fbpx
Aktivitas Manufaktur RI Menurun di Tengah PSBB Jilid II

Aktivitas Manufaktur RI Menurun di Tengah PSBB Jilid II



Jakarta, CNN Indonesia —

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan aktivitas manufaktur turun  pada September 2020 di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta jilid II. Hal itu terlihat dari Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia yang terkoreksi dari 50,8 di Agustus 2020 menjadi 47,2 di September 2020.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengungkapkan PMI manufaktur Indonesia secara rata-rata pada kuartal III berada di level 48,3. Angkanya naik dari posisi kuartal II 2020 yang berada di level 31,73.

Hanya saja, Febrio mengakui realisasi itu masih cukup menantang. Pasalnya, aktivitas manufaktur bisa dibilang tumbuh positif jika PMI di atas 50.







Ia menjelaskan rilis PMI manufaktur Indonesia bulan lalu menunjukkan ada aktivitas penjualan dan produksi di tengah PSBB pertengahan September 2020. Namun, jumlah permintaan di pasar menurun.”Secara rata-rata, PMI pada kuartal 3 2020 yang sebesar 48,3 menggambarkan kondisi industri manufaktur yang masih menantang. Threshold netral PMI adalah di angka 50,” kata Febrio dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (1/10).

“Penurunan penjualan berkontribusi pada kenaikan kapasitas berlebih yang tercermin juga pada penurunan pekerjaan yang harus diselesaikan,” ujar Febrio.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, perusahaan juga mengurangi belanjanya demi efisiensi. Dengan demikian, penurunan permintaan di pasar bukan hanya dari sisi individu atau rumah tangga, tapi juga perusahaan.

Untuk itu, Febrio menyatakan pihaknya akan memperkuat penanganan pandemi covid-19 di dalam negeri. Penanganan ini dilakukan melalui langkah tes, lacak, isolasi (TLI) dan disiplin, gerakan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

“Penguatan TLI oleh pemerintah dan 3M oleh masyarakat sejauh ini merupakan best practice dalam mengendalikan covid-19 serta berbagai langkah perlindungan sosial,” pungkas dia.

Sebagai informasi, PMI adalah indikator yang dapat memprediksi ekonomi ke depan. Indikator itu menghitung tren aktivitas manufaktur di suatu negara.

(agt)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *