fbpx
Mentan Klaim Sektor Pertanian Tumbuh di Era Corona

Mentan Klaim Sektor Pertanian Tumbuh di Era Corona


Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengklaim pertumbuhan (Produk Domestik Bruto/PDB) sektor pertanian meningkat 16,24 persen secara kuartalan dan 2,19 persen secara tahunan pada kuartal II 2020. Pertumbuhan naik di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

Peningkatan pertumbuhan membuat kontribusi sektor pertanian ke perekonomian nasional mencapai 14 persen. Selain itu, sektor ini juga diklaim mampu menyediakan lapangan kerja bagi hampir separuh dari total penduduk Indonesia yang mencapai 268 juta orang.

“Pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional,” ujar Syahrul saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri ke-35 Konferensi Regional Asia Pasifik (APRC) FAO, dikutip dari Antara, Jumat (4/9).


Di tingkat global, Syahrul menyatakan Indeks Ketahanan Pangan Global Indonesia turut meningkat dari peringkat 74 pada 2015 menjadi peringkat 62 pada 2019.

“Prevalensi stunting Indonesia juga mengalami penurunan dari 30,8 persen pada 2018 menjadi 27,67 persen pada 2019,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syahrul mengungkapkan pemerintah akan terus berusaha menjaga ketahanan pangan. Caranya dengan meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan diversifikasi pangan lokal, memperkuat cadangan pangan dan sistem logistik, dan melakukan pengembangan pertanian modern.

Kementerian Pertanian juga telah meluncurkan Rencana Pembangunan Strategis (Renstra) 2020-2024 yang bertujuan mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern melalui penguatan ketahanan pangan dan daya saing produk pertanian.

Selain itu juga mempertahankan peran penting sektor pertanian dalam sektor pertanian berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan dan meningkatkan pendapatan untuk keluarga petani di tengah pandemi covid-19.

Sementara Direktur Jenderal FAO QU Dongyu mengingatkan agar para negara dan seluruh pihak terus meningkatkan ketahanan pangan di negara masing-masing. Pasalnya, pembatasan aktivitas ekonomi di tengah pandemi covid-19 berpotensi mengganggu rantai pasokan global.

[Gambas:Video CNN]

“Tindakan untuk mengendalikan wabah virus mengganggu rantai pasokan pangan global. Pembatasan pergerakan di perbatasan dan karantina wilayah menghancurkan mata pencaharian dan menghambat transportasi pangan bagi penduduk,” kata Dongyu.

Namun di sisi lain, kebutuhan pangan tetap meningkat di tengah pandemi covid-19. Belum lagi, para petani kecil dan pekerja di sektor pangan menggantungkan hidupnya di sektor ini.

“Kami perlu mengkaji kembali sistem pangan dan rantai nilai pangan. Kita harus lebih memanfaatkan inovasi dan teknologi pertanian yang ada, dan mempertimbangkan teknologi terbaru,” pungkasnya.

(uli/agt)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *