fbpx

Erick Thohir Ingin Hanya Ada Satu BUMN Sektor Perikanan


TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah mempelajari dua perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang perikanan, yaitu PT Perikanan Nusantara (Persero) dan Perum Perindo.

Menurut dia, sebaiknya nantinya hanya ada satu perusahaan saja yang bergerak di perikanan. “Ngapain kita ada dua perusahaan ikan, lebih baik satu saja,” ujar Erick dalam webinar, Kamis, 19 November 2020.

Ia pun ingin BUMN perikanan tersebut nantinya fokus pada sistem penyimpanan dan pemasaran. Sehingga, tidak bersaing dengan nelayan. “Kalau bisa kita fokus, enggak usah juga bersaing dengan nelayan, punya kapal dan apa lagi, enggak usah lah.”

Saat ini BUMN perikanan berada di bawah kluster pangan. Selain ikan, BUMN pangan akan berfokus kepada sejumlah komoditas, antara lain beras, jagung, gula, ayam, sapi, kambing, cabai, bawang merah, dan garam.

Adapun struktur klaster itu adalah PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menjadi induk holding perusahaan. Selanjutnya, PT Berdikari (Persero) akan menjadi anak perusahaan yang fokus kepada daging sapi dan ayam. Di perikanan, Erick tengah mengkaji PT Perikanan Nusantara (Persero) dan Perum Perindo.

Pertani (Persero) dan PT Sang Hyang Seri akan diminta fokus untuk meningkatkan teknologi pembibitan yang menjadi kunci industri pangan ke depannya. Sehingga Indonesia bisa bersaing dengan negara lain dari segi bibit komoditas pangan. Dua perusahaan ini akan berfokus kepada komoditas beras dan jagung.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *