fbpx
Daftar Negara yang Masuk Jurang Resesi, RI Menyusul

Daftar Negara yang Masuk Jurang Resesi, RI Menyusul


Jakarta, CNN Indonesia —

Satu per satu negara-negara di dunia masuk ke jurang resesi pada kuartal II 2020. Resesi merupakan kondisi ketika suatu negara mengalami pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal berturut-turut. 

Artinya, para negara ini sudah merasakan pertumbuhan negatif sejak kuartal I dan berlanjut pada kuartal II. Bila dibandingkan dengan Indonesia, saat ini Indonesia belum berada di jurang resesi karena pertumbuhan ekonomi masih positif 2,97 persen pada kuartal I 2020. 

Namun, ancaman resesi ada di depan mata. Sebab, ekonomi nasional minus 5,32 persen pada kuartal II 2020. Dengan begitu, Indonesia tinggal menunggu rilis data ekonomi kuartal III, bila negatif, maka Indonesia resmi resesi. 


Menteri Keuangan Sri Mulyani telah memprediksi ekonomi kuartal III akan minus. “Diprediksi kuartal III 2020 alami pertumbuhan negatif,” ujarnya lewat video conference, Rabu (2/9).

Berikut daftar negara-negara yang sudah resesi pada kuartal II 2020: 

Ekonomi negara tetangga Indonesia ini minus 0,7 persen secara kuartalan pada kuartal I dan minus 42,9 persen pada kuartal II 2020. Berdasarkan perkiraan awal, ekonomi Singapura turun 41,2 persen secara tahunan pada kuartal II 2020. 

Laju pertumbuhan turun drastis karena dampak penguncian wilayah (lockdown) di Negeri Singa. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 seperti yang dilakukan negara-negara lain.

Laju pertumbuhan Negeri Ginseng turun 1,3 persen pada kuartal I dan minus 3,3 persen pada kuartal II 2020. Resesi pertama kali dialami Korea Selatan setelah 17 tahun terakhir. 

Penurunan ekonomi negara yang terkenal dengan industri K-Pop itu utamanya berasal dari ekspor yang ‘terjun bebas’ 16,6 persen dan impor anjlok 7,4 persen. Namun, konsumsi rumah tangga masih naik 1,4 persen karena didorong kebutuhan perlengkapan rumah tangga. 

Ekonomi sesama negara di kawasan Asia Tenggara ini jatuh 16,5 persen pada kuartal II 2020. Penurunan tidak jauh berbeda dari yang terjadi pada kuartal I sekitar 15,2 persen. 

Kontraksi ekonomi dialami negara pimpinan Presiden Duterte akibat penerapan kebijakan lockdown.

Thailand juga berada di jurang resesi karena ekonomi anjlok 12,2 persen pada kuartal II 2020. Sebelumnya, ekonomi sudah minus 2 persen pada kuartal I 2020. 

Kontraksi ini merupakan yang terburuk sejak krisis ekonomi Asia 1998 silam. Kala itu, ekonomi Thailand merosot 12,5 persen. Penurunan ekonomi dipengaruhi ‘mati suri’ sektor pariwisata Thailand. 

Resesi Hong Kong sejatinya sudah terjadi sejak empat kuartal. Namun, khusus tahun ini, resesi terjadi karena ekonomi kuartal II turun 9 persen. 

Penurunan ekonomi Hong Kong tak hanya dipengaruhi oleh dampak pandemi corona, namun konflik politik yang dialaminya dengan China. Bahkan, kondisi itu turut memanaskan hubungan antara AS-China. 

Ekonomi Negeri Sakura susut 27,8 persen pada kuartal I, lalu turun lagi 7,82 persen pada kuartal II 2020. Ini menjadi kontraksi terbesar dalam sejarah perekonomian Jepang. 

Tak lama berselang, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengundurkan diri, meski karena faktor kesehatan. Saat ini, di tengah resesi, Jepang belum memiliki perdana menteri baru. 

[Gambas:Video CNN]

Ekonomi Jerman yang sudah jatuh 2,2 persen pada kuartal I, kian anjlok pada kuartal II 2020 dengan penurunan mencapai 10,1 persen. Kondisi ini jauh lebih parah dari yang pernah dialami Jerman pada krisis keuangan 2008-2009. 

Buramnya ekonomi negara di kawasan Eropa itu terjadi karena lesunya ekspor dan impor di tengah pandemi virus corona. Kendati begitu, tingkat pengangguran di Jerman belum bertambah dari data terakhir sekitar 6,4 persen. 

Negeri Paman Sam mengalami penurunan ekonomi mencapai 32,9 persen pada kuartal II. Sebelumnya, ekonomi sudah minus 5 persen pada kuartal I 2020. 

Anjloknya perekonomian membuat AS menikmati catatan pertumbuhan terendah sejak 1947. Penurunan ekonomi utamanya karena konsumsi rumah tangga yang jatuh 34,6 persen, padahal indikator ini penyumbang terbesar bagi perekonomian AS. 

Swiss resmi jatuh ke jurang resesi karena ekonomi kembali terkontraksi 8,2 persen pada kuartal II 2020. Sebelumnya, ekonomi Swiss sudah minus 2,5 persen pada kuartal I. 

Pandemi corona membuat pertumbuhan industri manufaktur di Swiss turun 9 persen. Lalu, ekspor barang tercatat turun 9,4 persen dan impor turun 14,3 persen. 

Kemudian, pertumbuhan sektor jasa anjlok lebih dari 54 persen, khususnya penyedia layanan akomodasi, makanan, hingga pariwisata. Konsumsi masyarakat turun sekitar 8,6 persen. 

Ekonomi Kanada turun 38,7 persen secara tahunan dan minus 11,5 persen secara kuartalan pada kuartal II 2020. Sebelumnya, ekonomi Kanada sudah turun 8,2 persen secara tahunan dan minus 2,1 persen secara kuartalan pada kuartal I 2020. 

Secara rinci, konsumsi masyarakat Kanada anjlok 13,1 persen dan investasi turun 16,2 persen. Lalu, pengeluaran pemerintah turun 2,7 persen, ekspor minus 18,4 persen, dan impor jatuh 22,6 persen. 

Terbaru, Australia masuk jurang resesi. Pertumbuhan ekonomi negeri kanguru ini minus 7 persen pada kuartal, setelah minus 0,3 persen pada kuartal I. Resesi ekonomi yang dialami Australia merupakan pertama kalinya dalam 35 tahun terakhir.

(uli/bir)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *