fbpx
Saham Teknologi Dilego, Wall Street Dibuka Anjlok 301 Poin

Saham Teknologi Dilego, Wall Street Dibuka Anjlok 301 Poin


Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) terbanting pada pembukaan perdagangan Kamis (17/9/2020), menyusul aksi ambil untung pemodal terhadap saham-saham teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average dibuka turun 301 poin (-1,1%) pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan 25 menit kemudian agak surut menjadi 232 poin (-0,8%) ke 27.800,35. Nasdaq drop 153 poin (-1,4%) ke 10.897,48 dan S&P 500 turun 34,1 poin (-1%) ke 3.351,42.

Investor cenderung kecewa karena bank sentral AS tidak membawa kejutan baru dengan mempertahankan suku bunga acuan tetap di level mendekati nol persen sebagai bagian dari upaya Federal Reserve (The Fed) menggenjot inflasi.


Dalam kondisi normal, prospek suku bunga lebih rendah untuk jangka waktu yang lebih lama bakal mendorong pembelian saham. Namun pada Rabu hal tersebut tidak terjadi di mana indeks S&P 500 dan Nasdaq justru melemah.

“Meski tidak ada hal yang menakutkan dalam pengumuman The Fed, bursa saham bereaksi dalam gaya yang bearish, terutama untuk saham-saham teknologi,” tutur Ken Berman, pendiri Gorilla Trades seperti dikutip CNBC International.

Bos The Fed Chairman Jerome Powell cenderung mendorong pemerintah untuk menggenjot perekonomian dengan stimulus tambahan, alih-alih mengumumkan program baru untuk membantu menggenjot sektor riil.

Pialang saham memantau perkembangan negosiasi stimulus di Kongres, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dia bakal mendukung paket stimulus yang lebih luas. Namun, harian Politico melaporkan bahwa Partai Republik malas melakukan hal tersebut.

Saham-saham teknologi kompak tertekan di pembukaan rata-rata sebesar 1%, baik saham Amazon, Microsoft, Facebook, maupun Alphabet (induk usaha Google). Saham Tesla anjlok lebih dari 5% dan Apple melemah 2,2%.

Saham-saham yang terkait dengan vaksin cenderung tertekan di tengah perbedaan pendapat mengenai kapan vaksin bisa segera dibagikan ke publik. Trump pada Rabu mengatakan bahwa vaksin bisa dibagikan secepatnya pada Oktober.

Namun, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention) kepada Senat mengatakan bahwa vaksin belum bisa didistribusikan 6-9 bulan ini.

Pelaku pasar mengacuhkan rilis data tunjangan pengangguran baru yang ternyata lebih baik dari ekspektasi, yakni sebanyak 860.000 klaim. Ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan angkanya bakal mencapai 875.000, turun tipis dari pekan sebelumnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *