fbpx

Vaksin & Biden Picu Asing Borong Saham, IHSG Terbang!



Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan inimelesat kencang2,35% dan ditutup di level 5.461,05. Indeks acuan pasar modal Tanah Air masih mampu terbang melanjutkan reli pekan lalu.

Sentimen positif memang sedang membanjiri pasar modal baik pasar modal dalam negeri maupun pasar modal global berupa kemenangan Calon Presiden Partai Demokrat, Joe Biden dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) dan efektivitas vaksin corona Pfizer yang disebut lebih dari 90%.


Data perdagangan mencatat, meskipun sideways pekan ini perdagangan kembali ramai dengan total transaksi mencapai Rp 61,59 triliun atau rata-rata Rp 12.31 triliun per hari.

Transaksi tergolong sangat ramai sekali setelah pekan lalu IHSG melesat dari level 5.100 sehingga pasar modal tanah air sedang menjadi primadona para investor.

Hal ini diaminkan oleh investor asing yang kembali masuk ke pasar modal Garuda dengan total beli bersih yang sangat masif yakni sebesar Rp 4,45 triliun di pasar reguler pada perdagangan pekan ini.

Saham yang paling banyak dilego asing pekan ini adalah PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) dengan jual bersih sebesar Rp 357 miliardan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 162 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan beli bersih sebesar Rp 1,2 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatatkan net buy sebesar Rp 2,6 triliun.

Reli kencang pasar modal tidak terlepas dari dua sentimen positif yang datang secara beriringan. Pertama tentunya adalah kabar kemenangan calon Presiden Partai Demokrat, Joe Biden yang unggul dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Biden digadang-gadang sanggup untuk menghentikan perang dagang dengan China yang sebelumnya dilancarkan oleh Trump sehingga perekonomian global akan pulih lebih cepat di tengah serangan Covid-19 tanpa adanya drama lanjutan.

Selanjutnya, sifat Joe Biden yang cenderung tidak se-impulsif Trump tentu saja juga menjadi kabar baik bagi pasar karena volatilitas pasar akibat cuitan-cuitan Trump akan terhenti. Ingat ketidakpastian adalah musuh pasar modal.

Selain itu kebijakan Partai Demokrat yang cenderung ‘doyan’ meningkatkan pajak terutama pajak korporasi untuk membiayai besarnya stimulus fiskal yang dikucurkan tentu saja akan menyebabkan investor Wall Street berpikir ulang untuk menempatkan dananya di perusahaan AS.

Hal ini menyebabkan ada kemungkinan investor menarik dananya dari Bursa Paman Sam dan memindahkan-nya ke bursa efek emerging market dan bukan tidak mungkin bursa efek Tanah Air akan kecipratan.

Selanjutnya sentimen kedua yang tidak kalah heboh datang dari vaksin Pfizer dimana sebelumnya diberitakan Chairman & CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan perkembangan terakhir tersebut menjadi hari yang indah bagi ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Efikasi final dari vaksin tersebut dikatakan aman.

“Hasil pertama dari uji klinis fase tiga uji vaksin mengindikasikan kemampuan vaksin kami untuk mencegah Covid-19,” ujar Bourla dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir CNBC International.

“Dengan berita hari ini kami sudah makin dekat untuk menyediakan vaksin kepada masyarakat di seluruh dunia, dan diharapkan bisa membantu mengakhiri krisis kesehatan dunia,” ungkap Bourla.

Kedua perusahaan tersebut berencana untuk mengajukan penggunaan darurat vaksin kepada Food and Drug Administration (FDA) AS pada pekan ketiga November 2020.

Kabar tersebut memunculkan harapan hidup akan segera kembali normal, roda bisnis perlahan kembali berputar, dan perekonomian segera bangkit.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)




Source link

Efek Vaksin Pfizer, S&P 500 Cetak Rekor Menguat Lebih dari 1%



Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Wall Street Amerika Serikat pada Jumat ditutup menguat karena para investor memborong saham yang berpotensi memperoleh keuntungan dari efektifnya vaksin dan perekonomian yang mulai membaik pada tahun depan.

Indeks S&P 500 naik 1,4% menjadi 3.585,15, dan membukukan rekor penutupan tertinggi. Dow Jones Industrial Average melonjak 399,64 poin atau 1,4%, ditutup pada 29.479,81. Nasdaq Composite naik 1% menjadi 11.829,29. The Russell 2000, yang melacak saham-saham kecil, melonjak lebih dari 2% ke rekor intraday, dan membukukan penutupan tertinggi pertama sepanjang masa sejak Agustus 2018.

Dikutip dari CNBC International, Sabtu (14/11/2020), saham operator kapal pesiar Carnival naik lebih dari 7%, United Airlines dan Boeing sama-sama naik lebih dari 5%. Disney ditutup 2,1% lebih tinggi, didukung angka kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Di tingkat sektor, sektor energi dan industri naik masing-masing 3,8% dan 2,2%, memimpin S&P 500 lebih tinggi. Sementara sektor keuangan naik lebih dari 1%.


Baik Dow Jones dan S&P 500 mencatat kenaikan mingguan yang kuat, didorong oleh berita Pfizer pada hari Senin bahwa vaksin yang dikembangkannya dengan BioNTech efektif lebih dari 90% dalam uji coba. Hal ini menyebabkan perputaran ke dalam siklus saham yang akan mendapatkan keuntungan dari kebangkitan ekonomi tahun depan. Investor membuang saham teknologi yang tertahan selama pandemi.

Dow naik 4,1% untuk pekan ini, dan S&P 500 ditutup 2,16% lebih tinggi selama periode waktu tersebut. Nasdaq yang sangat teknis kehilangan 0,6% minggu ini, membukukan kerugian mingguan ketiga dalam empat minggu.

“Berita vaksin positif minggu ini merupakan pengubah permainan dalam pandangan kami, karena memungkinkan pasar untuk melihat melalui lonjakan kasus Covid19 baru-baru ini hingga akhir pandemi yang akan datang dan pembukaan kembali ekonomi yang lebih luas,” tulis Marko Kolanovic, Kepala strategi kuantitatif dan derivatif makro JPMorgan, yang termasuk di antara orang pertama yang meminta pergantian pasar di bulan Maret.

Sebelum reli hari Jumat, rotasi terhenti pada pertengahan minggu karena para trader khawatir bahwa peningkatan jumlah kasus virus corona dapat menghantam perekonomian secara signifikan sebelum vaksin tiba.

Analisis CNBC terhadap data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins menunjukkan rata-rata kasus baru setiap hari naik setidaknya 5% selama seminggu terakhir di setidaknya 47 negara bagian. Sementara itu rawat inap meningkat di setidaknya 46 negara bagian. Pada Kamis saja, lebih dari 150.000 kasus dikonfirmasi di AS.

Kebangkitan kasus virus corona juga telah menyebabkan beberapa bagian negara itu mengadopsi kembali langkah-langkah pembatasan sosial yang lebih ketat. Di Chicago, Walikota Lori Lightfoot meminta penduduk untuk membatalkan rencana Thanksgiving mereka dan tetap di dalam rumah karena kasus meningkat di kota. Di negara bagian New York, Gubernur Andrew Cuomo mengatakan jam malam baru di bar, restoran, dan pusat kebugaran akan berlaku pada hari Jumat.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga mengatakan pada Kamis bahwa prospek ekonomi negara tetap tidak pasti.

“Dengan penyebaran virus, beberapa bulan ke depan bisa menjadi tantangan,” katanya.

Namun, investor berhasil mengatasi peningkatan jumlah virus corona karena pengumuman Pfizer-BioNTech dari Senin “terus bergema,” kata Adam Crisafulli, pendiri Vital Knowledge.

[Gambas:Video CNBC]

(wia)




Source link

6 Hari Melesat Nyaris 8%, IHSG Masih Punya Tenaga Menguat?


Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli menjadi 6 hari beruntun setelah menguat 0,86% pada perdagangan Rabu kemarin. Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 1,40 triliun di pasar reguler dengan nilai transaksi mencapai Rp 16,3 triliun.

Total penguatan IHSG dalam 6 hari perdagangan kini mencapai 7,86%.

Penguatan IHSG masih ditopang oleh kabar vaksin corona dari Pfizer. Bursa kebanggaan Tanah Air ini bahkan mampu tetap menguat meski data dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan penjualan ritel di bulan September masih mengalami kontraksi 8,7% year-on-year (YoY). Meski membaik dari bulan sebelumnya kontraksi 9,2% YoY, tetapi penjualan ritel Indonesia sudah mengalami kontraksi dalam 10 bulan beruntun.


“Perbaikan penjualan eceran terjadi pada sebagian besar kelompok komoditas yang dipantau seperti Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang tercatat tumbuh positif dalam dua bulan terakhir, serta perbaikan pada sub Kelompok Sandang dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor,” tulis keterangan Bank Indonesia (BI) yang dirilis Rabu (11/11/2020).

Akan tetapi, BI memperkirakan penjualan ritel kembali mengendur pada Oktober 2020 dengan pertumbuhan -10% YoY.

Sementara pada hari ini, Kamis (12/11/2020), peluang IHSG melanjutkan reli masih terbuka cukup lebar melihat bursa saham Amerika Serikat (AS) yang mayoritas menguat, dan beberapa bursa utama Asia yang sudah dibuka pagi ini.

Secara teknikal, IHSG berhasil melewati level 5.458 yang merupakan Fibonnaci Retracement 61,8%.

Fibonnaci tersebut ditarik dari level tertinggi September 2019 di 6.414 ke level terlemah tahun ini 3.911 pada grafik harian.

Dengan penembusan ke atas level tersebut, momentum penguatan IHSG menjadi bertambah.

Awal penguatan tajam IHSG dimulai Kamis (5/11/2020) saat muncul White Marubozu dalam grafik candle stick harian.


jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Saat itu IHSG membuka perdagangan di level 5.161,39, yang sekaligus menjadi level terendah harian, dan mengakhiri perdagagan di level 5.260,326, sekaligus menjadi level tertinggi harian.

Level open sama dengan low, dan close sama dengan high itu yang disebut sebagai White Marubozu.

White Marubozu merupakan sinyal nilai suatu aset akan kembali menguat. Terbukti setelahnya IHSG terus menguat.

Bursa kebanggaan Tanah Air ini bergerak di atas rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA 50), 100 hari (MA 100), dan 200 hari (MA 200).

Namun indikator stochastic pada grafik harian dan 1 jam sudah berada di wilayah jenuh beli (overbought).


jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Artinya, ada risiko IHSG akan terkoreksi. Support terdekat berada di kisaran 5.500 hingga 5.490, jika dilewati IHSG berisiko terkoreksi ke 5.458 (Fib. Retracement 61,8%). IHSG berisiko turun lebih dalam jika level tersebut juga dilewati.

Sementara selama mampu bertahan di atas 5.500, IHSG berpeluang menguat ke area 5.540. Target penguatan selanjutnya di 5.580.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)




Source link

Eforia Vaksin, Dow Futures Lompat 200 Poin tapi Nasdaq Turun



Jakarta, CNBC Indonesia – Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (10/11/2020) kembali melesat, meski lajunya terhambat oleh koreksi saham teknologi yang mulai ditinggalkan di tengah ekspektasi pemulihan ekonomi.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average melompat 216 poin (+0,7%), sementara indeks S&P 500 cenderung flat sedangkan Nasdaq justru anjlok hingga 1,4%.

Pada Senin, indeks Dow Jones melompat 800 poin, menjadi reli harian terbesar sejak 5 Juni. Indeks berisi 30 saham unggulan tersebut bahkan sempt melesat lebih dari 1.600 poin sebelum saham-saham teknologi terkoreksi.


Indeks S&P 500 juga menguat, sebesar 1,2%, sedangkan indeks Nasdaq yang berisikan saham unggulan sektor teknologi ambles hingga 1,5% karena investor melego saham Amazon, Zoom dan Netflix yang selama ini diuntungkan oleh pembatasan sosial selama pandemi.

Saham Amazon saat ini anjlok 2% di sesi-prapembukaan setelah pada Senin kemarin ambles 5%. Saham Zoom jatuh 17% dan kini melemah 2%. Netflix juga melemah, sebesar 0,6% setelah pada Senin terkapar hingga 8%.

“Trading berbasis sentimen ‘tinggal di rumah’, yang telah mendongkrak bursa sepanjang tahun ini, berpeluang kehilangan daya-tariknya,” tutur Lindsey Bell, Kepala Perencana Investasi Ally Invest, sebagaimana dikutip CNBC International.

Raksasa farmasi AS Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech mengumumkan temuan vaksin dengan efektivitas 90%. Kabar temuan vaksin Pfizer tersebut mengangkat Wall Street yang juga menyambut positif kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden (pilpres).

Saham-saham maskapai pun kompak menguat, yakni American Airlines, Delta Airlines dan United Airlines yang melompat lebih dari 15%. Hari ini, saham United sudah melesat hingga 2%. Saat ini, kasus Covid-19 di AS telah melampaui angka 10 juta.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)




Source link

Diobral Investor, 5 Saham Ini Jadi Top Losers Pekan Ini



Jakarta, CNBC Indonesia – Pekan ini merupakan pekan dimana pasar keuangan hanya dibuka selama 2 hari saja. Hal ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lebih awal pada pertengahan pekan ini, yakni Selasa (27/10/2020) yang ditutup melemah 0,31% di level 5.128,23.

Namun, ketika libur, IHSG tergolong beruntung, karena pasar saham terutama Asia dari Rabu hingga Jumat kompak mengalami pelemahan, bahkan pada Jumat kemarin, Asia melemah parah, dimana rata-rata pelemahannya sebesar 1% hingga 2%.

Dibalik berkahnya penutupan awal dari IHSG, ternyata banyak pula saham yang terpaksa terkoreksi parah hingga belasan persen. Simak tabel berikut.








Losers Change (%)
KBAG -12.9%
KPAS -10.0%
CBMF -9.9%
BRNA -9.4%
TDPM -9.2%

Sumber: BEI

Tercatat saham-saham yang memimpin penurunan alias Top Losers adalah saham yang notabene mempunyai kapitalisasi pasar kecil yakni di bawah Rp 3 triliun sehingga biasanya harga sahamnya mudah digerakkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab ke arah tertentu alias cornering.

Di posisi pertama terdapat saham emiten properti PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) yang anjlok 12,9% selama sepekan. Data perdagangan mencatat saham KBAG anjlok ke level Auto Reject Bawah alias ARB-nya selama sepekan terakhir

Sedangkan di posisi kedua terdapat saham emiten industri kapas PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) yang senasib dengan KOTA anjlok ke level ARB-nya selama sepekan penuh dan membukukan penurunan sebesar 10%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)




Source link

Bisa Cuan 5.900%, Rupanya Ini Rahasia Investasi Lo Kheng Hong



Jakarta, CNBC Indonesia – Investor kawakan yang dikenal dengan julukan Warren Buffett Indonesia, Lo Kheng Hong berbagi cerita tentang sukses berinvestasi di pasar saham dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 Sabtu, pekan lalu (24/10/2020).

Lo Kheng Hong berbagi cerita tentang sukses berinvestasi di pasar saham. Dalam paparan terungkap cerita tentang cuan hingga ribuan persen yang di dapat dari investasi saham.

Lo, demikian akrab disapa, didampingi oleh Lukas Setia Atmadja, pengamat pasar modal dari Prasetya Mulya dan juga penulis buku soal investasi di pasar modal.


Lukas sudah cukup lama berinteraksi dengan Lo, bahkan banyak menuliskan kisah sukses sang maestro saham Indonesia tersebut.

Saat memberikan paparan di CMSE, Sabtu (24/10/2020), Lukas menyampaikan beberapa fakta tentang kiat sukses investasi Lo Kheng Hong.

Menurut Lukas, Lo orang yang sangat teliti. Ia bisa menghabiskan waktu lama membaca laporan keuangan.

“Beliau sangat teliti, sampai-sampai perlu membeli kaca pembesar. Supaya tidak keliru (baca laporan keuangan)…salah satu kunci sukses (investasi saham) Anda harus beli kaca pembesar supaya teliti,” kata Luka, saat menjadi moderator dalam acara CMSE tersebut, bersama dengan Lo.

Lukas juga menuturkan, usaha yang dilakukan Lo dalam meneliti laporan keuangan menunjukkan tidak sembarangan dalam memilih saham untuk investasi.

“Ini menunjukkan Pak Lo tidak membeli kucing dalam karung. Jadi bukan karena kebetulan. Pak Lo Sukses karena bisa menghitung,” tambah Lukas.

Lalu Lukas menceritakan, Lo Kheng Hong, pada 1998 membeli saham PT United Tractors Tbk (UNTR). Saat itu, pendapatan UNTR sekitar Rp 2 triliun-Rp 4 triliun.

Laba operasional UNTR waktu itu sekitar Rp 1 triliun. Namun laba bersihnya minus Rp 1 triliun, karena rugi kurs.

“Pak Lo dengan cermat menghitung. Ini perusahaan masih bagus dan punya prospek. Akhirnya Pak Lo membeli dan menaruh semua uangnya di saham ini. Pak Lo membeli di harga Rp 250/saham. ‘Tidur’ selama 6 tahun dan menjual kembali pada harga Rp 15.000/saham,” cerita Lukas yang diamini oleh Lo Kheng Hong.

Ini merupakan momentum awal dari kesuksesan Lo Kheng Hong sebagai investor saham.

Cerita seperti ini diulang pada saham-saham yang lain. Pada saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), Lo membeli pada harga Rp 1.000/saham. Lalu menjualnya pada harga rata-rata Rp 10.000/saham.

Dari saham INKP, Lo berhasil meraup cuan besar dari Rp 35 miliar menjadi Rp 350 miliar. Dan ini didapat dalam kurun waktu 1,5 tahun.

Artinya pada saham UNTR, intinya, kata Lukas, kemampuan menganalisis merupakan kunci sukses Lo Kheng Hong. Lo mampu meraup cuan hingga 5.900% dari saham UNTR dan 900% dari saham INKP.

Selain itu, tambah Lukas, kelebihan Lo sebagai seorang investor saham adalah bisa mengontrol emosi.

“Ketika harga saham naik banyak, beliau tidak euforia. Ketika harga saham turun banyak, beliau juga tidak terpuruk,” kata Lukas.

Lo juga dinilai sebagai orang yang sabar sebagai seorang investor. “Pemikirannya sederhana, kalau untung 10% saja kita sudah jual. Kita tidak mungkin mendapatkan keuntungan lebih besar dari itu,” tambah Lukas.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/tas)




Source link

Harapan Stimulus Makin Kuat, Wall Street Ditutup Hijau

Harapan Stimulus Makin Kuat, Wall Street Ditutup Hijau



Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini berhasil ditutup menguat, ditengah optimisme investor atas paket stimulus yang akan disepekati parlemen untuk mengatasi masalah ekonomi akibat pandemi virus corona (covid-19). 

Indeks S&P 500 naik 11,9 poin atau 0,34% menjadi 3.465,39. Lalu indeks Nasdaq Composite bertambah 42,28 poin atau 0,37%, menjadi 11.548,28. Sayangnya, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 28,09 atau 0,1%, menjadi 28.335,57.

Ketidakpastian atas timeline dari undang-undang stimulus sempat membebani pasar saham Wall Street dalam beberapa hari terakhir. Dalam sepekan terakhir, ketiga indeks tersebut mencatat penurunan selama seminggu.


Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan masih mungkin untuk mendapatkan bantuan COVID-19 lagi sebelum pemilu 3 November. Namun semuanya itu tergantung kepada Presiden Donald Trump untuk bertindak, termasuk berbicara dengan Senat Partai Republik yang menolak.

Trump dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin membantah bahwa Pelosi harus berkompromi untuk mendapatkan paket bantuan, dengan mengatakan perbedaan signifikan tetap ada antara pemerintahan Republik dan Demokrat.

Pasar masih percaya kesepakatan stimulus ditetapkan: Satu-satunya pertanyaan adalah ukuran dan waktu, kata analis.

“Ini telah menjadi penggerak pasar selama beberapa minggu- hari ini lebih banyak buktinya,” kata Lindsey Bell, kepala strategi investasi di Ally Invest, di Charlotte, North Carolina seperti dikutip CNBC Indonesia dari Reuters.

“Pasar percaya kami mendapatkan stimulus. Tapi dia ingin tahu kapan itu akan berlalu karena butuh waktu untuk uang mengalir keluar, “tambahnya.

Sementara itu dari laporan kinerja perusahaan di Wall Street dilaporkan, terjadi penurunan tajam hingga 10% margin pendapatan pembuat chip Intel Corp. Kinerja Intel tertekan karena konsumen membeli laptop yang lebih murah dampak dari pandemi dan pemerintah menekan pengeluaran pusat data.

Sejauh ini, sudah 84% dari 135 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangan kuartal III-2020. Hasilnya sejauh ini melampaui perkiraan laba kuartalan, menurut data Refinitiv.

Fokus minggu depan adalah hasil dari perusahaan Teknologi Besar Apple Inc, Facebook Inc, Amazon.com Inc dan Google-parent Alphabet.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)




Source link

Mr. Trump Bikin IHSG Anteng di Atas 5.000 Choy!



Jakarta, CNBC Indonesia Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama Kamis (8/10/20) ditutup di zona hijau 0,59% di level 5.033,74.

Sentimen positif pengerak IHSG datang dari pasar global yakni stimulus ‘mini’ yang diajukan oleh Presiden AS, Donald Trump meski rilis data penjualan ritel oleh Bank Indonesia kurang ciamik.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 146 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 3,7 triliun. Terpantau 252 saham berhasil terapresiasi, 155 saham turun, sisanya 157 stagnan.


Saham yang paling banyak dilego asing hari ini adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan jual bersih sebesar Rp 62 miliar dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 54 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini adalah PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dengan beli bersih sebesar Rp 18 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy sebesar Rp 26 miliar.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan ritel yang dicerminkan dari Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Agustus 2020 tumbuh negatif 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Membaik dibandingkan Juli 2020 yang terkontraksi 12,3% YoY.

Pada September 2020, BI memperkirakan IPR masih mengalami kontraksi 7,3% YoY. Jika terwujud, maka penjualan ritel akan terkontraksi selama 10 bulan beruntun. Nyaris setahun.

Penjualan ritel adalah salah satu indikator awalan (leading indicator) yang bisa menerawang arah gerak ekonomi ke depan. Jika terus turun, maka bisa disimpulkan bahwa ekonomi sedang lesu, masyarakat ogah berbelanja.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) meroket pada perdagangan Rabu (7/9/2020), menyusul cuitan Presiden AS Donald Trump bahwa dia membuka peluang stimulus terpisah yang lebih kecil di luar yang telah mentok sekarang.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melesat 530,7 poin ( 1,9%) ke 28.303,46 menjadi reli harian terbesar sejak pertengahan Juli. Indeks S&P 500 naik 1,7% ke 3.419,45 sedangkan Nasdaq melonjak 1,9% ke 11.364,6.

Dalam cuitannya, Trump menyarankan Kongres untuk menyetujui stimulus bagi maskapai AS, dengan menggunakan uang dari sisa anggaran lebih (SAL) stimulus paket 1 sebelumnya. Saham United Airlines melesat 4%, sedangkan Delta Airlines melompat 3,5%.

Mantan taipan properti itu juga mendesak Kongres menyetujui stimulus senilai US$ 1.200 untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga AS. Pelaku pasar masih menduga-duga apakah ini berarti Trump membatalkan perintahnya kemarin atau hanya bagian dari manuver politik.

Untung saja, ada sentimen positif dari kemajuan obat Covid di AS, di mana perusahaan farmasi Eli Lily telah mangajukan izin edar untuk obar yang mereka kembangkan. Di Indonesia, pasar juga bakal memantau kemajuan vaksin dan obat anti-corona.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat penambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia sebanyak 4.538 orang pada Rabu (07/10/2020), sehingga total kasus baru virus corona di Indonesia mencapai 311.176 orang.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)




Source link

IHSG di Zona Merah, Awal Perdagangan Turun 0,46 Persen

IHSG di Zona Merah, Awal Perdagangan Turun 0,46 Persen


TEMPO.CO, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berada di zona merah pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia atau BEI, Rabu, 7 Oktober 2020.

Melansir data RTI, pada pukul 09.04 WIB, IHSG berada pada level 4.976,1 atau turun 23 poin(0,46 persen) dibanding penutupan sebelumnya di 4.976,5.

Sebanyak 220 saham melaju di zona hijau dan 36 saham di zona merah. Sedangkan 106 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 587,3 miliar dengan volume 973,1 juta saham.

Director PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan menjelang rilis data perekonomian cadangan devisa yang disinyalir masih  berada dalam kondisi stabil akan turut memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG pada hari ini. Dia mengatakan pola gerak IHSG terlihat sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajarnya. 

Sentimen dari fluktuasi nilai tukar Rupiah serta harga komoditas akan turut mewarnai pergerakan IHSG.

“Dari ini IHSG berpotensi bergerak dalam zona hijau,” kata William dalam keterangan tertulis Rabu, 7 Oktober 2020.

Adapun dia memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 4.889 hingga 5.123 hari ini.

 





Source link

Konsolidasi Aset, Kalbe Farma Mulai Siapkan IPO Anak Usaha

Konsolidasi Aset, Kalbe Farma Mulai Siapkan IPO Anak Usaha



Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengumumkan penjualan 70% saham perseroan di PT Kalbe Morinaga Indonesia (KMI) kepada PT Sanghiang Perkasa. Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi sebab kemilikan mayoritas saham kedua perusahaan digenggam KLBF.

Mengacu pengumuman yang disampaikan manajemen KLBF di laman keterbukaan informasi, transaksi itu terjadi pada 29 September 2020 senilai Rp 265,09 miliar.

Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius mengatakan, transaksi ini merupakan langkah KLBF dalam mengelompokkan bisnis unit atau anak usaha ke divisi sejenis.


“Menlalui pengalihan saham ini diharapkan proses bisnis dapat lebih fokus dan dapat lebih meningkatkan pengembangan produk dan layanan,” kata Vidjongtius, dalam pengumumannya, dikutip Jumat (2/10/2020).

Sedangkan dari sisi internal, dengan diharapkan koordinasi mengenai supply chain, operasional pabrik, distribusi dan support lainnya bisa berjalan lancar.

Selain itu, KLBF juga melakukan transaksi penjualan 51% saham perseroan di PT Kalbe Milko Indonesia (KAMI) senilai Rp 44,88 miliar. Transaksi ini juga masih merupakan transaksi afiliasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Sanghiang Perkasa dikabarkan akan melaksanakan penawran umum persana saham (initial public offering/IPO). Bloomberg menyebut, Sanghiang akan membidik dana jumbo sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,35 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.700 per US$.

Direktur Keuangan Kalbe Farma, Bernadus Karmin Winata mengatakan, rencana pengembangan anak usaha PT Sanghiang Perkasa tak sebatas melalui initial public offering (IPO). Tapi juga bisa melalui pembentukan usaha patungan (joint venture), merger dan akuisisi, fasilitas pinjaman dari perbankan maupun kerja sama dengan partner strategis.

“Tidak harus spesifik IPO, berbagai macam cara tersedia, kita jajaki joint venture, merger akuisisi, kita juga jajaki apakah perlu dapatkan fasilitas pendanaan dari bank, strategic partner pihak lain. Kita lakukan secara baik prosesnya dan prudent,” kata Bernadus Karmin, Kamis (27/8/2020), dalam paparan publik secara virtual.

Dia mengatakan, dari semua penjajakan tersebut, opsi yang terbaik nantinya akan dipilih, yang pada ujungnya memberikan nilai tambah bagi KLBF.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)




Source link