fbpx
Risiko Double Dip Dinilai Tinggi, Wall Street Dibuka Variatif

Risiko Double Dip Dinilai Tinggi, Wall Street Dibuka Variatif


Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka variatif pada perdagangan Rabu (26/8/2020), di tengah kombinasi kabar positif dan negatif yang berbarengan menghampiri pelaku pasar.

Pesanan barang tahan lama AS dilaporkan melonjak 11,2% pada Juli, atau melampaui estimasi Refinitiv sebesar 4,3%. Namun, Gubernur Federal Reserve Kansas Esther George kepada CNBC International mengatakan bahwa risiko resesi dua penurunan (double dip) kian meningkat.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 31 poin (+0,12%) pada pembukaan perdagangan pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB), dan 13 menit kemudian berbalik minus 21,4 poin (-0,08%) ke 28.227. Indeks Nasdaq menguat 58,4 poin (+0,51%) ke 11.524,88 dan S&P 500 naik 4,43 poin (+0,13%) ke 3.448,05.


Perusahaan piranti lunak Salesforce melaporkan lonjakan laba bersih setelah penutupan pasar kemarin. Harga saham calon konstituen Dow Jones itu pun dibuka meroket lebih dari 17% karena pendapatan dan laba bersihnya kinerjanya melampaui ekspektasi pasar.

Salesforce akan menggantikan Exxon Mobil di indeks Dow Jones. Perubahan komposisi konstituen indeks tersebut terjadi setelah pemecahan nilai nominal saham Apple yang mengurangi, bobot sahamnya terhadap indeks Dow Jones.

Indeks S&P 500 kemarin naik 0,36%, ke level tertingginya yang ke-17 pada tahun 2020. Indeks Nasdaq juga menyentuh rekor tertinggi baru setelah menguat 0,76%. Emiten HP Enterprise melaporkan kinerja yang lebih baik dari ekspektasi.

“Pendorongnya adalah penurunan yang persisten kasus Covid-19, harapan terapi baru yang dijalankan, dan kemajuan terbaru negosiasi dagang dengan China,” tutur Jim Paulsen, Kepala Perencana Investasi Leuthold Group, kepada CNBC International.

China dan AS akan memulai negosiasi pada Selasa. Dalam pernyataan resmi, Kantor Perwakilan Dagang AS mengatakan bahwa kedua belah pihak membuat “kemajuan dan berkomitmen mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan kesuksesan kesepakatan dagang fase 1.

Investor juga menanti pidato Kepala Federal Reserve Jerome Powell dalam ajang Jackson Hole, Wyoming. Dia akan memberikan arahan seputar kebijakan bank sentral untuk mendorong inflasi di level yang sehat, sementara pelaku pasar menanti tanda munculnya stimulus lanjutan.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *