fbpx

Profil Prasetio, Mantan Bos Merpati yang Jadi Dirkeu Garuda Indonesia


TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Prasetio sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia. Penunjukan tersebut diputuskan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB yang digelar pada Jumat, 20 November 2020.

“Direktur Keuangan dan Manajemen risiko dari Pak Fuad digantikan oleh Pak Prasetio,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Jumat, 20 November 2020.

Prasetio menggantikan Fuad Rizal yang sebelumnya menduduki posisi itu. Berdasarkan rekam pengalamannya, Prasetio merupakan corporate advisor Garuda Indonesia.

Ia memiliki rekam jejak sebagai bankir sedari 1984. Pada tahun itu hingga 1999, Prasetio menduduki posisi vice president credit policy and administration group head di PT Bank Niaga Tbk.

Karier di perbankan ia lanjutkan di PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Prasetio menjabat di Danamon sejak 2002 hingga 2004.





Source link

Mantap! Erick Ungkap BUMN Sikat Perusahaan Argentina & Brasil



Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir blak-blakan mengenai rencana akuisisi perusahaan luar negeri. Hal ini disampaikan dalam acara Jakarta Food and Security Summit ke-5 Tahun 2020 yang berlangsung pada Kamis (19/11/2020).

Erick menegaskan bahwa pihaknya terbuka dengan sejumlah skema kerja sama di sektor di pangan. Terutama untuk komoditas seperti gula, ikan, dan sapi. Ia memberikan contoh, selama ini salah satu impor terbesar yang ada di BUMN yaitu garam, fosfat, dan daging.

“Nah tentu dengan market yang besar di BUMN sendiri, ya kita sangat terbuka kalau memang kita perlu akuisisi perusahaan daging di luar negeri bersama swasta,” urai Erick Thohir.

“Kita menjadikan Indonesia Incorporation. Kita tidak perlu mayoritas, mungkin 40%, 60% 2-3 pemain swasta. Kita akuisisi perusahaan di Brasil atau Argentina we are more than welcome,” bebernya.

Dengan berpartner, menurutnya distribusi barang akan lebih mudah. Ini menurutnya adalah contoh win-win solution yang dilakukan oleh Kementerian BUMN.

“Bagaimana tadi market yang impor daging 1,5 juta ton, kalau bisa kita ikutan. Dalam arti jangan terus diimpor, toh market kita besar. Nah ini salah satu partnership yang kita bisa lakukan untuk akuisisi di luar negeri,” bebernya.

Adapun kerja sama dengan perusahaan dalam negeri, menurutnya juga masih banyak peluang yang sedang digali. Ia sudah mendorong Direktur Utama PT RNI yang membawahi holding BUMN pangan untuk melakukan pemetaan.

“Itu mapping-nya nanti bisa dipresentasikan oleh Dirut RNI yang baru yang Insyaallah akan aktif di akhir November ini. Nanti saya minta Dirut yang baru ini bisa paparan dengan Kadin. Background Dirut baru bekas private sector, dulu di Hero. Kemudian beliau memberanikan diri bergabung ke negara, BUMD. Dan sekarang ke BUMN. Ya kita coba berikan kesempatan itu,” tandasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(dru)




Source link

Erick Thohir Ingin Hanya Ada Satu BUMN Sektor Perikanan


TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah mempelajari dua perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang perikanan, yaitu PT Perikanan Nusantara (Persero) dan Perum Perindo.

Menurut dia, sebaiknya nantinya hanya ada satu perusahaan saja yang bergerak di perikanan. “Ngapain kita ada dua perusahaan ikan, lebih baik satu saja,” ujar Erick dalam webinar, Kamis, 19 November 2020.

Ia pun ingin BUMN perikanan tersebut nantinya fokus pada sistem penyimpanan dan pemasaran. Sehingga, tidak bersaing dengan nelayan. “Kalau bisa kita fokus, enggak usah juga bersaing dengan nelayan, punya kapal dan apa lagi, enggak usah lah.”

Saat ini BUMN perikanan berada di bawah kluster pangan. Selain ikan, BUMN pangan akan berfokus kepada sejumlah komoditas, antara lain beras, jagung, gula, ayam, sapi, kambing, cabai, bawang merah, dan garam.

Adapun struktur klaster itu adalah PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menjadi induk holding perusahaan. Selanjutnya, PT Berdikari (Persero) akan menjadi anak perusahaan yang fokus kepada daging sapi dan ayam. Di perikanan, Erick tengah mengkaji PT Perikanan Nusantara (Persero) dan Perum Perindo.

Pertani (Persero) dan PT Sang Hyang Seri akan diminta fokus untuk meningkatkan teknologi pembibitan yang menjadi kunci industri pangan ke depannya. Sehingga Indonesia bisa bersaing dengan negara lain dari segi bibit komoditas pangan. Dua perusahaan ini akan berfokus kepada komoditas beras dan jagung.





Source link

Kok Erick Thohir Sering Galak ke Telkom? Ini Alasannya



Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah sempat berbicara keras mengenai BUMN jasa telekomunikasi di awal tahun ini, Menteri BUMN Erick Thohir pun kini menyebut PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom terus berbenah dan melakukan transformasi.

Pasalnya, dampak pandemi virus corona menyebabkan hampir semua bisnis terdampak karena bisnis model yang berubah.

“Saya ingat, di awal tahun saya buat statement keras, tidak lain statement itu saya ingin mengajak, memacu, membangun Telkom kembali,” ujar Menteri Erick, di acara 25th Telkom IPO Anniversary, Kamis (19/11/2020) yang disiarkan secara virtual.


Apalagi, menurutnya, saat ini Telkom adalah perusahaan terbesar yang dimiliki BUMN bila dilihat dari segi infrastruktur.

“Saya melihat Telkom ini adalah perusahaan terbesar yang dimiliki BUMN secara infrastruktur dan yang bisa mem-push perubahan yang terjadi karena Covid-19 ini, mohon maaf saya bicara keras, ini bukan karena saya tidak sayang, justru karena saya sayang,” kata Erick.

Atas transformasi tersebut, menurut mantan bos FC Internazionale itu, nilai kapitalisasi pasar Telkom sudah mencapai Rp 317 triliun.

“Telkom baru bergerak sedikit saja, kaptalisasi pasarnya sudah Rp 317 triliun. Karena market itu tidak bodoh, investor itu tidak bodoh, investor percaya pada perusahaan yang punya strategi jangka panjang,” katanya lagi.

Ia berharap, di bawah kepemimpinan komisaris dan direksi sekarang, nilai kapitalisasi pasar Telkom diharapkan akan meningkat menjadi Rp 450 triliun, posisi tersebut diklaim Erick disebut sama ketika Direktur Utama (Dirut) PT Telkom periode 1992-1996, Setyanto P Santosa, mengantarkan Telkom mencatatkan dual listing di Bursa New York (NYSE) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kalau dulu nilai kapitalisasi pasar Rp 450 triliun, saya mau di bawah pimpinan komisaris dan direksi sekarang, saya mau valuasi Telkom harus sama kembali,” tuturnya.

CNBC Indonesia mencatat, pada Februari tahun ini, Erick Thohir menyatakan bahwa Telkom mau tak mau harus menyesuaikan bisnisnya dengan perkembangan teknologi saat ini.

Bukan hanya menggantungkan pendapatannya dari pendapatan dan dividen yang diperoleh dari anak usahanya PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Erick mengatakan, Telkom harus mampu memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi yang saat ini dimilikinya untuk mengembangkan bisnis baru seperti big data dan cloud yang saat ini di Indonesia masih saja dikuasai asing.

“Ya sama kan, industri telekomunikasi kan berubah. Dulu suara, sekarang data tapi kan ada hal yang sangat penting. Infrastruktur Telkom itu kan udah lumayan luar biasa kenapa nggak itu menjadi bisnis. Bahkan juga yang namanya big data, cloud itu juga menjadi sebuah bisnis. Jangan diambil lagi oleh asing, gitu loh,” kata Erick di Assembly Hall, Menara Mandiri, Rabu kala itu (12/2/2020).

Dia menjelaskan, ketika dirinya masih mengurusi Asian Games, pihak panitia terpaksa menyewa fasilitas cloud milik China bernama Alicloud karena tak tersedianya fasilitas ini oleh Telkom.

Untuk itu, hal ini bisa menjadi peluang bisnis baru yang bisa dikembangkan oleh perusahaan telekomunikasi pelat merah ini.

Mengacu data BEI, pada penutupan perdagangan Kamis ini (19/11), kapitalisasi pasar emiten yang kini dipimpin oleh Ririek Adriansyah ini mencapai Rp 314,03 triliun. Harga sahamnya turun 0,31% di level Rp 3.170/saham.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)




Source link

Perkuat pemulihan ekonomi, Erick Thohir minta Himbara perbaiki sistem


ILUSTRASI. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengimbau kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk berkonsolidasi memperbaiki sistem dan layanannya. Hal tersebut bertujuan untuk memperkuat data dalam rangka pemulihan ekonomi.

Dalam hal program pemulihan ekonomi (PEN), selain sebagai penerima stimulus, Himbara juga punya tanggungjawab menyalurkan bantuan perlindungan sosial.  

Setidaknya, bank-bank pelat merah itu, harus menyalurkan stimulus Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), subsidi gaji karyawan, subsidi gaji guru honorer. 

“Kami di Kementerian BUMN berharap Himbara terus berkonsolidasi memperbaiki sistem dan servicenya, dan paling penting mendukung program satu data pemerintah,” kata Erick dalam acara yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RI, Selasa (17/11). 

Baca Juga: Harap sabar, inilah kendala penyaluran subsidi gaji yang dihadapi Menaker

Menurut Erick, dengan satu data yang terintegrasi, maka keakuratan data dapat dipertanggungjawabkan dalam mendukung program pemerintah.  

“Karena itu kemarin khususnya untuk usaha mikro kita coba sinergikan BUMN Pegadaian, PMN untuk bisa mempunyai program satu data,” tuturnya. 

Adapun data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi stimulus UMKM dalam program PEN hingga 9 November 2020 sebesar Rp 95,25 triliun, atau setara dengan 83% dari pagu senilai Rp 114,81 triliun.

Rinciannya, anggaran tersebut telah dialokasikan untuk penempatan dana di perbankan, pembiayaan investasi LPDB, insentif pajak penghasilan (PPh) Final UMKM yang ditanggung pemerintah, subsidi bunga UMKM, penjaminan kredit UMKM, dan Banpres untuk usaha mikro.

Pemerintah berharap, rangkaian stimulus dalam program PEN dapat mendongkrak ekonomi, dengan tetap berusaha menangani penyebaran virus. 

Erick Thohir yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Tim Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19 mengatakan mengatakan pemerintah terus memperkuat tracing, tracking dan treatment. 

Pemerintah juga melakukan vaksinasi yang ditargetkan terlaksana di awal tahun depan.  “Kita ingin memastikan sesuai arah pertumbuhan yang Bu Menkeu sampaikan dan kita harapkan pada sustainability yang kita lakukan,” ujar Erick.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Rekam Jejak Zuhairi Misrawi, Pendukung Jokowi yang Jadi Komisaris BUMN


TEMPO.CO, Jakarta – Zuhairi Misrawi resmi ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir menjadi komisaris independen PT Yodya Karya (Persero). Zuhairi adalah anggota tim kampanye Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam dua kali Pemilu Presiden (Pilpres), pada 2014 dan 2019.

“Ini bagian untuk melayani dan memberikan pengabdian untuk negara,” kata Zuhairi saat dihubungi soal penunjukannya sebagai komisaris BUMN di Jakarta, Selasa, 17 November 2020.

Zuhairi lahir di Sumenep di Pulau Madura, Jawa Timur, 5 Februari 1977. Ia menempuh pendidikan Sarjana Departemen Akidah Filsafat, Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar, Mesir, pada 1999. Lalu, dia kuliah pascasarjana Pemikiran Politik Islam UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

1. Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU)
Dalam organisasi keislaman, Zuhairi dikenal sebagai intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU). Pada September 2012, Tempo mencatat Zuhairi pernah bersuara dalam kasus konflik Syiah di Sampang, Madura.

Saat itu, dia mendesak Pengurus Besar NU menginisiasi proses rekonsiliasi mayoritas muslim dengan komunitas Syiah di Sampang. “Jangan malah mendukung opsi pemerintah yang mengusulkan relokasi komunitas minoritas ini,” kata Direktur Moeslim Moderate Society tersebut, Rabu, 12 September 2012.

Pada 2018, Zuhairi juga sempat memberikan pandangan mengenai penyerangan di Gereja St Lidwina Bedog Trihanggo, Sleman, Yogyakarta. Ia menyebut penyerangan ini berpotensi bermuatan politik. Sehingga, Ia mendesak pemerintah untuk mengungkap tokoh utama penyerangan.





Source link

Ditunjuk Erick Thohir Jadi Komisaris BUMN, Zuhairi Misrawi: Pengabdian Negara


TEMPO.CO, Jakarta – Zuhairi Misrawi resmi ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir menjadi komisaris independen BUMN PT Yodya Karya (Persero). Zuhairi tak lain adalah anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, saat Pemilihan Presiden 2019.

“Ini bagian untuk melayani dan memberikan pengabdian untuk negara,” kata Zuhairi saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 17 November 2020.

Ia mengatakan SK penunjukan sebagai komisaris disampaikan pada Senin sore, 16 November 2020. Ia belum menjelaskan siapa yang memberi tahu pertama kali soal posisi baru pada BUMN bidang jasa konsultan teknik dan manajemen tersebut.

Tapi, Zuhairi menyebut tugas yang diberikan Kementerian BUMN sama seperti komisaris pada umumnya. “Saya diharapkan mengemban amanah untuk mengawasi perusahaan.”

Dengan jabatan baru ini, Zuhairi pun berharap Yodya Karya bisa menjadi perusahaan yang semakin sehat dan menguntungkan. “Keuntungannya dirasakan oleh masyarakat,” kata dia.

Dalam catatan Tempo, Zuhairi juga menjadi calon legislatif PDI Perjuangan untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta VII di tahun 2019. Sampai 5 Juli 2020, Zuhairi pun masih tercatat sebagai salah satu kader PDI Perjuangan.

FAJAR PEBRIANTO

Baca juga: Erick Thohir Tunjuk Tim Kampanye Jokowi, Zuhairi Misrawi, Jadi Komisaris BUMN





Source link

Ada Lagi! Timses Jokowi Jadi Komisaris BUMN, dari PDIP nih



Jakarta, CNBC Indonesia – Bertambah lagi tim sukses Presiden Joko Widodo (Jokowi) masuk dalam jajaran komisaris perusahaan BUMN. Kali ini giliran politikus PDIP Zuhairi Misrawi ditunjuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir menjadi Komisaris Independen BUMN konsultan teknik PT Yodya Karya (Persero).

Dalam unggahan di Instagram resmi @ptyodyakarya, dituliskan ucapan selamat kepada Zuhairi Misrawi yang menjadi Komisaris Independen PT Yodya Karya pada 16 November 2020.


 

[Gambas:Instagram]

“Segenap insan Yodya Karya mengucapkan selamat & sukses atas dilantiknya Bapak Zuhairi Misrawi sebagai Komisaris Independen PT Yodya Karya (Persero) pada 16 November 2020,” tulis Instagram Yodya Karya, dikutip Selasa (17/11).

“Kami ucapkan selamat bergabung dengan keluarga besar Yodya Karya. Semoga dalam menjalankan tugasnya selalu diberikan petunjuk dan lindungan dari Allah SWT.”

Dalam profil di Geotimes dan Instagram pribadinya @zuhairimisrawi, Zuhairi yang biasa disapa ‘Gus Mis’ ini adalah Ketua Moderate Muslim Society, alumnus Universitas al-Azhar, Kairo Mesir dan intelektual muda Nahdlatul Ulama.

Dia juga Ketua Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia dan menulis sejumlah buku di antaranya Al-Quran Kitab Toleransi: Inklusivisme, Pluralisme, dan Multikulturalisme (2008), Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari: Keindonesiaan dan Keumatan (2012), Mekkah: Kota Suci, Kekuasaan, dan Teladan Ibrahim (2010), Madinah: Kota Suci, Piagam Madihan, dan Teladan Muhammad (2011), Al-Azhar: Menara Ilmu, Reformasi, dan Kiblat Keulamaan (2013).

Saat era Pilpres, dia juga hadir dalam acara Komunitas Madura-Jakarta (KM-Jakarta) yang melakukan deklarasi mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Saat itu Zuhairi yang juga dikenal sebagai pengamat isu-isu Timur Tengah ini masuk anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf.

Sebelumnya, situs resmi Yodya mencatat, Komisaris Utama Yodya dijabat Adang Saf Ahmad dan Komisaris Independen Marojahan Budiman Napitupulu.

Yodya Karya adalah perusahaan yang bergerak di bidang layanan jasa konsultasi konstruksi dan jasa konsultasi non konstruksi. Kegiatan usahanya terdiri dari jasa konsultan teknik dan manajemen.

Pada Oktober lalu, Menteri BUMN Erick Thohir juga melakukan perombakan di sejumlah BUMN terutama dengan menempatkan eks tim sukses dan relawan Jokowi menjadi komisaris perusahaan BUMN.

Terbaru, Erick menunjuk Dyah Kartika Rini atau Kartika Djoemadi, mantan komisaris PT Danareksa (Persero), menjabat sebagai Komisaris Independen perusahaan asuransi umum dan sosial BUMN, PT Jasa Raharja (Persero).

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)






Source link

Enam Anak Buah Erick Thohir Positif Corona



Jakarta, CNN Indonesia —

Kementerian BUMN menyatakan enam pegawai di lingkungan kementerian terinfeksi covid-19 atau virus corona. Hal ini diketahui setelah seluruh pegawai mengikuti swab test secara berkala di Kementerian BUMN.

“Per hasil tes yang diterima Senin siang pukul 14.00 WIB di lingkungan Kementerian BUMN tercatat sebanyak enam pegawai positif covid-19,” ucap Sekretaris Menteri BUMN Susyanto dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (17/11).

Ia bilang enam pegawai yang terpapar covid-19 kini sedang dalam proses penyembuhan. Mereka melakukan isolasi mandiri di bawah pantauan dokter.







Sementara, Susyanto memastikan Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, dan pejabat pimpinan tinggi madya dalam kondisi sehat. Mereka bekerja seperti biasa dari rumah masing-masing.

Selanjutnya, Kementerian BUMN langsung melakukan penelusuran kontak kepada keluarga masing-masing pegawai yang terinfeksi covid-19. Selain itu, Kementerian BUMN juga melakukan pembersihan dan disinfeksi di gedung kementerian.

Susyanto mengatakan pihaknya menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) bagi 85 persen pegawai dan 15 persen lainnya bekerja di kantor. Hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sebelumnya, Budi menyatakan diminta dokter untuk melakukan isolasi mandiri. Permintaan dilakukan setelah tiga staf inti di Kementerian BUMN terinfeksi virus corona.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI membahas persiapan pelaksanaan vaksinasi covid-19 secara virtual.

Meski mengaku telah melakukan tes PCR, namun Budi enggan menyatakan hasil dari tes tersebut. Ia hanya menyebut bahwa tim medis memintanya untuk kembali melakukan tes PCR dalam 3 hari mendatang.

“Sudah PCR, tapi saran dari dokter diulangi 3 hari lagi,” kata Budi.

[Gambas:Video CNN]

(aud/bir)






Source link

Mimpi Erick Thohir! Simbiosis Mutualisme BRI, PNM & Pegadaian



Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten perbankan Pelat Merah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tengah menjadi sorotan pelaku pasar. Bagaimana tidak sejak 5 November lalu harga saham BBRI sudah terbang 21,58% ke harga penutupan Jumat (13/11/20) kemarin di level Rp 4.000/unit

Ternyata terungkap, selain sentimen global yang sedang bagus-bagusnya yakni kabar vaksin corona dari Pfizer yang memiliki efektivitas di atas 90%, Rabu kemarin (11/11/2020) BBRI mengumumkan rencana aksi korporasi besar yang akan dilakukan.

Belum jelas memang aksi korporasi apa yang akan dilakukan oleh BBRI namun tentunya para investor sudah bisa mengendus aksi korporasi ini dari jauh-jauh hari.


Jejak aksi korporasi BBRI sudah ditinggalkan saat akhir Oktober dimana kala itu merupakan batas terakhir pengumpulan laporan keuangan Q3. BBRI mengumumkan akan mengaudit laporan keuangannya sehingga tenggat waktu pengumpulan laporan keuangan hasil audit diperpanjang.

Tanda tanya tentunya muncul di benak para pelaku pasar karena laporan keuangan kuartal ketiga tidak wajib untuk diaudit, apabila perseroan mengaudit laporan keuangan biasanya akan diadakan aksi korporasi besar-besaran.

Bahkan jejak aksi korporasi BBRI bisa ditelisik hingga awal tahun 2020. Kala itu, Menteri BUMN, Erick Thohir, selaku pemegang saham mayoritas di BRI sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia pernah memberikan petunjuk mengenai arah pengembangan BRI ke depan.

Hal ini disampaikan Erick saat menjadi pembicara dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook pada Februari 2020. Erick mengatakan, Kementerian BUMN akan mensinergikan BRI dengan Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM).

“Kami sudah rapat dengan BRI, kami ingin memastikan Juni ini terjadi sinergi yang luar biasa dengan Pegadaian (PT Pegadaian) dan PMN(PT Permodalan Nasional Madani). Jadi jelas, tidak ada lagi overlapping kebijakan di situ, dan target market-nya jelas, ini kalau terjadi, BRI akan jadi bank luar biasa. Cepat-cepat beli sahamnya!” ujar Erick saat itu.

Belum jelas memang sinergi apa yang dimaksudkan Erick di antara ketiga BUMN tersebut, namun yang jelas dengan adanya ‘kerja sama’ di antara ketiga perusahaan tersebut akan menguntungkan ketiganya alias simbiosis mutualisme.

Dari sisi BBRI, keuntungan datang dari dukungan terhadap arah bisnis BBRI ke depan yakni go smaller yaitu memberikan kredit ke segmen ultra mikro. Dengan arah ini, maka BRI mengincar porsi pembiayaan UMKM bisa naik ke 85% dari posisi sebelumnya sekitar 80%.

Segmen ultra mikro yang masih unbankable atau tidak terjangkau layanan perbankan memang belum banyak digarap oleh BRI selama ini. Segmen ini terdiri dari bagian, termasuk productive poor yang diyakini memiliki pangsa pasar sangat besar, namun hanya sangat sedikit bank yang bermain di Indonesia.

Perlu diingat jumlah masyarakat yang memiliki rekening bank per 2019 hanyalah sebesar 49% dan tentunya angka ini akan terus turun apabila dibagi kembali menjadi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Segmen yang selama ini digarap oleh perusahaan pembiayaan non bank, seperti BUMN Pegadaian maupun Permodalan Nasional Madani (PNM) sehingga dengan bersinerginya ketiga perusahaan tersebut, gol BBRI untuk merambah pasar ultra mikro akan lebih mudah tercapai.

Dari sisi PNM dan Pegadaian keuntungan yang didapat tentu saja berupa pendanaan dan likuiditas dari Bank sekelas BBRI yang memiliki aset terbesar di Indonesia.

Sebelumnya pendanaan kedua perusahaan hanya bisa diamankan melalui penerbitan obligasi korporasi ataupun pinjaman kepada bank.

Catat saja menurut data Refinitiv saat ini Pegadaian memiliki total Outstanding Bonds senilai Rp 10,8 triliun hingga tahun 2025 dimana lebih dari setengahnya yakni Rp 5,8 triliun akan jatuh tempo tahun depan.

Apalagi ternyata jumlah ini terus meningkat dimana total nilai obligasi jatuh tempo sebelumnya selama 22 tahun terakhir ‘hanyalah’ Rp 13,42 trilun yang menunjukkan kebutuhan dana Pegadaian dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Hal yang serupa terjadi pula pada PNM dimana perseroan memiliki total Outstanding Bonds yang bahkan lebih besar yakni senilai Rp 12,37 triliun hingga tahun 2025 dimana Rp 4,1 triliun akan jatuh tempo tahun depan.

Jumlah kebutuhan PNM akan dana segar juga terus meningkat yang ditunjukkan dengan total nilai obligasi jatuh tempo sebelumnya selama 9 tahun terakhir ‘hanyalah’ Rp 6,9 triliun

Hal inilah yang tentunya menyebabkan biaya dana atau biasa lebih dikenal dengan sebutan cost of funds perusahaan membengkak dari tahun ke tahun. Tercatat biaya bunga PNM pada tahun 2019 sebesar Rp 1,59 triliun naik hampir dua kali lipat dari posisi tahun sebelumnya di angka Rp 0,99 triliun.

Dengan sinergi antara ketiga perusahaan Pelat Merah ini tentu saja nantinya Pegadaian dan PNM tidak perlu lagi mencari sumber dana segar dan kalaupun ingin menerbitkan obligasi, suku bunga obligasi nantinya bisa ditekan karena memiliki daya tawar lebih tinggi sehingga cost of funds dapat ditekan.

Jadi nantinya sinergi antara BBRI, Pegadaian, dan PNM diprediksikan benar-benar akan menguntungkan semua pihak. Bukan begitu Pak Erick ?

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)




Source link