fbpx

Dow Futures Kembali Merah, Wall Street Berpeluang Terkoreksi



Jakarta, CNBC Indonesia – Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (19/11/2020) terperosok ke zona merah, mengindikasikan pemodal masih memilih merealisasikan keuntungan meski ada kabar positif dari vaksin AstraZeneca.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average melemah 62 poin (-0,2%), sementara harga kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq tertekan masing-masing sebesar -0,1% dan -0,3%.

Koreksi ini berpeluang memperpanjang penurunan Wall Street kemarin, di mana indeks Dow Jones anjlok 345 poin, atau -1,2%, di penutupan sedangkan indeks S&P 500 drop 1,2%, dan Nasdaq tersuruk 0,8%.


Kabar positif Pfizer seolah langsung tak berarti pada Rabu kemarin. Sebelumnya, perusahaan farmasi AS ini mengumumkan bahwa analisis final menunjukkan bahwa vaksinnya memiliki tingkat efektivitas 95% dan perseroan berencana mengajukan izin edar beberapa hari ke depan.

Namun pada Rabu, Walikota New York Bill de Blasio mengumumkan penutupan sekolah negeri digantikan dengan belajar-dari-rumah sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus corona jelang musim dingin. Kebijakan ini bakal diikuti pemerintah negara bagian yang lain.

“Ini adalah hari yang sempurna untuk menyebut apa yang kami sebut sebagai ‘kantong air Covid.’ Seperti melewati garis lurus, anda tak bisa mencapai ujung tanpa melewati banyak kabar buruk dan sedikit pelemahan di ekonomi,” tutur Alicia Levine, Kepala Perencana Investasi BNY Investment Management, kepada CNBC International.

Pelaku pasar hari ini bakal memantau angka klaim pengangguran yang menurut survei Dow Jones expect akan berujung pada angka 710.000, atau relatif tidak berubah dibandingkan dengan angka sepekan sebelumnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)




Source link

Lockdown Dikhawatirkan Kian Marak, Wall Street Dibuka Merah



Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka terpelanting ke zona merah pada perdagangan Kamis (19/11/2020), menyusul data pengangguran yang buruk di tengah kenaikan kasus Covid-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average drop 99,5 poin (-0,3%) pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan 25 menit kemudian menipis menjadi 9,8 poin (-0,03%) ke 29.428,63 sedangkan indeks S&P 500 drop 1,5 poin (-0,04%) ke 3.566,32. Namun, Nasdaq naik 25,5 poin (+0,22%) ke 11.827,12 setelah sempat dibuka merah.

Indeks saham sektor utilitas dan keuangan menjadi yang berkinerja terburuk dengan anjlok masing-masing sebesar 0,9% dan 0,8%.


Jika berlanjut hingga penutupan, koreksi ini bakal memperpanjang perjalanan Wall Street d jalur merah setelah kemarin indeks Dow Jones anjlok 345 poin, atau -1,2%, di penutupan. Indeks S&P 500 drop 1,2%, sedangkan Nasdaq tersuruk 0,8%.

Kabar positif Pfizer seolah tak berarti. Sebelumnya, perusahaan farmasi AS ini mengumumkan bahwa analisis final menunjukkan bahwa vaksinnya memiliki tingkat efektivitas 95% dan perseroan berencana mengajukan izin edar beberapa hari ke depan.

Laporan riset AstraZeneca dan University of Oxford hari ini juga menunjukkan bahwa vaksin corona besutan mereka masih aman dan memicu antibodi di tubuh orang dewasa. Namun, studi yang dipublikasikan di jurnal The Lancet tersebut gagal mendorong sentimen pasar.

Laporan CNBC Analysis menyebutkan bahwa AS mencatatkan rerata harian infeksi baru Covid-19 pada Rabu kembali mencetak rekor tertinggi baru menjadi 161.165, atau melesat 26% dalam sepekan.

“Kabar buruk Covid terkait kenaikan karantina wilayah [terutama di New York dan Los Angeles] mulai menutup optimisme vaksin, dan itu memperberat saham,” tutur Tom Essaye, pendiri The Seven Report, sebagaimana dikutip CNBC International.

Saat ini, lanjut dia, ada risiko restriksi ekonomi terbesar sejak musim panas, sehingga bakal menekan perekonomian dan kinerja emiten. Sebanyak 11,5 juta warga AS terkonfirmasi positif, sehingga mendorong kebijakan pengetatan aktivitas ekonomi dan sosial di beberapa wilayah.

Pada Rabu, Walikota New York Bill de Blasio mengumumkan penutupan sekolah negeri digantikan dengan belajar-dari-rumah sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus corona jelang musim dingin. Kebijakan ini bakal diikuti pemerintah negara bagian yang lain.

Sentimen buruk juga datang dari Departemen Tenaga Kerja AS yang melaporkan bahwa ada 742.000 warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran sepekan lalu, atau lebih buruk dari konsensus analis dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 710.000.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)




Source link

Dibayangi Koreksi, Wall Street Dibuka Melaju ke Jalur Hijau



Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka naik pada perdagangan Selasa (10/11/2020), menyusul kembalinya aksi buru saham yang diperkirakan bakal diuntungkan dari temuan vaksin Covid-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 94,8 poin (+0,3%) pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan 10 menit kemudian terpangkas jadi 71,2 poin (+0,24%) ke 29.854,52. Indeks S&P 500 tumbuh 2,7 poin (+0,07%) ke 3.612,23 dan Nasdaq naik 12 poin (+0,1%) ke 11.911,33. Keduanya sempat dibuka mencicipi zona merah.

Pfizer merilis data final uji vaksin Covid-19 tahap ketiga, yang menunjukkan hasil lebih baik dari pembacaan awal, yakni tingkat efikasi 95%. Artinya, 95% sukarelawan terbukti menumbuhkan antibodi. Perseroan berencana mengajukan izin edar beberapa hari ke depan.


Saham Boeing melompat 4% menyusul berita Reuters yang menyebutkan bahwa Balai Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration/FAA) segera menyetujui kembali penerbangan 737 MAX, yang terlibat dalam kecelakaan tragis dua kali beruntun.

Saham peritel Target menguat 2% setelah perseroan merilis kinerja kuartal III-2020 yang melampaui estimasi berkat penjualan digital. Sementara itu, saham Lowe’s anjlok 6% setelah emiten grosir bahan bangunan itu merilis kinerja yang masih di bawah estimasi analis.

Sebelumnya pada Selasa kemarin, Dow Jones ditutup anjlok 167 poin, sedangkan S&P 500 turun 0,5%. Indeks Nasdaq yang berisi saham teknologi hanya terkoreksi 0,2%, salah satunya berkat lonjakan saham Tesla lebih dari 8% menyambut kabar dia menjadi konstituen S&P 500.

Namun, saham kecil juga terindikasi diburu dengan kenaikan indeks Russell 2000 sebesar 0,37% hingga mencetak level tertingginya. Sepanjang November, Dow Jones naik lebih dari 12%, S&P 500 melesat lebih dari 10%, dan Nasdaq melonjak 9%.

“Cerita besarnya, ekonomi telah pulih lebih cepat dari ekspektasi, karena belanja konsumen telah tertahan cukup lama sepanjang krisis,” tutur Charlie Ripley, perencana investasi senior Allianz Investment Management, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Konsumen, lanjut dia, mengubah perilaku belanjanya dengan lebih banyak berbelanja produk barang ketimbang produk jasa, sehingga sektor jasa tertekan selama pandemi. “Meski ini membantu ekonom secara umum, ia membentuk pemulihan yang terpecah, karena beberapa sektor ekonomi terus tertekan secara ekstrim,” tambah Charlie.

Namun, sentimen buruk masih membayangi, yakni dari angka kasus virus corona, sehingga mengaburkan outlook ekonomi dalam jangka pendek. Untuk pertama kali, AS mencatatkan rerata harian infeksi baru Covid-19 melampaui 150.000 pada Senin.

Beberapa emiten peritel akan merilis kinerja keuangan per kuartal III-2020 hari ini, berbarengan dengan rilis kinerja emiten prosesor Nvidia.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)




Source link

Pfizer Beri Kabar Bagus Tambahan, Dow Futures Naik 165 Poin



Jakarta, CNBC Indonesia – Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (18/11/2020) melaju ke jalur hijau, sehari setelah koreksi akibat aksi ambil untung kemarin.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average naik 165 poin, mengindikasikan bahwa indeks acuan berisi 30 saham unggulan itu bakal menguat 167 poin. Sementara itu, kontrak serupa untuk indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat masing-masing sebesar 0,4% dan 0,2%.

Pfizer memberikan sentimen positif tambahan dengan merilis data final hasil uji vaksin Covid-19 tahap ketiga, yang menunjukkan hasil lebih baik dari pembacaan awal, yakni tingkat efikasi sebesar 95%. Artinya, 95% sukarelawan terbukti menumbuhkan antibodi melawan virus itu.


Saham Boeing melompat 4% di ses pra-pembukaan menyusul berita Reuters yangg menyebutkan bahwa Balai Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration/FAA) segera menyetujui kembali penerbangan 737 MAX, yang sempat beberapa kali jatuh dalam kecelakaan tragis.

Saham peritel Target mengut 2% setelah perseron merilis kinerja kuartal III-2020 yang melampaui estimasi berkat penjualan digital. Sementara itu, saham Lowe’s anjlok 6% setelah emiten grosir bahan bangunan itu merilis kinerja yang masih di bawah estimasi analis.

Sebelumnya pada Selasa kemarin, Dow Jones ditutup anjlok 167 poin, sedangkan S&P 500 turun 0,5%. Indeks Nasdaq yang berisi saham teknologi hanya terkoreksi 0,2%, salah satunya berkat lonjakan saham Tesla lebih dari 8% menyambut kabar dia menjadi konstituen S&P 500.

Namun, saham kecil juga terindikasi diburu dengan kenaikan indeks Russell 2000 sebesar 0,37% hingga mencetak level tertingginya. Sepanjang November, Dow Jones naik lebih dari 12%, S&P 500 melesat lebih dari 10%, dan Nasdaq melonjak 9%.

“Cerita besarnya, ekonomi telah pulih lebih cepat dari ekspektasi, karena belanja konsumen telah tertahan cukup lama sepanjang krisis,” tutur Charlie Ripley, perencana investasi senior Allianz Investment Management, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Konsumen, lanjut dia, mengubah perilaku belanjanya dengan lebih banyak berbelanja produk barang ketimbang produk jasa, sehingga sektor jasa tertekan selama pandemi. “Meski ini membantu ekonom secara umum, ia membentuk pemulihan yang terpecah, karena beberapa sektor ekonomi terus tertekan secara ekstrim,” tambah Charlie.

Namun, sentimen buruk masih membayangi, yakni dari angka kasus virus corona, sehingga mengaburkan outlook ekonomi dalam jangka pendek. Untuk pertama kali, AS mencatatkan rerata harian infeksi baru Covid-19 melampaui 150.000 pada Senin.

Beberapa emiten peritel akan merilis kinerja keuangan per kuartal III-2020 hari ini, berbarengan dengan rilis kinerja emiten prosesor Nvidia.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)




Source link

Data Ritel Mengecewakan, Dow Jones Dibuka Anjlok 275 Poin



Jakarta, CNBC Indonesia РBursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka terkoreksi pada perdagangan Selasa (17/11/2020), menyusul aksi jual atas saham farmasi dan ritel merespons buruknya rilis data penjualan ritel.

Indeks Dow Jones Industrial Average ambrol 275 poin (-0,9%) pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan selang 30 menit kemudian menjadi 395,05 poin (-1,32%) ke 29.555,39 dan S&P 500 drop 33,52 poin (-0,9%) ke 3.593,39. Nasdaq surut 51,8 poin (-0,43%) ke 11.872,37.

Saham Tesla melompat lebih dari 11% di pembukaan setelah perusahaan teknologi tersebut bakal resmi menjadi konstituen indeks S&P 500, pada 21 Desember. Sepanjang tahun berjalan, saham perusahaan milik Elon Musk tersebut telah melesat 387,8%.


Emiten peritel Walmart sahamnya anjlok 1% meski di sesi pra-pembukaan sempat menguat, sementara Home Depot terkoreksi 2,7% meski melaporkan kenaikan penjualan sebesar 24% pada kuartal lalu.

Biangnya adalah data penjualan ritel per Oktober yang tumbuh lebih lambat yakni sebesar 0,3%, atau jauh berbalik dari proyeksi analis dalam polling Dow Jones yang memperkirakan pertumbuhan 0,5%.

Pada Senin, indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi setelah Moderna merilis hasil uji coba tahap ketiga yang menunjukkan bahwa vaksin besutannya memiliki tingkat efikasi, atau persentase sukarelawan penerima vaksin yang sukses membentuk antibodi, 94,5%.

Kesuksesan tersebut mengamplifikasi optimisme pekan sebelumnya ketika perusahaan farmasi AS Pfizer dan perusahaan Jerman BioNTech mengumumkan tingkat efikasi vaksin mereka mencapai lebih dari 90%.

Saham berbasis nilai dikoleksi pemodal pada Senin, sehingga reksa dana iShares Russell 1000 Value ETF (IWD) harganya naik 1,9%, sedangkan reksa dana yakni iShares Russell 1000 Growth ETF (IWF) yang berisi saham dengan pertumbuhan tinggi menguat hanya 0.5%.

“Perusahaan berbasis nilai yang ukurannya lebih kecil biasanya memiliki daya ungkit lebih besar bagi pemulihan ekonomi sehingga keberadaan vaksin yang bisa menghilangkan beban Covid-19 dari perekonomian jelas kabar positif,” tulis Bill Stone, Kepala Investasi Stone Investment Partners, sebagaimana dikutip CNBC International.

Kondisi tersebut terjadi di tengah kenaikan angka kasus virus corona, sehingga mengaburkan outlook ekonomi dalam jangka pendek. Dalam sepekan terakhir, AS mencatatkan 1 juta pasien baru virus Covid-19 sehingga total infeksi secara nasional menembus 11 juta, dengan 70.000 d antaranya harus dirawat di rumah sakit.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)




Source link

Aksi Ambil Untung Menerpa, Dow Futures Melemah 168 Poin



Jakarta, CNBC Indonesia – Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (17/11/2020) berbalik melemah, mengindikasikan adanya aksi ambil untung setelah indeks saham menembus level tertinggi sepanjang masa.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average melemah 168 poin (-0,5%), mengimplikasikan bahwa indeks berisi 30 saham unggulan AS itu bakal terkoreksi hingga 160 poin. Harga kontrak serupa indeks S&P 500 tertekan 0,4%, tetapi Nasdaq naik 0,3%.

Saham Tesla melompat lebih dari 13% di sesi pra-pembukaan setelah perusahaan teknologi tersebut bakal resmi menjadi konstituen indeks S&P 500, pada 21 Desember. Sepanjang tahun berjalan, saham perusahaan milik Elon Musk tersebut telah melesat 387,8%.


Emiten peritel Walmart sahamnya menguat 2% setelah mencetak laba bersih yang melampaui ekspektasi pasar berkat lonjakan transaksi di kanal e-commerce. Namun, Home Depot terkoreksi meski melaporkan kenaikan penjualan sebesar 24% pada kuartal lalu.

Pada Senin, indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi setelah Moderna merilis hasil uji coba tahap ketiga yang menunjukkan bahwa vaksin yang dikembangknnya memiliki tingkat efikasi, atau persentase sukarelawan penerima vaksin yang sukses membentuk antibodi, telah mencapai 94,5%.

Kesuksesan tersebut mengamplifikasi optimisme pekan sebelumnya ketika perusahaan farmasi AS Pfizer dan perusahaan Jerman BioNTech mengumumkan tingkat efikasi vaksin mereka mencapai lebih dari 90%.

Saham berbasis nilai dikoleksi pemodal pada Senin, sehingga reksa dana iShares Russell 1000 Value ETF (IWD) harganya naik 1,9%, sedangkan reksa dana yakni iShares Russell 1000 Growth ETF (IWF) yang berisi saham dengan pertumbuhan tinggi menguat hanya 0.5%.

“Perusahaan berbasis nilai yang ukurannya lebih kecil biasanya memiliki daya ungkit lebih besar bagi pemulihan ekonomi sehingga keberadaan vaksin yang bisa menghilangkan beban Covid-19 dari perekonomian jelas kabar positif,” tulis Bill Stone, Kepala Investasi Stone Investment Partners, sebagaimana dikutip CNBC International.

Kondisi tersebut terjadi di tengah kenaikan angka kasus virus corona, sehingga mengaburkan outlook ekonomi dalam jangka pendek. Dalam sepekan terakhir, AS mencatatkan 1 juta pasien baru virus Covid-19 sehingga total infeksi secara nasional menembus 11 juta, dengan 70.000 d antaranya harus dirawat di rumah sakit.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)




Source link

Wow! Vaksin Moderna Efektif, Dow Futures Lompat 500 Poin



Jakarta, CNBC Indonesia – Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (16/11/2020) melesat 500 poin, menyusul kabar efektivitas vaksin Covid-19 besutan Moderna yang mencapai 94%.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average terbang hingga 500 poin (+1,7%), mengindikasikan indeks Wall Street tersebut bakal dibuka naik lebih dari 500 poin. Indeks futures S&P 500 juga lompat 1,2% dan Nasdaq naik tipis 0,1%.

Seperti diketahui, hasil sementara uji coba tahap III vaksin Covid-19 miliknya efektif mencegah Covid-19 hingga lebih dari 94%.

Demikian disampaikan oleh CEO Moderna, Stephane Bancel dikutip dari CNBC Internasional. Senin (16/11/2020).

“Ini merupakan momentum perbaikan dlam perkembangan kandidat vaksin Covid-19 milik kami. Sejak awal Januari kami mengejar virus ini dengan intens untuk melindungi manusia di seluruh dunia sebisa mungkin. Analisis positif dari studi fase III memberikan validasi klinis awal bahwa vaksin bisa mencegah Covid-19,” ujarnya.

Pengumuman Moderna datang setelah beberapa minggu sebelumnya vaksin milik Pfizer dinyatakan efektif mencegah Covid-19 hingga 90%.

Bancel mengatakan tingkat efikasi dari vaksin Moderna mencapai 95%. “Saya percaya ini merupakan game changer,” ujarnya.

Akhir tahun ini, Moderna menyatakan siap mengirim sekitar 20 juta dosis vaksin ke AS. Kemudian tahun depan bakal mengedarkan secara global sebanyak 500 juta hingga 1 miliar dosis vaksin.

Sejauh ini, pemerintah AS telah membuat kesepakatan membeli 400 juta dosis vaksin Moderna. Pemeirntah AS telah menginvestasikan US$ 955 juta untuk pengembangan vaksin Covid-19 milik Moderna. Secara total,Moderna telah menginvestasikan US$ 2,48 miliar untuk pengembangan vaksin tersebut.



[Gambas:Video CNBC]

(wed/wed)




Source link

Wall Street Dibuka Naik 356 Poin Sambut Kabar Vaksin Moderna



Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka naik pada perdagangan Selasa (10/11/2020), menyusul kembalinya aksi buru saham yang diperkirakan bakal diuntungkan dari temuan vaksin Covid-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 356,4 poin (+1,21%) pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan 35 menit kemudian terpangkas menjadi 308,9 poin (+1,05%) ke 29.788,69. Indeks S&P 500 tumbuh 24,6 poin (+0,69%) ke 3.609,73 dan Nasdaq naik 57,2 poin (+0,48%) ke 11.886,53.

Kabar positif vaksin Covid-19 kini bertambah dengan Moderna melaporkan efektivitas vaksin besutannya mencapai level 94% pada uji coba tahap ketiga. Capaian ini lebih baik dari Pfizer yang vaksinnya memiliki efektivitas 90%. Saham Moderna pun terbang 11%.


Moderna menyatakan bahwa vaksinnya masih stabil di suhu 36-46 derajat Fahrenheit (2-8 derajat Celcius), yang merupakan suhu standard kulkas penyimpanan vaksin, hingga 30 hari. Jika disimpan di suhu -20 derajat Celcius, vaksin bisa bertahan hingga 6 bulan.

Sebagai perbandingan,vaksin besutan Pfizer harus disimpan di level -70 derajat Celcius. Ketika vaksin ditemukan, aktivitas ekonomi diharapkan kembali dibuka sehingga kinerja perusahaan kembali menguat, seperti maskapai United Airlines yang sahamnya melesat 4% pada sesi awal.

Meski demikian, perkembangan positif tersebut masih dibayangi risiko fundamental terkait penyebaran virus saat ini yang terus meninggi, mengingat vaksin belum tersedia secara masal dalam waktu dekat.

Sepekan lalu, indeks Dow Jones yang berisi 30 saham unggulan melesat 4%, menjadi pekan kedua yang mencatatkan reli. Indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi pada Jumat dengan reli sepekan 2,2%. Namun, Nasdaq melemah 0,6%.

Reksa dana berisi saham siklikal yakni iShares Russell 1000 Value exchange-traded fund (IWD) naik 5,7% sepekan lalu, sementara reksa dana berisi saham berpertumbuhan tinggi (mayoritas saham teknologi) yakni iShares Russell 1000 Growth ETF (IWF) ambruk 1,2%.

Lebih dari 11 juta kasus Covid-19 terkonfirmasi di AS. Data COVID Tracking Project menunjukkan ada lebih dari 68.500 orang yang masuk rumah sakit akibat virus corona. Studi National Cancer Institute (INT) di Milan Italia menunjukkan bahwa virus corona menyebar di Italia sejak September 2019, sebagaimana diberitakan Reuters.

Namun Dan Russo, Kepala Perencana Pasar Chaikin Analytics menilai pasar bisa mengantisipasi kenaikan tersebut. “Investor terlihat lebih fokus memantau kabar vaksin dan mau mengabaikan lonjakan kasus dalam waktu dekat,” tuturnya, sebagaimana dikutip CNBC International.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)




Source link

Efek Vaksin Pfizer, S&P 500 Cetak Rekor Menguat Lebih dari 1%



Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Wall Street Amerika Serikat pada Jumat ditutup menguat karena para investor memborong saham yang berpotensi memperoleh keuntungan dari efektifnya vaksin dan perekonomian yang mulai membaik pada tahun depan.

Indeks S&P 500 naik 1,4% menjadi 3.585,15, dan membukukan rekor penutupan tertinggi. Dow Jones Industrial Average melonjak 399,64 poin atau 1,4%, ditutup pada 29.479,81. Nasdaq Composite naik 1% menjadi 11.829,29. The Russell 2000, yang melacak saham-saham kecil, melonjak lebih dari 2% ke rekor intraday, dan membukukan penutupan tertinggi pertama sepanjang masa sejak Agustus 2018.

Dikutip dari CNBC International, Sabtu (14/11/2020), saham operator kapal pesiar Carnival naik lebih dari 7%, United Airlines dan Boeing sama-sama naik lebih dari 5%. Disney ditutup 2,1% lebih tinggi, didukung angka kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Di tingkat sektor, sektor energi dan industri naik masing-masing 3,8% dan 2,2%, memimpin S&P 500 lebih tinggi. Sementara sektor keuangan naik lebih dari 1%.


Baik Dow Jones dan S&P 500 mencatat kenaikan mingguan yang kuat, didorong oleh berita Pfizer pada hari Senin bahwa vaksin yang dikembangkannya dengan BioNTech efektif lebih dari 90% dalam uji coba. Hal ini menyebabkan perputaran ke dalam siklus saham yang akan mendapatkan keuntungan dari kebangkitan ekonomi tahun depan. Investor membuang saham teknologi yang tertahan selama pandemi.

Dow naik 4,1% untuk pekan ini, dan S&P 500 ditutup 2,16% lebih tinggi selama periode waktu tersebut. Nasdaq yang sangat teknis kehilangan 0,6% minggu ini, membukukan kerugian mingguan ketiga dalam empat minggu.

“Berita vaksin positif minggu ini merupakan pengubah permainan dalam pandangan kami, karena memungkinkan pasar untuk melihat melalui lonjakan kasus Covid19 baru-baru ini hingga akhir pandemi yang akan datang dan pembukaan kembali ekonomi yang lebih luas,” tulis Marko Kolanovic, Kepala strategi kuantitatif dan derivatif makro JPMorgan, yang termasuk di antara orang pertama yang meminta pergantian pasar di bulan Maret.

Sebelum reli hari Jumat, rotasi terhenti pada pertengahan minggu karena para trader khawatir bahwa peningkatan jumlah kasus virus corona dapat menghantam perekonomian secara signifikan sebelum vaksin tiba.

Analisis CNBC terhadap data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins menunjukkan rata-rata kasus baru setiap hari naik setidaknya 5% selama seminggu terakhir di setidaknya 47 negara bagian. Sementara itu rawat inap meningkat di setidaknya 46 negara bagian. Pada Kamis saja, lebih dari 150.000 kasus dikonfirmasi di AS.

Kebangkitan kasus virus corona juga telah menyebabkan beberapa bagian negara itu mengadopsi kembali langkah-langkah pembatasan sosial yang lebih ketat. Di Chicago, Walikota Lori Lightfoot meminta penduduk untuk membatalkan rencana Thanksgiving mereka dan tetap di dalam rumah karena kasus meningkat di kota. Di negara bagian New York, Gubernur Andrew Cuomo mengatakan jam malam baru di bar, restoran, dan pusat kebugaran akan berlaku pada hari Jumat.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga mengatakan pada Kamis bahwa prospek ekonomi negara tetap tidak pasti.

“Dengan penyebaran virus, beberapa bulan ke depan bisa menjadi tantangan,” katanya.

Namun, investor berhasil mengatasi peningkatan jumlah virus corona karena pengumuman Pfizer-BioNTech dari Senin “terus bergema,” kata Adam Crisafulli, pendiri Vital Knowledge.

[Gambas:Video CNBC]

(wia)




Source link

Pasar Kembali Yakin Pandemi Segera Usai, Dow Dibuka Menghijau



Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka naik pada perdagangan Jumat (13/11/2020), karena investor kembali bertaruh bahwa ekonomi akan pulih lebih cepat sehingga mereka memburu saham-saham siklikal yang sempat drop akibat pandemi.

Indeks Dow Jones Industrial Average lompat 208,4 poin (+0,7%) pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan selang 12 menit bertambah jadi 220,6 poin (+0,76%) ke 29.300,76. Indeks S&P 500 tumbuh 28,3 poin (+0,8%) ke 3.565,28 dan Nasdaq naik 101,8 poin (+0,87%) ke 11.811,38.

Saham Disney melesat 4% setelah mengumumkan 73 juta pelanggan berbayar untuk layanan streaming-nya, Disney+. Raksasa media hiburan tersebut juga melaporkan kerugian kuartal III-2020 yang lebih tipis dari perkiraan pasar.


Saham lain yang menguat adalah saham di sektor angkutan udara. Sementara itu, saham Cisco melonjak lebih dari 6% berkat kuatnya laba bersih dan pendapatan kuartal III-2020.

“Vaksin yang positif pekan ini dalam pandangan kami merupakan pengubah peta permainan, karena memungkinkan pasar meneropong lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini terhadap akhir pandemi dalam waktu dan pembukaan kembali perekonomian secara lebih luas,” tulis Marko Kolanovic, Kepala Perencana Kuantitatif Makro dan Derivatif JPMorgan sebagaimana dikutip CNBC International.

Sebelumnya pada Kamis kemarin, Dow Jones ditutup anjlok 300 poin, sedangkan S&P 500 turun 1%., karena kenaikan infeksi Covid-19. Menurut analisis CNBC International, kasus baru Corona naik 5% dalam sepekan terakhir di 47 wilayah AS.

Sementara itu, angka pasien bertambah di 46 negara bagian. Akibtnya, Walikota Chicago Lori Lightfoot meminta warganya membatalkan perayaan Thanksgiving dan tinggal di rumah. Di New York, Gubernur Andrew Cuomo membatasi bar, restoran dan sasana mulai Jumat.

Phillip Colmar, analis MRB Partners, dalam laporan risetnya menilai bahwa pemulihan ekonomi global “akan bertahan, tetapi bentuk V sudah usai, dan kita sudah bertransisi menuju laju pemulihan yang lebih rendah yakni dua langkah maju dan satu langkah mundur.”

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)




Source link