fbpx
Bursa Asia Hijau, HSG Bisa Bertahan Menguat

Bursa Asia Hijau, HSG Bisa Bertahan Menguat



Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia sekitar pukul 11:00 WIB masih bergerak di zona hijau. Kabar dari membaiknya kondisi kesehatan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membuat pelaku pasar Asia meresponnya dengan positif.

Pada pukul 11:00 WIB, indeks Nikkei Jepang melesat 1,15%, Hang Seng di Hong Kong melonjak 1,46%, indeks STI Singapura terapresiasi 0,52% dan KOSPI di Korea Selatan terbang 1,18%. 

Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pukul 11:00 WIB terpantau menguat 0,33% ke level 4.942,81.


Di Kawasan Asia, hari ini data ekonomi yang dirilis adalah purchasing manager’ index (PMI) gabungan Jepang pada September oleh Jibun Bank, dimana data PMI gabungan Negeri Sakura tersebut berada di angka 46,6 atau naik 1,4 poin dari Agustus di angka 45,2.

Selain Jepang, Korea Selatan juga hari ini merilis data PMI manufakturnya. Tercatat PMI manufaktur Negeri Gingseng pada September berada di angka 49,8 atau naik 1,3 poin dari sebelumnya, Agustus berada di angka 48,5.

Beralih ke bursa efek acuan dunia negeri Paman Sam, Wall Street ditutup menghijau pada penutupan dini hari tadi (2/10/20).

Dow Jones terapresiasi 0,13%, S&P 200 naik 0,54%, sedangkan Nasdaq loncat 1,42%. Pasar memantau ketat perkembangan mantan taipan properti yang banting setir jadi politisi tersebut.

Terbaru, kondisi Trump yang dirawat di Rumah Sakit Walter Reed dikabarkan membaik. Dokter kepresidenan Sean Conley, pada Sabtu waktu setempat mengatakan bahwa tim medis yang berjaga sangat senang melihat perkembangan kesehatan presiden.

“Pada hari Kamis ia menderita batuk ringan dan hidung mampet serta kelelahan. Sekarang semuanya sudah diatasi dan kondisinya membaik,” katannya sebagaimana dilansir CNBC International.

Namun, pernyataan Conley berbeda dengan seorang sumber dari Gedung Putih. “Kondisi vital presiden dalam 24 jam terakhir sangat mengkhawatirkan, dan 48 jam ke depan menjadi sangat penting dalam hal perawatannya,” kata sumber tersebut kepada beberapa wartawan yang bertugas meliput Gedung Putih.

“Kita belum berada pada posisi penyembuhan total,” kata sumber tersebut sebagaimana dilansir CNBC International. Kondisi ini pun membuat agenda piilpres menjadi berantakan. Jadwal debat pilpres masih belum dipastikan sampai sekarang.

Dari situasi ekonomi global, pasar akan memantau hasil survei PMI sektor jasa dari negara maju, mulai dari AS dan negara-negara Uni Eropa.

Rilis ini bakal menunjukkan kondisi sektor jasa di negara maju tersebut dan menjadi parameter untuk mengukur sejauh mana pandemi memukul perekonomian.

Sebagaimana diketahui, sektor jasa merupakan sektor yang paling terpukul oleh kondisi abnormalitas aktivitas distribusi dan konsumsi massyarakat, karena maraknya karantina wilayah (lockdown) di banyak negara baik dalam skala parsial maupun total guna mengatasi efek pandemi.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *