhnya.

Meski pendapatan menurun, beban usaha Garuda Indonesia berhasil diturunkan dari US$3,28 miliar menjadi US$2,24 miliar, atau sekitar 31,7 persen. Hal serupa juga terjadi pada bebani operasional penerbangan yang tercatat turun 32,64 persen dari US$1,93 miliar menjadi US$1,3 miliar.

Dengan demikian rugi periode berjalan Garuda Indonesia adalah US$1,09 miliar. Selanjutnya utang per akhir September maskapai pelat merah tersebut tercatat memiliki sebesar US$10,36 miliar, meroket 177,74 persen dibandingkan catatan kuartal III 2019 yang masih di posisi US$3,73 miliar. Ini terdiri dari liabilitas jangka panjang senilai US$5,65 miliar dan jangka pendek senilai US$4,69 miliar.

(hrf/agt)






Source link