fbpx
Wall Street Dibuka Fluktuatif, Berayun ke Zona Merah

Wall Street Dibuka Fluktuatif, Berayun ke Zona Merah


Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan Selasa (25/8/2020), di tengah kabar dimulainya kembali pembicaraan kesepakatan dagang fase pertama antara AS dan China dan pertanyaan seputar efektivitas terapi plasma darah.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 75 poin (+0,3%) pada pembukaan perdagangan pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB), tetapi 5 menit kemudian berbalik melemah 24,23 poin (-0,09%) ke 28.284,23.

Sementara itu, indeks Nasdaq naik sangat tipis sebesar 0,04 poin ke 11.379,75 dan S&P 500 menguat 2,55 poin (+0,07%) ke 3.433,83. Saham Apple melesat lebih dari 3%, diikuti saham Amazon and Microsoft yang juga melaju ke jalur hijau.


Kemarin, saham Apple menjadi salah satu pemacu reli bursa AS dengan menyentuh rekor tertinggi baru, memimpin penguatan saham sektor teknologi. Saham maskapai penerbangan dan operator kapal pesiar juga melonjak menyusul ekspektasi ekonomi segera pulih.

“Investor saham terus mengekspresikan optimisme yang berhati-hati terkait dengan arah ekonomi dan kemajuan seputar virus,” tutur Mark Hackett, Kepala Riset Investasi Nationwide, sebagaimana dikutip CNBC International.

Optimisme tersebut menyembul setelah jumlah kasus baru infeksi corona di AS anjlok. Data Johns Hopkins University menunjukkan bahwa jumlah kasus baru harian turun di bawah 37.000 dan terus menurun di bawah 50.000 sejak pertengahan Agustus.

Namun, efektivitas terapi plasma darah untuk penderita Covid-19 mulai dipertanyakan, sekalipun Badan Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration) telah merilis izin terapi yang disebut Presiden AS Donald sebagai “terobosan.”.

Aneta Markowska, Kepala Ekonom Jefferies, mengatakan data frekuensi tinggi menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi AS meningkat jelang akhir Agustus. “Kami menemukan bukti awal membaiknya pasar tenaga kerja di AS di mana sekolah dibuka kembali awal Agustus,” ujar Markowska dalam laporan risetnya.

Investor akan mencermati rilis indeks keyakinan konsumen dan penjualan rumah, yang akan dirilis pada hari ini. Pada akhir pekan, pandangan bakal tertuju pada pidato Kepala Federal Reserve Jerome Powell dalam ajang Jackson Hole, Wyoming.

Dia akan memberikan arahan seputar kebijakan bank sentral untuk mendorong inflasi di level yang sehat, sementara pelaku pasar menanti tanda akan munculnya stimulus lanjutan.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *