fbpx

Perusahaan Tommy Soeharto Jual 3 Kapal, Ada Apa ya?



Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan angkutan laut milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) menjual 3 unit kapal yang dimiliki oleh anak usahanya PT Humpuss Transportasi Curah (HTC). Nilai total penjualan ketiga kapal tersebut mencapai Rp 18 miliar.

Direktur UtamaHumpussIntermoda Transportasi BudiHartono mengatakan penjualan kapal itu merupakan salah satu bentuk revitalisasi armada kapal yang dimiliki oleh perusahaan. Adapun jenis ketiga kapal teresebut adalah TB Semar 9, Box 22, dan Box 15.


“Tidak ada dampak langsung terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, ataupun kelangsungan usaha perseroan, sebagai upaya untuk merevitalisasi atau peremajaan kapal,” ungkapnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (21/11/2020).

Adapun total nilai penjualan tersebut mencapai Rp 18,1 miliar. Rinciannya, Kapal TB Semar 9 dan Box 22 senilai Rp 14,8 miliar dan kapal Box 15 dengan harga Rp 3,3 miliar.

Sementara pembeli dari kapal-kapal tersebut adalah PT Singa Laut Perkasa dan PT Trans Makmur Bersama. Kedua perusahaan pembeli kapal itu disebut bukan afiliasi dari perseroan.

PT Humpuss Intermoda Transportasi atau HITS sendiri merupakan perusahaan milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Tommy tercatat memiliki sekitar 738.692.651 lembar saham atau 10,4% saham di Humpuss Intermoda Transportasi.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)




Source link

Perusahaan Tommy Soeharto Jual 3 Kapal, Ada Ada ya?



Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan angkutan laut milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) menjual 3 unit kapal yang dimiliki oleh anak usahanya PT Humpuss Transportasi Curah (HTC). Nilai total penjualan ketiga kapal tersebut mencapai Rp 18 miliar.

Direktur UtamaHumpussIntermoda Transportasi BudiHartono mengatakan penjualan kapal itu merupakan salah satu bentuk revitalisasi armada kapal yang dimiliki oleh perusahaan. Adapun jenis ketiga kapal teresebut adalah TB Semar 9, Box 22, dan Box 15.


“Tidak ada dampak langsung terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, ataupun kelangsungan usaha perseroan, sebagai upaya untuk merevitalisasi atau peremajaan kapal,” ungkapnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (21/11/2020).

Adapun total nilai penjualan tersebut mencapai Rp 18,1 miliar. Rinciannya, Kapal TB Semar 9 dan Box 22 senilai Rp 14,8 miliar dan kapal Box 15 dengan harga Rp 3,3 miliar.

Sementara pembeli dari kapal-kapal tersebut adalah PT Singa Laut Perkasa dan PT Trans Makmur Bersama. Kedua perusahaan pembeli kapal itu disebut bukan afiliasi dari perseroan.

PT Humpuss Intermoda Transportasi atau HITS sendiri merupakan perusahaan milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Tommy tercatat memiliki sekitar 738.692.651 lembar saham atau 10,4% saham di Humpuss Intermoda Transportasi.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)




Source link

Poseidon Tukar Utang Jadi Saham di Emiten Sawit Grup Bakrie



Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten perkebunan sawit Grup Bakrie, PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP), mengumumkan rencana penambahan modal tanpa melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dalam rangka mengkonversi utang perseroan menjadi saham.

Dalam pengumuman di laman keterbukan informasi Bursa Efek Indonesia, perseroan berencana melaksanakan private placement sebanyak 806,44 juta saham baru atau setara 24,39% dari modal disetor perusahaan. Harga pelaksanaan private placement ini sebesar Rp 300 per saham, dengan demikian, emiten bersandi UNSP ini meraih dana sebesar Rp 241,39 miliar.


Tujuan perseroan melakukan rencana transaksi tersebut untuk merestrukturisasai utang kepada Poseidon Corporate Services Ltd sebesar Rp 176,59 miliar melalui skema konversi utang menjadi saham. Poseidon adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha investasi yang didirikan berdasarkan hukum negara Republik Seychelles dan beralamat di Oliaji Trade Center, Victoria.

Selanjutnya, menyelesaikan utang kepada kreditur PT Mateo Sagraha Atlantis (MSA) sebesar Rp65,33 miliar melalui skema yang sama.

“Dengan dilakukannya rencana transaksi, perseroan berharap dapat memperbaiki posisi keuangan perseroan, di mana perseroan akan memiliki rasio utang yang lebih sehat, beban keuangan yang semakin berkurang dan kas yang lebih kuat di masa yang akan datang,” tulis manajemen UNSP, dikutip Kamis (18/11/2020).

Berkaitan dengan rencana transaksi tersebut, perseroan akan menyelenggarakan RUPSLB pada 23 Desember 2020 untuk memperoleh persetujuan pemegang saham.

Seperti diketahui, latar belakang dilaksanakannya konversi utang menjadi saham tersebut lantaran terjadinya penurunan pendapatan perseroan imbas dari penurunan harga minyak sawit sejak tahun 2014 yang berlanjut sampai dengan 2019 di mana referensi harga jual minyak sawit dunia rata-rata semakin turun menjadi US$ 483 per ton yang menyebabkan perseroan semakin turun menjadi Rp 1,98 triliun.

Tak hanya itu, pandemi Covid-19 yang merebak sejak kuartal pertama 2020 memberikan ketidakpastian bagi dunia usaha. Sehingga, memeberikan pengaruh bagi perseroan dalam kemampuannya melunasi kewajiban kepada debitur.

Sampai dengan 31 Oktober 2020 struktur kepemilikan saham perseroan digenggam oleh Indo Alam Resources Pte Ltd dengan kepemilikan sebesar 17,46 persen, Ernawati Ali sebesar 10,96 persen, Lie Leonard Djajali sebesar 9,21 persen, Paradiso Resouces Ltd. sebesar 5,89 persen, dan saham publik sebesar 56,48 persen.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)




Source link

Laba Bersih Emiten Pengelola Gerai Alfamart Turun 1,85 Persen


TEMPO.CO, Jakarta – Emiten pengelola gerai Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) membukukan pendapatan Rp56,37 triliun per September 2020. 

Berdasarkan laporan keuangan Sumber Alfaria Trijaya, manajemen menyebutkan total pendapatan neto per September 2020 mencapai Rp56,37 triliun. Nilai itu meningkat 4,17 persen year on year (yoy) dari Rp54,11 triliun per September 2019.

“Sumber pendapatan neto berdasarkan jenis persediaan ialah makanan Rp37,46 triliun, bukan makanan Rp18,88 triliun, dan jasa Rp18,88 miliar,” seperti yang dilansir Bisnis.com, Sabtu 14 November 2020.

Laba bruto AMRT mencapai Rp11,48 triliun per kuartal III/2020, naik 6,45 persen yoy dari sebelumnya Rp10,78 triliun. Namun, laba bersih Sumber Alfaria koreksi tipis 1,85 persen yoy menuju Rp638,4 miliar dari sebelumnya Rp650,23 miliar.

Sumber Alfaria menggunakan kas untuk investasi sebanyak Rp2,99 triliun, naik dari Rp1,91 triliun per September 2019. Kas dan setara kas pun berkurang menuju Rp2,97 triliun dibandingkan Rp3,41 triliun per September 2019.

Total liabilitas per September 2020 sejumlah Rp18,35 triliun, naik dari Rp17,11 triliun pada akhir 2019. Liabilitas jangka panjang Rp3,58 triliun dan liabilitas jangka pendek Rp14,76 triliun.

Ekuitas AMRT mencapai Rp6,99 triliun, naik dari Rp6,88 triliun per akhir 2019. Total asetnya pun naik menjadi Rp25,35 triliun dari sebelumnya Rp23,99 triliun.

Baca: Ekspansi Bisnis. Alfamart Buka Gerai ke-1.000 di Filipina

 





Source link

Ini kinerja 5 emiten asuransi umum di kuartal III-2020


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis emiten asuransi umum dan reasuransi belum sepenuhnya pulih di tengah pandemi. Dari lima emiten asuransi umum yang telah merilis kinerja kuartal ketiga 2020, terdapat dua perusahaan yang mengalami penurunan.

PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASTJ) misalnya membukukan pendapatan premi bruto perusahaan mencapai Rp 129,03 miliar pada September 2020. Nilai itu turun 25% secara year on year (yoy) apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 172,91 miliar.

Kinerja ini dipengaruhi oleh menurunkan beberapa lini bisnis seperti properti turun 22,5% yoy menjadi Rp 61,13 miliar. Begitupun pada asuransi kendaraan bermotor turun 13,33% yoy menjadi Rp 11,31 miliar.

Adapun bisnis asuransi rekayasa juga mengalami penurunan 10,09% yoy menjadi Rp 28,06 miliar. Lini rangka kapal turun terkontraksi 91,5% yoy menjadi Rp 1,87 miliar.

Sedangkan libi bisnis aneka tumbuh 8,13% yoy menjadi Rp 11,57 miliar. Lalu diikuti oleh lini suretyship melonjak 31,07% yoy menjadi Rp 7,93 miliar.

Direktur Utama Asuransi Jasa Tania Megang Kacaribu memproyeksi pendapatan premi hingga akhir tahun mencapai Rp 206 miliar. Nilai itu mendekati dengan perolehan bisnis pada tahun lalu. Namun perusahaan masih optimis dengan bisnis di tahun depan.

Baca Juga: Imbal hasil investasi Jasa Raharja capai 4,30% per September 2020

“Strategi di 2021 dengan penguatan pasar eksisting dan pembangunan segmen retail dengan produk yang difokuskan pada kebutuhan pasar. Juga melakukan penjualan secara online dan digitalisasi pelayanan,” ujar Megang pada pekan lalu.

Bisnis PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk juga mengalami tekanan. Emiten dengan sandi saham TUGU ini membukukan penurunan pendapatan premi pada kuartal ketiga 2020 sebesar 7,88% menjadi Rp 4,57 triliun dari posisi yang sama tahun lalu Rp 4.93 triliun.

Penurunan pendapatan premi terjadi hampir di seluruh lini bisnis. Asuransi kebakaran (properti) turun 12,65% yoy dari Rp 1,66 triliun menjadi Rp 1,45 triliun pada September 2020. Asuransi penerbangan turun 8% yoy dari Rp 876,42 miliar menjadi Rp 806,28 miliar di sembilan bulan pertama 2020.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link