fbpx

Hari Ini Turun, Harga CPO Masih Tinggi di Atas RM 3.000/Ton



Jakarta, CNBC Indonesia – Usai ditutup flat kemarin, hari ini Rabu (28/10/2020) harga minyak sawit mentah (CPO) Negeri Jiran melemah tipis akibat adanya aksi ambil untung. Namun prospek output yang lebih rendah membuat harga tetap kokoh di level RM 3.000/ton.

Pada 10.40, harga CPO untuk kontrak pengiriman tiga bulan (Januari 2021) di Bursa Malaysia Derivatif Exchange melemah 0,29% ke RM 3.056. Kemarin harga CPO ditutup di RM 3.065/ton.



“Harga turun karena aksi ambil untung dan karena pasar sudah menunjukkan level jenuh beli (overbought),” kata seorang pedagang yang berbasis di Kuala Lumpur kepada Reuters.

Selain akibat aksi ambil untung, harga CPO juga turun mengekor harga minyak nabati substitusi lain yang terkoreksi. Harga kontrak minyak kedelai dan sawit di Bursa Komoditas Dalian masing-masing terkoreksi 0,7% dan 0,4%.

Harga CPO saat ini masih berada di rentang tertingginya dalam sembilan bulan terakhir. Harga CPO juga sudah pulih dari level koreksi akibat pandemi Covid-19. 

Naiknya harga CPO belakangan ini ke rentang level tertinggi dalam sembilan bulan dipicu oleh kenaikan permintaan ekspor di tengah ancaman penurunan output akibat fenomena perubahan iklim La Nina yang melanda di kawasan tropis pasifik.

Konsekuensi La Nina adalah curah hujan yang lebat. Bahkan bisa 40% lebih tinggi dibanding curah hujan normal. Berkaca pada kejadian yang sudah terjadi sebelumnya, La Nina selalu dibarengi dengan bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor yang membuat aktivitas panen menjadi terganggu dan kerusakan stok.

Di saat yang sama, ekspor minyak nabati ini melonjak di bulan Oktober. Ekspor minyak sawit ke Eropa dan India mengalami kenaikan sementara ekspor ke pasar China cenderung drop. Ekspor ke Uni Eropa naik 2,1% menjadi 289,3 ribu ton dari sebelumnya 283,3 ribu ton.

Pada periode yang sama, impor India tercatat mencapai 369,1 ribu ton, naik dobel digit sebesar 10,5% dibanding bulan September yang tercatat hanya 334,2 ribu ton. Sementara itu impor China drop 23% menjadi 186,1 ribu ton dari 242,5 ribu ton. 

“Stok minyak sawit global akan turun satu juta ton tahun ini, sebelum pulih 2,7 juta ton pada 2021,” kata Ivy Ng, kepala daerah penelitian perkebunan di CGS-CIMB Research, dalam sebuah konferensi pada hari Selasa, melansir Reuters.

Indonesia menetapkan pajak ekspor minyak sawit mentah (CPO) sebesar US$ 3/ton. Pajak tidak berubah dari Oktober. Pemerintah menetapkan harga referensi CPO di US$ 782,03/ton.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *